
Kemudian Leon menjelaskan rencananya, untuk masalah tetua orka aku memiliki solusinya, dia kemudian mengeluarkan cincin Ring of Dimensi, cincin ini berfungsi.
Leon mengeluarkan sesuatu dari pinggangnya..
“Cincin ini berfungsi sebagai Penyimpanan Ruang Dimensi, Namanya Ring of Dimensi, yang mirip dengan Skill Seorang Job Magic, tapi cincin ini memiliki ruang tetap tidak bisa membesar seiring dengan meningkatnya Manna pemilik seperti Job Magic, tapi dapat digunakan oleh semua Job.”
Ujar Leon yang kemudian diam ingin menimbang dan melihat reaksi semua tetua tersebut.
“Apaa ...“
Kini semua ruangan itu menjadi ricuh kembali, mereka ingin melihat secara langsung cincin tersebut kemudian Leon mengeluarkan 1.100 cincin sejenis itu dari ruang hampa.
Melihat leon mengeluarkan cincin-cincin itu didepannya dari ruang hampa, jelas hal itu seperti skill bawaan job magic yang mereka kenal, mereka kali ini benar-benar terperangah sama seperti Leon pertama kali melihat itu dari adam.
"Hehe, bagaimana terkejut, akupun seperti kalian dulu..” ujar leon dalam hati.
“Ini adalah produk baru kita, tapi aku tidak bisa memberikan ini kepada para tetua sekalian dan tamu undangan yang hadir disini, karena itu melanggar kode etik dan peraturan Klan, aku tidak ingin dikira menyuap tetua sekalian, kuharap tetua sekalian mengerti dan tetap dapat objektif dalam memilih” ucap Leon lagi..
Huh.. dasar kadal merah busuk, walaupun kamu berbicara seperti itu tapi jelas kamu sudah memancing mereka..” ucapan Azeroth dalam hati dengan kesal.
“baiklah sekarang kita coba menggunakannya.” ujar Leon lagi
Dia kemudian meminta tetua orka untuk hadir bersamanya ditengah ruangan pertemuan itu, dan meminjamkan sebuah cincin kepada tetua orka..
Setelah itu leon mengajarkan kepada tetua orka cara menggunakan cincin itu, dan ketika ketua orka mengalirkan energi sihirnya kedalam cincin itu didepannya muncul sebuah hologram yang menampilkan isi inventory space yang ada dicincin itu. didalam cincin itu ada 2 meter kubik kertas yang sudah di pack dengan rapi dan 100 buah cincin kecil.
“Tetua Orka silahkan memilih kertas yang ada agar dapat dikeluarkan..” ujar Leon lagi, walau leon tidak bisa melihat hologram itu tapi karena melihat tetua orka terkejut dia yakin tetua itu sudah melihat hologram itu..
“Kamu bisa melihat apa yang ada didepanku.?” ujar tetua orka bertanya.
“Maaf tetua, hanya pemilik cincin yang bisa melihat isi cincin tersebut, aku hanya melihat ekspresi keterkejutan tetua dan aku yakin karena itu tetua sudah melihat isinya.” ucap leon yakin.
“Walau begitu jelas aku tahu isinya karena aku yang mengisinya tetua..” ujar Leon lagi
“hmm.. tidak buruk.” jawab tetua orka.
Wuuusszzh...!!!
Didepan mereka semua muncul 2 meter kubik kertas yang tersusun rapi dan sudah di bungkus secara rapi, karena itu semua tetua yang hadir dalam acara pemilihan kali ini paham yang dimaksud leon sebelumnya, 2 meter lebar dan 2 meter tingginya kertas-kertas itu disusun rapi dan menumpuk dalam 1 cincin, kemudian Leon juga meminta tetua orka mengeluarkan 100 cincin serupa dari penyimpanan itu, dia hanya mengikuti kemauan leon.
Leon menjelaskan bahwa disetiap cincin yang keluar itu dia juga menaruh tumbukan kertas-kertas dari berbagai jenis, jika Kekaisaran Elazar memerlukan setidaknya 20 meter kubik kebutuhan kertas mereka dalam sekali pengiriman artinya hanya perlu 10 cincin serupa untuk membawanya, tapi yang dimasukan leon kesitu berjumlah 100 cincin berarti didalamnya dapat memuat sampai 10x pengiriman yang dulu mereka lalukan.
