
Suasana Bar dan ruang makan di Penginapan Naga Hitam malam ini terlihat sangat ramai. Penuh sesak oleh pengunjung dan tamu penginapan tersebut.
Walaupun suasana ini terbilang ramai dan banyak yang bercanda riang sambil ditemani oleh gelas Bir ditangan mereka, malam ini terlihat satu orang yang sedang cemberut dan terlihat gelisah.
"Hey, Keiko.."
"Kamu sedang memikirkan apa.?"
Ujar megumi kepada keiko karena gadis itu terlihat sedang gelisah.
"Megumi, dia sedang gelisah memikirkan Putri Es, jangan diganggu sebaik nya kita minum lagi." ucap seorang Cleric perempuan yang diam-diam juga memperhatikan tingkah Keiko dari tadi.
Memang dari tadi Keiko sedikit merasa kesal karena Aiko belum juga terlihat batang hidungnya datang ke acara penyambutan anggota guild Sphinx yang baru tiba dikota air mata.
Alasan lain adalah karena dia memang merasa marah kepada adam yang membawa Aiko tanpa mengikutkan dirinya.
Sedangkan dari sudut ruangan seorang pria yang awalnya duduk dan berbincang dengan santai sekarang terlihat berdiri. Dia tiba-tiba berjalan keluar Bar dan menuju ke arah taman di penginapan naga hitam.
Disana dia menemukan Aiko bersama seorang Pria muda sedang asyik berbicang-bincang bersama, dari wajah gadis itu terlihat senyum-senyum kecil kebahagiaan.
"Nona Aiko, kurasa semua barang yang tadi kuberikan bisa mengkompensasi benih misterius yang anda berikan ini." ucap adam kepada Aiko.
"Itu lebih dari cukup, aku tidak mengharapkan menerima lebih dari itu." ucap Aiko menjawab adam.
Memang jika dia mengetahui nilai sejati dari benih Pohon Kehidupan dia tidak akan berbicara seperti itu, sebab kompensasi yang diberikan adam juga terbilang masih kurang sekali.
Di satu sisi benih Pohon Kehidupan yang dia berikan kepada adam, tidak berguna baginya karena dia tidak mengetahui cara pakai dari item tersebut, membuatnya berpikir itu adalah satu-satunya cara menarik perhatian adam.
Sejak dari pertemuan mereka di kediaman Jun dan saat dia melihat Black Dragon Ring dihari itu, cincin tersebut juga menjadi perhatiannya.
Sudah beberapa kali Keiko melaporkan kepadanya adam tidak berniat bertemu dan membahas masalah itu, sehingga dia tahu uang bukanlah yang bisa menarik perhatian adam.
Sementara itu menurutnya, bagi seorang penempa seperti adam hanya item langka saja yang dapat membuat dia tertarik jadi akhirnya dia menyerah kepada benih pohon kehidupan yang sudah diwariskan keluarganya dari dulu.
Sedangkan untuk adam dia membawa Aiko bertemu malam itu adalah untuk membahas dan memberikan cincin Black Dragon Ring tersebut kepada Aiko dengan harapan gadis tersebut dapat merahasiakan cincin itu.
Namun tak dia sangka Aiko malah memberikan nya benih pohon kehidupan, bagi adam jelas kesempatan yang tidak bisa dia lepaskan begitu saja.
"Dasar Samp4h!! Dia kira siapa dirinya berani mendekati Aiko." ucap pria yang tadi melangkah keluar dari bar.
Pria itu adalah Isuma Ija, anak bungsu dari ketua Klan Ija. Dia terlihat tidak senang kepada adam yang sedang berbincang bersama Aiko.
Malam berlalu semakin larut, angin dingin membawa daun dari pohon Sakura abadi berterbangan, salah satu daun nya mengenai Aiko.
"Maafkan aku nona Aiko."
Ucap adam sambil memandang Aiko yang kemudian dengan cepat tangan nya mengambil daun yang berada di rambut Aiko.
"Eh,."
Gadis itu tidak melanjutkan kata-katanya, muka nya sekarang menjadi merah merona dan terlihat sedikit malu memandang adam.
Kejadian itu tidak hanya dilihat oleh Isamu tapi juga dilihat oleh Near dan Keiko yang segera menyusul mereka ke taman penginapan naga hitam.
