
Setelah berdirinya Divisi ke 13 yang menangani masalah publik dengan pemberitaan mereka. Keadaan Guild Horizon menjadi sangat sibuk. Ruangan yang sebelumnya di gunakan untuk membuat Potion di bagi menjadi dua. Setengah untuk produksi Potion, Racun dan Obat-obatan. Setengah lagi di gunakan untuk Produksi Koran Guild.
Koran ini menggunakan kertas ajaib dari beberapa ramuan dengan Tinta yang juga khusus. Bagian kertas itu diproduksi sangat tipis bahkan hampir transparan. Setiap bagian dicetak dengan beberapa Frame kemudian disatukan menjadi sebuah gambar yang tersusun bersama. Dengan sedikit sirkuit sihir maka semua itu dapat bergerak layaknya video. Tetapi durasi yang di keluarkan tidak bisa terlalu lama. Hanya sekitar 1-3 menit durasi.
Selain kabar mengenai Guild Horizon, disana juga di beritakan beberapa Masalah dan kegiatan Kota Air Mata, juga Map dan cara penyelesaian Dungeon Hutan Hiros lantai 1-2. Pada awalnya Koran ini dibuat dan dibagikan secara gratis, sekarang walaupun dijual orang akan membelinya belum lagi harga yang ditawarkan cukup murah.
“Xylene, bagaimana dengan Koran hari ini, apa yang kamu tuliskan disana?” sambil memegang sebuah koran yang baru dicetak. Pagi ini Jun menginspeksi kabar yang akan mereka keluarkan untuk Publik.
“Deputy, kami hari ini mengeluarkan metode cara penyelesaian dungeon Hutan Hiros lantai 2, beserta beberapa Iklan untuk penjualan Item yang akan serempak kita jual hari ini di Rumah Lelang Virtual Kuil Dewa Cahaya.” Xylene terlihat senang memberitahukan kabar tersebut kepada Jun.
“Hmm.. Tidak buruk, apakah sudah semua di selesaikan untuk pencetakan hari ini?” ucap Jun bertanya.
“Sudah, tinggal di distribusikan ke beberapa Toko di kota yang telah berkerjasama dengan kita.”
“Bagus, segera distribusikan Koran hari ini,” setelah memberi perintah, Jun terlihat menjauh dari Ruangan tersebut yang berada di belakang meja resepsionis.
Kondisi Aula Gedung Guild Horizon terlihat ramai kembali seperti biasa. Petualang yang hadir tidak lagi terlalu mempermasalahkan tentang kejadian yang ada. Bagi mereka memburu Guild lain dan menghasut yang lainnya untuk menghancurkan Guild Horizon adalah perbuatan yang tidak bisa diterima.
Trik yang dipakai Zone of God itu membuat dukungan terus berdatangan untuk Guild Horizon. begitu juga dengan para Petualang Non Guild. Dalam beberapa adegan koran yang mereka lihat Black Stalker bahkan tidak menggubris para petualang Non Guild yang tidak ikut dalam penyerangan di Hutan Hiros dan terlihat terbang melewati mereka.
Artinya yang dilakukan oleh Black Stalker hanya murni sebagai tindakan Balas dendam terhadap anggota Guild Horizon yang sudah dibantai secara semena-mena. Mereka yang sekarang sedang antri disana untuk mengambil Quest atau hanya untuk duduk di Aula untuk membeli barang dari Guild Horizon. Dikejutkan dengan kedatangan enam orang sosok berjubah Hitam yang terlihat sangat Kuat.
“Apakah Eiko ada?” ucap seorang dari mereka yang sekarang bertanya dengan seorang resepsionis.
“Wakil Pimpinan Guild sekarang sedang melakukan Grinding di Desa Nelayan, Apa ada hal penting yang kalian perlukan sampaikan?” ucap resepsionis tersebut menjawab.
“Black Stalker, apakah Ketua Guild Kalian ada di sini?” sosok itu kembali bertanya lagi.