“Artinya, dengan ini masalah distribusi kertas tidak perlu menjadi kendala lagi, dan juga saya sekali lagi, saya mengingatkan kepada tetua sekalian, bahwa sebagian dari kalian dulu yang pergi meninggalkan Klan Bay saat kita terpuruk dan bergabung kembali saat posisi kita sudah membaik, itu semua karena kerja keras kakak ku Peor dan kebaikan hatinya.” ujar Leon mengingatkan.
“Apakah tetua sekalian inginkan lagi?."
"Setelah dia meninggal ingin mengambil hasil kerja keras dari kakak ku itu?."
"Ingin mengubah semua milik keluarganya menjadi keuntungan tetua semua?.” pertanyaan leon bertubi-tubi
ucapnya menekan tetua semua yang ada, tetua orka juga merasa sedikit bersalah sekarang, memang yang dia inginkan hanyalah solusi dalam pendistribusian kertas, dia tidak benar-benar ingin mencalon sebagai Ketua Klan, karen termakan hasutan dari Azeroth dia menjadi dalam posisi tidak mengenakan ini.
“Leon ini..”
tetua orka tidak bisa melanjutkan pembicaraannya, dia hanya terdiam sebelum kembali lagi ke tempat duduknya.
Tetapi Leon yang paham dan tahu alasan dibalik keinginan tetua orka, jelas Leon ingin melindungi tetua tersebut.
“ini bukanlah salah Tetua orka, beliau hanya ingin menyuarakan pendapatnya agar cabang Klan Bay di Kekaisaran Elazar dapat bertahan, namun selama ini kami tidak bisa menemukan solusinya, sekarang solusi itu muncul didepan kita hanya perlu dukungan tetua sekalian saja” ucap Leon meyakinkan tetua lain agar tidak menyalahkan tetua orka.
Mendengar itu jelas hati tetua orka yang berpandangan lurus dan idealis tersebut tersentuh, Leon memang bisa menggunakan hal ini sebagai senjata melawan azeroth, tapi azeroth yang merasa harus melakukan sesuatu tersebut, kini berbisik kepada Michelia untuk meminta saran.
__ADS_1
Leon tidak diam disitu saja, dia sudah siap dengan rencana lainnya yang sudah diperhitungkan dan diprediksi oleh Shiro, memang rencana pengajuan diri tetua orka itu sudah diperhitungkan Shiro sebelumnya juga isu yang akan dia angkat artinya kemungkinan besar Azeroth sudah merencanakan hal sejenis untuk memecahkan masalah distribusi kertas itu.
“ini adalah Aprraisal Eyesglasses..” ujar Leon lagi
Tidak menyia-nyiakan kesempatan dan kekaguman penonton Leon mengeluarkan Aprraisal Eyesglasses Rank B dan menjelaskan kegunaan benda tersebut, setiap rank bisa untuk memeriksa item dengan tingkat yang dibawah rank nya dan 1 tingkat diatasnya, artinya Kacamata penilai yang dikeluarkan Leon hanya bisa menilai Rank A paling maksimal karena berada di Rank B, tapi bisa menilai semua kualitas barang dibawah Rank tersebut mulai dari Rank C, D seterusnya.
Tapi tiba-tiba Michelia yang merasa harus bertindak menjadi tidak tenang sekarang, sebab dia tau bahwa Leon adalah orang yang hanya bisa bertarung dan orang yang jujur, tidak memiliki siasat seperti ini dia yang menyusunnya, dia yakin Shiro dari Ketua Guild Horizon lah yang mengajarkannya cara mengambil kesempatan dan memprediksi usulan tetua orka, sebab Leon adalah Leon semua orang di Klan Bay mengetahui hal tersebut.
“Maaf kan memotong penjelasan tetua Leon, aku sebagai perwakilan dari Guild Dandles dan perwakilan tetua Azeroth ingin menyampaikan pendapat jika diperbolehkan.” ujar Michelia.
