Reinkarnasi Dewa Pengetahuan

Reinkarnasi Dewa Pengetahuan
Musuh Kuat Muncul


__ADS_3

Hanya dalam 3 hari saja Kota Air Mata sekarang menjadi sangat padat, jauh lebih padat dari sebelumnya.


Keadaan ini disebabkan karena Item Sihir yang dijual Guild Horizon. Penambahan terjadi sekitar 10 juta populasi dalam sehari, artinya dalam 3 hari ini kota sudah memiliki 30 juta tambahan pendatang baru.


Dimana pun Kuil Dewa Cahaya berada. Mereka sudah memprediksi keadaan seperti ini sebelumnya. Jadi Teleport Stone yang ada di area Tengah Kuil, segera dipisahkan dari kawasan Kuil Dewa Cahaya. Mereka memindahkannya ke Aula Tengah Kota Air Mata.


Memang sebelum itu juga rencana pemisahan Teleport Stone akan tetap dilakukan, jika orang-orang sudah lebih terbiasa dengan Teleport Stone itu sendiri. Hanya perlu waktu sekitar 1 bulan agar seluruh orang di Eden sudah terbiasa dengan sistem pindah tempat tersebut.


Sedangkan, untuk Lelang Virtual tidak mereka pindahkan. Kuil Dewa Cahaya memperketat penjagaan dan akses untuk dapat memasuki Kuil tersebut. Sekarang orang-orang tidak bisa bebas keluar masuk dari sana.


Suasana Aula tengah Kota Air mata sekarang sangat penuh, karena dalam sekali teleport ada ribuan cahaya biru muncul disana memadati area tersebut.


Orang-orang di Kota memang sudah mulai terbiasa dengan keadaan itu. Tetapi sebagian orang juga kadang masih kagum dengan adanya teknologi ini. Membuat mereka juga sering berdiri disekitar sana hanya melihat kejadian itu.


Enam orang sosok kuat terlihat baru saja memasuki kota itu. Beberapa Flash cahaya biru menampilkan sosok-sosok tersebut.


“Viuz, tampaknya bukan hanya kita yang sudah datang ke Kota Kecil ini,” ungkapan tersebut dilontarkan salah seorang anggota partynya, karena dia melihat ribuan orang dari berbagai profesi juga tiba di Kota Air Mata.


“Sebaiknya kita harus segera menuju ke Kuil Dewa Cahaya, Marcks tugas mu mencari penginapan untuk kita dan yang lain ikuti aku.”


Viuz memandangi Marcks, salah seorang mage perempuan di anggota party nya. Dia memberikan perintah tersebut untuk mencegah agar mereka tidak kehabisan tempat beristirahat di Kota ini.


“Baik Ketua Party,” Marcks yang menerima perintah tersebut.


Setelah memasang mantel jubah hitam untuk menyembunyikan identitas mereka. Party itu melangkah dari sana. Orang-orang yang berada di area tersebut jelas langsung membuka jalan kepada ke enam sosok tersebut, mereka tidak berani mengganggu keberadaan kuat yang dapat membuat mereka kehilangan nyawa.


Enam orang yang berada di Tier 3 itu merupakan salah satu sosok terkuat di Kota Air Mata sekarang. Dari Aura mereka saja orang biasa sudah gemetaran, belum lagi dari aura keberadaan equipment yang mereka pakai.


**


Di dalam salah satu ruangan VIP Kuil Dewa Cahaya yang terlihat memiliki semua kemewahan dalam suasana bangunan Jepang yang penuh ukiran dan ornament. Shiro terlihat masih asik mengotak-atik papan hologram yang mengatur penjualan dalam lelang virtual.


“Ketua Party, kita sudah hampir seminggu berada di sini bahkan kita makan dan minum di ruangan ini, aku sudah tidak betah dikurung di dalam sini,” ucapan Laila yang terus melakukan protes itu menyadarkan Shiro.


Shiro melihat ke arah Warrior tersebut, dia memang baru sadar bahkan dalam waktu beberapa hari ini. Dia juga terus berada di ruang VIP. “Kamu sudah bosan? padahal kamu paling sabar dari semua orang waktu kita berada di Dungeon dan terkurung dalam waktu 10 tahun lebih, mengapa sekarang kamu tergesa-gesa?” ucap Shiro kepada Laila.


