Reinkarnasi Dewa Pengetahuan

Reinkarnasi Dewa Pengetahuan
Mendaftar di Guild (Bag.II)


__ADS_3

Adam yang sebelumnya sudah berkenalan dan mengetahui identitas dari Eiko merasa tidak keberatan untuk membantu guild Horizon, dia bermaksud membalas kebaikan pamannya yaitu Shiro Takahasi atau nama lainnya Funo Shiro anak dari Kaisar Funo sekarang, sedangkan Eiko didepan adam ini adalah adik kandung Shiro dari ibu yang sama, yang berarti dia adalah bibi nya adam dan Funo Eiko ini adalah adik tiri Bet ibunya adam.


“Aku kenal seorang yang bisa membuatnya.” ujar adam dengan santai.


Mendengar itu mata Eiko yang seperti almond membulat seperti mau keluar sedangkan Yoav berhenti mencari buku dan segera duduk didekat adam.


“Kamu bilang ada orang yang bisa membuat alat artefak ini?” ujar Yoav tidak percaya dan bertanya ke adam.


“Iya benar, ini coba lihat.” ujar adam lagi.


Adam mengeluarkan sebuah kartu yang tanpa tanda simbol atau logo lain dari sakunya, dia berpura-pura merogoh sakunya dan mengeluarkan ini.


[ADAMA]


EXP : 20.521/28.000


Job : Warrior


Gender : Pria


Level : 28


HP : 885


MP : 531


Status Atribut :


Vitality : 5


Strength : 50


Intelligent : 5


Dexterity : 95


Atk. Fisik : 37 – 37


Atk. Sihir : 0 – 0


Def. Fisik : 13


Critical Rate : 5%


Attack Rate : 1.25/dtk


Akurasi : 950


Hindaran : 950


Movement Speed : 5 m/dtk


Kekuatan Jiwa : 2.184


Tingkat deteksi musuh : 28


Memang yang diberikan Adam adalah status palsu miliknya dan juga saat ini dia sedang tidak memakai armor satu pun hanya pakaian kain biasa, jika seseorang memakai armor maka mereka akan mendapatkan status atribut berbeda lagi, bahkan deff dan pertahanannya akan meningkat berkali-kali lipat.


Kartu status atribut yang dikeluarkan adam adalah hasil ciptaannya sendiri malam tadi dengan memanfaatkan proses dan cara kerja mesin registrasi itu sendiri, tapi dia tidak bisa memberitahukan orang lain penyamarannya sehingga dia menyebutkan ada orang lain yang dia kenal bisa membuat alat lebih baik dari itu.


“Luar biasa kartu ini lebih detail menilai kekuatan seseorang, adam level berapakah orang yang memberikan ini pada mu?” ujar Yoav bertanya karena penasaran.


Sedangkan Eiko masih diam saja menilai situasi sekarang, walaupun dia tau kartu yang ditunjukkan adam adalah sesuatu yang dia dambakan sejak dulu agar setiap guild bisa mencatat perkembangan anggota mereka.


Selama ini setiap guild hanya mencatat perkembangan anggota mereka dari hasil interview dengan anggota mereka itu satu-persatu , jika saja anggota mereka membohongi petugas pencatat mereka tidak akan bisa menilai sejauh mana perkembangan anggota mereka itu, mereka juga tidak bisa menggunakan kontrak suci untuk memaksa anggotanya memberikan Status atribut mereka sendiri, karena itu adalah hak pribadi orang per orang.


Di lain pihak status seseorang hanya bisa dilihat oleh mereka sendiri saja jadi orang lain tidak bisa melihat itu, walaupun dengan menggunakan kacamata analisis yang dulu pernah dibuat adam, benda itu hanya dikhususkan menilai item sihir dan material saja.


“Kalau tidak salah Level nya sekitar 105 waktu kami bertemu di sekitar dungeon hutan Hiros beberapa hari lalu.” ujar adam.


Mendengar itu sekarang Eiko menjadi antusias, dia dengan sendirinya menanyakan adam informasi-informasi lain tentang orang itu, karena jika ada yang berlevel 100 ke atas berarti dia merupakan orang terkuat sekarang di Eden.


“Tetua guild aku dan kakak ku sudah berjanji tidak membeberkan rahasia lain tentang orang itu dan satu orang teman nya yang bersama dia, yang dapat ku katakan sekarang adalah kami saat itu sedang berburu di sekitar dungeon hutan Hiros, saat seberkas cahaya biru keluar dari sana.” ujar adam melanjutkan ceritanya.


