
Malam itu dilalui Adam bersama party kecil itu dengan aman, melanjutkan perjalanan mereka di pagi hari akhirnya mereka tiba di Desa Nelayan yang terlihat mencekam di pinggir pantai.
Desa Nelayan tersebut terlihat hampir sama dengan desa nelayan yang berada di daerah lain, perbedaan yang ada adalah jika desa nelayan lain dipenuhi manusia dan bangsa-bangsa spesies lain penghuni Eden. Desa ini pengecualian karena sepanjang desa hanya terlihat rumah berdinding anyaman bambu beratap daun yang di isi oleh monster-monster tengkorak bangsa undead.
Monster-monster itu adalah pasukan penjaga makam yang berada di dekat pantai permata sebelah utara Desa nelayan, Sebelum menjadi terbengkalai seperti itu desa ini adalah desa makmur karena posisi geografis yang memang berada di sebuah teluk, dimana terdapat banyak tanaman dan biota laut disana membuat lokasi ini kaya akan ikan berbagai jenis.
Suatu saat seorang nelayan menemukan mutiara laut sebesar sebuah bola kristal dibalik tubuh sebuah kerang raksasa, mutiara laut itu berwarna hitam mengkilap. Bersama dengan Mutiara yang diletakkan di tengah desa itu terjadi juga pergerakan aneh dari monster-monster di sekitar pantai permata yang berada lebih dekat di sekitar Dungeon Pulau Permata. Karena itulah sama seperti di pantai permata monster-monster tengkorak muncul disana.
“Sebaiknya, kita melakukan camping di sini.” ucap Eiko yang memberi perintah.
Posisi mereka sekarang berada sekitar 100 meter dari Desa Nelayan, memang di sekitar luar desa itu terdapat banyak monster tengkorak, tetapi posisi monster-monster itu berada jauh dari radius mereka. Monster tengkorak disana terlihat memegang pedang di tangan kanan dan perisai di tangan kiri mereka layaknya para petualang.
Akibat Adam yang meminta tanda Ketua Party grup itu mereka yang sudah selesai melakukan persiapan tidak juga bisa bergerak sekarang.
Dalam perdebatan kecil itu Adam menuntut mengambil pimpinan party tersebut dari Eiko, gadis itu memang terlihat biasa saja melihat tingkah dari Adam sedangkan anggota lain hanya menurut, hanya Yoav saja yang menolak diperintah oleh Adam.
Sistem yang mereka miliki sekarang lebih canggih dari pada sistem gelang DOT, sebab selain memiliki fitur dapat menghidupkan orang yang sudah mati, mereka juga memiliki fitur yang dapat memberikan status HP dan MP bagi para anggota party yang ada bersama dengan mereka.
Jadi adam bersikeras ingin memimpin party itu agar lebih mudah memantau HP dan MP kawan-kawan satu party, karena dia yang menciptakan sistem tersebut jelas dia mengetahui kelebihan dan kekurangan gelang DOD, tanpa status ketua party informasi detail lain tidak bisa dia keluarkan dan lihat.
Dengan aba-aba yang diberikan Adam Mereka pun mendekati area Desa nelayan dengan berhati-hati.
“Baiklah ayo gunakan Blessing masing-masing, Yoav, Eiko, Karen dan Elise, kalian semua terbang setinggi lima meter diatas Amam.” ucapan Adam mengejutkan mereka.
“Untuk Elise Karena kamu berlevel paling rendah sejak awal gunakan Skill Blue Ball milik mu dari udara dan sejak awal gunakan Amulet Manna yang sudah kuberikan tadi malam.”
“Sedangkan untuk Yoav gunakan juga skill Barrage of Arrow agar dapat memberikan hujan panah terus menerus” ujar Adam lagi menambahkan.
"Maaf tunggu dulu aku masih tidak setuju kamu yang memimpin party ini."
“Dan lagi perintah mu tadi, apakah kamu mengetahui skill Ultimate archer itu tidak bisa digunakan terus menerus, kekuatan dari skill itu akan berakhir nanti jika monster yang dibunuh juga sudah mati, jadi kita harus menunggu lagi 30 menit sampai skill ini cooldown.” Yoav bertanya heran yang dimaksud Adam seolah Adam tidak mengetahui dasar skill archer tersebut.
