Reinkarnasi Dewa Pengetahuan

Reinkarnasi Dewa Pengetahuan
Perang Dagang (Bag.I)


__ADS_3

Tim beranggotakan enam orang itu akhirnya berjalan menuju ke arah Kota Uji, dipimpin oleh Shiro yang sekarang ber level 221 dan rata-rata mereka semua berada diatas level 200 itu, membuat keheningan seketika di Pegunungan Adama.


Pegunungan itu memang merupakan momok menakutkan bagi sebagian petualang karena banyak berkeliaran Hewan Siluman ber level 50 – 60 di sekitar Pegunungan Adama bagian Timur itu, apalagi di bagian dekat tambang Nce yang merupakan dungeon aktif sekarang.


Keberadaan mereka yang sekarang terbagi menjadi eksistensi super diseluruh benua Reptilians, membuat para penghuni pegunungan Adama itu bergetar ketakutan, sebab sebuah mahluk hidup alami pasti memiliki insting rasa takut dalam diri mereka.


Ambil contoh Michelia misalnya, sekarang mantan deputy dari Guild Dandles itu sudah menapaki jalan untuk menjadi seorang Mage attacker Tier 2 di Level nya yang 213. Sedangkan, Leon Bay paman Adam sebelumnya tidak pernah membayangkan berada di level 100 lebih, sekarang bahkan sudah berada di level 215, tidak lah mudah bagi seorang Bestial seperti Leon untuk mencapai level tersebut.


Ditemani oleh Lifa seorang Cleric berlevel 218, Laila Warrior berlevel 210, dan Stevan Archer berlevel 195, jelas tim yang awal nya dikira musnah itu sekarang menjadi tim terkuat di benua Reptilians.


Awal nya, Shiro dan Michelia bertahan hidup hanya dibawah sebuah gerobak, namun tak lama setelah itu update sistem memunculkan dungeon membuat beberapa orang yang bersama mereka yang terjebak di reruntuhan goa, muncul bersama di sebuah dungeon bekas tambang Nce.


Lebih dari 20 orang bersama mereka saat itu yang berhasil selamat dengan kondisi kritis, tetapi bersama dengan berjalan nya waktu dalam penaklukan dungeon Nce jumlah mereka menurun drastis dan hanya tersisa enam orang saja.


“Sungguh di luar keinginan seperti ini, aku berharap semua hal tidak seperti yang kamu prediksi.” Gumam Leon kepada Shiro.


“Seandainya saja..” jawab Shiro.


“Jika tidak karena cincin dimensi yang telah di isi oleh Naoki, ku kira kita tidak akan bisa selamat.” Ucap Shiro lagi melanjutkan.


“Anak itu memang membuatku terpukau beberapa kali, bahkan aku mengira dia bukan seorang anak biasa, mungkin dapat dikatakan dia adalah titisan dewa.” Ujar Leon menimpali perkataan Shiro.


Memang selama kurang lebih sepuluh tahun terakhir berada di dalam Dungeon, hubungan semua orang di tim itu bahkan menjadi lebih dekat lagi dan lagi, seperti keluarga memang.


“Hmm..”


“Adam ya, ku harap dapat bertemu lagi dengan nya, dulu dia telah salah menilai ku.” Ucap Michelia.


"Lupakan kesalahan, tetapi jangan pernah lupakan kebaikan."


Ucap Laila yang tidak lain adalah bawahan Michelia sebelumnya di Guild Dandles, memberikan semangat kepada Michelia.


“Kalian semua, kurasa kota sudah hampir dekat, sebaiknya gunakan Mantel of Purgatory yang kita dapatkan dari Dungeon untuk menyembunyikan status dan level kita.”


Ucap Shiro mengingatkan teman-teman nya.


“Kita harus efektif dan mencari informasi secepatnya.” Ujar nya lagi.


