
Dalam beberapa Hari setelah itu Teleport Stone yang sudah diaktifkan membawa lebih banyak orang lagi ke Kota Air Mata. Ratusan ribu manusia berkumpul dalam beberapa hari ini. Membuat Kota kecil ini perlahan semakin ramai.
Lalu setelah itu, Rumah lelang Virtual menjadi primadona baru bagi orang-orang disana. Rumah lelang ini dapat mereka akses dengan gelang yang di adventurous bracelet. Sebuah gelang dimensi yang dijual seharga 10 Gold ini memang lebih sederhana dari gelang DOT dan gelang DOD. Namun dapat membuat semua orang mengakses rumah lelang virtual yang berada di Kuil Dewa Cahaya.
Gelang ini diproduksi oleh anggota Guild Horizon yang mengkhusus kan diri sebagai pengrajin. 2.000 orang lebih jumlah mereka yang memproduksi alat ini. Mereka merupakan pengungsi dari desa-desa sekitar yang menghuni Kota kumuh sebelumnya.
Di dalam ruangan pengrajin Guild Horizon dua orang terlihat sedang keluar area ini secara diam-diam. Melangkah dari sana mereka menuju ke bagian belakang tembok tinggi guild yang tidak dijaga ketat.
“Apakah kalian memiliki gulungan sihir untuk mempelajari pembuatan gelang tersebut?”
“Kami memiliki satu yang tidak terpakai karena saudara Yosuke tidak memerlukan gulungan ini.”
“Bagus ini untuk kalian, segera laporkan jika ada item sihir lagi yang mereka ungkapkan ke publik!”
“Baik Tuan...”
Keadaan Guild Horizon yang semakin hari semakin di incar oleh banyak guild lain ini. Membuat anggota guild mereka tidak sedikit yang membelot. Terutama orang-orang dari daerah kumuh.
Mereka yang sebelumnya hidup kesusahan memang terbiasa melakukan banyak perbuatan tidak terpuji hanya untuk mengisi perut. Sudah terbiasa dengan tindakan seperti ini. Namun hanya sebagian kecil dari mereka.
Tidak mungkin bagi Guild Horizon dapat mengawasi 10.000 para penghasil barang kebutuhan hidup sehari-hari ini dengan ketat. Belum lagi kontrak suci yang mereka lakukan. Hanya mengekang mereka untuk tidak mengajari cara pembuatan item-item sihir yang sudah mereka pelajari dari Guild Horizon.
Sedangkan kontrak suci tidak menghalangi untuk membagikan gulungan sihir secara langsung. Perbedaan mendasar itu yang juga menjadi perhatian Adam, namun dia tidak terlalu merisaukan hal tersebut sebelumnya. Sebab baginya mengajarkan orang lebih menyenangkan untuk dilakukan.
Bahkan ada beberapa orang yang sudah menerima cara pembuatan gulungan sihir tersebut. Jadi dengan bebas sekarang di Guild Horizon item Gulungan Skill seperti itu didapatkan.
Di tengah pertemuan yang sedang diadakan dalam Aula Rapat Guild ini. Beberapa petinggi Guild Horizon sedang berdebat hebat. Mengkhawatirkan masalah yang baru mereka terima dari divisi khusus yang di dirikan Adam untuk memata-matai pergerakan musuh.
“Laporan ini jelas merupakan prioritas kita sekarang, Jangan katakan kalian semua yang berada di ruangan ini saat keadaan menjadi meruncing tidak pernah mendengar laporan ini,” tatapan seorang Elder itu ditujukan kepada hampir belasan orang yang sekarang duduk di ruangan itu.
“Elder Rei, Kita sekarang sedang membahas bagaimana untuk mendistribusikan seluruh anggota Guild ini agar lebih cepat meningkatkan level mereka, Khususnya bagi Divisi Produksi,” Jawaban dilontarkan lagi oleh seorang Elder diantara mereka.
“Kita bisa membahas itu setelah ini, yang pasti Ketua telah menunjuk kita semua di sini sekarang untuk mengontrol masalah di Guild, Jadi jika kita menunda untuk membahasnya ... apa yang akan kita laporkan ke ketua nanti,” kata Elder Rei kali ini sambil meminum teh.
“Aku bahkan tidak mengatakan kita akan menunda ini untuk waktu yang lama,” Elder Yuuto yang sebelumnya berbicara menjelaskan maksudnya kali ini.