"Aiko apa yang sedang kalian berdua lakukan?" ucap keiko memecahkan suasana canggung tadi.
Akibat datang nya keiko dan juga near, Aiko dan Adam menghentikan pembicaraan mereka.
"Kami hanya berbicang masalah ini dan itu." sang gadis sekarang kembali ke dirinya yang dingin dan serius.
"Ini dan itu, apa maksud mu?" ujar keiko lagi.
"Tak perlu diketahui, sebaiknya kita pergi dari sini."
"Adam terima kasih atas bantuan mu sebelumnya."
ujar Aiko kepada adam sebelum meninggalkan nya berdua dengan near disana.
Jelas suasana disana menjadi semakin dingin karena kepergiannya yang acuh tak acuh, bagi adam dia tidak menanggapi itu dengan serius, bagaimana pun dia sudah mendapatkan benih pohon kehidupan dan jelas adam menjadi sangat senang juga tidak sabar bereksperiment secepatnya.
__ADS_1
Bahkan adam tidak memikirkan Aiko sekalipun gara-gara benih pohon kehidupan itu. Dengan cepat dia juga meninggalkan near dan kembali ke kamarnya.
**
Keesokan harinya semua orang bersiap di depan penginapan naga hitam, orang-orang melihat Guild Sphinx yang menggunakan pakaian full armor dan persenjataan lengkap mulai merasa tertarik dan ingin mengetahui apa yang akan mereka lakukan.
Bagi sebagian lagi mereka hanya melihat anggota-anggota guild tersebut apalagi ini pertama kalinya bagi mereka melihat Aiko yang menggunakan pakaian zirah full armor.
Sementara untuk para pria mereka bahkan hampir lupa bernafas melihat Aiko yang terlihat sungguh cantik.
Rambutnya yang hitam mengkilap dengan panjang yang mengikuti punggung, wajah putih yang berbentuk oval sempurna sangat mulus juga tampak memantulkan keanggunan.
Lekuk tubuhnya sempurna memanjang dan membentuk seperti Pegunungan Adama, saat kabut dingin menyelimuti di pagi hari disertai cahaya matahari membuat pengunungan itu terlihat menyimpan misteri dan kekaguman semua pria.
"Wah aku baru melihat Nona Aiko yang memakai zirah ternyata lebih menawan."
"Zirah itu tidak menutupi lekuk tubuhnya, tetapi malah membentuknya dengan sempurna."
"Kakinya yang panjang sungguh serasi dengan Zirah dan Boots nya yang berwarna perak kebiruan"
"Wajahnya hari ini tampak berseri dan terlihat lebih cantik."
"Aku ingin bergabung dengan Guild Sphinx."
"Biarpun jadi pelayan Nona Aiko aku rela asalkan diterima di Guild Sphinx."
Semakin banyak orang yang berkumpul di depan penginapan naga hitam pagi itu karena tertarik melihat Aiko, mereka bahkan mulai bergosip.
Bahkan anggota guild nya saja terlihat terkejut saat pertama kali melihat Armor baru yang dipakai Aiko.
Deputy mereka itu hari ini memakai armor dari bahan Mythril berwarna perak kebiruan. Aura yang dikeluarkan oleh armor tersebut membuat mereka semua tercengang.
Bagaimana tidak semua petinggi guild Sphinx saja paling hanya menggunakan satu sampai dua potong armor yang berada ditingkat Harta Karun Nasional.
Ketua Guild mereka pun hanya memakai 3 lembar armor yang bisa disamakan dengan armor itu, tapi Aiko memakai 1 set serupa sebanyak 5 Pasang. Helm, baju, celana, sepatu, gelang.
Belum lagi pedang yang dia gunakan aura cahaya es dan api keluar dari ganggang nya mengelilingi pedang itu. Membuat semua orang iri sekaligus takut.
ujar Keiko berbisik sambil menatap cincin Naga Hitam dijari manis Aiko.
"Kuharap kamu bisa menyimpan rahasia, jangan memberitahu siapapun masalah ini." jawab Aiko.