Di dalam Ruangan ini semua lengkap, fasilitas tempat tidur, Kamar mandi dan WC semua ada. Untuk makanan mereka tinggal memesan kepada pelayan. Jadi dapat dikatakan semua kebutuhan bisa mereka dapatkan layaknya sebuah kamar hotel.


“Ketua Party, aku sudah di kurung selama 10 tahun lebih, aku tidak ingin dikurung lebih lama dari ini, bisakah tugas ku menemani mu digantikan dengan Stevan? atau Michelia?” ucap Laila yang sudah tidak sabar keluar dari sana.


“Baik lah kamu boleh pergi, panggil Michelia kemari, Aku tidak memerlukan Stevan biarkan dia bermain-main di Kota, jika dia di sini dia hanya akan terus bercerita saja.”


Ucapan itu jelas membuat Laila senang dia langsung saja pergi melangkah dari kamar tersebut menuju ke Guild Horizon untuk memanggil Michelia.


Baru saja tiba dilantai dasar, dia melihat Enam orang anggota Guild Dandles yang sekarang berada di Tier 3 sedang memasuki Ruangan Khusus Tamu VIP.


“Mengapa Viuz dan anggota party nya bisa berada di sini? Mereka adalah pasukan pengintai dari Guild Dandles,” gumam Laila dalam hati.


Berpapasan dengan enam orang tersebut, Laila yang adalah mantan anggota Dandles dibawah komando Michelia jelas mengenal ke Enam orang tersebut. Jadi dia mencoba mencari tahu sebentar tujuan mereka datang ke Kota Air Mata.


Setelah mengintai mereka dari lokasi yang cukup jauh. Dia menyadari mereka dibawa masuk ke salah satu ruangan VIP disana. Jadi dia memutuskan untuk kembali ke ruangan Shiro untuk memberitahukan masalah tersebut.


“Ketua...” Laila tiba-tiba membuka kamar VIP tempat Shiro berada, membuat Mage berkacamata itu terkejut karena memang dia sedang asyik mengotak-atik hologram lelang virtual.

__ADS_1


“Kamu...tidak bisakah mengetuk pintu terlebih dahulu!” ucap Shiro dengan nada sedikit terkejut.


“Maafkan aku, ada hal yang harus kuberitahukan pada mu, ini mendesak,” ucap Laila sambil menutup pintu masuk ruang VIP tersebut.


“Ada apa cepat katakan?”


“Aku baru saja melihat enam orang anggota utama Guild Dandles, memasuki tempat ini.”


“Sepertinya mereka juga akan melakukan transaksi di sini,” ujar Laila memperingatkan Shiro.


“Ah bagus sekali, Umpan yang coba dimakan oleh ikan-ikan kecil ini sudah menarik perhatian Ikan besar.”


“Sangat bagus, sangat bagus, Mungkin saatnya kita menarik semua uang mereka.” ucap shiro sambil tersenyum.


Perlelangan terhadap item-item sihir yang mereka lelang jelas sudah membawa ikan-ikan besar yang menjadi target Shiro. Dia memang harus merelakan Item-item sihir tersebut, lagi pula item-item itu sangat diperlukan agar Leon segera bisa merekonstruksi bangunan Klan Bay di Kota Uji.


Kekurangan Dana Cair membuat mereka tidak ada pilihan lain selain menjual item andalan Guild itu. Tidak ada yang salah dengan hanya menjual beberapa item. Lagi pula jika item itu dapat diproduksi lagi di kemudian hari dan jelas tidak bisa di palsukan.


Lelang yang awalnya hanya bernilai puluhan ribu gold itu sudah menaiki babak baru dengan harga ratusan ribu, 1 buah gelang DOD bahkan sudah ditawar 910.000 Gold per Item sedangkan biaya produksi nya 0, karena Adam menggunakan skill instan Duplikat untuk memperbanyak item ini. Jika saja ada orang yang mengetahui itu maka semua yang berpartisipasi dalam lelang ini akan mengutuk Adam.


10 Gelang DOD sekarang memiliki keuntungan 9.100.000 gold, hanya diperlukan sedikit lagi untuk bisa mencapai angka 15 jt gold sebagai modal merekonstruksi bangunan Klan Bay dan menjadikan tempat itu markas baru bagi Guild Horizon di Kota Uji.