“Ketua Guild juga tidak ada di Guild, beliau keluar untuk mencari beberapa ... ” Perkataan resepsionis tadi dihentikan oleh Jun yang sekarang memegang pundaknya dari belakang.
“Maaf Kalian siapa?” Jun menatap keenam sosok orang tersebut dengan tatapan tajam sedikit curiga.
Dari mereka semua melangkah sosok berbadan tinggi besar yang tertutup mantel hitam juga topeng setengah wajah. Dia terlihat mengeluarkan sesuatu dari Jubahnya dan memberikan itu kepada Jun.
Tangan Jun sekarang bergetar melihat medal yang sekarang dipegangnya itu. Tarikan nafas yang dia keluarkan pun sekarang tidak beraturan. Melihat itu sosok pria tinggi itu tadi kemudian berkata.
“Sebaiknya kita mencari ruangan khusus untuk berbicara, bukankah sebaiknya seperti itu?” dia menatap Jun yang sekarang mencoba menenangkan diri.
“Ikuti Aku....”
Kemudian mereka semua menghilang dari sana menuju ke Lantai 2 Guild Horizon. Semua orang di Aula itu jelas bingung apa yang sebenarnya terjadi.
Di lantai atas Jun membuka Ruangan Deputy yang diberikan padanya dan mempersilahkan mereka semua masuk kedalam.
Ruangan Petinggi Guild Horizon memang semuanya sudah dipasangi semacam Kekkai yang dapat memblokir pembicaraan di dalam agar tidak dapat di dengar orang luar. Jadi cukup aman untuk berbicara masalah penting di Ruangan Petinggi Guild ini.
“Silahkan Duduk Tetua Leon,” ucapan Jun itu menandakan dia sudah mengetahui Medali berukiran tanda Klan Bay tadi. Sehingga mereka semua langsung memasukan Mantle of Purgatory kembali ke Cincin dimensi.
“Haha lama tidak bertemu Jun, Aku tidak tahu kamu sekarang berada di Guild Horizon,” ucap Leon yang langsung memeluk Jun tersebut.
Jun hanya terdiam cukup lama, belum lagi dia juga melihat Shiro dan Michelia beserta anggota Guild Horizon lain dan beberapa Member Guild Dandles yang bersama mereka sekarang.
Mereka semua duduk di Sofa yang ada disana. Jun juga mengeluarkan beberapa jamuan untuk ke Enam orang tersebut. Dia sudah bisa mengendalikan diri sekarang. Tidak terlalu terkejut.
“Tetua Leon bagaimana anda bisa bersama Ketua Shiro selamat dari runtuhnya Tambang Nce?” Hanya Pertanyaan itu yang bisa dilontarkan Jun sekarang menimbang situasi yang dia hadapi ini.
“Ceritanya panjang, Nanti akan ku ceritakan, tetapi sebaiknya aku harus bertanya padamu terlebih dahulu,” Leon yang terlihat sedang menyeruput Teh di tangannya itu bertanya kepada Jun.
“Apa itu Tetua Leon? tolong bertanya lah?”
“Apakah kamu menyadari situasi yang dihadapi Guild ini sekarang karena pengaruh Black Stalker?” ucapan itu segera membuat Jun menatap wajah garang Pria bertubuh besar tersebut.
Dia masih mengingat jelas bahwa Leon adalah orang yang beringas, namun sekarang mungkin dia mengira Leon hanya mencoba bersikap sabar karena mendengar Kabar tersebut.
“Saya sudah mendengar kabar itu Tetua”
__ADS_1
“Jadi Jun apa tindakan yang kamu lakukan ke depan, kamu tidak ingin Guild ini menjadi hancur seperti Klan Kita bukan?” Leon bertanya.
“Tetua Maafkan saya, Kekuatan Black Stalker benar-benar diluar akal, Dia dan kedua muridnya sekarang secara cepat mengambil alih Guild ini”
“Saya yang dulu tidak terlalu setuju akan peralihan Ketua Guild ini tidak bisa menghentikan Nona Eiko, dia memang tampaknya sudah terbuai karena bujuk rayu Raja Iblis tersebut,” ujar Jun yang terlihat menghela nafas dan sedikit kesal.
