Reinkarnasi Dewa Pengetahuan

Reinkarnasi Dewa Pengetahuan
Siasat Adam


__ADS_3

Setelah membersihkan dropan item yang begitu banyak near pun bergabung kembali bersama yang lain nya.


Gadis itu berjalan mendekati adam, semua orang disana jelas masih ingat kejadian barusan, tidak ada satupun dari mereka yang berani menghalangi near, kali ini mereka membuka jalan untuk nya.


"Adam apakah kamu baik-baik saja.?"


Near bertanya kepada adam, kali ini dia memastikan semua orang mendengarkan perkataan nya barusan, bagi near perkataan itu bisa menekan mereka agar tidak meremehkan adam lagi kedepan nya.


"Ya, aku baik-baik saja kak near." jawab adam.


"Mengapa kamu tidak memanggilku tadi padahal ada anting komunikasi yang bisa kamu gunakan." ujar near lagi.


Orang-orang disana mulai serius mendengarkan percakapan mereka berdua, bahkan Putri Es juga ikut memperhatikan mereka kali ini.


"Aku hanya merasa itu tidak diperlukan, lagi pula ada Isamu yang melindungiku."


Adam melirik ke arah isamu setelah berkata demikian, membuat near juga melihatnya, namun. Dia berusaha sekuat hatinya menahan amarah dendam Klan Bay, agar tidak menjadi kecurigaan bagi semua orang.


Sedangkan adam, dia sengaja melontarkan kata-kata itu agar isamu merasa diri nya diawasi oleh adam, bagaimana tidak sejak adam di incar oleh Fang Yizi, isamu hanya diam saja dan berharap adam menjadi sasaran Fang Yizi selanjutnya, jadi adam bisa mati sesuai yang dia kehendaki.


Melihat itu isamu hanya tertunduk lesu, dia sadar adam memperhatikan gerak gerik nya dari awal, dan jelas dia tidak ingin membantu adam saat itu, mengira bahwa adam tidak berguna sebaiknya mati mengenaskan, lagi pula baginya adam adalah saingan cinta karena kesalah pahaman kecil sebelumnya, walaupun dia berada didekat adam saat itu dia bahkan tidak berniat membantu.


"Apa maksud kalian Anting Komunikasi.?" ucap Putri Es menatap kedua nya dan langsung mendekat.


"Anting komunikasi berguna mengirimkan beberapa energi sihir agar kita yang memakainya dapat saling berkomunikasi walaupun jauh." ucap near.


Jun sadar bahwa apa yang dimaksudkan near adalah anting komunikasi seperti yang dipunyai Klan Bay dulu, jadi dia pun datang mendekati near, sekaligus ingin meminta jawaban near atas skill Dark Legion yang pernah dia lihat waktu kecil dari ketua Klan Bay.


Near memberikan tanda kepada Jun agar tidak mendekat.


Near sadar penyamaran nya dapat terungkap, karena skill tadi dia gunakan malah di depan Jun, tapi tidak ada cara lain yang lebih mudah jika ingin menolong mereka semua, sedangkan jun masih menimbang situasi, jelas dia juga tidak ingin semua orang tau kejadian tadi dan akhir nya dia hanya diam, melihat sikap jun seperti itu lah akhir nya near memancing Jun lagi dengan Anting Komunikasi, ingin mencari tahu maksud terdalam Jun.


"Berapa banyak yang kalian miliki?." ucap Putri Es lagi.


"Mungkin sekitar 150 buah tersisa." ucap adam.


Wajah Putri Es berseri mendengar itu, untuk nya tidak ada yang lebih baik lagi dari sebuah item sihir untuk komunikasi dalam peperangan disaat sekarang ini, jadi dia pun meminta adam menjual item tersebut kepada nya.


"Maafkan aku nona Aiko, item ini ku buat khusus untuk anggota Guild Horizon saja jadi tidak dijual." ucap adam tegas.


Keiko yang saat itu mendengar adam menolak menjual anting komunikasi, sedikit merasa kesal jadi dia mulai angkat bicara.


"Hey ini untuk kebaikan kita juga, jika kita tidak berhasil keluar dari sini hidup-hidup bagaimana pun item itu nanti tidak akan berguna." ujar Keiko mengingatkan adam.


