
Gerimis turun dihutan bambu kuning, tempat itu benar-benar indah dan misterius, berkabut dan penuh dengan energi kehidupan.
Terlihat beberapa lintah bergerak di dibatang bambu itu. Untuk sebagian orang lintah-lintah itu memang menjijikan dan menakutkan, tapi bagi adam dia tahu bahwa lintah-lintah itu adalah indikator penilai energi element yang tersimpan disuatu tempat.
"Aiko.. Kamu dimana.?"
Suara teriakan Keiko terdengar dari lapisan kabut, adam langsung memasukan lintah-lintah yang dia dapatkan kedalam sebuah kantong kulit khusus. Dan mendatangi arah suara.
"Siapa disana.?"
Ucap Keiko, terlihat sesosok bayangan datang mendekat, Keiko langsung melantunkan skill milik nya, sosok bayangan itu terlihat berambut merah, dia mengira itu adalah adam. Sehingga menghentikan lantunan mantra nya.
Tapi tiba-tiba sosok misterius tadi bergerak cepat dan dengan mengeluarkan pedang katana nya yang tajam menerjang Keiko, gadis itu bahkan tidak sempat bereaksi dia hanya berteriak dan memblok menggunakan staff magic nya.
Traang..
Suara pedang beradu didepan nya. Keiko perlahan mundur dan membuka mata nya dia melihat ada terdapat dua sosok adam sedang bertarung disana.
Sebelumnya, dia memang melihat sosok adam yang hendak membunuh nya tapi sekarang, didepan mata nya sendiri dua sosok itu sedang beradu pedang dan saling menyerang.
Dia bingung karena kedua orang yang dia lihat adalah sama, tapi tiba-tiba satu sosok disebelah kiri memanggil nya meminta tolong.
Karena sempat melihat orang yang memanggil nya itu adalah orang yang menolong nya di awal dari serangan pedang yang hendak menebas kepalanya tadi. Keiko tersadar sejenak dan melantunkan mantra nya kembali.
Trinng.. Traang..
Pertukaran pedang terus berlangsung, antara dua sosok adam tersebut sedangkan lantunan mantra Keiko akhirnya selesai dan saat dia hendak melepaskan skill miliknya, tiba-tiba sosok adam yang menjadi target nya itu bersuara.
"Bodoh, apa yang hendak kamu lakukan, kamu tidak melihat ku sedang melawan monster ini." ucap sosok itu.
Keiko sekarang menjadi tambah bimbang, disatu sisi dia jelas akan menyelamatkan sosok tadi yang menolong nya. Tapi sekarang setelah sosok yang satu nya lagi berbicara dengan suara yang juga mirip dengan sosok yang ingin dia tolong tersebut, pikiran nya menjadi berkecamuk, sampai akhir nya mata Keiko menjadi kabur dan pingsan.
Adam yang baru saja mengumpat ke Keiko karena ingin menyerang nya dengan skill AOE milik Job Physic tadi, sekarang merasa sakit kepala karena Keiko Pingsan didepan mata nya.
"Ah menyusahkan saja." ujar adam yang sekarang sedang bertarung.
"Pukulan Naga terbang." ujar adam.
Bruuaaakkkk...
Seketika energi Qi berkumpul di katana miliknya, pedang itu menjadi berwarna merah dan menebas sosok palsu adam, memang sosok palsu itu dapat menangkis jurus pedang naga terbang yang adam keluarkan tapi seketika itu juga bersama pedang nya sosok itu terbelah dua.
"Menyusahkan saja." ucap adam lagi memandang Keiko.
Dengan segera adam menggotong Keiko, dia memapah gadis itu dengan kedua tangan nya, melewati hutan bambu kuning yang sudah sebagian dia robohkan.
Tiba dibawah tebing batu adam segera mengeluarkan sebuah tenda, dan memasang nya, disana dibaringkan nya Keiko yang nafas nya sekarang sudah sangat berat, kemudian adam mengambil lembaran kulit byson baja hitam dan dia menutup mata nya menggunakan lembaran kulit itu.
Kemudian dia melepaskan pakaian Keiko satu persatu, dengan mata batin nya dia mencari posisi lintah-lintah pemakan manna yang ada ditubuh Keiko, sedikit nya dia melihat ada sekitar 8 ekor lintah yang sekarang sudah gemuk karena terus mengisap energi dari tubuh Keiko.
