Reinkarnasi Dewa Pengetahuan

Reinkarnasi Dewa Pengetahuan
Monster Mechatronics Drone Marshal (Bag.I)


__ADS_3

Dungeon atau ruang bawah tanah. Sering disebut-sebut atau dikaitkan sebagai tempat monster bersarang sekarang. Lebih tepatnya di Lebeli. Penyebabnya adalah tidak lain. Dahulu tempat yang disebut Dungeon ini sering di gunakan untuk memenjarakan tahanan-tahanan yang beringas dan kejam dengan sifat seperti monster. Tak berperasaan.


Sehingga orang-orang mulai menyebutnya demikian. Keberadaan yang memang membuat takut bagi orang-orang. Karena itulah nama ini mulai dikenal. Tidak terkecuali mereka yang berada di Dungeon Pulau Permata sekarang.


Tempat ini gelap dan dipenuhi dinding-dinding batu, berbeda dari ruangan sebelumnya. Lantai monster penjaga atau bos dilantai lain.


Lantai Last Boss ini benar-benar seperti sebuah Dungeon ruang bawah tanah. Lorong-lorongnya terlihat besar dan gelap. Minim cahaya. Belum lagi banyak terdapatnya cabang-cabang yang dapat membuat Petualang tanpa Map tersesat disana.


Yang membuat mereka semua sedikit cemas kali ini adalah sebab tidak ada mereka temui satupun monster di jalan lorong besar ini. Ataupun tanda pada Map sedikit pun. Merasa hal tersebut memang janggal. Ubur memerintahkan Eiko dan seorang FX dari Guild Sphinx untuk mengeluarkan monster summon mereka dan berpatroli lebih dahulu di depan party.


Hal tersebut tidak dibantah oleh Adam. Memang strategi Archer Perlente ini dapat membuat mereka beberapa kali memecahkan juga melewati situasi berbahaya. Jadi tidak ada keharusan baginya menyanggah pendapat yang memang benar.


Dua monster Rock Golem dikeluarkan oleh Kedua job Fox Lady yang sekarang berada di level 137. Monster yang mereka panggil pun jelas berada di Level Max level 10. Monster Summon paling tinggi hanya bisa mencapai level setinggi itu. Tetapi kekuatannya jangan diragukan.


Kekuatan Level monster summon berasal dari Pemilik yang memanggilnya. Jika monster summon itu ditangkap dari monster berlevel 50 dan sang FX yang menangkap adalah Level 70. Maka saat dipanggil Monster tersebut juga berada pada Level yang sama dengan Sang Master.


Yang membedakan adalah tingkat level kekuatan pada monster tersebut. Seorang FX harus meningkatkan Skill Tame miliknya menjadi level Max yaitu level 10. Karena di setiap level tame akan meningkatkan kekuatan asli dari monster yang mereka panggil sebesar 10%.


Kedua Rock Golem yang sering menjaga Hutan Hiros memang adalah monster yang awalnya berada dilevel 50 -60. Dengan HP tinggi sebab monster Rock Golem sering di sebut sebagai monster Tanker. Di Level 50 – 60 saja HP monster ini bisa mencapai 15.000. Belum lagi skill tame yang menangkap monster itu jika berada dilevel Max maka kekuatannya akan naik lagi 100% dari aslinya.


Dengan HP 30.000 dan Def Fisik juga Def Magic meningkat. Maka layak monster-monster summon ini menjadi TB mungkin sebuah Mini boss sekalipun.


“Hey Aiko apakah ini adalah cara yang benar-benar tepat menurut mu?” Bisik kan Keiko yang sekarang terdengar sedikit cemas itu mendarat di telinga Putri Es yang cantik walau terlihat tanpa anting-anting.


“Biasanya ditempat seperti ini banyak jebakan yang mungkin dapat membunuh kita dengan sekali serang. Instan Kill,” Jawaban tegas Aiko tersebut semakin membuat Keiko tampak menjadi cemas.


Dia yang tidak terlalu peduli dengan Dungeon ruang bawah tanah di rumahnya dulu. Sekarang berpikir bahwa mungkin alasan saat dia kecil dulu sering dilarang pergi ke area itu adalah karena jebakan-jebakan ini.


“Kurasa mengirimkan Rock Golem yang memiliki HP tinggi memang strategi yang tepat. Sebab selain tanker tidak ada satupun dari kita yang dapat menyamai HP monster summon tersebut.”

__ADS_1


“Jika Rock Golem secara tidak sengaja mengaktifkan jebakan. Kita dapat mengukur jebak kan kekuatan yang dilepaskannya,” ucapan Aiko memang terdengar masuk akal sekarang di telinga Keiko. Membuat gadis bertubuh subur ini sedikit lega. Dia tahu bahwa monster summon FX dapat dihidupkan kembali jika mati.


Dang..!!


Dang..!!


Dang..!!


Benar saja baru berjalan 100 meter dari lokasi mereka kedua Rock Golem itu mengaktifkan jebak kan. Ribuan panah terlihat menghantam mereka dengan sangat mengerikan, memecahkan tubuh batu putih monster Rock Golem. Mengirim mereka langsung menuju Abyss.


“Jangan bergerak dari tempat sekarang, hentikan langkah kalian secepatnya!” Peringatan Ubur mengagetkan mereka semua. Tidak ada yang berani bergerak sekarang.


Walaupun mereka dapat hidup kembali tetapi siapa yang cukup berani menerima Ribuan panah yang menghujam tubuh seperti itu. Rasa sakitnya jelas dapat membunuh bahkan mental seseorang sekalipun.


