
Azeroth berhasil menarik semua perhatian para Tetua yang hadir bahkan Shiro sekalipun tidak mengira, strategi yang mereka gunakan adalah mengeluarkan sesuatu yang lebih bagus kualitasnya dari yang mereka miliki.
Tampak ditengah ruang pertemuan itu Azeroth menjelaskan dengan rinci Dimensi Inventory Bag, yang kegunaannya hampir sama dengan Cincin Dimensi yang mereka keluarkan sebelumnya.
Melihat itu Leon menjadi sangat khawatir para Tetua Klan yang sebelumnya sudah memihak dia berpaling kembali, sebab dia tahu tetua Klan itu sebagian dari mereka bukan lah orang yang setia, tetapi mereka lebih mementingkan keuntungan semata.
“Sekarang selain Inventory Bag ini, kalian dapat melihat 2 Produk lain lagi..” ucap Azeroth sambil memasukan semua benda sebelumnya dan mengeluarkan 2 item sihir baru.
Wuuzzzhhh..!!!
Benda yang dia keluarkan kali ini adalah 1 set Armor Plate Ligth Job Assasins Rank A, untuk mereka yang berlevel 41 – 60, jelas menggiurkan bagi semua orang karena sekarang para petualang di Eden banyak yang berada ditingkat Rank B dan segera akan dipromosikan ke Rank A, dengan lonjakan itu jelas mereka bisa menarik minat para Ranker tersebut.
Selain itu Azeroth juga memperkenalkan Pills Pemulih HP dan Pills Pemulih MP, Pills MP berwarna Biru muda dan Pills HP berwarna merah terang, keduanya dapat memulihkan 20 MP dan 20 HP selama 3 Menit dalam setiap detik setelah berhasil diserap oleh tubuh. dan Cooldown pemakaian selama 60 Menit.
Melihat hal tersebut Shiro sekarang memutar otaknya, memang item-item tersebut juga ada yang mirip seperti yang diciptakan adam, dan sebenarnya akan mereka gunakan untuk meyakinkan lagi para tetua saat acara pemilihan besok, tapi sekarang yang ada dipikiran Shiro jika dia harus mengeluarkan Kartu-kartu As mereka hari ini maka besar harapan pihak lawan juga akan mengeluarkan sesuatu yang lebih lagi besok.
Shiro sadar bahwa kekuatan Guild Dandles yang berada dibelakang Azeroth bukanlah sebuah isapan Jempol belaka, Guild No 3 terbesar diseluruh Dunia itu bisa mempertahankan Eksistensinya pasti karena ada memiliki divisi yang mendukung mereka untuk perlengkapan dan Item Sihir, Namun. perhitungannya salah, kali ini dia tidak mengira bahwa sampai sebesar ini kekuatan divisi mereka.
Kali ini Shiro yang menatap Michelia perwakilan Guild Dandles itu dengan penuh tanya dan sedikit kekesalan karena tidak dapat memprediksi seperti ini.
Setelah tetua Azeroth menjelaskan kegunaan item tersebut masing-masing, terdengar suara seseorang yang ingin mengajukan pertanyaan..
“Bolehkah aku bertanya sesuatu.?” ucap suara misterius yang memecah keheningan semua orang yang berada diruangan itu.
Semua tetua dan tamu yang diundang mencari asal suara misterius itu, setelah beberapa saat, mereka baru bisa menemukan asal suara itu, terlihat seorang anak kecil dengan rambut merah berdiri di pojok ruangan berada didekat pintu masuk bagian timur.
“Adamm... apa yang kamu lakukan disini.?” ujar bet menegur anaknya itu.
Adam hanya tersenyum dan memainkan jari-jarinya layaknya anak kecil, sebelum menjawab ibunya tersebut, menurutnya dia masuk kedalam ruangan ini karena ruangan tersebut tidak ada orang dan dijaga pengawal, apalagi pintunya dibiarkan terbuka.
Memang karena pintu bagian timur tidak dijaga saat itu, jadi dia bisa masuk dan melirik kedalam.
“Para penjaga tadi terburu-buru dikumpulkan Kapten Hatori, aku tidak tau sebabnya.” ujar adam menjawab ringan.
“hahaha... anak muda apakah gerangan yang ingin kamu tanyakan.?” ucap azeroth yang sangat yakin terhadap kualitas item-item sihir yang dia punya.