**
Didalam bayang kabut hutan bambu seorang gadis cantik berlari dengan cepat menuju arah teriakan yang memanggil nama nya tadi.
Aiko yakin bahwa Keiko berada didekat situ, tanpa memikirkan apapun dia berlari secepatnya mendatangi Keiko menerobos bambu-bambu kuning, tak beberapa lama mendekat dia mendengar suara pertarungan pedang. Namun, tidak cukup jelas. Tiba-tiba..
Bummmbb, Bruuaakkkkk....
Setengah hutan itu ditebas oleh suatu energi yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, angin energi itu bahkan membuatnya yang dilevel 65 sekarang terpental cukup jauh, tapi karena keahlian nya Aiko dapat segera bangkit dan bertahan walaupun HP nya berkurang setengah.
"Siapa yang melakukan ini, apakah boss monster?." ujar Aiko berpikir.
"Ah, celaka Keiko ada disana."
Segera saja Aiko sekarang dengan energi nya yang tersisa, kembali berlari menuju arah tempat keiko, namun dia tidak menemukan orang disana, hanya katana yang mirip dimiliki adam saja tergeletak di tanah dan terbelah dua.
Perasaan nya menjadi kalut namun Putri Es tetap tenang, dia melihat sekitar dan menemukan jejak langkah kaki disana, segera dia mengikuti jejak langkah kaki itu. Nafas nya sekarang menjadi berat, selain karena HP nya yang berkurang setengah, kepala nya menjadi sangat pusing, dia sudah meminum dua botol potion HP dan MP, namun tidak juga dapat mengembalikan kekuatan nya. Tak beberapa lama berjalan.
__ADS_1
Dibawah sebuah tebing batu dia melihat tenda kulit dan merasakan Aura energi Manna milik Keiko disana, jadi dengan sisa-sisa energi nya yang ada dan kepala yang sangat berat dia membuka tenda itu, tak dia sangka. Dia melihat Keiko yang tanpa busana sehelai pun, sementara adam dia lihat hendak meletakan tangan nya bagian dada Keiko.
"Kamuuu bajing,nnn.."
Aiko sangat marah dia mengeluarkan pedang nya dari sarung, dan seketika ingin menebas adam, namun saat menyalurkan energi Manna nya dia pingsan seketika.
"Ah, menyusahkan saja." ucap adam ketiga kali nya hari ini
**
Disuatu tempat yang dipenuhi dinding-dinding batu tinggi dan sangat gelap enam orang terlihat jalan bersama dibawah sinar batu luminary yang terbang melayang diatas mereka.
"Ruangan ini dingin sekali dan membuat ku merinding." ucap megumi.
"Hey megumi jangan ribut, nanti terdengar oleh monster." ucap Matsuo khawatir.
"Jun, apakah dulu dungeon lantai bos seperti ini.?" ucap Gato Ketua Guild Sphinx.
"Benar ini ruangan nya, lantai ini adalah milik bos pertama saja dari ketiga boss penjaga lantai pertama, Tapi.."
Jun tidak menyelesaikan kalimat nya, karena ada sedikit keraguan dalam diri nya.
"Tapi, kenapa jun.?" ujar Gato lagi.
"Ketua Party, seharus nya kita semua mulai diruangan ini bersama-sama, namun kita tidak menemukan anggota party yang lain." ucap jun lagi.
"Lanjutkan." ujar Gato.
Memang saat pagi tadi didepan pintu Kuil Anggrek Bulan mereka semua masuk bersama, tapi mereka sekarang terpisah-pisah, Gato bersama Jun, Megumi, Matsuo, Vio, dan Isamu berada di Makam Batu Hijau.
Sedangkan, Nier bersama Daha, Minamoto, Sakura, Arblaze, dan Selin berada di Hutan Kelabu.
Tapi Adam, Aiko dan Keiko satu party terpisah di Hutan Bambu Kuning.
"Jadi maksud ku, kemungkinan kita semua dipisah oleh sistem harus menyelesaikan last boss di Kuil Anggrek Hijau dengan kekuatan kita sendiri."
"Apakah ketua Party ingat perkataan sesepuh pedang kemarin." ucap jun lagi.
"Langit adalah adil, dan tidak ada orang yang dikecualikan. Yang bisa menolong dirimu adalah dirimu sendiri."
ucap Gato mengulang perkataan sesepuh pedang penjaga altar keabadian.