Belum lagi Jika mereka semua sudah meninggal maka Kota atau Desa terdekat lah tempat mereka akan kembali dihidupkan kembali nanti oleh Gelang DOD. Sedangkan Gulungan Revival Scroll tidak akan berguna jika tidak ada seseorang yang mengaktifkannya. Sebab itu 20 orang ini jelas menghindari ribuan panah tersebut.


“Rock Golem hanya sebagai alat pengukur?” Pertanyaan itu membuat semua orang disana menjadi tersadar dari rasa takut yang mereka pikirkan tadi.


“Dengan 50 Undead army aku yakin dapat mengaktifkan jebakan tersembunyi sekalipun. Jika kita hanya memanfaatkan dua monster rock golem maka aku takut ada spot yang bisa mereka lewati,” Ubur menatap Adam yang sekarang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


“Keinginan ku memang seperti itu. Tetapi cooldown skill dari Black Pearl memang menyakitkan itu memerlukan waktu 3 bulan untuk dapat diaktifkan kembali,” Adam yang awalnya ingin ber experiment dengan Black Pearl tersebut menyesal melakukannya.


Dia tidak tahu bahwa Black Pearl memiliki waktu cooldown yang sangat menyakitkan untuk dilihat. Karenanya dia juga sedikit menyesali perbuatannya itu.


Tidak memiliki tiket lain untuk selamat dari sana mereka tetap melanjutkan seperti rencana awal, menggunakan dua buah monster summon seperti rock golem untuk maju.


Sedikit demi sedikit mereka akhirnya mencapai ruang tengah dungeon itu dalam waktu 3 hari. Setelah melalui banyak jebak kan dan rintangan tentunya.


Ruangan Tengah dungeon merupakan tempat yang sangat luas sebab bentuk yang seperti labirin ini memiliki banyak sekali pintu. Jadi ruangan tengah seperti ini jelas akan banyak di sebuah Dungeon karena sangat cocok untuk mengecoh para petualang.

__ADS_1


Sedikitnya ada sekitar 100 Pintu yang semuanya terlihat sama. Itu pun mengarahkan akan mereka semua ke jalan buntu dan jebakan lain. Terima kasih kepada Map yang sudah didapatkan Adam sehingga mereka mengetahui jalur sebenarnya menuju ruang bos.


Ubur langsung memerintahkan mereka semua sekarang untuk berkemah di tengah Aula Dungeon ini. Mendirikan beberapa parameter sihir di sekitar tempat itu. Mereka semua mulai juga mendirikan tenda dan mempersiapkan tempat bakaran.


“Aiko bagaimana menurut mu, apakah tenda kita sudah kokoh?” Keiko terlihat sedang berdiri dengan kedua tangan di Pinggang memandangi Aiko yang sekarang sedang berada ditempat bakaran didepan tenda mereka berdua.


“Semua lantai di sini adalah batu, apakah kamu tadi memecahkan batu-batu ini untuk memasang pasak tenda?” Aiko memalingkan pandangannya melihat ke Keiko dan melihat tali-tali tenda yang sekarang menghujam ke lantai dungeon.


“Haha, benar ini adalah kekuatan ku, apakah kamu tidak mengetahui itu?” Keiko membusungkan dadanya yang memang sedikit lebih baik dari milik Aiko.


Mungkin hanya itu yang bisa diandalkan melawan kecantikan Putri Es. Dia menatap Putri Es sekarang dengan tatapan merendahkan. Membuat Aiko hanya menarik nafas dalam-dalam melihat kelakuan sahabatnya itu.


“Hey apa yang sedang kalian berdua lakukan?” Ucapan Ubur yang tiba-tiba itu membuat kedua gadis cantik ini terdiam dan mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara.


“Ketua Party apa yang kamu lakukan di sini,” ucap Keiko yang memandangi Ubur sekarang.


“Aku memiliki Anggur dari Kerajaan Inosa apakah kalian berdua tidak keberatan aku bergabung bersama?” kali ini giliran ubur yang memandangi mereka berdua setelah mengucapkan pertanyaan tadi.


“Ada anggur bagus mengapa kami menolaknya,” ujar Keiko yang terlihat semangat sekarang. Sedangkan Aiko menatap sahabatnya itu dengan mata yang sedikit memicing sekarang. Membuat Mata Indahnya terlihat mengecil.


“Apakah Nona Aiko Setuju aku bergabung bersama kalian berdua, Ku lihat juga masakan yang kalian berdua buat memang enak, Jadi anggap saja sebagai balasan dari makanan yang enak yang akan ku santap juga nanti.” ujar Ubur dengan senyum di wajahnya memandang Aiko.


“Tak Masalah, Aku senang dapat membantu,” Ucapan dingin Aiko membuat Ubur sekarang bergabung bersama kedua gadis cantik ini untuk makan malam bersama. Sedangkan Anggota lain juga sedang sibuk sendiri.


Hanya Adam yang terlihat sedang pergi sendiri menuju ke arah pintu masuk Dungeon yang menurutnya sedikit mencurigakan. Setelah meminta izin dengan Ubur dia langsung melesat tadi meninggalkan mereka semua.


Aiko bahkan sempat melirik Pemuda berambut merah ini dari tempatnya beberapa kali tadi, sebelum dia tidak terlihat dibalik salah satu pintu dungeon.


***

__ADS_1


Thanks XL


__ADS_2