“Mereka ada dua orang memakai jubah hitam pekat yang memberikan ku kartu itu adalah seorang dengan Mage dan yang satunya lagi Job Assassins.”


Adam menjelaskan bahwa waktu itu saat mereka sedang istirahat sehabis berburu di sekitar dungeon, dia dan kakaknya melihat cahaya biru yang kemudian berubah menjadi dua sosok manusia.


Mereka yang posisinya tidak jauh dari posisi adam dan kakaknya saat itu mendatangi adam juga kakaknya dan ingin ikut makan bersama , karena didepan adam dan near saat itu ada daging bison baja hitam yang enak sedang dipanggang diatas api.


Untuk berterima kasih kepada adam orang itu mengeluarkan sesuatu dari ruang hampa berbentuk kotak dan meminta adam juga kakaknya untuk memasukan jari mereka ke alat tersebut dan kartu itu muncul.


“Kata mereka berdua itu sebagai hadiah jadi agar aku bisa melihat perkembangan ku nantinya ke depan dan melakukan beberapa simulasi di kartu itu.” ucap adam yang membuat kedua orang di depannya itu penasaran.


“Apakah kamu melihat dari guild mana mereka berdua?” ucap Eiko yang sekarang mengambil inisiatif bertanya.

__ADS_1


“Ketua guild ku katakan sekali lagi bahwa aku tidak bisa memberikan informasi lain kepadamu.” ujar adam lagi.


Tapi Eiko yang sudah menjadi antusias tidak bisa diam dan terus mendesak adam, dia ingin melihat reaksi adam dan mendapatkan informasi secara tidak sengaja kalau saja adam melakukan kesalahan.


“Kamu tahu nama mereka berdua? atau kamu tahu ke mana mereka pergi? dan bagaimana menghubungi mereka?” ujar Eiko lagi.


Adam hanya terdiam saat itu tidak menjawab Eiko yang menjadi sangat antusias, melihat itu Eiko sempat batuk pelan karena menyadari dirinya yang terlalu bersemangat sampai terus bertanya ke adam.


“Maaf kan aku adam karena mengeluarkan rentetan pertanyaan pada mu, kamu tahu kan kondisi guild kita sekarang sedang dalam krisis finansial, dan alat yang kamu maksudkan itu dapat dengan cepat merubah keadaan anggota-anggota guild kita jadi anggota guild dapat dengan mudah dan lebih efisien dalam leveling.” ujar Eiko yang mencoba kembali tenang.


“Dan juga jika kamu bisa mempertemukan aku dengan kedua orang itu mungkin akan sangat membantu guild kita untuk bertahan dalam krisis ini.” ujar Eiko lagi kali ini dengan sedikit nada penyesalan karena telah menekan adam dengan pertanyaannya.


Adam menyadari hal itu karenanya dia mengarang cerita tersebut, sebab dia tau semua orang pasti sudah di kejut kan karena pemberitahuan sistem beberapa hari lalu, untuk membantu guild ini dia jelas harus mengarang cerita lain untuk memalsukan identitas aslinya, karena dia tidak ingin musuh-musuh klan bay mengetahui keberadaannya yang masih hidup.


Dia juga tidak tahu sebab Guild Zone of God memindahkan basis mereka ke Kaisaran Funo yang menyebabkan masalah pada Guild Horizon yang saat itu sedang mencoba berkibar di Kerajaan Nihon.


Menurutnya dia harus menyelidiki lebih lanjut masalah guild Zone of God ini sebab ada juga terlibat penyerangan di Klan bay, sehingga dia memutuskan mendukung guild Horizon supaya dapat menekan guild ini kemudian hari agar orang yang menyerang Klan nya dapat keluar ke permukaan.


“Guru ku bilang dia akan kembali ke kota Air Mata dalam beberapa hari ini setelah menyelesaikan urusannya, jadi mungkin aku bisa mempertemukan kalian berdua.” ucap adam dengan tenang.


“Hah.. guru?” tanya Yoav.


“Iya dia guruku, karena sangat senang dengan makanan yang kami sajikan kami juga menghabiskan beberapa jam bersama, tapi dia mengangkat ku sebagai muridnya saat melihat aku bisa menempa walau skill tempa milikku baru di Level 7, katanya karena dia melihat bakat menempa ku jadi dia mengangkat aku sebagai muridnya.” jawab adam.