“Tetua, dia bukan bagian dari pertemuan ini dia tidak diperbolehkan mengajukan pertanyaan.” ujar bet menjawab Azeroth.
Tapi azeroth yang merasa benar-benar yakin terhadap kualitas barangnya tersebut meyakinkan Bet tidak apa-apa dia mengajukan pertanyaan, dan juga dia suatu hari nanti akan menjadi bagian dari Klan.
Karena azeroth terlihat tidak keberatan maka para tetua yang hadir disana tidak ada yang membantah. sehingga adam pun dipersilahkan untuk masuk kedalam dan dia duduk disamping para tetua lainnya.
“Tetua aku meminta maaf sebelumnya, aku lihat barang yang tetua keluarkan itu sungguh menarik, jadi aku ingin melihatnya dari dekat dan bertanya beberapa hal mengenai itu, jika tetua memperbolehkan..?” ujar adam dengan polos menjawab Azeroth.
__ADS_1
“Owh benarkah ini menarik perhatianmu, jika sesuatu menarik perhatianmu pastilah sesuatu yang menarik, benar bukan? karena yang ku tau putra Peor hanya tertarik kepada sesuatu yang menarik baginya saja.”
ucap Azeroth yang terlihat merendahkan adam, karena dia yakin adam tidak bisa membuat sesuatu yang lebih hebat dari itu.
Adam maju kedepan dan meneliti benda-benda itu, sedangkan Bet hanya bisa menepuk jidatnya melihat hal itu.
Sedangkan Shiro sekarang melihat yang dilakukan adam dengan penuh selidik, karena malam tadi dia sadar bahwa adam bukanlah anak yang sesederhana itu, dia tahu bahwa ditangan adam ada cara memproduksi item-item sihir dengan kualitas tinggi tapi karena sesuatu alasan anak itu tidak ingin membeberkannya.
Jadi kali ini Shiro ingin melihat reaksi anak itu dan menilai bagaimana dia bertindak, seharusnya jika dia benar seorang yang seperti dipikirkan Shiro maka kedepan anak ini adalah aset yang berharga dan dia harus membangun hubungan baik dengannya.
Sama halnya dengan Shiro, perwakilan dari Guild Dandles Miss Michelia juga memperhatikan dengan serius apa yang akan ditanyakan oleh anak itu.
Saat semua mata tertuju pada adam yang sedang membolak balik item-item sihir itu dan memeriksanya dengan teliti, adam mengeluarkan Sebuah kacamata memakai frame dari bahan mythrill, kacamata itu berbentuk bulat, kemudian dia memakainya.
Semua orang heran dengan kelakuan anak itu setelah memakai kacamata yang dia pakai sebelumnya, terlihat adam berkali-kali merubah bentuk mulutnya terkadang berbentuk 0 dan terkadang memonyongkan mulutnya.
“sialan apa yang dilakukan anak ini, apakah dia meremehkan item-item yang kubawa ini.?” ucap Azeroth dalam hati.
Tidak lama setelah meneliti benda tersebut adam bertanya.
“Tetua Azeroth yang agung, apakah benar item ini terbuat dari kulit ikan siluman Fugu dari pesisir utara.?” ujar adam.
Michelia pun secara tidak sadar berdiri dari tempat duduknya, dia sangat kaget melihat anak itu dapat mengetahui bahan utama membuat Inventory Bag tersebut.
Tapi anak didepannya itu sudah membeberkan bahan utama dari pembuatan kantong magic tersebut, jelas membuatnya khawatir, dan sebelum Azeroth menjawab dia sudah memotong pembicaraan dan menjawab pertanyaan adam.
“Hahaha, Khayalan mu memang tinggi, tidak mungkin sesuatu seperti itu dibuat dari Kulit ikan Fugu.”
ucap Michelia yang membuat semua tetua kali ini memandanginya secara refleks.
sekarang semua pandangan tertuju kepada perwakilan dari Guild Dandles itu, dan Shiro kali ini tersenyum licik menatap Michelia seakan dia mengetahui sesuatu yang mencurigakan dari jawabannya itu.
melihat semua orang memandang Michelia, tetua Azeroth memecah keheningan sekali lagi.
“Ku kira kamu anak yang spesial, tapi harapanku padamu tampaknya terlalu tinggi.”
ucapnya dengan nada sedikit tinggi agar terdengar semua tetua yang ada diruangan itu, namun tetap berusaha terlihat tenang dan sopan.