“Tetapi jika kita tidak membahasnya hari ini, dalam beberapa hari masalah ini mungkin tidak bisa kita tangani.”
“Cukup! Elder Rei kami mengerti maksudmu,” perkataan Jun yang memimpin rapat itu terdengar jelas kali ini.
__ADS_1
“Sekarang jelaskan kepada kami masalah tersebut,” kali ini ucapan Jun terdengar semua orang dengan lantang.
“Divisi ke 11, melaporkan masalah pembantaian yang terjadi di area Dungeon Hutan Hiros beberapa bulan lalu, Kabar ini sudah menyebar ke hampir ke seluruh kota ini.”
“Belum lagi, Masalah yang menyangkut dengan Kuil Dewa Cahaya, Utusan Dewa Seth telah mengumumkan ada seseorang bernama Black Stalker di Dunia ini yang merupakan reinkarnasi dari Raja Iblis.”
“Semua orang sekarang mengaitkan masalah ini dengan Ketua Guild kita yang tidak mengenal ampun, Jelas reputasi Guild ini akan semakin hancur nanti.”
“Jika orang-orang tahu masalah pembantaian di Hutan Hiros telah dilakukan Ketua Guild seorang diri, Kemudian menghubungkan masalah itu dengan perkataan Utusan Dewa Seth, Kehancuran akan menjadi akhir bagi kita semua,” Perkataan Elder Rei tersebut membuat diam semua orang yang ada di Ruang Rapat tersebut.
Tidak ada satupun dari mereka yang bisa membantah informasi tersebut sekarang. Karena memang itu merupakan prioritas paling mendesak untuk segera ditangani. Jun yang sempat terdiam tadi kali ini angkat bicara.
“Baiklah, Kurasa sudah saat yang tepat bagi kita membuka kotak yang diberikan Ketua Guild sebelum dia berangkat minggu lalu,” dengan perkataan yang dikeluarkan Jun itu mereka semua setuju. Sebuah kotak panjang berukuran cukup besar sekarang dikeluarkan oleh Elder Rei yang menjadi Ketua divisi ke 11 khusus untuk menangani masalah mata-mata dan pengintaian.
Kotak kayu berukiran Phoenix tersebut disertai dengan sebuah surat bersegel Black Stalker. Di dalamnya mereka mendapati puluhan gulungan sihir yang menggunakan tulisan tinta emas.
Dari surat bersegel tersebut mereka mendapatkan perintah untuk membuat divisi ke 13 dalam Guild Horizon yang nanti akan dipimpin oleh Xylene. Seorang gadis Elf yang sekarang menjadi resepsionis di Guild Horizon.
“Siapa yang dimaksudkan Ketua Guild dalam Surat ini?” kata Elder Yuuto yang jelas tidak mengetahui siapa Gadis tersebut.
“Dia adalah salah satu anggota guild kita yang sekarang bekerja di bagian Informasi Guild, Surat ini jelas mengatakan bahwa gadis ini mengerti apa yang harus dia lakukan nanti jika kita sudah mendirikan Divisi ke 13,” kata Elder Rei sambil menutup surat tersebut.
“Baiklah segera bentuk divisi tersebut dan laporkan pada ku setiap hari,” ucap Jun yang sekarang berdiri dan siap meninggalkan meja pertemuan mereka.
Ditambahkan dengan benda-benda yang telah beredar di Guild Horizon yang dulu pernah digunakan oleh beberapa Petualang tersebut. Menjadikan anggota baru Guild Horizon sekarang sedikit ketakutan. Mereka takut di incar oleh Guild lain.
“Apa ... Black Stalker adalah reinkarnasi dari Raja Iblis.”
“Dia juga didapati melakukan pembantaian terhadap Guild-guild lain secara diam-diam beberapa bulan lalu.”
“Jadi kabar menghilangnya seribu orang Petualang itu karena dibunuh oleh Black Stalker?”
“Benar, kita harus segera bertindak jika tidak kita akan menjadi korban selanjutnya.”
Suara sumbang terus menerus meningkat setiap hari, membuat semakin merosotnya Reputasi Guild Horizon di mata publik. Adam yang sekarang sedang berada di Dungeon Pulau Permata tidak mengetahui masalah ini. Sebab di dalam Dungeon tidak bisa dilakukan komunikasi dua arah. Mereka hanya bisa saling menghubungi anggota yang berada di dalam Dungeon saja.