Bet pimpinan rapat merasa bahwa hal tersebut tidak menyalahi aturan dan diperbolehkan menanyakan kelebihan dan kekuarangan suatu produk yang akan mereka pasarkan segera, agar produk tadi tidak menjadi sia-sia jika diproduksi.
“Silahkan Tetua Guild dan perwakilan Guild Dandles Miss Michelia mengemukakan pendapatnya.” ucap Bet.
Semua yang hadir melihat bet benar-benar bersifat sportif dan tidak memihak, ini menunjukan kebijaksanaannya sebagai seorang Ketua Klan benar-benar baik, bahkan diantara mereka juga berpikir bahwa Bet lah yang harusnya mencalonkan diri bukannya Leon.
“Aku hanya ingin mengingatkan tetua sekalian, produk untuk penilaian seperti itu bisa menyebabkan Klan dirugikan jika diproduksi massal.” ujar Michelia yang kemudian menjelaskan maksudnya.
Jika Kacamata penilaian itu diproduksi maka jelas dapat menimbulkan kerugian karena tidak akan menguntungkan bagi yang membeli, sebab semua Job memiliki skill bawaan mereka untuk menilai suatu barang.
mendengar itu Leon tersenyum, dan menjawab penjelasan Michelia.
“Untuk masalah itu, bisakah aku bertanya kepada miss michelia sendiri skill Aprraisal yang dimiliki miss michelia berada dilevel berapa sekarang.?” ujar Leon
“Aku Mage berlevel 82 dengan skill appraisal Lv.8.” ucap Michelia.
“Ohw Pantas saja nona Michelia terlihat cukup percaya diri, dan juga ku lihat nona Michelia jelas memiliki armor dan senjata yang sangat bagus, mungkin tingkat Rank SS dibawah harta karun Nasional?.” ujar Leon memancing.
“Maaf tuan leon itu tidak ada hubungannya dengan armor dan penampilanku.” ujar Michelia sedikit kesal karena pancingan leon.
“Benarkah demikian??” ujar Leon
Terlihat wajah bingung Michelia memandang Leon akibat pertanyaan nya itu, tapi Leon kemudian menanyakan ke Tetua lain skill aprraisal mereka, dan jawaban mereka pun mengejutkan Michelia, memang dia berpikir sebelumnya item sihir seperti Aprraisal Eyesglasses tidak diperlukan karena sudah menjadi skill bawaan semua job.
Michelia sempat terdiam mencerna itu, dia sadar kali ini sudah dipancing secara terang-terangan oleh Leon, tapi dia tidak menatap leon dia malah menatap Shiro dengan geram, dan orang yang dilihatnya hanya tersenyum tipis menanggapi tatapannya.
“Begini maksudku, bukan mengenai level skill itu tapi semua guild yang ada dan semua klan yang ada sudah memiliki penilai mereka masing-masing, jadi akan sangat tidak menguntungkan berinvestasi di Kacamata penilai tersebut.” ujar Michelia mengembalikan ketenangannya, kemudian kembali duduk dikursinya.
"Kacamata ini tidak terlalu mahal, dan tidak perlu membayar lagi para penilai itu setiap mau menilai barang, selama kacamata penilai ini ada ditangan kita, kurasa sekali bayar 50 Gold membeli ini tidak akan merugikan kalian dari pada harus ditarif sekali bayar mungkin 1 Gold untuk menilai item rank B keatas, cukup bawa ini ke reruntuhan kuil atau tempat berburu kemudian dibagi rata tanpa Guild harus tau item rahasia apa yang didapat seseorang." ucap Leon menegaskan.
Informasi item yang selama ini setiap orang dapat ditempat berburu jika berlevel tinggi harus menggunakan penilai di Guild dan guild jelas mendapat keuntungan informasi dari situ, item apa yang mereka dapat, dan kegunaan item itu sendiri, itulah yang membuat leon juga sedikit marah kepada sebagian guild dengan penilai-penilai item yang berlevel tinggi.
Sekarang pertemuan tersebut menjadi terbagi 2 kubu yang percaya bahwa kacamata penilai itu sangat dibutuhkan dan satu kubu lagi penilai itu masih diperlukan akan menjadi kasihan jika memecat mereka karena ada kacamata itu dan adalah pemborosan jika memproduksinya karena bisa tidak laris dipasaran.