Sedangkan Wings of Talus, 20 item tersebut sudah seharga 97.000 gold per item, artinya 1.940.000 gold sudah ada di tangan menambahkan harga gelang DOD tadi, belum lagi dengan Gulungan yang mereka jual harganya sudah mencapai batas tertinggi dan hanya beberapa waktu lagi sistem lelang akan menentukan pemenang dalam penawaran tersebut.


“Aku tidak menyangka semua orang begitu bergairah untuk mendapatkan item-item ini,” ucapan dengan suara lirih itu walaupun pelan jelas dapat di dengar Laila yang sekarang memutuskan tetap menemani Shiro di tempat lelang ini.


Untuk pencegahan Laila juga sudah menghubungi Michelia terkait kabar yang dia baru saja lihat beserta video visual yang juga dia kirimkan melalui gelang DOD.


**


Aura manna di sekitar sosok itu tiba-tiba membentuk pusaran angin kuat yang menyelubungi nya. Membentuk Kubah angin berbentuk sphere. Lalu dari dalam kubah angin itu warna cahaya merah tiba-tiba keluar.


Enam orang anggota party nya yang berada dibelakang segera menjauh dari sana. Mereka mencari jarak aman dari radius skill tersebut, tanpa pikir panjang dan menoleh lagi ke belakang ke Enam orang tersebut terus berlari menembus hutan yang berada di belakang padang rumput dalam dungeon tersebut.


“William cepatlah kamu sangat jauh tertinggal,” ucapan dengan sedikit nada mengolok itu dilontarkan oleh seorang archer kepada Cleric yang mereka tinggalkan.


“Ah awas kau Arman, jika nanti sekarat dalam pertempuran tidak akan ku heal,” ucap William yang kesal.


Memang cleric memiliki kecepatan gerak yang lamban, sehingga dirinya jauh tertinggal dari anggota party lain yang sekarang sedang menjauh dari lokasi itu.


“Instant Destructions”


“Sphere Reaper”


Ledakan..!!


Setelah menyelesaikan lantunan mantra skill yang hanya bisa dikuasai oleh seseorang yang sudah berada di Tier 6 tersebut. Instant Destructions melahap habis semua monster Armored Lion King berlevel 257 tersebut. Menggubah mereka menjadi kabut hitam dalam seketika tanpa jejak. Hanya tersisa dropan sebagai pengganti tubuh fisik.


Bahkan Ape Rock Golem King yang berlevel 342. Musnah tidak bersisa, kekuatan yang dapat dikatakan sebagai yang paling mengerikan dan paling kuat di Eden. Instant Destructions adalah skill ciptaan Adam yang dapat dikuasai oleh seseorang saat orang itu berada di Tier 6.


Karena ciptaan ini menyatu dengan Sistem Dewa Cahaya jadi setiap skill ciptaan Adam dahulu juga dapat dipelajari oleh siapa saja yang dapat membelinya dengan Point Skill.


Hempasan Kuat sisa-sisa aura energi itu menghempas Hutan tempat kawan-kawan se tim nya tadi yang melarikan diri, membuat sebagian dari mereka menelan Ludah melihat kekuatan kuat yang menghancurkan tersebut. Tetapi mereka juga merasakan kesenangan tersendiri.

__ADS_1


Karena selain mendapat hempasan angin dari sisa skill mereka juga mendapatkan cahaya ilahi yang menandai naiknya level seseorang di Eden.


Kelima orang itu memasuki Alam Kekuatan Dewa bersama-sama. Tidak ada seorang pun yang mencapai kekuatan tersebut selain para pendeta dari Kuil Dewa Cahaya selama ini.


Pendeta dari Kuil Dewa Cahaya, mereka memakan Token Platinum untuk mendapatkan ratusan juta Exp, Mereka bahkan tidak berpetualang. Hanya divisi-divisi khusus dari mereka saja yang berpetualang menyapu beberapa ketidak seimbangan dunia.


Akan tetapi ke enam orang ini berbeda mereka satu-satunya sosok yang berhasil meningkatkan level dengan menyelesaikan Quest dan membunuh monster-monster. Dungeon yang mereka masuki pun sama. Dungeon berlevel 200+ yang hanya bisa di temui di Benua Human di Kerajaan Sinear.