Adam dan Near memang tahu yang dimaksudkan Keiko, mereka berdua memang menunggu kata-kata seperti itu keluar dari mulut siapapun disitu.


"Aku mengerti maksud nona Keiko, tapi item ini adalah rahasia Guild Horizon kedepan, memberikan item ini kepada Guild lain sama saja memberikan rahasia kami nanti."


"Sebaiknya tidak sama sekali." ucap adam.


"Item seperti itu jika memang ada aku tahu itu sangat berharga, tidak bisa dinilai dengan uang saja, jadi apakah ada syarat lain nya agar kita semua disini tidak mati sia-sia.?" ucap Putri Es.


Hmm...


Adam berpura-pura memikirkan sesuatu kali ini, sedangkan near dia hanya menatap Putri Es dari atas sampai bawah, hal itu membuat curiga semua orang.


"Hey apa yang kalian berdua rencanakan.?" ucap Keiko.


"Aku memiliki tiga syarat, dan akan kupinjamkan item ini dengan beberapa item lagi agar kita bisa keluar dari Dungeon ini hidup-hidup, bagaimana.?" ujar adam lagi.


"Apa syarat nya?." ketua guild Sphinx yaitu Gato, sekarang berdiri dan langsung bertanya ke adam.


Memang Gato dari awal merasa  penasaran dengan sosok adam, pikir nya di awal bagaimana seorang seperti adam dapat menahan kekuatan seorang tanker di level 50 waktu kejadian di penginapan naga hitam, jadi dia memang tertarik pada anak itu.


"Tidak bisa ku beritahukan, yang jelas agar kita semua selamat aku tidak akan meminta sesuatu yang dapat merugikan kalian lebih lagi." ujar adam menjawab.


"Omong kosong, bagaimana mungkin ada sesuatu seperti itu, maksud ucapanmu, kamu akan meminta kami setuju begitu saja dengan syarat mu tanpa tahu apa itu.?" ujar Keiko lagi.


"Benar aku ingin kalian setuju dan melakukan kontrak suci dulu sebelum aku membantu kalian dan memberitahukan syarat ku, jadi bagaimana?" ujar adam lagi.


"Kamu.."


Kali ini keiko benar-benar kesal dengan sikap adam, tapi yang jelas adam tidak akan membuka kartunya jika mereka tidak menyetujui itu.


Mengingat bahwa semua item yang diciptakan oleh adam adalah yang terbaik, apa lagi anting komunikasi, jika dia bisa memakai itu memberikan komando, maka dia yakin bisa lebih efektif dalam mengkoordinasi grup mereka. Jadi Aiko benar-benar tidak bisa menolak untuk mengetahui apa sebenarnya syarat dari adam agar dapat membantu mereka sekarang, tapi sebelum itu mereka mendiskusikan hal tersebut terlebih dahulu agar mendapatkan kebulatan suara.


"Jun apakah benar menurut mu bahwa monster disini sudah berubah semua.?" ucap Gato bertanya.


"Dulu waktu kami masuk kesini monster-monster disini hanya berlevel 10-20, sekarang bahkan level seperti itu tidak ada." ucap Jun.


"Tapi apakah kamu yakin bahwa peta yang ada masih sama?" ucap Aiko lagi bertanya.


"Kondisi diluar ruang bos memang seperti ini dulu tak ada yang berubah, tapi mini boss seperti tadi tidak ada beberapa bulan lalu, dan ruangan boss lantai pertama seharusnya yang berada di Kuil Anggrek Bulan." ucap jun lagi.


"Megumi, telepati mu apakah bisa membantu saat penyerangan nanti?." ujar Putri Es lagi bertanya ke Megumi yang adalah seorang mage.


"Aku tidak tahu pastinya, tapi hanya dapat untuk 2 orang saja." jawab nya.


Menimbang itu putri es semakin berpikir keras, karena menurut informasi dari jun, monster di dalam hutan ini level nya lebih rendah dari yang berjaga di depan kuil anggrek bulan, jadi pasti susah menerobos ribuan pasukan tengkorak itu.


Akhirnya mereka sepakat akan menerima syarat dari adam dan melakukan kontrak darah bersama adam, setelah selesai berdiskusi mereka mendatangi adam untuk melakukan kontrak darah dengannya, agar adam mengungkapkan syarat yang dua minta.