Bagaikan seorang jenderal yang diakui oleh bawahan nya tidak ada seorang pun dari mereka yang meremehkan perkataan Shiro, bahkan mereka segera menganggukkan kepala mendengar perintahnya. Sebab karena strategi dari nya lah dungeon tambang Nce, bisa mereka taklukan.


**


Adam yang menginap di Penginapan Naga Hitam malam tadi, pagi ini dibangunkan tiba-tiba oleh salah satu pelayan perempuan penginapan itu, suara langkah kaki pelayan penginapan Naga Hitam berlari menelusuri lorong mewah bagi para tamu VIP disana juga membangunkan Near yang tidur disebelah kamar Adam.


“Tuan, Tuan.. “


Tok tok tok.


“Tuan Adam, ada utusan dari Guild Sphinx ingin mencari tuan.” Suara itu terus bergema di depan kamar Adam.


Adam yang saat itu sedang sangat menikmati tidur di kasur yang empuk dan dalam suasana damai, dibangunkan dari tidur nya.


Setelah membuka pintu kamar nya, dengan hanya menggunakan celana pendek tanpa baju atasan, tubuh Adam yang kekar dan putih membuat pelayan penginapan itu menelan liur nya beberapa kali.


Sesosok gadis Elf cantik kali ini dilihat Adam, rambutnya putih bersih berwarna keperakan, tubuh memikat nya dapat dibilang merupakan daya tarik lain dari seorang perempuan.


“Apakah Anda tuan Adam.?” Ucap pelayan elf itu.


“Benar, aku Adam, kamu siapa? Tampak nya aku tidak pernah melihat mu dipenginapan ini sebelumnya.” Ujar Adam berpikir.

__ADS_1


Memang gadis elf itu adalah merupakan seorang petualang juga yang datang karena ketenaran Kota Air Mata, dia diterima di penginapan ini menggantikan Liza seorang bestial yang dulu menjadi salah seorang resepsionis di sana.


“Aku Xylene, aku baru seminggu ini bekerja disini tuan.”


“Maafkan aku sudah mengganggu tidur tuan Adam, tapi ada beberapa orang dari Guild Sphinx ingin bertemu tuan Adam.” Ucap gadis elf itu lagi.


“Dimana mereka?” ujar Adam.


“Mereka sudah menunggu di ruang tamu VIP tuan. Kami juga sudah menyediakan sarapan untuk Anda disana.” Ujar gadis elf itu.


“Baiklah, beritahu mereka untuk menunggu aku akan bersiap-siap.” Gumam Adam.


Setelah itu gadis elf tadi pun pergi memberitahukan para tamu yang mencari Adam tadi, sedangkan Adam menatap Near sebentar dan meminta nya untuk datang kesana nanti bersama.


**


Brakkk…


Suara meja terdengar nyaring saat dipukul oleh Isamu di pojok ruang tamu tersebut, sementara semua orang memandangi pemuda itu, Ketua Guild Sphinx juga terlihat cemas, sebab sudah hampir satu jam lebih sosok adam tidak menampakkan batang hidung nya di ruang itu.


“Dia ingin mempermainkan kita.” Ucap Isamu lagi.


“Hey Isamu, sebaiknya kamu bersabar, jika tanpa adam dan Near kita semua tidak akan bisa selamat dari Dungeon tersebut.”


Ujar Daha seorang bestial yang juga bersama mereka di dungeon sebelumnya.


“Dia ingin diperlakukan layaknya seorang terhormat, tapi tidak dengan sikap nya yang memuakkan.” Ujar isamu lagi.


“Sebaik nya menunggu lebih lama, kita juga terlalu dini datang sepagi ini.” Ujar Gato memecah perdebatan antara anggota guild nya.


Sebenar nya Gato sadar bahwa jika tanpa petunjuk dan bantuan Adam, mereka semua tidak akan bisa selamat, komando Adam yang singkat dan pertunjukan skill dari nya yang berada jauh dibawah level mereka, juga dengan beberapa pasokan di cincin dimensi dan beberapa peralatan dari Adam membuat party itu terselamatkan.