Tidak beberapa lama mereka berbincang, Near dan Adam bergabung di kerumunan itu. Jelas saja semua orang tertarik melihat penampilan Near yang berlevel tinggi juga berparas cantik. Namun, mereka bahkan tidak melihat adam yang membawa tas besar terbuat dari kulit dibelakang nya.
"Hey Isamu apakah dia yang kamu maksudkan malam tadi.?" seseorang berbisik ke arah Isamu.
"Tetap awasi dia kalau terpisah dari grup segera bunuh saja, tapi ingat jangan meninggalkan jejak, buat seolah-olah dibunuh oleh monster." ucap Isamu memandang adam dengan penuh amarah.
**
Tidak beberapa lama rombongan itupun meninggalkan kota air mata, sepanjang perjalanan terlihat padang rumput luas membentang, juga ada beberapa hewan siluman sedang menikmati rerumputan disana.
Party mereka berjumlah dua puluh dua orang dan semua job juga dibagi rata ke beberapa party kecil, karena adam masih berada dibawah level 30, jadi dia di ikutkan ke party para pembawa barang dan perlengkapan tim.
Setelah berjalan sekitar satu jam dan membersihkan beberapa monster di area dalam hutan hiros, mereka pun mencapai pintu dungeon itu. Disana terlihat ada sekitar lima grup besar juga seperti mereka.
Diantara grup itu terlihat Tuan muda Wei yang sebelumnya pernah menawarkan bantuan kepada Aiko untuk bergabung bersama mereka dengan Map ditangan nya, tuan muda itu jelas percaya diri karena selain memiliki map dia juga menyewa dua orang guide dari Guild Zone of God yang sebelumnya berhasil keluar dari lantai 1 bersama dengan Jun.
"Hey lihat Guild Sphinx tiba, tampaknya mereka juga akan melakukan pembersihan disini." ucap seseorang dari Guild Guilotine.
Selain Guilotine ada beberapa guild lagi yang ikut menyerang dungeon tersebut hari ini mereka adalah Guild Phoenix, Charlote, Celtic, dan Zone of God dibawah party tuan muda Wei.
"Tampaknya Putri Es semakin cantik saja dan juga Keiko tubuh nya makin seksi tidak kalah seksi dari Putri Es."
"Kalau saja Guild kita berkerjasama dengan Guild Sphinx, kita bisa satu party dengan Putri Es."
Suasana didepan Dungeon Hutan Hiros semakin ramai, dari semua pria disana jelas menatap Aiko yang terlihat semakin cantik memakai zirah perak sekelas Harta Karun Nasional.
"Hey Aiko banyak pria memandang kita, sebaik kita bergabung dikerumunan Guild, mereka membuat ku semakin tidak enak berdiri disini." ucap Keiko.
__ADS_1
Tapi gadis itu hanya diam saja dan tidak menanggapi Keiko, mata nya tertuju pada jalan yang mereka lewati sebelum nya. Keiko makin curiga melihat tingkah Putri Es.
"Aiko jangan bilang kamu sedang khawatir menunggu adam yang berada dibelakang dengan para pembawa barang." ucap Keiko.
"Aku tidak khawatir kepada adam, yang ku khawatirkan adalah pasokan kita yang bersama tim itu."
"Jika mereka tidak diamankan dengan baik, nasib kita didalam nanti bisa berantakan." ucap Aiko dingin.
Memang Aiko pun tidak terlalu memikirkan adam, yang dia pikirkan adalah pasokan sumber daya mereka nantinya.
Tak beberapa lama, tim pembawa pasokan itupun datang ditemani oleh tim kecil Isamu, mereka melaporkan ada serangan Serigala Iblis tadi yang membuat tim itu terlambat datang.
Saat melihat adam yang berada dilevel rendah semua yang ada disitu meremehkan nya, bahkan tidak sedikit yang mengatai adam.
"Wah sangat beruntung sekali Guild Sphinx membawa slime lambat berlevel rendah ini untuk mengangkut barang mereka." ujar seseorang dari party tuan muda wei.
"Itu bukan Slime dia bahkan tidak akan bisa melawan slime karena levelnya, jika dia tidak menjilat ke Putri Es mana mungkin dia bisa masuk ke party itu." ucap tuan muda wei.