Mendengar itu Yoav dan Eiko saling bertatapan dan terlihat senang karena mereka sudah menerima adam di guild mereka, lagipula bagi mereka berdua seorang yang berada di Level 7 dalam keahlian menempa adalah jarang, bisa dihitung dengan jari jika di Kerajaan Nihon.


“Benarkah jadi kamu bisa menempa, apa saja yang bisa kamu produksi sekarang.?” tanya Eiko sopan kepada adam.


Dia sadar anak didepan nya ini adalah aset yang berharga ke depannya jika memang dia memiliki keahlian menempa, jadi dia ingin melakukan test kepada adam, adam sendiri juga sadar maksud dari Eiko hanya sekilas dengan melihat sinar mata almond perempuan cantik tersebut.


Segera setelah adam menjawab pertanyaan Eiko mereka membawa adam ke ruang penempaan guild horizon yang ada di kota Air Mata, letak nya ada di bagian belakang dari gedung utama, memang agak terpencil tapi tempat dan lokasinya sedikit tenang, walaupun seperti tidak terawat karena sudah jarang digunakan tempat ini masih memiliki kualitas nya sendiri dari sudut pandang adam.


Tang.. Tang.. Tang.. suara besi beradu terdengar dari dalam tempat itu.


Tempat itu sudah sekitar 1 tahun ini terlihat tidak begitu banyak digunakan, hanya ada satu atau dua tungku saja yang masih hidup dan berfungsi.


Eiko menyebutkan bahwa banyak pekerja yang mengkhusus kan dirinya dalam menempa dan memproduksi alat mengundurkan diri dan pindah ke kota lain untuk bergabung dengan guild-guild besar.


Akibat dari menurunnya kunjungan para petualang ke desa air mata dan sekitarnya 1 tahun lalu sehingga para penempa mereka hampir tidak bisa mencukupi biaya hidup mereka sendiri.


Tapi karena banyaknya kunjungan dari para petualang dan pedagang ke kota Air mata baru-baru ini sehingga permintaan terhadap jasa penempa menjadi naik kembali.


Guild horizon tidak bisa menerima secara penuh permintaan tersebut akibat tidak adanya penempa yang berpengalaman di guild mereka dan hanya tersisa 2 orang saja, sedangkan banyak penempa dadakan membuka kios-kios mereka di kota sehingga persaingan menjadi ketat kembali.


“Paman Bay, ini adalah adama anggota baru guild kita, ku harap kalian berdua bisa akrab.” ujar Eiko kepada seorang pria sepuh dengan badan kekar berambut putih dan berjanggut putih itu.


orang itu terlihat tidak menggubris Ketua Guild nya, dia terus saja saat itu melakukan aktivitasnya sendiri, tampaknya dia sedang menerima perbaikan pedang bagi para petualang, tapi Eiko tidak berhenti sampai disitu.


“Karena namanya mirip dengan orang yang anda kenal dulu jadi kali ini ku harap paman bay tidak mempersulit anak ini.” ujar Eiko lagi.


“Huh..” ujar paman bay mendengus.


“Jika kalian membawa seorang yang tidak bisa bekerja lagi ke sini, aku akan menjadi sangat kesulitan, belum lagi menyelesaikan permintaan perbaikan peralatan yang banyak ini, apakah aku juga akan kalian suruh lagi mengajarkan seseorang?” ucap paman bay, sebelum adam memotong pembicaraannya.


“Jika senior bisa meluangkan waktu sebentar aku akan menunjukkan keahlian aku dalam menempa, dan menanti penilaian dari senior.” ucap adam sopan.


Paman Bay segera menghentikan pekerjaannya, baginya seorang penempa itu layak dikatakan sebagai penempa harus memiliki beberapa kriteria, apalagi anak remaja belasan tahun yang baru ditemuinya ini jelas tidak butuh waktu lama baginya untuk mengusir anak tersebut dan menyatakannya tidak layak.


Dia langsung saja menghidupkan puputan yang kosong disebelah tungku tempatnya bekerja dan mengeluarkan beberapa kotak bijih besi kemudian menaruh nya diatas tempat tempa.