"Benar Ketua Party, kurasa ini lah yang dia maksudkan itu jika di situasi kita sekarang." ujar Jun.
"Jika Seperti itu tak ada yang dapat kita lakukan lagi, kuharap anggota yang lain dapat bertahan."
Ucap Gato kali ini menyesali anggota nya yang terpisah-pisah sekarang. Jelas sebagai Ketua Guild Sphinx dia mengkhawatirkan anggota nya.
**
Suara kayu bakar yang dimakan api memecah kesunyian malam ini, angin dingin berhembus membawa kengerian Hutan Bambu Kuning, didalam tenda kedua gadis cantik terlihat sedang berbaring tanpa busana, hanya tertutup oleh selimut yang terbuat dari kain Sutra laba-laba iblis.
Aiko yang merasa tubuh nya kedinginan sekarang terbangun, tanpa dia sadari tubuh indah nya itu telah lama ditatap oleh Keiko dengan tatapan iri dan kesal.
"Aagghhh.. Adaaammm.."
Dari luar tenda adam mendengar teriakan Aiko yang sedang marah, namun dia tidak bergeming hanya membolak-balik daging panggang yang dia siapkan dari tadi.
"Berapa lama kamu sudah sadar dan tidak membangunkan ku.?" tanya Aiko kepada Keiko.
"Sudah cukup lama untuk melihat semua yang kamu miliki." ucap keiko yang merasa kesal.
"Kenapa kamu tidak bangunkan ku.? Apakah kamu menerima begitu saja yang dilakukan adam kepada kita berdua."
Ujar Aiko marah melihat situasinya, sambil mengambil dan memasang pakaian miliknya. Sedangkan, keiko masih memegang selimut sutra itu yang melilit tubuh nya dengan kedua tangan.
Awal nya dia merasa aneh karena terbangun dalam situasi seperti itu, tapi dia lebih merasa aneh lagi karena Aiko terbaring disebelah nya dengan kondisi sama seperti diri nya, saat dia melihat tubuh Aiko yang penuh tanda merah seperti bekas ciuman.
__ADS_1
Kemudian dia melihat ke tubuh nya yang hanya sedikit saja ada bekas itu, dia perlahan berdiri dan melirik keluar tenda melihat adam yang sedang memasak makanan, sehingga seperti petir yang dikeluarkan Cleric level tinggi keiko menjadi membisu selama beberapa menit, ditambah adam dengan riang bersenandung diluar tenda.
Timbul dalam diri nya rasa bahagia tanpa ada rasa marah kepada adam, itulah yang membuat nya hanya diam memikirkan situasi yang dia lalui. Sedangkan Putri Es jelas marah besar dan meminta Keiko segera memasang busana nya untuk keluar mengadili adam.
Diluar tenda Putri Es kini memandang adam dengan jijik, namun pria itu bersikap biasa saja membuat nya semakin marah dan mengarahkan pedang ke leher adam.
"****, dasar tidak beradab, tega-tega nya kamu memanfaatkan situasi untuk keuntungan mu sendiri." ucap Putri Es kasar.
"Keiko aku tadi melihat dia hendak meraba mu dan saat aku hendak membunuh nya, tiba-tiba aku menjadi tak sadarkan diri."
ujar Aiko lagi merasa jengkel karena dia mengira itu semua perbuatan adam.
Namun, Keiko hanya diam saja, diri nya yang biasa lebih cerewet dari Putri Es itu bahkan seperti tidak rela leher adam dikalungkan pedang, sehingga dia menatap penuh kesal kembali ke Putri Es.
"Aku melakukan itu semua dengan mata tertutup dan tanpa menyentuh kulit kalian sedikitpun, tak ada niat jahat dari ku."
"Jika dibiarkan maka Lintah-lintah Iblis pemakan Manna itu akan menyerap habis manna kalian sampai ke Inti Manna."
"Yang jelas itu pasti akhir dari hidup kalian berdua, karena Jantung Manna yang tanpa Manna adalah hukuman mati bagi kita."
Setelah berkata seperti itu mereka berdua terkejut, Keiko yang muka nya merah seperti tomat itu sejak awal keluar dari tenda, sekarang menjadi merah padam wajahnya. Fantasinya selama satu jam terakhir semenjak dia bangun tadi seakan pecah hancur berkeping-keping, bagaimana tidak walau hanya bangsawan tingkat rendah, tapi diri nya berfantasi bisa memiliki seorang pria yang sama dengan seorang Putri seperti Aiko jelas dia merasa senang. tapi akhirnya dia menjadi marah.