"Pertama aku ingin menjadi pusat komando di grup, artinya semua orang harus mendengar ku tanpa kecuali."


"Kedua, item-item yang ku keluarkan hari ini adalah berstatus pinjaman, kecuali untuk beberapa item yang habis jika dipakai, kalian harus mengembalikan nya segera jika nanti kita sudah keluar dari dungeon ini, jelas kalian tidak boleh memberitahukan apapun mengenai item-item ini kepada orang lain, sengaja atau tidak."

__ADS_1


"Ketiga Aku ingin dropan dari goa ini yang berhubungan dengan kristal kegelapan, kristal air, kristal unobtonium, gulungan sihir, atau benda apapun yang memiliki status berasal dari garden of eden, untuk dropan lain diluar itu kalian dapat mengambilnya, jika kalian setuju segera teteskan darah kalian semua ke tengah gulungan ini."


Dengan segera adam mengeluarkan sebuah scroll dari cincin dimensinya, sebenarnya itu bukan scroll kontak darah tapi adalah scroll Restructions yang dulu dimiliki near, sebelumnya adam mendapat lagi kristal kegelapan dari Tree Folk King  yang dulu menjadi last boss di dugeon ini, jadi dia menggunakan kekuatan kristal itu membuat beberapa gulungan kebangkitan.


"Okeh baik lah sekarang yang memiliki job cleric maju kedepan." ujar adam.


Dua orang Cleric di tim pun maju dari barisan, mereka adalah Vio lv.48 dan Selin Lv.55, adam memberikan mereka masing-masing 100 potions HP dan MP. Cincin untuk mengurangi Casting Time, Kalung untuk meningkatkan regen MP, Jubah Meningkatkan kecepatan gerak dan peningkatan regen MP, juga senjata staff Magic Fire and Ice Level 50 yang memiliki syarat abaikan level sebanyak 5 point, walaupun masih dibawah milik Aiko tapi jelas staff magic ini tiga kali lipat kekuatan staff magic awal mereka, apalagi bersamanya ada skill bawaan yaitu untuk menukar HP menjadi MP ataupun menukar MP menjadi HP, Sungguh berguna untuk para job healer.


Memakai item itu kedua Cleric tadi menjadi penuh dengan kekuatan, mereka bahkan tidak menyangka adam memberikan item sihir sekuat itu kepada mereka berdua, apa lagi yang diberikan adam adalah tergolong high potions dapat mengembalikan HP atau MP sebesar 1.000 point dalam sekali teguk dan meregen HP dan MP sebesar 50 point setiap detik selama 5 menit dengan cooldown 30 menit.


Bagi mereka berdua jika monster seperti tadi banyak nya datang menyerang, maka mereka tetap akan bisa terus menerus melakukan heal tanpa khawatir kekurangan MP.


"Baiklah sekarang Job tanker dan bestial maju kedepan." ujar adam lagi.


Kali ini dia memberikan 1 set Heavy Armor kepada kedua job itu, stat nya adalah penguatan Deff Fisik dan Deff Magic, dia juga memberikan perisai Kaplan yang memiliki skill bawaan cahaya ilahi, selain memperkuat deff fisik dan magic anggota party perisai Kaplan memberikan mereka skill bite cahaya perusak, kegunaannya menarik perhatian musuh agar fokus ke pengguna perisai dan sekaligus mengurangi deff musuh.


Untuk bestial yang bertarung dengan dua kapak, sebenarnya itu dianggap tidak perlu tapi adam merubah sedikit siasat bertarung bestial didalam dugeon, mereka mau tidak mau menurutinya karena mengira sudah melakukan kontrak suci dengan adam dibawah gulungan hitam misterius yang digunakan adam.


Untuk job lain, adam juga memberikan armor setara yang tidak kalah dengan yang lain nya, dia juga memberikan semua job itu masing-masing 100 potion HP dan MP, antidot racun kayu dan racun nigthmare yang dikeluarkan oleh pasukan didalam Kuil Anggrek Bulan.


Selesai melakukan persiapan adam sekarang mengarahkan mereka semua bersiap-siap melanjutkan perjalanan.


"Oke baiklah, sekarang Tanker lindungi bagian belakang, Bestial berperisai didepan, archer bergabung dengan job magic diposisi tengah Warrior dibelakang bestial, dan Assasin di belakang tanker. Kita berangkat."