“Jika kamu memang bisa menempa silahkan mencobanya, jika tidak aku akan mengeluarkan mu dari sini, walaupun ketua guild yang membawa mu ke sini tapi ditempat ini aku yang berkuasa jadi tanpa rekomendasi ku kamu tidak akan ku izinkan bekerja di sini, aku tidak ingin memelihara orang yang tidak memiliki keahlian.” ucap paman bay.


Teringat masa dulu Paman ian mengajarkan adam teknik menempa membuat adam menjadi be nostalgia kembali, bagi adam menempa adalah cara lain mengisi waktunya, bahkan karena kecintaan nya itu dulu membuat kedua orang tuanya tidak mau memaksanya belajar bela diri atau sihir.


Adam tidak langsung mengambil palu dan alat menempa lainnya, dia memilih bijih-bijih besi itu terlebih dahulu dengan memakai skill analisis dia jelas dapat melihat kualitas dari bijih besi itu, setelah memilih bijih besi itu adam langsung menuju tempat arang-arang ditumpuk dan memilih arang-arang yang bagus kemudian menaruhnya ditempat pembakaran.


Selama proses pembakaran adam terus memperhatikan suhu yang ada, saat arang-arang itu mencapai suhu yang adam inginkan dia kemudian menaruh bijih besi yang tadi dia pilih itu, dan memulai proses pembakaran bijih.


Tidak hanya adam yang berkonsentrasi saat itu, Ketua guild Eiko dan Yoav juga sama tegangnya mereka melihat adam beberapa saat dan melihat paman bay beberapa saat.


Mereka berdua jelas takut paman bay menolak adam bergabung di divisi penempaan, jika itu terjadi maka mereka takut Guru adam akan menganggap mereka tidak bisa menilai bakat menempa adam yang sudah diakui oleh gurunya sendiri.


Suasana tegang terjadi di sana, bahkan paman bay sendiri juga memperhatikan yang dilakukan adam dengan serius. saat bijih besi itu sudah mencapai suhu yang adam inginkan dia kemudian mengangkatnya, memukul bijih-bijih tadi menjadi lepeh, dan membakarnya lagi mengulang proses itu terus menerus.


Sekarang adam menyatukan biji-biji lepeh tadi menjadi ingot dia membungkus bijih-bijih tadi menggunakan kertas basah bertuliskan rangkaian sihir api dan es membuatnya menjadi satu dengan sebuah tangkai besi.


Memberikannya sedikit larutan lumpur yang dia sudah campur sendiri agar mengurung panas di dalam ingot itu, sebelum menaruhnya ditempat bakaran adam juga menutup bijih-bijih tadi dengan beberapa taburan serbuk kristal eden, serbuk kristal air, serbuk kristal api, dan serbuk kristal angin yang dia keluarkan dari kantong celananya.


Serbuk-serbuk Kristal yang adam pakai adalah hasil dari penghancuran kristal utuh walau sudah menjadi bubuk kristal, tetapi tetap menyimpan kekuatan energi sihir dari kristal itu.


Bufffff...


Suara bakaran hebat terjadi saat adam membakar ingot tadi di tungku bakaran, api yang awalnya berwarna merah itu terbakar hebat berubah warna menjadi biru dalam seketika karena bereaksi dengan kristal eden.


Adam mengeluarkan beberapa Kristal api dari kantongnya lagi dan membuat rangkaian sihir yang memicu kristal api itu, dengan segera adam menaruh beberapa kristal api kecil itu kedalam tungku bakaran membuatnya satu dengan arang, dengan cepat juga dia menaikan suhu tungku bakaran tersebut dengan memuput nya lebih keras.

__ADS_1


Dia tidak menggunakan batu bara yang juga banyak tersedia disana karena menurutnya pembakaran dari batu bara memiliki kriteria lain, sedangkan karbon dari arang yang baik dapat melakukan pemurnian logam dengan kualitas lebih tinggi.


Bufff.. buffff.. buffff...


Suara ditempat penempaan itu menjadi lebih hidup sekarang, karena adam terus menerus memuput tempat bakarannya, sedangkan warna di sekitar tungku api dan api yang keluar tersebut sudah menjadi biru seutuhnya.


Adam mengeluarkan ingot besi yang warna nya sudah sangat merah seperti warna matahari senja di waktu-waktunya sendiri, dan segera dia meletakkan diatas Landasan martil penempaan.


Tang.. tang.. tang..