“Aku tahu dengan jelas masalah itu, karena itu ku minta kamu memberikan skill tersebut ditujukan kepada Amam tanker kita.”
“Bukan kah itu bisa membunuh Tanker kita, kamu sudah gila, sejak awal kamu tidak memiliki pengalaman melakukan grinding, kamu hanya cocok untuk menempa.”
Yoav jelas marah dan geram mendengar Adam sebelum sedikitpun Adam bisa menjelaskan tujuan yang dia inginkan tersebut.
“Begini, apakah kalian tahu kegunaan lain dari gelang DOD?,” Adam bertanya ke semua orang tetapi dia menatap archer berambut panjang tersebut.
“Karena tidak ada yang menjawab akan ku beri tahu, Jika dulu kita salah menyerang dapat menyebabkan seorang teman party kita terkena skill bahkan mungkin membunuh mereka.”
“Tetapi karena gelang DOD ini semua efek itu akan dihilangkan akibat ada sedikit penghalang sihir yang terdapat di gelang tersebut yang terhubung satu dengan yang lain, asalkan orang tersebut tidak berada di jarak yang cukup jauh dengan kita, mungkin sekitar 20 meter.”
"Itu juga berguna untuk party diluar kita tanpa gelang asalkan mereka bergabung bersama party kita mereka akan terlindungi blessing ini"
“Jadi saat kamu menyerang Amam maka akan tercipta skill penghalang yang memuntahkan semua efek hit dari skill itu bisa dibilang dia akan menerima status kebal, sehingga cukup aman dilakukan.”
“Kamu tidak berbohong kan?” Amam terlihat meneguk liur sambil memandang Adam, dia tahu benar menakutkan nya skill hujan panah Yoav.
Tanpa melanjutkan penjelasan Adam yang tidak ingin membuang waktu berharga begitu saja terlihat segera berlari kencang ke arah para monster-monster disana, Monster tengkorak Desa Nelayan berlevel 55 sedangkan Adam hanya berlevel 45.
Dalam sebuah party yang ditugaskan menarik monster adalah job jarak jauh atau range atau seorang tanker yang memiliki HP tinggi, tapi mereka bingung melihat Adam yang berlari cepat menuju lautan monster.
Dengan gesit Adam menghindari tebasan para monster-monster tengkorak tersebut, 10, 20, 40, 80, 160, 300 dia menarik monster disana sebanyak tiga ratus monster sekaligus, jelas saja mereka semua terkejut saat ingin membantu Eiko mengeluarkan sebuah golem batu raksasa dari skill tame miliknya untuk membantu TB.
“Jangan ke sini tetap ditempat dan lakukan semua yang sudah diberitahukan tadi.”
“Bersiap, mereka datang.” seruan dan peringatan Adam membuat mereka menjadi panik.
Melihat lautan monster tersebut mereka semua segera memberikan Blessing yang terlambat, sedangkan Elise karena ada Karen jadi dia tidak memberikan Blessing sebab level blessing miliknya masih berada di tingkat bawah.
Elise dengan cepat menggunakan Skill Blue Ball, skill tersebut dapat memberikan perlindungan magic barrier kepada semua anggota yang berada di radius 10 meter dari sang Healer sehingga membuat defense fisik dan defense magic mereka bertambah, selain itu juga dapat memberikan Heal terus menerus sampai Manna Healer tersebut habis.
“Mereka datang bersiap.” teriak Adam dari jarak 10 meter dari mereka.
__ADS_1
Yoav dengan cepat terbang di ikuti yang lain dan menggunakan skill archer miliknya yaitu Barrage of Arrow, dengan segera hujan panah muncul dari sirkuit sihir didepan Busur milik Yoav.
Hujan panah tersebut sangat kuat sebab Yoav berada dilevel 76. Sedangkan Amam hanya pasrah saat skill tersebut hampir mengenai tubuh tanker tersebut. Sementara anggota lain sudah menjauh dari tadi.
“Lion Road.”
Peng..!! Peng..!! Peng..!!
Suara benturan logam berbunyi keras saat ratusan tengkorak itu sudah berada dalam jangkauan Amam. Tengkorak-tengkorak itu semua terdiam terkena skill Stun yang diberikan Adam.