Akibat provokasi tuan muda wei, banyak petualang berlevel tinggi semakin marah dan kesal dalam hati mereka, seorang seperti itu hanya akan menghambat party Guild Sphinx, bahkan di guild mereka saja, mereka semua memberi syarat ketat untuk level anggota yang bisa masuk ke dungeon.
"Ku kira Putri Es orang yang pintar dan sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan, tapi tak disangka bahkan membiarkan orang tak berguna bergabung membawa barang nya."
Semakin lama mereka semakin memojokan adam, bahkan Near saja sudah hampir kehilangan kesabaran mendengar ocehan mereka, bagi near yang memiliki level 100 sebenarnya sangat mudah membunuh orang-orang itu, selain senjata yang dimiliki nya berada di Rank Legendary kekuatan Near juga sudah menembus tingkat tinggi.
"Kalian keterlaluan, dia adalah anggota party kami jadi sebaiknya kalian urusi urusan kalian saja."
Ucap megumi meneriaki kerumunan itu.
"Oh Fire Mage, kenapa kamu marah kami hanya memberitahukan kebenaran saja, lihat bahkan Putri Es saja tidak menjawab karena dia tahu yang kami katakan adalah benar." ujar Tuan muda wei lagi.
"Kamu.."
Megumi menghentikan ucapan nya karena adam tiba-tiba memegang pundak megumi, dia menggelengkan kepala nya kearah megumi tanpa berkata-kata.
"Hey lihat samp4h itu bahkan berani memegang pundak Fire Mage, apakah dia bosan hidup."
Fire mage adalah julukan yang diberikan kepada megumi, dulu saat dia dilevel 30, megumi pernah meratakan 30 siluman serigala bertanduk seorang diri, tempat nya bertarung pun dipenuhi api-api yang membakar segala yang ada disitu, termasuk mayat siluman serigala, sehingga julukan itu melekat pada nya.
Selain berbakat, megumi juga adalah gadis yang cantik, namun. Pamornya memang masih kalah dengan Putri Es dan Keiko, sehingga jelas semua orang disana menjadi makin marah kepada adam.
Selain megumi sebenarnya anggota party Guild Sphinx juga banyak yang merasa kasihan kepada adam karena mendapatkan penghinaan seperti itu, mereka juga hampir saja meledak untuk membantu adam. Tapi mereka menahan diri akibat Isamu yang mulai ikut-ikutan mengatai adam.
"Hey pembawa barang, sebaiknya jangan menganggap dirimu spesial karena Aiko membantu mu, jika kamu tidak becus nanti didalam, aku sendiri yang akan membereskan mu." ucap Isamu.
Kata-kata Isamu itu membuat Near menjadi panas, dia segera menyalurkan energi Qi miliknya bermaksud menyerang Isamu.
"Jika dia dikeluarkan dari Tim aku juga akan keluar, bahkan akan meninggalkan Guild ini."
Suara dari Putri Es itu terdengar dingin, namun mengancam, akibat nya ketua Guild Sphinx yang dari tadi hanya diam saja menatap Aiko penuh arti.
Sedangkan adam hanya menggelangkan kepala, bagi nya hinaan mereka seperti angin lalu, dia malah merasa pusing gara-gara pernyataan Aiko, karena jelas selain itu akan membuat iri semua orang, adam juga akan menjadi target kemarahan para fans Aiko.
Tapi bagi near mendengar itu, membuatnya mengurungkan niat membunuh yang sebelumnya ditujukan ke Isamu, Aiko jelas memperhatikan sikap near itu sebelumnya, karena itulah alasan nya memecahkan keributan itu dengan kata-kata deklrasi.
Suasana hening terjadi beberapa menit akibat deklarasi Aiko, dan tidak lama tim-tim itu memasuki dungeon Hutan Hiros satu-persatu. Termasuk Guild Sphinx yang masuk terakhir.
"Selamat Datang di Dungeon Hutan Hiros."
"Para Petualang yang Perkasa, suatu kehormatan bisa menjadi saksi bagi kalian hari ini."
"Kalian diberikan Waktu tiga bulan untuk membersihkan Lantai 1, jika tidak maka akan ada Finalty."
"Jadi Ku ucapkan, Semoga Beruntung."
***
Halo Pembaca,
Terima Kasih sudah menyukai Karya ini, tetap Like dan Vote untuk mendukung Author.
__ADS_1
Thanks XL