Komando yang diberikan adam sebenarnya tidak jauh beda dengan komando dari Putri Es, tapi dia menaruh tanker dibagian belakang agar kejadian penyergapan serupa tidak terulang lagi, untuknya memang sudah pernah menyelesaikan dungeon itu bersama near, tapi benar seperti yang dibahas oleh Guild Sphinx tadi bersama jun, semua yang ada didalam dungeon kali ini sudah di upgrade, monster bertambah kuat juga bertambah banyak bahkan sepuluh kali lipat nya.


Sedangkan, near ditugaskan adam sendirian melakukan pengintaian dibagian depan. Hutan anggrek bulan memang sedikit memusingkan, dari seratus jalan yang ada, hanya ada tiga jalan yang sebenarnya bisa dilalui, jika salah maka mereka akan menemui jalan buntu dan jebakan yang lebih mengerikan, membuat mereka terjebak di pusaran sihir tingkat tinggi, jadi yang terjebak akan selalu memutar ditempat saja.


Melalui arahan jun, near berpura-pura tidak tau jalan yang sebenarnya dan mengikuti setiap arahan jun, sedangkan adam tidak menyuruh jun bersama near melakukan scout seperti susunan formasi awal, supaya jun tidak memiliki kesempatan bertanya asal usul dari near.


Melalui anting komunikasi mereka semua bisa berbicara langsung, tapi untuk komando anting itu memiliki frekuensi khusus yang akan menghentikan semua pembicaraan tertumpuk lain nya jika sang pimpinan komando memberikan arahan, jadi lebih efisien dalam berkoordinasi, Putri Es saja benar-benar takjub pada item ini bagaimana tidak, selain bisa mengirimkan komunikasi suara item ini dapat mengirimkan visual video secara langsung, juga dapat menampilkan peta sekitar party dengan diamenter 100 meter dari mereka, jadi dapat mengetahui posisi musuh dimap dengan muncul nya titik-titik merah.


"Berhenti kita ke arah timur." ucap adam.


"Tapi.." jun menghentikan kata-kata nya.


Mereka dapat melihat Kuil Anggrek Bulan dari kejauhan di posisi nya sekarang, tapi adam malah membawa mereka menjauhi tempat tersebut dan memutar jalan, jun sendiri pun tidak mengetahui yang di ingin kan adam tapi dia memperingatkan bahwa jika salah jalan mereka akan tersesat.


"Sebaiknya kita mengikuti jalur ini, jika salah jalan maka party kita akan berakhir dimusnahkan." ucap jun.


"Tidak diperlukan, aku tahu yang kita lakukan." ucap adam menjawab jun.


Semua orang jelas menjadi sedikit panik, tapi mereka tidak bisa mengabaikan apa yang adam perintahkan, karena takut akibat dari kontrak suci yang sebenarnya tidak pernah ada.


Semakin masuk kedalam hutan disana semakin lebat dan gelap hutan itu, beberapa kali party itu bertemu grup grey wolf fang seperti sebelumnya, tapi karena peningkatan equipment dan arahan adam, juga karena peta hologram yang mereka miliki mereka dapat bersiap dari pada sebelumnya.


Diperjalanan mereka adam juga meminta anggota party itu mengambil beberapa herbal disekitar hutan itu, awalnya Putri Es juga mengira karena adam memberikan mereka potion tingkat tinggi dia adalah seorang Alchemist juga, jadi mereka pun tidak mengeluh karena permintaan adam.


Setelah berjalan hampir seharian mereka tiba disebuah altar batu. Altar batu itu terlihat bobrok dan sangat tua umurnya, di kiri dan kanan jalan menuju altar tersebut ada terdapat patung-patung pahlawan di zaman dahulu kala yang sangat terkenal, patung-patung itu setinggi dua meter dengan ukiran yang sangat indah namun menakutkan. Mata dari setiap patung itu seperti hidup dan memandang mereka.


"Jangan bercanda, tetap waspada, aku tidak mau kamu melonggarkan kewaspadaan hanya karena takut hantu." ucap Putri es menjawab Keiko.


"Huh, siapa yang takut.."


Gadis itu langsung melepas pelukan tangan nya dari Aiko, walaupun dia sedikit merinding dan gemetaran, dia segera saja mundur dan mendekati adam yang berada ditengah party.