Amam yang terkejut tadi karena skill hujan panah Yoav diarahkan padanya sekarang tersadar karena skill itu benar-benar tidak berefek padanya, segera dia mengeluarkan Skill Sinking Ship yang menyedot ratusan tengkorak itu, monster-monster tersebut tersedot mendekati dia sedangkan saat semua orang terdiam, Adam menghantam semua tengkorak ber level 55 tersebut bertubi-tubi dengan skill area.
“Jangan diam saja, Cepat bantu nanti mereka sadar, Daren berikan sekali lagi skill Lion Roar”
Dengan cepat mereka semua menuruti semua perintah Adam dan memberikan serangan demi serangan kepada gerombolan monster tengkorak itu, Dengan Dua kali Skill lion Roar dapat membuat monster-monster tersebut berhenti selama 12 detik, mereka dengan cepat menguras HP dari gerombolan monster tersebut.
Sedangkan Eiko segera memberikan skill blessing reflect kepada Amam yang menahan semua serangan tersebut, membuat monster-monster yang sudah sadar itu saat memukul perisai Amam menerima efek balik serangan mereka sendiri, jika mereka memberikan serangan sebanyak -100 per pukulan maka efek balik yang mereka terima -50 akibat skill blessing job FX Eiko tersebut.
Memang HP Amam hanya sekitar 9.000 saja saat itu dan ada sekitar 300 monster tengkorak yang sedang memberikan hit terus menerus, sehingga jika dihitung sekali pukulan tiga ratus monster itu berkisar diantara tiga puluh ribu hit dalam sekali serang, tapi karena efek Aksesoris Belt yang diberikan Adam dapat mengurangi serangan diterima sebesar 30%, sedangkan Hindaran mereka semua juga berada diantara 50% lebih karena efek buff Yoav dan Arak Darkwine Wood, belum lagi efek dari Blue Ball yang diberikan Elise membuat Amam hanya menerima sekitar -900 per hit saja sekarang dari monster-monster itu.
Sempat membuat satu tim party mereka terkejut karena yang mereka lakukan efektif, sekarang Adam mengganti dual blade miliknya tersebut menjadi tombak, udara di sekitar monster-monster itu menjadi dingin dan mereka semua membeku karena skill Freezing Edge yang dia keluarkan, memberikan Amam waktu memulihkan HP lagi dan membuat monster-monster itu kembali diam tidak bisa bergerak.
Setelah mengeluarkan skill Freezing Edge yang adalah skill ultimate warrior tombak Adam mengubah sekali lagi senjata miliknya menjadi pedang dan mengeluarkan skill ultimate dari warrior pedang, Kali ini hujan pedang yang keluar dari ketiadaan dan menghujani monster-monster yang membeku tersebut.
“Myriad Sword”
Terkejut karena permainan Adam yang cukup cepat membuat Daren tidak ingin kalah dia mengeluarkan semua skill area milik warrior Kapak, juga ditutup oleh skill Ulti warrior kapak.
“Heaven Flame”
Segera Muncul Ular Naga yang kuat dari ketiadaan berbentuk seperti api yang menyala-nyala mengitari pasukan monster tengkorak tersebut, hanya dibutuhkan sekitar 50 detik lebih bagi mereka semua membunuh 300 lebih pasukan monster tengkorak itu. Meninggalkan ratusan dropan yang dapat menyilaukan mata para petualang.
Beberapa kali juga terlihat kilauan cahaya yang menandakan bahwa seseorang itu telah naik level, Bar exp mereka naik dengan cepat, efek tersebut hanya bisa mereka dapatkan jika menyelesaikan Quest setingkat Epic atau sudah melakukan Grinding selama satu minggu.
Cara Grinding yang mereka lakukan selama ini adalah sebuah party kecil akan menarik sekitar 2-3 monster saja sekaligus dan seorang tanker atau bestial yang akan menjadi TB, sedangkan exp yang mereka terima jelas akan dibagi ke seluruh anggota party tersebut, jadi tidak banyak yang bisa mereka lakukan.
“Ini luar biasa, baru kali ini aku melihat teknik grinding yang seperti ini.” Eiko kegirangan.
“Benar, Adam ini luar biasa.” ucap Elise yang sudah naik 2 Level sekaligus dalam sekali tarik.
“Kenapa kalian meragukan ku, teknik ini Ketua sendiri yang mengajarkan jadi aman.” ucap adam menjawab.