Jadi Bet Pemimpin rapat yang melihat situasi diruang pertemuan itu memutuskan agar menunda pertemuan sekitar 1 jam lagi kemudian tetap memberikan waktu kepada Leon untuk melanjutkan pandangannya, semua orang diruang rapat kembali setuju dan mereka membubarkan diri.
**
Penginapan Kediaman Azeroth.
“Bagaimana kamu tidak tahu informasi mengenai item tersebut, apakah kamu ingin aku dipermalukan didepan tetua yang lain.?” ujar Michelia memarahi Azeroth.
Azeroth memang merupakan calon Ketua Klan bay dan adalah pimpinan besar salah satu cabang Klan Bay, tapi jika dibandingkan sendiri Klan Bay dan Guild Dandles jelas bagaikan langit dan bumi.
Tetua itu tidak akan berani melawan Michelia apalagi dia hanya Tetua dengan Level 54, jika saja tidak ada dukungan dari Guild Dandles jelas dia tidak akan didukung oleh tetua lainnya.
“Maafkan aku Nona, mata-mata yang kami tempatkan hanya melihat adam membuat item penyimpanan seperti itu saja.” ucap Azeroth.
“Adam.. siapa dia? apakah katamu di Klan ini ada seorang Magic Craftsman berlevel tinggi yang membuat itu semua?.”
Sekarang Michelia seperti dibodohi oleh Azeroth karena tidak mendapatkan kabar ini, menurutnya ada seorang Job magic craftsman yang berada di Klan Bay dan itulah sebabnya mereka bisa menciptakan alat cetak kertas dengan kualitas terbaik, dan item-item sihir itu, dan orang tua itu tidak mengabarkan hal tersebut kepada Guild Dandles karena dia ingin menguasai Klan Bay dan orang tersebut seorang diri, Michelia jelas tidak menyukai situasi seperti itu.
__ADS_1
“Nona Michelia bukan seperti itu, Magic Craftsman adalah Job tambahan yang hanya dapat dimiliki oleh seorang Mage berlevel 100 keatas, anda jelas tahu kami tidak memiliki orang seperti itu, dan di Eden sekarang seorang Mage berlevel paling tinggi saja hanya Level 97 dan itu adalah wakil ketua Guild Garden of Eden.” ujar Azeroth meyakinkan.
Michelia sempat berpikir sejenak mencerna semua informasi yang dia dapat, kali ini dia tidak ingin lagi terbawa emosi, diapun menanyakan lebih lanjut ke azeroth tentang seorang yang bernama adam.
Dia terkejut mendengar bahwa adam adalah anak umur 5 tahun yang merupakan anak Peor, dia dari kecil yang kabarnya hanya bermain-main dan malas-malasan saja tanpa berlatih sekalipun, kecuali Peor mengajaknya berlatih.
Dalam pikirannya sekali lagi itu tidak akan mungkin, tapi mata-mata yang ditempatkan Azeroth kali ini juga sangat kuat jadi keakurasian kabar tersebut juga tidak bisa dipungkiri, bahwa anak ini lah yang membuat item-item sihir itu.
“Apa mungkin dia tidak berlatih beladiri atau sihir karena Job nya adalah seorang Magic Craftsman?.. ah tidak.. tidak itu tidak mungkin, Job sudah ditetapkan hanya ada 8 saja, dan yang lain bisa didapatkan saat kita mencapai level 100." Pikiran michelia menjadi bimbang kali ini.
Dia sangat ingin memastikan Adama Naoki anak dari peor itu, sebelumnya adam tidak dipandangnya dan diliriknya pun tidak, sekarang dia benar-benar frustasi karena sikapnya itu.
Michelia tidak sadar waktu berlalu dengan cepat, sampai seorang pengawal memanggil mereka agar menghadiri pertemuan kembali.
**
Sesaat pertemuan dimulai kembali, seorang tetua bertanya kepada Leon, apakah kacamata itu bisa dibandingkan dengan skill Aprraisal, Leon jelas sudah siap dengan jawabannya karena tetua yang bertanya seperti itu adalah suruhan Tetua Riot, yang malam tadi sudah membandingkan skill vs kacamata itu.