Didepan, mereka melihat seorang pria sepuh berpakaian tradisional jepang berwarna coklat dengan jubah yang menjuntai panjang. Pria sepuh itu berjangut dan berkumis panjang serta semua rambutnya sudah beruban.


Posisi nya sedang berdiri dengan kedua tangan menyangga pada sebuah pedang katana yang berdiri tegak di lantai altar, Mula-mula Dia menutup mata dan kemudian membuka nya, menatap kepada party mereka yang mendekati dirinya.


"Anak muda ini bukan lah tempat bagi para pemula, sebaik nya kalian kembali jika tidak ingin mati." ucap pria sepuh dengan dingin.


Semua orang yang sebelumnya dikejutkan karena mengetahui ditempat seperti dungeon ada sebuah altar, sekarang dikejutkan kembali karena penampakan pria sepuh yang seperti penjaga altar itu, berbicara dan memperingati mereka.


Namun adam tiba-tiba maju kedepan dan memulai berbicara kepada Pria sepuh itu.


"Sesepuh, kami tersesat dan tidak mengetahui jalan ke Kuil Anggrek Bulan, dapat kah sesepuh membantu kami." ucap adam.


Pertanyaan adam itu jelas membuat semua orang menjadi bingung, karena adam sendiri yang membawa mereka keluar dari jalan sebenarnya ke Kuil Anggrek Bulan menujun ke tempat ini, tapi dia tiba-tiba berkata mereka tersesat.


"Hutan Anggrek Bulan memang memiliki seratus jalur untuk dilalui tapi hanya tiga jalur yang benar dapat menuju kesana, walaupun kalian sudah melihat Kuil itu dari kejauhan kalian akan tetap tersesat."


"Untuk kalian yang sudah sampai kemari anggap saja ini adalah satu dari tiga jalur itu, jika kalian menggunakan dua jalur lain dengan kekuatan kalian yang sekarang, ku kira kalian hanya akan ada kematian yang menunggu kalian." ucap sesepuh itu.


"Sesepuh mengapa begitu.?" ucap Gato penasaran dan memotong pembicaraan adam.


"Memang jika kalian mencapai Kuil Anggrek Bulan melewati kedua Jalur itu, kalian akan tetap bisa menuju kesana tapi, monster di dugeon ini sudah berubah kekuatan mereka bertambah besar karena seseorang sudah membunuh Raja Pohon penunggu Dungeon ini dulu."


"Jadi maksud Sesepuh, monster yang ada dilapangan rumput luas itu sekarang berbahaya.?" ucap Jun ikut kedalam obrolan.


Hmm..


Pria sepuh itu menatap jun sekilas, dan dia mengusap jangkut nya yang sudah beruban, sambil sesekali mengangguk kan kepala nya.


"Ku kira kamu salah satu tim yang selamat waktu itu? Dulu memang monster disini hanya berlevel rendah tapi setelah kedudukan Raja Pohon diganti oleh bangsa Pholidota kekuatan di dugeon ini sudah meningkat drastis."


"Bahkan monster penjaga didepan kuil itu akan terus muncul tanpa habis nya jika kalian mulai menerobos ingin masuk ke Kuil Anggrek Bulan."


"Dengan kekuatan kalian yang sekarang kalian hanya akan menuju jurang kematian saja." ucapnya lagi menjawab jun.


Bahkan mereka sekarang syok mengetahui hal ini, jika saja adam tidak membawa mereka kemari maka mungkin party mereka akan dibersihkan, mereka juga tidak berani memikirkan party-party lain di dimensi berbeda dari mereka yang sudah masuk terlebih dahulu tadi pagi.


"Dapatkah senior membantu kami." ucap adam bertanya lagi.


"Langit adalah adil, dan tidak ada orang yang dikecualikan. Yang bisa menolong dirimu adalah dirimu sendiri." ucap pria sepuh itu menjawab adam.

__ADS_1


Dia terdiam sebentar memandang adam yang masih tenang karena ucapan nya. Kembali dia mengusap janggut nya yang panjang sambil menutup mata nya.


"Perjalanan Seribu Mil harus dimulai dengan satu langkah. Ini adalah takdir kita bertemu disini, Jika kalian dapat memberiku satu botol anggur Jian Nan Cun yang terkenal aku akan membantu kalian membuka jalan." ucap sesepuh itu tenang.