“Jika kita mati secara tidak sengaja pun kita masih bisa hidup dan mengulang lagi, jadi apa sebenarnya yang kalian takutkan?”
Mendengar perkataan Adam semua itu masuk akal sebab, selama ini teknik tersebut tidak berani mereka lakukan karena mereka semua takut kematian. belum lagi karena kualitas equipment mereka yang dibawah rata-rata sebelumnya, jadi tidak mungkin menghajar monster-monster sebanyak itu. belum lagi dengan adanya dua orang warrior dan satu archer yang terus menerus memberikan hit dan stun bergantian akan lebih cepat menggilas semua monster tersebut.
“Mob, teknik ini bernama Mob” Yoav terkejut.
“Kamu Adama Naoki? anak Peor dari Klan Bay, benarkah?”
Pertanyaan Yoav itu membuat Eiko terkejut sebab hanya dia yang mengetahui rahasia itu, sedangkan Yoav dia tidak mengetahui bahwa Adam adalah anak Bet dan Peor dari Klan Bay, bahkan Jun dan Paman Bay saja tidak diberitahukan.
Dia mengingat teknik grinding seperti ini hanya pernah dia lihat sekali saat bersama Peor jadi jelas dia ingat teknik ini, Peor yang memiliki kondisi khusus dalam tubuhnya, membuat dia dapat mengeluarkan skill pasukan bayangan seperti Near sebab itu dia tidak takut untuk menjadi TB dulu.
“Yoav sudah ku bilang Ketua Guild yang mengajarkan teknik ini, hanya karena nama kami mirip bukan berarti aku orang yang sama, sebaiknya bantu aku segera mengambil dropan-dropan ini.”
“Untuk Elise tetap ditempat dan jangan batalkan skill milikmu”
“Kita akan kesusahan melanjutkan nanti jika harus menunggu skill itu cooldown dulu.” ucapan adam dengan tenang.
Adam, Daren dan Amam terlihat sedikit kesusahan mengambil ratusan fragment-fragment eden dan item-item sihir lain yang sekarang berserakan tersebut.
“Kamu memiliki utang penjelasan kepada ku.” ucap Yoav yang segera turun dari udara dan segera membantu mereka mengambil dropan-dropan tersebut.
“Oke sekarang kalian semua belum memberi ku Buff tadi, apa kalian mau aku mati?” ujar Adam lagi.
__ADS_1
“Haha kalau mati kan bisa hidup lagi.” ucap Amam yang sekarang terdengar sangat santai.
“Kalau kamu ingin mati akan ku usahakan” ujar Adam menjawab Amam dengan dingin.
Amam hanya kembali terdiam mendengar Adam lelucon adam yang tidak lucu, walaupun dia pernah mati sebelumnya tapi siapa yang ingin mengulangi hal tersebut, selain kehilangan ingatan di masa lalu dia juga kehilangan banyak EXP saat itu, sehingga membuat dia sulit untuk menaikan level beberapa waktu lalu.
Alasan itulah mengapa dia bersama Daren ingin melakukan camping di desa nelayan, karena Daren juga merasa bersalah dengan Amam yang meninggal saat itu sehingga dia juga sudah membangun hubungan pertemanan dengan Tanker ini.
“Kalian Sedang apa, cepat bersiap.” teriakan Adam membangunkan mereka semua yang sedang memetik dropan-dropan yang berada diatas tanah itu.
Kali ini sekitar 300 lebih lagi monster tengkorak yang ditarik Adam, jelas mereka linglung karena baru berselang 1 menit dari kejadian tadi Adam sudah membawa monster lagi, tetapi karena sudah tahu tugas masing-masing jadi mereka semua segera mengisi tempat-tempat awal mereka dan melakukan Mob untuk kali kedua.
Selang beberapa jam, semua orang kali ini sudah naik level beberapa kali dan Yoav hanya sekali saja, sedangkan yang berada dilevel lebih rendah dari dia rata sudah berada di kisaran level 53, Amam sekarang berada di Level 55 hanya 5 level saja naik dari level awal.
Pembagian EXP yang paling adil ini dilakukan Sistem Dewa Utama dengan memperhatikan level Anggota Party, jika ada anggota party yang memiliki level lebih kecil maka merekalah yang paling banyak menerima pembagian exp tersebut.