Suara ingot besi ditempa dengan sangat merdu dan memiliki iramanya sendiri, adam pun terlihat senang saat memukul ingot besi panas itu, dalam sekali pukulan adam mengkombinasi kan pukulannya dengan 3 jenis sihir berbeda, dia juga mengalirkan energi Qi miliknya.


Di tangan Kiri adam memengang tongkat besi landasan ingot tadi dan mengalirkan energi Qi murni yang dialirkannya adalah Jurus Amalgamation, jurus itu bertujuan untuk memberikan energi Qi murni kepada targetnya agar dapat merubah beberapa unsur logam sehingga dapat bergabung atau melebur dengan kristal eden secara cepat.


Peng..!!


Kembang-kembang api mulai memercik dari besi yang beradu, Kali ini pukulannya sangat keras penuh tenaga namun penuh ketepatan dan presisi karena dia menggunakan skill akurasi pada Palu pemukul di tangan kanannya, selain itu sebelum palu mengenai targetnya muncul diatas ingot besi yang membara tadi dua buah pentagram masing-masing berwarna biru dan merah, gunanya menambahkan efek sihir yang diberikan adam.


Peng..!! Peng..!! Peng..!!


Makin lama makin terbentuk sebuah bilah pedang dengan dua sisi yang panjangnya seperti pedang normal, sekali lagi adam memanaskan inti pedang tersebut kedalam api biru.


Selagi memanaskannya dia sekarang membuang air yang terkandung di dalam bak pendingin ditempat itu, dan tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari ruang hampa berbentuk guci besar dan menuangkan semua isi nya kedalam bak pendingin.


“Minyak, dia sepertinya memberi minyak kesana.” ujar Yoav.


Mereka yang baru melihat teknik ini sedikit aneh, tapi bagi paman bay yang dilakukan adam itu adalah teknik menempa tingkat tinggi yang dia sendiri pun tidak dapat menirunya.


Karena yang dia tuang bukan minyak sembarangan, itu adalah minyak dari pohon zaitun langit gunanya adalah untuk melapisi dan menyatukan material dengan energi sihir, dulu dia sempat melihatnya sekali saat pengumpulan buah itu oleh Klan Bay sebagai bagian dari material pembuatan kertas putih, mata nya semakin membelalak memperhatikan setiap gerakan adam membentuk dan membakar bilah pedang itu.


Kemudian adam mengeluarkan bilah tadi dan mendinginkan bilah itu kedalam minyak tadi..


Cesssss..!!


Seketika minyak tadi juga sebagian ikut terbakar karena bilah panas yang membara dimasukan kedalam minyak zaitun langit.


[✯Dusk Blade Fire and Ice, Bilah Pedang]


Jenis Senjata : Pedang satu tangan


Senjata Level : 5


Syarat Level Pengguna : 50


Atk . Speed : 1.11


Attack : 282 ~ 524


Syarat Str : 117


Syarat Dex : 89


Serangan Fisik +42


Atk. Magic Fire +15


Atk. Magic Ice +15


HP +160


Strength + 15


Skill Bawaan :


* Defense : Berpeluang menurunkan Physical attack target sebesar 5%, jika terpicu atau musuh terkena serangan Kritikal.


* Freeze : Berpeluang untuk membekukan lawan dalam radius AOE sebesar 5 Meter selama 3 detik, jika diaktifkan. Cooldown Skill : 30 Menit


* Burning Blass : Berpeluang untuk memberikan Skill Area AOE dalam jangkau lurus dengan dimensi 2 x 5 meter selama3 detik ketika diaktifkan. Cooldown Skill : 30 Menit


“Jika gagang pedang ini dibuat dengan material kayu yang memiliki energi sihir maka akan menambah kemampuan bawaannya, kuharap Senior bisa menyelesaikannya.” ucap adam yang memberikan bilah pedang itu dengan hati-hati ke paman bay.


“ini.... “ paman bay tidak bisa berbicara setelah melihat pedang yang dibuat adam.


Begitu juga dengan Eiko, mereka tidak bisa berkata-kata lagi melihat kejadian itu, sedangkan Yoav mulutnya menggantung dan terbuka lebar karena tidak percaya yang dilihatnya adalah..


“Ini senjata artefak.. “ ucap Eiko


***


Hallo Pembaca,


Thanks sdh mendukung.


Thanks XL

__ADS_1


__ADS_2