Tak lama berselang pintu ruangan itu pun terbuka, terlihat Adam didampingi near memasuki ruangan itu.


“Akhirnya sang pahlawan tiba juga, setelah membuat semua orang berhasil menunggu selama satu jam lebih.” gumam isamu dari pojok ruangan.


Di tengah ruangan ada sebuah meja besar yang dipenuhi oleh banyak makanan panas sebelumnya, namun. Sekarang makanan tersebut sudah menjadi dingin, Adam sendiri tidak memikirkan perkataan isamu tadi, dia hanya ter kikih dalam hati nya berhasil membuat orang seperti isamu semakin tidak bisa menahan emosi nya.


Gato dan anggota Guild Sphinx lainnya langsung berdiri menyambut Adam, tidak seperti isamu, mereka semua mendambakan dua sosok di depan mereka berdua itu dengan tatapan hangat dan bersahabat.


“Selamat datang, tuan Adam.”


“Mohon maaf, anggota guild saya tidak bermaksud kasar sebelumnya.” Ujar Gato meminta maaf kepada Adam agar tidak terjadi kekeliruan lain lagi.


“Eh.”


Melihat semua orang yang ternyata sudah menunggu nya adalah party mereka di dungeon hutan hiros Adam terkejut, bahkan Jun Kazama pun ada diantara mereka yang menunggu tersebut.


“Maaf kan atas keterlambatan saya, sebelum nya ada yang harus ku lakukan sebelumnya.” Ujar Adam menjawab.


“Tidak apa-apa aku yakin sekarang tuan Adam menjadi sangat sibuk.” Ujar Gato lagi seraya mempersilahkan Adam duduk.


Setelah duduk Adam menanyakan maksud kedatangan mereka kali ini, juga meminum beberapa arak yang tersedia.


“Pelayan, Pelayan..” Suara Keiko memecah keheningan saat Adam duduk hanya menyentuh arak yang ada.


Dan tidak lama seorang pelayan masuk keruangan itu, Keiko segera meminta pelayan tersebut untuk mengganti semua hidangan yang sudah menjadi dingin dengan sebuah hidangan baru lagi.


“Tidak diperlukan.” Ucap Adam.

__ADS_1


“Aku tidak mempersalahkan hidangan ini, sebaik nya kita dapat lebih cepat menuju inti pembicaraan.” Ujar adam lagi.


Sekarang adam terlihat sedang mencicipi beberapa hidangan di depan mereka, kemudian melihat itu Gato mulai membuka pembicaraan, karena perjanjian mereka sebelumnya di dalam dungeon, bahwa mereka akan mengembalikan beberapa item sihir yang mereka pinjam dari adam dan untuk dropan yang diminta adam mereka juga telah mempersiapkan itu.


“Semua bahan, barang dan item dropan sudah kami masukan kedalam cincin dimensi ini, mohon tuan adam dapat memeriksa nya.” Ucap Gato sopan.


Tidak dapat di pungkiri perlakuan gato sekarang lebih sopan kepada anak muda didepan nya itu, melihat dari item-item sihir dan cara adam beraksi sebelum nya di dungeon orang lain pun dapat mempertimbangkan harus membangun sebuah hubungan baik dengan pemuda didepan nya itu.


Tak hanya Gato, Keiko yang bermulut seribu itu pun sekarang tidak banyak berbicara, dia sadar kesalahpahaman sebelumnya juga potensi adam kedepan, membuatnya takut berbicara lagi karena jika salah tamat lah riwayatnya.


“Tak di perlukan, aku hanya akan mengambil barang milik ku, sisa nya karena kalian yang mendapatkan material itu, silahkan kalian pergunakan sesuai keinginan kalian.”


