
Suasana keseharian adam sekarang sedikit berwarna, mungkin baginya. dulu selama 10 tahun dia hanya membunuh monster-monster dalam dungeon, sedikit menempa dan memperbaiki peralatan untuk nya dan near.
Sekarang adam memiliki Ruang tempa nya sendiri karena Ketua Guild Horizon juga tidak ingin orang lain mengetahui rahasia yang dimiliki adam atau cara adam menempa, dia menyediakan sebuah ruang tempat di gedung inti Guild lantai pertama dan itu berada di ruang perbendaharaan Guild.
Bersama dengan Paman bay dan Jun di dalam kamar besar itu sudah dibuat sepuluh ruangan tempa, lima dari kesepuluh ruangan itu adalah ruangan Khusus, namun untuk sekarang hanya tiga ruangan khusus yang terisi.
Setiap hari suasana disitu sungguh hidup, selain membuat bilah pedang es dan api yang sebelumnya hanya untuk para Warrior ber level 50 ke atas, adam juga membuat versi sederhananya dengan bahan yang tidak terlalu mahal, karena hanya bahan itu yang disediakan oleh Guild mereka.
Adam membuat bilah pedang itu mulai dari level 20, level 30, level 40, dan Level 50 nya, setiap bilah pedang sederhana yang adam buat adalah tetap senjata berbintang 1, namun karena senjata-senjata itu tidak menggunakan material-material berharga dan langka jadi pedang-pedang itu bukan lah pedang artefak yang memiliki skill bawaan, tapi walaupun begitu bilah pedang itu tetap memiliki atribut tambahan, jelas beda dengan pedang logam biasa yang ada di pasaran dan sering dipakai para petualang biasa.
[✯ Dusk Blade Fire and Ice, Bilah Pedang]
Jenis Senjata : Pedang satu tangan
Senjata Level : 2
Daya Tahan : 95/95
Syarat Level Pengguna : 20
Atk . Speed : 1.11
Attack : 166 ~ 248
Syarat Str : 47
Syarat Dex : 36
Serangan Fisik +12
Atk. Magic Fire +5
Atk. Magic Ice +5
HP +85
Strength + 3
**
[✯ Dusk Blade Fire and Ice, Bilah Pedang]
Jenis Senjata : Pedang satu tangan
Senjata Level : 3
Daya Tahan : 100/100
Syarat Level Pengguna : 30
Atk . Speed : 1.11
Attack : 222 ~ 333
Syarat Str : 81
Syarat Dex : 62
Serangan Fisik +22
Atk. Magic Fire +7
Atk. Magic Ice +7
HP +95
Strength + 5
Masing-masing dari bilah pedang ini diproduksi adam sebanyak 100 buah untuk menarik pasar, sedangkan artefak dia produksi sebanyak 20 bilah saja untuk sementara. itu pun untuk di distribusikan hanya ke anggota elite guild horizon saja tidak untuk dijual.
karena adam hanya memproduksi bilah pedangnya saja jadi untuk tambahan lain diserahkan kepada Paman bay dan Jun, mereka berdua juga terlihat sungguh kelelahan, mengingat kecepatan adam memproduksi benda tersebut seperti sebuah mesin.
Dihari itu adam juga telah memproduksi beberapa senjata lain seperti Bow, Staff Magic, Dagger, dan Kapak, semuanya mirip seperti dusk blade tapi menyesuaikan atribut untuk masing-masing job tersebut.
“Adam apakah kamu di dalam?” ujar near memanggilnya.
“Aku Sibuk, jangan diganggu.” ucap adam
__ADS_1
Near melihat adam yang bekerja penuh dalam enam hari terakhir ini sedikit membuang waktu mereka bersama, dan juga karena adam menugaskan nya mengawasi Putri es dan teman nya sehingga dia harus menempel terus bersama mereka berdua.
Untuk Guild, near juga sudah bergabung dengan guild horizon dan diangkat menjadi Kapten di guild tersebut, sebenarnya Keiko ingin mengajak dia ke Guild Sphinx bergabung bersama nya dan Aiko tapi karena adam sudah bergabung dengan Guild Horizon membuat keiko mengurungkan niatnya. dia juga sempat menyesal karena tidak menggoda adam sebelumnya karena dia baru tahu near akan mengikuti adam bukan sebaliknya.
Adam tahu near datang bersama Keiko ingin ke ruang tempa nya, sehingga dia tidak ingin diganggu, dan untunglah dia tidak menempa sesuatu yang lain hari ini yang bernilai artefak sebab gara-gara cincin naga hitam saja selama enam hari terakhir Keiko selalu menanyakannya tentang cincin itu.
“Huh apa bagusnya benda itu, dia jual mahal selama enam hari ini dan tidak menerima kami bertamu.”