"Kamu berani berbohong.!! Hanya karena kami tidak sadarkan diri, kamu berbohong.? Aiko jelas melihat yang kamu perbuat kepadaku dan kamu masih berbohong.? Cepat akui perbuatan mu.!!"
Tiga kali gadis itu bertanya seakan tidak rela jika yang dia dengar itu adalah salah, dia juga ingin menekan adam agar mengakui perbuatan nya.
"Aku tidak bisa mengakui perbuatan yang tidak pernah ku lakukan."
"Seharusnya kalian berdua berterima kasih kepadaku, tapi apa yang ku dapat, aku malah ingin kalian bunuh."
"Terserah kalian berdua, percaya atau tidak, tapi aku akan melawan jika itu menyangkut nama baik ku."
Segera adam melompat kebelakang dengan cepat, Putri Es sempat terkejut karena reaksi adam, dia tahu adam tidak mungkin bisa menang melawan mereka berdua Keiko, tapi rasa percaya diri adam sangat kuat, sehingga dia mulai ragu atas dirinya sendiri.
"Buktikan kamu tidak bersalah." ucap Aiko.
Adam hanya berdiam diri sejenak memandang Aiko yang terlihat marah, kali ini tatapan Aiko berbeda melihat nya, membuat adam hanya menggelengkan kepala.
"Manusia tetaplah manusia, sepintar apapun jika sudah dikendalikan oleh amarah, kepintaran nya akan kalah."
Setelah adam berkata demikian dia melemparkan anting komando yang dia gunakan, ketanah didepan mereka berdua.
"Perkataan ku tidak bisa menjadi bukti bagi kalian, ku harap dengan ini bisa membuktikan semua, dan ku harap kita tidak usah bertemu lagi kemudian hari."
Adam pergi dari sana serta meninggalkan kantong berisi lintah-lintah kenyang yang mengisap manna juga darah mereka, dia juga menjauh dari posisi mereka berdua dan langsung menuju boss dungeon.
Kedua gadis itu merasa bersalah kepada adam setelah melihat visual dari anting komando, ternyata mereka berdua sudah pingsan selama tiga hari penuh didalam sana, dan selama tiga hari itu adam harus melawan monster-monster dungeon seorang sendiri, yang datang kearah tenda mereka, tanpa tidur dan istirahat, juga dengan mata tertutup nya dia meminumkan Potion Manna secara rutin kepada mereka berdua, seperti yang dikatakan adam dia tidak ada menyentuh kulit mereka berdua sama sekali. Dia hanya menggunakan mata batin yang hanya dapat melihat hitam dan putih keadaan sekitar, layak nya sinyal infra merah.
Timbul rasa bersalah yang besar di hati Aiko karena sudah bersikap kasar kepada adam akibat dikuasai amarah yang tidak bisa dia bendung saat itu. Sedangkan Keiko merasa ada perasaan lain di diri nya. Dalam batin gadis itu sekarang malah tumbuh benih perasaan aneh dihatinya, yang bahkan dia tidak tahu apa itu.
Karena sikap Ksatria adam dalam visual di rekaman anting komando, dia melihat pria itu merawat mereka, dengan mempertaruhkan nyawa nya, adam juga bertarung demi mereka berdua selama tiga hari penuh tanpa tidur, membuat nya terharu dalam hati. Karena orang yang baru dia kenal dan terus dia maki, melakukan sesuatu seperti itu. Dia pun merasa bersalah.
***
Hallo Pembaca,
*TB dalam game adalah Tahan Badan', merupakan istilah untuk karakter yang bisa menahan berbagai serangan oleh musuhnya.
*Aggro – Singkatan dari ‘aggravation‘, tinggi rendahnya memengaruhi AI musuh untuk mengejar Anda.
*Buff - efek yang dapat memberikan dampak positif bagi seseorang.
*Taunt atau Taunting adalah tindakan provokasi ke orang lain. Dalam dunia video game, orang lain ini berarti lawan mainmu. Tindakan taunting ini bisa dilakukan di dalam atau luar game.
Next kita tingkatkan suhu romance nya.
Tetap dukung author dengan memberikan Jempol dan Melakukan Vote.
__ADS_1
Thanks XL