Ting..


"Kamu menerima Quest dari Sesepuh Yotshisune, Penjaga Altar Keabadian Hutan Anggrek Bulan, apakah kamu ingin menerima nya (Yes/No)?."


"Yes." ucap adam dengan cepat.


Mereka jelas tidak tahu apa itu anggur Jian Nan Cun, di Eden bahkan tidak ada yang nama nya anggur itu jadi mereka mencoba melakukan negosiasi.


"Sesepuh kami tidak memiliki itu, apakah sesepuh ingin ditukarkan dengan Anggur jenis lain nya.?" ucap Gato bertanya.


Tapi pria tua itu bahkan tidak bergeming dan menjawabnya, sekali lagi gato menawarkan pilihan lain. Namun adam menghentikan nya, adam tidak ingin rencana nya gagal dan ditolak gara-gara mereka bersih keras merubah keinginan pria tua itu.


Kemudian dari inventory space nya adam mengeluarkan satu buah botol labu sederhana, namun. Semua orang disitu bisa mencium wangi anggur yang kuat dan penuh energi dari botol labu ini, Pria sepuh tadi sekarang membuka mata nya dan melirik ke arah adam.


"Ha ha ha, tak disangka, tak disangka dua kali orang dengan berambut merah memberikan anggur ini kepadaku." ucap nya sambil menerima anggur pemberian adam.


Memang sebelumnya adam dan near juga pernah kesitu dan menyelesaikan quest serupa jadi dengan mudah mereka bisa memasuki ruangan boss dungeon, di setiap dungeon lantai memiliki sesepuh penjaga seperti ini, dan permintaan mereka adalah anggur-anggur yang nikmat, dengan sekali teguk dapat melupakan masalah didunia, dua kali teguk dapat meningkatkan kekuatan berkali-kali lipat. Tiga kali teguk dapat menghilangkan kesedihan, saking nikmat dan berkhasiat nya anggur-anggur tersebut mereka bahkan tidak menginginkan yang lain nya.


Masalahnya tidak ada orang lain yang tau cara membuat anggur itu didunia ini kecuali adam dan buku-buku yang dulu dia pernah tuliskan, mungkin buku-buku itu sekarang diwarisi oleh bangsa Pholidota atau secara kebetulan Jarvis mengajarkan mereka, pikir adam dahulu.


"Anak muda pengetahuan mu sungguh luar biasa, aku terkesan dan menerima anggur ini." ucap Sesepuh Yotshisune.


Tring..


"Selamat kamu sudah menyelesaikan quest Anggur Penjaga Altar Keabadian, kepada kalian diberikan 300.000  Exp."


"Selamat kamu sudah menyelesaikan quest Anggur Penjaga Altar Keabadian, kepada kalian diberikan 10 point reputasi Sistem di semua Benua."


"Selamat kamu sudah menyelesaikan quest Anggur Penjaga Altar Keabadian, kepada kalian diberikan 50 point Reputasi Sistem dibenua Reptilians."


Semua orang terkejut melihat tiga pemberitahuan hologram muncul tiba-tiba didepan mereka masing-masing, mereka juga semakin terkejut karena naik beberapa level karena itu.


Kini penilaian Putri Es terhadap adam menjadi semakin tidak berujung, dia merasa adam sungguh misterius, tak dapat dinilai dengan penilaian biasa saja, dia bahkan menyebutkan pria itu Tidak Sesederhana Kelihatan nya.


Mata nya yang indah memandang punggung adam yang saat itu berada didepan nya sedang berbincang dengan penjaga altar keabadian. Penuh tanya dan kebingungan kepada pria itu, walaupun pria itu dijelekan sebelumnya dia hanya diam tidak meladeni orang yang menghina nya, walaupun pria itu dianggap rendah dia tidak merendahkan diri nya sendiri dengan sikap nya, tapi menunjukan kualitas nya.


Sedangkan adam tidak memikirkan apa-apa, bagi nya jika lantai 1 dibersihkan maka yang tersisa adalah panen besar, dia bahkan tidak memikirkan kristal-kristal eden dan kristal element lain yang dia ingin kali ini adalah Kristal Unobtonium yang banyak terdapat dilantai dasar yaitu lantai 1.