“Awas saja nanti di dalam dungeon tidak akan ku bantu, biarkan saja level rendah sepertinya mati, dia kira mengandalkan cincin itu bisa selamat di dalam dungeon nanti.”
Ucap keiko kesal dengan sikap adam yang selama enam hari ini selalu menolak nya bertemu dengan mereka adam juga tidak bermalam di penginapan tetapi bermalam di Ruang Asrama Guild selama enam hari ini menghindari keiko.
Keiko bahkan tidak memperdulikan sikapnya didepan near, karena sekarang amarahnya tidak bisa dibendung lagi, dia kembali ke penginapan tempat mereka menginap sebelumnya.
Sementara itu Putri Aiko yang berada dipenginapan Naga Hitam, juga tidak terlalu memikirkan item sihir milik adam lagi karena sikap adam yang berubah itu sudah menunjukkan bahwa dia tidak akan berminat menjual item Epic itu, sehingga dia tahu sebaiknya mencari item lain untuk memperkuat Atributnya dengan cepat.
Setibanya di penginapan Keiko melaporkan kepada Aiko tentang sikap adam dan memintanya menekan adam agar dapat menjual satu cincin epik itu.
“Tidak diperlukan, Sebaiknya kamu mencari tahu anggota kita apakah sudah berada di kota atau tidak, jangan membuang-buang waktumu.” ujar Aiko dengan dingin.
Bahkan Keiko saja hanya mengedipkan mata nya beberapa kali mendengar itu, memang dia tahu bahwa fokus ke anggota guild mereka sekarang adalah prioritas tapi melihat Aiko yang tidak berminat kepada item sihir epic yang hanya ada 1 didunia ini membuatnya tercengang.
“huh memang kamu putri es, kalian berdua sama saja satunya dingin seperti es, satunya panas seperti api." gumam keiko dalam hati, kemudian melangkah pergi dari penginapan.
Malam pun tiba sudah hampir seminggu adam tidak kembali ke penginapan, bagi nya kembali atau tidak sama saja karena semua peralatannya ada di inventory.
Hari itu setelah menyelesaikan pekerjaannya adam menitipkan dua buah buku catatan kecil kepada Eiko didalam nya tertulis cara menempa senjata Dusk Fire and Ice selain itu dibagian akhirnya dia memberikan juga catatan membuat Senjata Dusk Fire and Ice yang bisa memberikan kekuatan bawaan.
Adam juga menitipkan 2 lembar kertas gulungan ajaib, dengan membuka itu seseorang dapat dengan segera menerima skill pembuatan dan sirkuit sihir untuk membentuk bilah pedang dusk fire and ice.
Segera saja Eiko memanggil Paman Bay dan Jun ke ruangannya, karena mereka berdua juga belum pulang jadi sekalian saja sebaiknya mereka berdua mempelajari itu.
Sampainya di sana mereka berdua terlihat bingung awalnya melihat buku tentang cara membuat bilah pedang andalan adam itu dan dua gulungan cetakan sihir, mereka tidak mengira adam akan memberikan mereka cara membuat bilah pedang itu.
Namun karena desakan Eiko dan adam yang hanya diam saja, mereka berdua membuka gulungan itu.
“Selamat, Kamu mendapatkan keahlian membuat Bilah Pedang Dusk Fire and Ice, apakah kamu ingin menerimanya? (Yes/No)”
“Yes.”
Paman bay dan jun langsung mempelajari kemampuan itu dan seketika dalam pikiran mereka seperti ada sebuah energi sihir yang masuk tiba-tiba dan membuat mereka dapat mengingat semua proses pembuatan itu, juga material apa yang dipakai.
Akibatnya mereka berdua tidak akan bersusah payah mempelajari cara berkultivasi Qi dulu untuk membuat pedang serupa.
“Maaf merepotkan senior sekalian aku akan ikut bersama Nona Aiko kedalam dungeon lantai satu hutan Hiros besok, jadi aku memberikan kalian berdua cara membuat bilah pedang itu.”
“Kuharap dengan itu dapat membantu kita meningkatkan pemasukan bagi Guild, dan juga aku menitipkan ini.”
Adam mengeluarkan lagi sekitar 20 gulungan sihir yang terbuat dari kertas ajaib, namun yang dia berikan kali ini adalah gulungan teknik menempa untuk pemula, di dalamnya diajarkan bagaimana mendapatkan panas yang baik untuk sebuah ingot, bagaimana memukul tempa yang baik, bagaimana cara mengasah bilah pedang, bagimana membuat armor.
inti nya gulungan kedua adalah teknik biasa yang diberikan adam untuk para pemula agar dapat langsung bisa mempelajari dasar menempa pedang, armor, bow, kapak dan staff magic.