“Sebaiknya tetua jangan berharap terlalu tinggi kepada seorang anak kecil sepertiku.” ujar adam yang tersenyum ke arah Azeroth dan langsung melarikan diri dengan mengangkat kedua tangannya seperti bentuk sayap burung dan berlari keluar ruangan.
Sikap adam itu membuat suasana menjadi sedikit ricuh, bagaimana tidak hampir semua orang dari mereka yang hadir disitu mengetahui bahwa adam memang anak yang tidak bisa diandalkan dan sekarang mereka melihat kelakuannya sesuai dengan kabar yang mereka dengar.
Sedangkan Calon Ketua Klan dihadapan mereka, Tetua Azeroth malah berharap tinggi kepada anak itu, dalam pikiran mereka awalnya memang mungkin dia hanya ingin menghormati kedua orangtuanya saja, tapi setelah dia memberikan item-item sihir itu untuk adam agar diteliti berarti Azeroth memang menilai tinggi kepada anak itu, tapi apa yang dia dapat katakan, anak kecil tetaplah anak kecil.
__ADS_1
Sebagian dari para tetua itu bahkan mencela yang dilakukan Azeroth, mereka yang sebagai tetua saja tidak semua diijinkan memeriksa item sihir itu, tapi hanya azeroth dan Michelia dan juga beberapa tetua yang berada dipihaknya saja yang tau alasan Azeroth melakukan itu.
Karena semua item sihir yang ditunjukkan Leon sebelumnya adalah buatan adam bahkan rahasia itu didapat mereka dari orang terdekat adam.
Setelah melalui beberapa pertanyaan terhadap kualitas dan kegunaan lebih rinci dari beberapa item itu, akhirnya mereka mengakhiri pertemuan hari ini, namun sebelum Bet menutup acara pertemuan mereka tiba-tiba dari Pintu masuk sebelah timur berlari seorang pengawal dengan wajah pucat.
“Apakah kamu tidak tahu sekarang sedang dilakukan rapat penting, kamu bahkan tidak mengetuk pintu masuk dan meminta ijin bertemu sebelumnya.”
ujar bet cukup marah karena dia sebagai tuan rumah merasa malu atas kelakuan bawahannya tersebut.
“Maaf Ketua, ada kabar yang mendesak harus kuberitahukan..” ucap pengawal tersebut.
Bet tidak habis pikir kabar apa yang begitu mendesak sampai harus menerobos masuk ke acara paling penting di Klan Bay.
“Cepat Katakan jangan menunda waktu lagi.” ujar Bet.
“Ampun ketua, Tambang Kristal kita telah diserang dan semua persediaan disana sudah diambil para perampok dan juga.”
ucap pengawal itu semakin pucat dan tidak berani melanjutkan perkataannya, setelah melihat Bet yang sebelumnya marah sekarang urat diwajahnya sampai terlihat mendengar kabar itu.
“Dan apa cepat katakan..” Kali ini Bet yang terlihat tenangpun sampai berteriak.
“Wilayah Produksi Klan pun sudah disusupi dan sekarang semua benda yang ada disana sudah hilang dicuri.”
kali ini penjaga itu menjadi sangat takut setelah memberitahukan kabar kedua, sebab tidak hanya bet yang terlihat marah sekarang. namun, semua tetua yang hadir disana juga sangat marah.
“Lanjutkan ceritamu.” ucap leon memecah suasana.
Penjaga itu menjelaskan bahwa tadi saat pertemuan, terjadi serang diarea tambang kristal milik Klan mereka dan penyerangnya merupakan perampok berlevel tinggi sehingga sekitar 300 penjaga disana tidak bisa melawan, banyak dari mereka terbunuh, kemudian mereka meminta bantuan dari Klan.
Karen pertemuan ini dianggap penting dan mereka tidak ingin mengganggu pertemuan, maka mereka melaporkan kepada tetua Hatori yang menjaga di tempat produksi, dan Hatori membawa beberapa penyerang untuk mengejar para perampok itu.
Akibatnya penjagaan dibagian produksi sedikit longgar, namun tidak disangka ada kelompok perampok lain lagi yang menyerang kesana dan mengambil semua barang disana termasuk Mesin Cetak Kertas milik Klan.
Mendengar semua barang sampai kemesin dibagian produksi menghilang, Leon marah dan berdiri dari tempatnya kemudian ikut bergabung untuk melacak para perampok tersebut.
***
Halo Pembaca,
Like, Vote dan Komen
Thanks XL
__ADS_1