Tak lama pria sepuh itu meneguk Anggur Nikmat itu, wajah nya berseri dan dipenuhi kebahagiaan. Satu tegukan, dua tegukan, tiga tegukan, kemudian dia berhenti.


"Baiklah, jika nanti jalan sudah ku bersihkan, bisa kah aku meminta bantuan kepada kalian lagi.?" ucap pria sepuh itu kepada adam.


"Jika itu dapat kami lakukan akan kami lakukan, namun. Jika sulit kami tidak ingin senior kecewa kepada kami." ucap adam mencoba membuka jalan.


"Hmm.. Untuk orang yang bisa mendapatkan Anggur Jian Nan Cun maka bukan lah hal yang sulit, aku pun tidak memberikan batas waktu kepada kalian untuk permintaan ku ini." ucap pria sepuh itu lagi menjawab adam.


"Jika begitu kami tidak keberatan dapat kah sesepuh memberitahukan nya kepada kami?" ujar adam lagi.


"Dapatkan Jantung dari Reptil Iblis yang menjaga di lantai satu ini, berikan itu kepada utusan dewa yang berada dipegunungan Adama sebelah barat danau trenan." ujar nya menjawab adam.


Ting...


"Selamat kamu mendapatkan Quest Jantung Reptil iblis apakah kamu ingin menerima nya (Yes/No).?"


"Yes."


Dengan cepat adam menerima quest dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini sedikitpun, karena dulu dia tidak ada menerima quest seperti ini, dalam pikiran nya mungkin ini akibat dungeon yang sudah dia bersihkan dulu, sehingga boss penjaga dungeon ini pasti dirubah oleh sistem. walaupun adam juga tidak tahu dimana utusab dewa itu berada.


Setelah adam menerima quest itu sosok pria sepuh tadi melayang didepan mata semua orang, mereka jelas terkejut karena ada sosok yang bisa terbang seperti itu, sebelum nya saat mereka melakukan observasi dan penilaian menggunakan skill tidak ada satu pun yang bisa mereka lihat dari pria sepuh itu karena pada layar bar nama nya hanya ada tanda tanya.


Whuzzz.. Whuzzz.. whuz..


Pedang pria sepuh itu berubah menjadi seribu pedang banyaknya dan melayang didepan pria sepuh itu, tak lama semua pedang itu meluncur seperti tembakan sebuah peluru kesegala arah dan menghilang dari pandangan mereka.


+ 125 Exp


+ 78 Exp


+ 224 Exp


+ 450 Exp


Ribuan bar pemberitahuan serupa muncul dikepala mereka, satu persatu dari mereka sekarang levelnya mulai naik lagi perlahan, 1 level, 2 level, 3 level dan berhenti pada 5 level sekaligus naik didepan mereka. Semua orang jelas menjadi semakin bersemangat.


Adam sendiri yang berada di level 28 harus merubah seting pada topeng seribu wajah milik nya, dia sekarang dilevel 40 tapi level aslinya tidak naik sedikit pun, sedangkan Near di Level 75, sama seperti adam dia harus merubah levelnya dan Gato Miura dilevel 76 setingkat diatas near. Sedangkan Jun di level 70.


Bagi Putri Es selama hidup nya baru kali ini dia dengan mudah naik beberapa level sekaligus, sekarang dia berada di Level 65, dan Keiko di Level 59. Mereka semua segera diperintahkan adam menaikan stat point atribut nya yang ada sesuai arahan adam, juga mempelajari beberapa skill baru, untuk Cleric adam meminta mereka mempelajari skill buff Aegis Spirit dan buff area lain nya yang memberikan protections selama satu jam dengan protections power dua kali lipat dari buff mereka yang biasa.


Setelah semua selesai mereka melanjutkan perjalanan ke Kuil Anggrek Bulan, sedang kan pria sepuh tadi menghilang seperti asap ditiup angin.


***


Hallo Pembaca,


Langit adalah adil, dan tidak ada orang yang dikecualikan. Yang bisa menolong dirimu adalah dirimu sendiri - Pepatah China.


Perjalanan Seribu Mil harus dimulai dengan satu langkah - Lao Tzu.


Dukung terus author dengan Like dan Vote.


Thanks XL

__ADS_1


__ADS_2