Eiko juga sempat tercengang melihat adam memberikan itu, baginya menjadi penempa tidak lah sulit jika ada itu, sepenuhnya memang benar tapi itu hanya dasar, tetap saja bakat masih berpengaruh besar terhadap hasil tempa nanti.
“Jadi kamu memintaku mencari 20 orang asisten tempa untuk ini?” ucap Eiko tercengang.
“Yah, akan lebih mudah bagi orang yang tidak tahu apa-apa diberikan resep dasar menempa seperti itu, jadi tidak perlu menggurui mereka.” ujar adam dengan nada datar.
Namun Paman bay jelas terkejut, seandainya dia tahu ada gulungan skill yang seperti itu dia selama lima hari ini tidak perlu cape-cape harus mengajarkan para pekerja magang itu, kemudian harus kembali lagi ke ruang tempat nya menyelesaikan bilah pedang yang dibuat adam. karena dia sangat kerepotan dalam lima hari terakhir, dia melihat adam dengan tatapan sinis.
“Kamu setan kecil..” ujar paman bay ingin memaki, namun adam segera memotong pembicaraannya.
“ha ha ha tenang paman bay jangan marah, dalam satu hari aku hanya bisa membuat resep gulungan sihir ini hanya lima buah jadi untuk membuat dua puluh buah aku memerlukan waktu setidaknya empat hari.” ujar adam lagi yang merasa sedikit merinding melihat tatapan paman bay.
“Hari ini tadi kulihat paman sibuk dari pagi jadi aku tidak mau mengganggu sehingga dihari kelima ini anggap saja sebagai bonus, lagi pula mereka akan menghormati paman nantinya sudah mengajarkan mereka dan memberi mereka ilmu dalam lima hari ini, sementara mereka tau paman bisa memberi mereka skill penempa dasar secara instal.” ujar adam lagi sambil menggaruk kepala nya.
“Kamu.. “ ujar paman bay merasa ditipu adam.
sebenarnya dia sebagai kepala penempa diguild juga sadar kemampuan adam sebagai penempa, mungkin karena sudah dilatih gurunya adam menjadi orang yang pintar membuat sesuatu jadi dia tidak lagi marah, dia dan jun juga sebenarnya merasa berterima kasih kepada adam memberikan skill menempa sebuah alat sekelas artefak.
Kalau dalam rata-rata penempa biasa memang skill Paman bay dan juga jun adalah salah satu yang terbaik karena pengalamannya selama ini, tapi jika membuat sebuah artefak hanya penempa guild tingkat atas saja yang bisa mendapatkannya, karena resep gulungan sihir juga hanya didapatkan dari monster dungeon dan yang bisa memiliki mereka hanyalah guild-guild kaya dengan penempa-penempa hebat dibelakang mereka, jadi jelas dia berterima kasih kepada adam dan tidak mempermasalahkan hal sepele seperti itu lagi.
Setelah itu adam berpamitan dan ingin kembali ke penginapan untuk persiapan mereka besok, menikmati angin malam yang dingin sambil melihat bintang yang indah membuat adam teringat saat nya bersama near berlatih dulu dipasang rumput danau trenan.
**
“Hey Matsuo cepat kembalikan jangan sampai aku membuatmu menjadi Abu.” ujar seorang mage dari ruang makan penginapan naga hitam.
__ADS_1
“Haha ambil saja jika kamu bisa.” ujar seorang job Tanker berlevel 50 berlari ke arah luar pintu penginapan sambil membawa staff magic milih seorang mage.
Brukk..
Tanker tersebut terkejut karena tanpa melihat depan dia seperti menabrak sebuah dinding batu yang kuat dan membuatnya terjatuh.
“haha rasakan, makanya jangan sering menggoda orang lain matsuo.” ujar mage tadi buru-buru mengambil staff magic miliknya yang terjatuh didekat kaki pria tadi.
pria tadi membungkuk mengambil staff magic tadi dan mengembalikan nya dengan sopan kepada gadis mage tadi.
“Kurasa ini punya mu, maaf sudah membuat keributan.” ujar adam dengan senyum indahnya mengembalikan staff magic milik mage perempuan tadi.
“Ah, tidak apa sebenarnya dia yang salah berlari keluar tidak melihat jalan.” ucap mage perempuan tadi malu-malu.
“Heyy.. megumi kenapa aku yang bersalah disini, dia yang tiba-tiba masuk dan tidak menghindar, dasar kau **** seharusnya kamu jangan menghalangi jalan, lihat levelmu yang baru 28 itu, mengganggu saja.” ujar tanker bernama matsuo tadi.