“Apakah Eiko sudah mengetahui kabar ini?” Shiro yang ada disana langsung memotong pembicaraan mereka.
“Ketua Guild maafkan aku, Nona Eiko belum mengetahui ini, Adam yang bersama dia beberapa minggu lalu membawa Nona Eiko sekarang menuju ke Desa Nelayan untuk menaikan Level mereka,” ucapan Jun itu ditanggapi diam oleh Shiro. Tetapi perkataan Jun tersebut dipotong oleh Leon seketika.
“Jun apa maksud mu dengan Adam?” ucap Leon terlihat serius bertanya.
“Yang ku maksud bukan Tuan Muda Naoki, tetapi itu dia adalah salah satu murid dari Black Stalker.”
“Selama ini apakah kamu mendapatkan petunjuk tentang hancurnya Klan Bay waktu itu?”
Shiro tidak menanyakan keberadaan Eiko lagi. Malah dia menanyakan masalah Klan Bay. Baginya sekarang semua orang berbahaya. Tidak bisa dipercaya selain keluarganya sendiri. Termasuk orang yang duduk di depannya ini.
“Ketua Guild aku mendapatkan beberapa petunjuk yang juga mengarahkan kepada dua Guild besar yang terlibat masalah tersebut.” ucap Jun menjawab Shiro.
“Lanjutkan....”
“Guild yang terlibat sepertinya adalah Guild Zone of God dan Guild Garden of Eden, Malah ada kemungkinan semua itu disebabkan oleh Garden of Eden, Karena dengan beberapa Bukti rekaman visual yang kudapat dari Ruang Kontrol bawah tanah waktu itu, menunjukkan kejadian yang ada.”
“Aku juga berhasil melakukan Kontak dengan beberapa Tetua dari Guild ZOG, rencana ku ingin menyelinap kesana sebagai mata-mata untuk mencari informasi lebih lanjut, juga ingin menggulingkan Black Stalker melalui Guild itu.” ujar Jun menyelesaikan pernyataannya.
“Jadi apa yang mereka minta pada mu sebagai gantinya?” Shiro jelas tahu Guild sebesar ZOG tidak akan sembarangan menerima orang, apalagi yang sudah berkhianat. Jelas dia tahu mereka menginginkan sesuatu yang lain sebagai timbal balik.
“Mereka meminta beberapa gulungan sihir terkait cara membuat item yang kami produksi di Guild ini,”
Kemudian Jun memberitahukan semua rencananya kepada mereka semua dengan jujur. Tanpa ada yang dia tutupi-tutupi walau dia memerlukan beberapa menit menceritakan rencananya itu.
Rencana yang dia susun memang adalah menyusup ke Guild Zone of God, sebelumnya dia memang tidak ada niat untuk berkhianat, belum lagi memang Guild Horizon semakin jauh berkembang di tangan Black Stalker. Tetapi karena kabar menyebutkan Black Stalker adalah titisan Raja Iblis dia jelas harus menyelamatkan Guild Horizon sehingga dia segera membuat rencana sendiri. Dengan mengorbankan nyawa jika perlu.
“Kesetiaan tidak selalu di tunjukkan dengan hanya diam di satu sisi, Bahkan kesetiaan paling terbesar adalah rela mengorbankan diri pergi ke garis pertahanan musuh,” ucapan Shiro itu membuat semua orang di ruangan itu segera menatapnya.
“Haha, aku tidak pernah mendengar kamu mengeluarkan kata-kata mutiara seperti itu sebelumnya,” Godaan Leon tersebut membuat wajah Shiro terlihat memerah karena malu. Dia yang selalu berbicara dingin dan lebih banyak diam itu memang jarang mengeluarkan kata-kata mutiara seperti itu.
Hari ini mereka semua diam-diam menyusun sebuah rencana untuk membereskan Black Stalker agar Guild Horizon terhindar dari bencana di kemudian hari. Jun juga menyiapkan tempat tinggal untuk mereka di kawasan barat Kota Air Mata dekat dengan Guild tersebut.