“Oh baiklah tetua aku akan membagikan kacamata ini kepada kalian semua untuk dipinjamkan sementara, tetapi ingat nanti kalian harus mengembalikan ke Klan lagi karena ini merupakan produk yang menjadi andalan kita kedepan.” ujar Leon
Setelah membagikan kacamata penilai itu dan cincin dimensi, dia mengajarkan cara penggunaan kedua benda itu kembali dan semua yang hadir disana sangat takjub dengan kacamata penilai dan cincin dimensi itu.
Bahkan Michelia juga terkejut, kekuatan kacamata itu bisa membaca sampai detai suatu benda, sedangkan skill penilai miliknya yang sudah level tinggi dan sudah susah payah dinaikannya dengan membagi dengan pembelajaran skill lain merasa bahwa setiap usahanya selama ini sia-sia jika dia tau ada kacamata ini sebelumnya.
sedangkan, Azeroth sekarang mulai khawatir, namun dia mencoba terlihat tenang karena sebentar lagi dia yang akan maju meyakinkan para tetua lainnya.
Setelah mengembalikan item-item sihir tersebut para tetua sekarang kembali tenang dan menilai kembali pandangan mereka kepada Leon, karena sejauh ini orang itu sudah terlihat meyakinkan dan terlihat dapat menjadi Ketua Klan selanjutnya.
Sekarang tibalah giliran Azeroth untuk meyakinkan mereka semua, pembukaan nya tidak lah semeriah Leon yang merubah penampilannya. dia berjalan dengan biasa kedepan tetua lainnya.
“Tetua sekalian terima kasih sudah memberikanku kesempatan, sebelum aku memulainya, aku ingin kita semua mengingat, bahwa sebelum peor menjadi Ketua Klan dulu dia sempat meminta bantuan-bantuan kekita semua.”
“Bantuan yang kita berikan itulah yang membuat Peor bisa menjadi seperti sekarang, kalau tidak dia akan mati dijalanan. jadi wajar saja bagi kita untuk meminta bantuan kembali kepada keluarganya untuk membeberkan cara produksi kertas itu.” ucap Azeroth.
Mendengar itu darah leon langsung mendidih dan berdiri dari tempat duduknya dia hendak menghajar azeroth karena membawa-bawa nama kakaknya yang sudah meninggal.
Semua tetua diruang besar itu mengarah melihat ke arah Leon, jelas seorang dengan tinggi 2 meter memakai armor yang semakin berkilauan karena bereaksi terhadap amarahnya, menjadi sorotan kali ini.
Dia baru sadar setelah Shiro memegang tangannya dengan sedikit dialiri sihir, azeroth sengaja memancingnya. dia kembali duduk dan azeroth melanjutkan penjelasannya.
“Jika tidak salah tadi waktu kami dibagikan cincin itu, ruang didalamnya hanya 2 Meter kubik dan kualitasnya adalah Kualitas F, apakah benar?” Azeroth bertanya hal itu kepada Leon.
Leon hanya bisa membenarkan yang dikatakan azeroth kemudian Azeroth mengeluarkan 1 kantong kulit kecil ditangannya, benar-benar seperti kantong kulit tempat menyimpan uang koin yang biasa ditemukan pada jaman itu.
“ini adalah Inventory Bag”
ujarnya dengan bernada cukup tinggi.
"Kualitas Rank S, ketahanannya 500/500 ruang dimensi yang dimiliki 50 meter kubik, dapat kalian cek dengan kacamata penilai itu, tapi kuyakin dia tidak bisa menilainya karena ini Rank S."
Ujarnya dan setelah itu Azeroth mengeluarkan 5 Kereta Kuda besar didepan mereka semua dari inventory bag tersebut.
Akibatnya membuat hening ruang pertemuan itu, bahkan anginpun dapat terdengar suaranya..
***
Halo Pembaca,
Jika Kalian suka dengan karya ini,
Like nya jangan lupa, kan gratis ngasih jempol
__ADS_1
Thanks XL