Keadaan ini semakin buruk dalam beberapa hari ini karena tidak sedikit dari mereka sudah memulai menghasut guild-guild lain yang tidak terkait dengan masalah tersebut.
Divisi ke 13 dengan cepat menekan kabar tersebut. Xylene yang memimpin divisi ini ternyata di tugaskan oleh Black Stalker untuk memproduksi surat kabar. Memang Adam sudah menduga akan terjadi kabar seperti ini. Satu-satunya cara yang dia gunakan adalah menggunakan Surat Kabar.
__ADS_1
Surat kabar ini memang sedikit mirip dengan koran. Tetapi berbeda dengan Koran yang ada di bumi, dengan teknologi visual sihir gambar yang dicetak disana bisa bergerak menampilkan beberapa video pertarungan yang memperlihatkan pembantaian anggota Guild Horizon. Sampai kemarahan Black Stalker.
Juga dengan beberapa saksi yang sudah dihidupkan kembali, mereka mulai berhasil menekan kabar miring tersebut. Zone of God jelas tidak senang karena Surat Kabar yang dibagikan gratis ini, Sebab mereka juga membagikan visual terkait pernyataan Hansen yang menyebutkan Nobu berada dibalik penghasutan ini.
Anggota Guild Horizon sekarang bernafas lega. Mereka yang ketakutan dulu, sekarang dengan percaya diri melanjutkan aktivitas seperti biasa. Tidak ada seorang Ketua Guild pun yang mereka ketahui berani menerjang masuk seorang diri hanya untuk menyelamatkan sisa-sisa anggota-anggota Guild nya. Tidak memang tidak ada yang mau melakukan seperti itu.
Dari pada mereka menyelamatkan belasan orang lebih baik mereka merekrut lagi orang lain dan membalaskan dendam. Belum lagi Black Stalker juga terlihat menghidupkan mereka semua. Membuat tidak ada ketakutan di hati mereka sekarang akan kematian.
Sosok seorang Raja Iblis tersebut di hati sebagian dari mereka merupakan sosok penyelamat. Apalagi bagi orang yang sudah diselamatkan olehnya.
Sekarang opini di Kota Air Mata terbagi. Jika saja tidak ada Utusan Dewa Seth yang mengincar seorang Petualang bernama Black Stalker. Kabar itu mungkin dapat hilang segera.
Para Players yang dilatih oleh Utusan Dewa Seth juga sudah diberkati oleh Blessing Item sihir serupa Gelang DOD. Necklace of Dauntless atau bisa disebutkan Kalung yang tidak mengenal rasa takut. Sebab mereka yang memakai kalung NOD tersebut tidak akan mati. Mereka akan dihidupkan kembali. Sama seperti Gelang DOD.
Keadaan setiap detik dan menit sekarang keadaan di Kota Air Mata terasa seperti Bomb waktu yang bisa meledak kapan saja. Dapat menghancurkan keberadaan kota yang sekarang sedang berkembang ini.
**
Beberapa Kilometer dari Kota Air Mata. Awan merah tipis menutupi Timur Laut. Sinar matahari menembus awan yang bergerak perlahan. Enam sosok mahluk terbang Mitos terlihat dilangit yang merah itu. Beberapa Petualang menghentikan perburuan mereka melihat penampakan spektakuler di hadapan yang tidak pernah mereka lihat.
Mahluk Mitos dan Mahluk Legenda. Tidak pernah terbayang dalam benak mereka seumur hidup akan melihat itu hari ini.
“Hey Lihat itu Gryphon ... Semua Kembali dalam posisi bertahan, Tetap Waspada!”
“Tunggu lihat ada orang menunggangi mahluk itu.”
“Tidak Mungkin, Mereka Manusia.”
"Aku baru pertama kali melihat Mahluk ini dengan mata kepala ku sendiri, apalagi yang ditunggangi oleh Manusia."
Mahluk Legenda yang hanya bisa mereka dengar dari Buku catatan kuno itu. Terbang rendah melewati mereka semua dengan Gagah mengibaskan sayap. Enam sosok pengendara semua tampak misterius memakai jubah mantel hitam yang menutupi seluruh tubuh.
“Shiro, di depan Kota Air Mata sudah terlihat....”
“Ayo Beth, Eiko sudah menunggu, terbang lah lebih cepat.”
Kiaaakkk
————
__ADS_1
*Ide Surat Kabar dengan Gambar bergerak diambil dari Film Harry Potter.
Thanks XL