Paling hebat lagi adalah efek makanan yang sudah dibuat Adam. Makanan tersebut memberikan efek Experience meningkat 2,5% itu artinya EXP yang mereka dapatkan sudah sebanyak 5% meningkat dari normal karena aksesoris belt juga memberikan efek exp meningkat sebanyak 2,5% membuat party ini lebih cepat menyedot experience dari monster-monster itu.
Mereka semua terus melakukan Mob Grinding tanpa memperhatikan sekitar.
**
“Hey lihat apa yang dilakukan anak-anak dari Guild Horizon itu? apa mereka mencari mati membawa monster sebanyak itu untuk di grinding”
Belasan orang di party lain yang juga sedang melakukan grinding di sekitar area Desa Nelayan jelas dapat melihat party kecil Adam dari kejauhan, awalnya mereka semua meremehkan party ini, mereka hanya tertarik melihat alat terbang yang dipakai oleh beberapa anggota party Adam yang sekarang sedang terlihat terbang diatas anggota yang lain.
“Seandainya aku bisa terbang seperti itu pasti akan lebih aman melakukan heal, sebab monster tengkorak itu tidak bisa terbang.” ucap seorang Cleric yang sekarang melihat Elise dengan tatapan iri.
“Sudah paling-paling mereka mat..”
Suara tanker tersebut seperti tersedot sesuatu dia tidak bisa melanjutkan perkataannya.
Mata semua orang membelalak hampir keluar malah saat Adam mulai mengeluarkan skill Lion Road yang di ulangi, dengan skill-skill area lain disambut oleh Daren dan panah dari Yoav, belum lagi skill-skill anggota party yang lain dan skill menarik lawan yang membuat monster fokus kepada tanker.
“Kombinasi mereka luar biasa, monster tengkorak itu tidak bisa bergerak sedikitpun”
“Ketua party apakah kita akan melakukan hal serupa”
“Tidak, itu terlalu berbahaya”
Selama setengah hari mereka akhirnya terus memperhatikan tim party Adam melakukan Mob di area desa nelayan, karena banyak orang berkumpul disana, makin banyak pula yang memperhatikan kejadian tersebut dari jauh dan mulai berdatangan ke tempat itu.
Walau jarak mereka cukup jauh dari tempat hunting anggota guild Horizon, mereka bisa mengetahui bahwa itu adalah anak-anak Guild Horizon sebab Wing of Talus yang mereka pakai, jadi selain melihat sayap terbang tersebut mereka juga akhirnya terpaku melihat teknik yang dilakukan party Adam itu.
“Aiko lihat banyak orang berkumpul disana.”
“Apa yang sebenarnya mereka lakukan?” ucap Keiko yang penasaran.
“Sebaiknya kita segera menuju kesana melihat yang terjadi.”
Saat Party Putri Es berada di kerumunan orang itu mereka juga akhirnya dapat melihat Adam dan Anggota Horizon lain yang sedang melakukan Mob Grinding di area tersebut, jelas Putri Es menjadi takjub kembali dengan teknik baru tersebut. Belum lagi semua orang dapat melihat hanya dalam setengah hari mereka sudah naik beberapa level dengan mudah.
“Mari kita kesana, jangan membuang waktu lagi, hari sudah hampir gelap.” Ucap putri Es tersebut kepada anggota party miliknya.
Melangkah menuju party guild horizon membuat mereka harus melewati kerumunan orang-orang itu tapi tak ada kesulitan bagi mereka, sebab saat Putri Es tiba semua orang bahkan secara otomatis memberikan jalan dan membuka jalan bagi party mereka.
Hari ini adalah hari bersejarah bagi para petualang di Dunia Eden, sebab teknik Mob Grinding nantinya akan menyebar dan dipakai semua orang untuk Leveling bahkan untuk melakukan penggerebekan di Dungeon sekalipun.
Jika ada yang ingin bergabung melakukan party Mob maka nantinya mereka akan bertanya kepada party yang sudah terlebih dahulu menguasai spot daerah monster spawn, tanpa mengetahui asal dan mengapa teknik tersebut dinamai seperti itu.
“Bisa kah kami ikut melakukan Horizon Mob bersama kalian?”
————
Halo Pembaca,
__ADS_1
Like, dan Komentar ya, Vote seadanya saja – se ikhlas nya saja. Maaf jika ada Typo atau arti kata yang salah pada tempat seharusnya.
Thanks XL