“Eh, ..”
tiba-tiba mage perempuan tadi terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh matsuo.
“Bagaimana mungkin..?” kini wajah nya seperti orang yang disambar petir dan tubuh nya bergetar ketakutan melihat adam.
“Kamu kenapa? hey megumi..” ujar matsuo melihat teman mage nya yang terkejut, dia jelas langsung menatap adam dan melototi adam.
“Babi, sebaiknya enyah dari sini jangan mengganggu cari penginapan lain tempat ini sudah penuh.” ujarnya.
“Eh, ..”
Tanker itu tidak melanjutkan perkataannya sama seperti mage tadi dia juga sempat terdiam sebentar setelah memperhatikan level adam lagi.
“Kalian berdua kenapa?” ucap adam dengan sopan.
“Matsuo sebaiknya kita kembali jangan mengganggu dia.” ujar megumi.
Namun tiba-tiba dari belakang adam yang sedang berdiri di pintu masuk itu keluar suara tawa yang menggelegar penuh energi magic.
“Hua Ha Ha Ha,”
Suara itu menggandung setiap energi magic yang kuat sehingga semua orang di area 10 meter darinya menutup telinga, bahkan bagi liza yang seorang bangsa bestial, dia tidak tahan mendengar tawa itu sampai membuat resepsionis itu pun menjadi terdiam.
Adam masih terlihat tenang dan berbalik dengan santai tanpa menutup telinganya. pria tua tadi pun diam saat melihat adam berbalik.
“Oh, menarik sangat menarik, baru sekarang aku bertemu orang yang menarik di Kota Air Mata.” ujarnya.
“Ketua anda sudah tiba.” ujar matsuo tanker berlevel 50 tadi menyapa pria tua tersebut.
Namanya adalah Gato Miura, Ketua Guild Sphinx seorang Warrior berlevel 68, tubuhnya besar dan setinggi 1,9 meter, dia menggunakan full armor berlevel 50 berwarna putih mengkilap menambah kharisma yang ada, senjatanya merupakan sebuah pedang satu sisi dan sebuah artefak berlevel 45.
adam hanya diam saja memperhatikan dan menganalisis pria itu, setelah mendengar tanker tadi menyapa orang itu sebagai ketua guild Sphinx yang berarti dia adalah Ketua Guild Aiko dan Keiko.
“Adam kamu akhirnya pulang juga, ku kira kamu takut datang kemari karena besok hari kita memasuki dungeon.” ujar Keiko dari sisi lain jalan, dia bersama dengan Aiko dan Near baru tiba juga di penginapan.
“Oh Keiko kamu mengenal anak ini.?” ucap Ketua guild sphinx.
“Ketua, dia adalah adik dari kak near disini, besok juga akan bergabung dengan kita menyerang dungeon, memang ada apa.?” ujar Keiko.
“Apakah kamu tahu, Mitsuo baru saja terjungkal karena menabrak anak ini.?” ujar ketua guild Sphinx kepada keiko.
Aiko dan near juga orang yang berada disekitar situ dan teman satu guild mitsuo juga langsung melihat adam dengan tatapan tajam.
“hahaha ketua jangan bercanda, mana mungkin seperti itu tidak mungkin, tidak mungkin, adam kan baru level 28.” ujar Keiko lagi membuat semua orang sekarang memperhatikan dan melakukan observasi kepada adam.
memang dalam dunia petualang yang kejam penindasan level adalah yang mengerikan tapi perbedaan status atribut juga tidak bisa dianggap remeh, bagaimana pun seorang berlevel 50 yang berada 22 level lebih tinggi dari adam seperti matsuo, tidak akan bisa terkalahkan jika hanya beraduk fisik saja, belum lagi dia adalah tanker.
“Aku tidak terjatuh gara-gara dia, aku hanya terpeleset tadi, jika saja dia tidak disana aku bisa terpeleset keluar penginapan.” ucap matsuo yang merasa malu.
“hahaha..”
Semua teman guild nya kali ini menertawakannya, membuat dia menjadi semakin malu dan marah, dia menjauh dan kembali kedalam Bar dalam penginapan, sedangkan yang lain juga pergi kesana bersama Ketua Guild Sphinx.
“Nona Aiko maaf bisakah meluangkan waktu dengan ku sebentar.” ucap adam dengan sopan kepada aiko.
Gadis es itu sempat berhenti sejenak dan dia tidak menjawab adam, tapi hanya mengangguk kecil saja, setelah melihat persetujuan Aiko adam langsung memimpin langkah, sedangkan Keiko sudah dibawa near untuk menjauh karena adam sudah mengirimkan telepati kepada near untuk membawa pengacau itu.
***
Halo Pembaca,
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah Like dan Vote.
Thanks XL