Bergegas setelah menerima cahaya ilahi tersebut mereka mencoba mendatangi sosok tadi yang sudah memusnahkan semua keberadaan di Dungeon tersebut.


“Hector apa yang kamu lakukan, biarkan kami yang memungut semua dropan ini,” ucapan Arman terdengar lantang melihat Ketua party mereka yang setelah membunuh ratusan ribu monster tersebut memungut dropan yang mereka sisakan.


“Hmm.. Lakukan sesuka kalian,” dia berdiri menjauh dari Grup nya itu dan menatap menuju langit di dalam dungeon Kota Angin.


**


“Hey jangan berdesakan, semua orang yang mendapatkan giliran hari ini tetap akan bisa memasuki Kuil, jadi jangan berdesakan, kalau tidak kami akan memasukan kalian ke penjara.”


Teriakan keras seorang kepala penjaga yang berdiri didepan puluhan ribu orang yang memadati Kuil Dewa Cahaya, sekarang terdengar lantang memperingati lautan orang tersebut.


“Tuan penjaga apakah tidak ada tambahan untuk kami yang baru saja tiba di Kota ini?” seorang dari mereka berteriak dan meminta keadilan untuk dapat memasuki Kuil Dewa Cahaya sesegera mungkin.


“Tidak ada penambahan Kuota! Dalam sehari kami hanya bisa memperbolehkan 10.000 orang memasuki tempat ini,” Penjaga tersebut kembali mengingatkan semua orang yang baru saja tiba di Kuil Dewa Cahaya cabang Kota Air Mata.


Setelah mendengar itu ribuan gelombang protes dan ketidak sukaan terus mereka utarakan, layaknya ribuan pendemo yang semakin di ikuti oleh ribuan orang lainnya. Mereka sudah membentuk suara sama untuk dapat menerobos masuk ke dalam sana.


Jika tidak bahkan mereka tidak akan bisa melihat dan mengamati Item Gelang DOD yang dijual disana, mereka yang mengerti tidak akan bisa membeli gelang itu. Hanya ingin melihat item itu secara langsung dari hologram yang dipajang disana. Saat keadaan semakin kacau dan gelombang orang-orang itu hendak menerobos masuk.


Sebuah Suara menggelegar di atas langit Kota Air Mata menghentikan semua orang. Mereka terdiam seribu bahasa, bahkan tidak bergerak sedikitpun.


[Pengumuman Sistem : Selamat Kepada Guild Garden of Eden]


Yang telah menyelesaikan First Clear Dungeon Kota Angin, Benua Human, di Level 200+, Kepada mereka akan diberikan :


1.000 Reputasi di seluruh Kota.


10.000.000 Experience Point


Gelar Bangsawan di Seluruh Kuil Dewa Cahaya sebagai : Lord Seeker.


Pengumuman itu terdengar tiga kali berturut-turut, semua orang yang tadi berdesak-desakan terdiam menatap ke langit yang membentuk awan berbentuk spiral diatas Kota Air Mata.


Keadaan pemberitahuan sistem ini memang istimewa bagi semua orang, gumpalan awan, suara menggelegar menandai semua fenomena tersebut.


**


“Apa ini? “


Shiro terlihat lebih terkejut lagi dari orang-orang yang berada diluar mendengar hal tersebut. Dia tahu bahwa Garden of Eden juga ikut terlibat dalam penyerangan Klan Bay. Wahyu yang baru saja dia dengar tersebut jelas mengejutkan nya.


Memang kabar yang dia dapatkan belum di konfirmasi kebenarannya, tetapi jika saja kabar itu benar. dibalik musnah nya Klan Bay adalah karena keberadaan Guild Zone of God dan Guild Garden of Eden. Maka itu tidak bisa dianggap remeh.


Baru saja Klan Bay akan di restorasi, kini musuh kuat muncul kembali, bahkan Tambang Nce saja adalah Dungeon berlevel 100+, masih diatas Dungeon Pulau Permata. Pastinya dia tahu jarak kekuatan yang diperlukan orang untuk melakukan first clear dalam dungeon berlevel 200+.

__ADS_1


***


Thanks XL


__ADS_2