**
Sementara itu di dalam Dungeon Pulau Permata, party Ubur sekarang sudah terlihat berada dilantai 3 Dungeon. Cukup mudah bagi mereka menghadapi Dungeon yang belum dilakukan First Clear sekarang dengan adanya Peta di tangan. Karena jika Dungeon yang sudah dilakukan First Clear maka boss penjaga akan di gantikan oleh bangsa Pholidota yang sedikit lebih kuat.
Sebab dungeon yang mereka masuki ternyata adalah dungeon level 70+ jadi tidak seganas dungeon lain, bahkan masih kecil tingkatnya dibanding Dungeon Tambang Nce. Level Dungeon tidak akan diketahui jika tidak ada yang berani masuk kesana. Karena saat didalam saja mereka baru bisa mengklasifikasikan kekuatan Dungeon itu sendiri.
Untuk dungeon yang belum dilakukan First Clear monster yang ada paling tinggi hanya setingkat Marshal, mungkin hanya bos lantai tingkat 10 saja yang bisa membahayakan mereka. Sedikit demi sedikit mereka sudah membersihkan lantai Dungeon tersebut. Tiba di Ruang Boss mereka melihat Seorang Knight Tengkorak setinggi 2 meter.
Tubuh monster tersebut dibalut oleh pakaian zirah vanium berwarna hitam gelap, jubah compang camping hitam dengan tanda lukisan naga menggunakan tinta emas. Pedang sepanjang 1,5 meter tergantung di pinggangnya.
“Biarkan aku yang membunuhnya,” Adam terlihat maju keluar dari gerombolan, Dia yang sekarang berada di Level 129. Membuat semua orang disana segera menghentikan dia.
“Hey hey... Rambut Api apa maksud mu maju lagi, sebelumnya kamu sudah maju di lantai 1 dan lantai 2,” Tiger Don terlihat sedikit kesal karena memang Adam sudah membunuh boss monster dilantai 1 dan lantai 2 sendirian.
Membunuh monster berarti mendapatkan exp lebih banyak dari pada orang lain diparty mereka, karena siapa saja yang melakukan Last Hit jelas mendapatkan exp lebih besar daripada penerima lain. Membuat mereka semua berebutan membunuh boss monster tersebut.
Adam tidak bisa berkata-kata lagi sekarang. Dia hanya duduk dilantai dungeon dengan kaki bersila, sebagai bentuk melakukan protes. Sebenarnya mereka yang berada di Tier 2 tidak terlalu banyak menerima exp dari monster dilantai 1 – 3 ini. Sebab monster disana masih berada dibawah level 80. Mereka hanya bosan karena tidak banyak bertarung selama ini.
Ubur dan anggota party lain yang sebelumnya tegang berada di dungeon tersebut, bahkan terkejut melihat cara yang dilakukan adam menyelesaikan monster-monster penjaga lantai. Sehingga dengan mudah mereka membersihkan lantai demi lantai sebelumnya. Membuat para petualang Tier 2 ini paling hanya beberapa kali mengeluarkan Skill mereka.
Ketegangan, Fokus, Ketepatan dan Kebersamaan yang seharusnya menjadi dasar mereka sebagai seorang petualang tidak terasa sama sekali. Dungeon sekarang seperti monster di Desa Nelayan lemah dan lemah. Sehingga harapan mereka satu-satunya untuk mendapatkan rasa tegang tersebut hanya dari bos monster saja. Yang memang lebih kuat dari monster penjaga.
Walaupun upah level yang mereka dapatkan sekarang sedikit tinggi, mereka semua pun yang berada dibawah party Ubur sudah berlevel 120+, dengan beberapa orang dari party Ubur juga sudah naik sekitar 5 Level.
...