Ujar adam yang sambil melihat sekelilingnya.


Adam sadar saat itu sosok Mage Megumi dan juga Cleric Vio tidak bersama mereka semua, sedangkan dari raut muka Matsuo tanker yang menabrak adam dulu, dapat terlihat kesedihan yang mendalam, walau dia berusaha menutup nya didepan adam.


“Aku tidak melihat Megumi dan Vio, kemana kah mereka berdua.?” Ucap adam.


Sontak ruangan itu menjadi sunyi lagi, bahkan isamu saja terlihat menunduk, sebab kematian kedua orang itu dapat dibilang adalah karena kecerobohan isamu, assassin dari klan Ija itu hanya memikirkan dirinya sendiri saat itu, dan tidak berani menyelamatkan mereka berdua.


Bahkan Matsuo saja masih menyimpan dendam kepada isamu, hanya saja dia menahannya.


“Mereka berdua gugur dengan terhormat di ruang bos.” Ucap Gato dengan rasa bersalah.


Sikap Gato itu dikarenakan dari semua party yang terpisah-pisah, hanya dalam party nya saja lah ada member guild yang tubuh nya terbujur kaku, dari party Near dan bahkan Party terkecil adam pun semua member guild nya selamat.


Memang tidak habis pikir sebelumnya, bahwa party Putri Es bersama adam dapat selamat dengan jumlah orang yang sedikit, tapi karena tidak ingin diselidiki lebih dalam lagi, Aiko mengatakan bahwa Boss dungeon disana mengalami kemunduran atribut mungkin dikarenakan sudah dikalahkannya dua boss di ruang berbeda, dengan alasan itu sehingga party mereka yang terlambat menyelesaikan clear boss dapat bertahan.


Gato sendiri tidak menganggap nya salah sebab ada adam yang bersama mereka, selain item sihir ciptaan adam, pemuda itu memiliki strategi yang brilliant jadi bahkan jika membuat harga diri nya terluka, dia mengakui kekuatan adam.


“Apakah kalian masih menyimpan jasad mereka berdua.?” Ujar adam lagi.


“Untuk penghormatan terakhir, kami akan membawa jasad mereka berdua ke markas guild Sphinx di Ibu Kota Kerajaan.” Ucap Matsuo membenarkan perkataan Gato.


“Hmm..”


Adam terlihat bergumam dan sedang menyatukan jari-jari nya untuk menopang dagu dengan kedua tangan diatas jari-jari nya tadi, dia menyandarkan siku pada meja tempat nya makan.


“Bawa jasad mereka ke Guild Horizon, aku akan menghidupkan mereka berdua.” Ucap Adam.


Bahkan jika sebuah bomb meledak sekalipun di hadapan mereka kali ini, tidak ada satu pun dari mereka yang sempat bersiap, karena terkejut mendengar perkataan Adam. Seolah-olah dia adalah dewa yang dapat menghidupkan orang mati.


Jika saja itu adalah seorang Cleric tingkat Dewa di Tier 6 ke atas maka jelas dapat mempelajari skill Restructions atau Sihir Kebangkitan. Namun, didepan mereka sekarang ini adalah seorang Warrior berlevel 45.


“Aku sibuk dihari lain, sebaik nya bawa jasad mereka siang ini, mungkin aku bisa membantu menghidupkan mereka lagi.”


Ucap adam lagi mengulangi perkataan nya, dan segera meninggalkan ruangan itu. Menyisakan keterkejutan bagi mereka semua.


***


Hallo Pembaca,


Tetap Like rate terus karya ini dan berikan Vote kalian ya, ingat selalu sisakan point kalian untuk ku, agar atribut dan kekuatan Author juga bisa naik.


Lupakan Kesalahan, Tapi Jangan Lupakan Kebaikan - Pepatah dari Negeri Tiongkok.


Sejam lagi kita lanjut up.


Thanks XL

__ADS_1


__ADS_2