__ADS_1
Mulai dari sana, lantai demi lantai mereka semua bersihkan dengan mudah dan saling berebutan menghadapi boss monster yang ada. Sedangkan Dropan, Ubur mengumpulkan semua itu. Sebelum mereka melanjutkan ke lantai selanjutnya Archer itu membagikan beberapa Item secara adil kepada mereka.
Untuk Fragment Kristal dan Kristal sendiri mereka memang menyerahkan semua itu kepada Ubur sebagai ganti dari pengorbanan yang dia berikan sebelumnya.
[✯✯Dark Knight Marshal]
Level. 85
HP : 1.500.000
“Untuk boss lantai 9 ini biarkan aku yang membunuhnya,” Ubur terlihat maju sekarang, semua orang disana jelas khawatir kepada archer ini, Kecuali Adam.
Membunuh boss yang mirip Paladin berperisai ini untuk job sepertinya tidak lah sesuai, Jarak dekat adalah yang terbaik bertarung menghadapi setiap boss. Dunia nyata ini membuat boss yang bertipe jarak jauh pun dapat dijangkau oleh job melee dengan mudah. Sehingga tak ada yang namanya perbedaan range yang terlalu besar kekuatannya, karena para job jarak jauh di Eden adalah hanya sebagai pelengkap strategi perang saja.
Seperti yang dilakukan Adam sebelumnya saat bertarung melawan grup Hansen di Hutan Hiros. Memang seorang petualang jarak jauh diharuskan juga untuk bisa bertarung jarak dekat dengan seseorang, setidaknya mereka harus bisa menghindar jurus dan skill lawan. Tetapi mereka tidak akan bisa mengeluarkan skill seperti layaknya job melee.
Mengeluarkan rapalan mantra dari jarak dekat jelas tidak menguntungkan karena tebasan musuh pasti masuk lebih dahulu sebelum mereka menyelesaikan rapalan mantra tersebut.
“Stunning Arrow”
Sinar keemasan keluar dari panah Ubur yang maju, menghantam bos tersebut, membuat HP nya berkurang -67.998, serangan selanjutnya dia lesatkan bersama beberapa skill kombinasi untuk mengurangi HP bos itu lagi. Karena dia mendapat waktu sekitar 3 detik sebelum boss itu bisa sadar kembali dari efek stun.
“Aim Low”
Kesadaran akan harmoni membuat dia memfokuskan semua energi yang ada kedalam satu target, membakar spark sebesar 1 buah untuk membuat musuh yang terkena skill Aim low menerima efek -36.979 disertai 90% kesempatan melumpuhkan lawan ke status Binding selama 8 detik. Bos monster lantai 9 itu tidak bisa bergerak lagi kali ini.
Bos monster memang tidak sama dengan penjaga rendahan yang ada di depan ruangan, tetapi karena kekuatan dari Archer Tier 2 ini, bahkan dalam 11 Detik saja dia sudah menguras 10% HP bos monster yang berdiri depannya itu. Belum lagi karena level mereka memang berbeda jauh.
Serangan cepat dan akurat Ubur lepaskan mengarah ke boss monster tersebut. Sampai akhirnya Dark Knigth sekarang sudah bisa bergerak bebas. Wajah tengkorak boss monster itu memang tidak bisa dibaca marah sekarang. Tetapi cahaya aura api merah yang bersinar terang melalui rongga matanya menunjukkan kemarahan boss tersebut. Dengan cepat dia melesat ke arah Ubur.
Bos yang kali ini mirip seorang Paladin Berperisai ini melakukan Charge ke arah Ubur untuk memperpendek jarak, sementara terlihat Ubur memasangkan 2 buah belati dengan bilah yang menyerupai pisau bengkok di ujung busurnya.
Tebasan kuat dari arah kanan Ubur dilepaskan Dark Knight yang sekarang memang sudah berdiri di depannya. Dengan enteng dia melakukan Blok dengan Busur miliknya itu.
Peng..!
Benturan keras kedua senjata menimbulkan suara keras. Ubur pun dengan cepat menebaskan busur miliknya ke arah Dark Knight, dengan cepat juga ditangkis oleh monster Paladin ini dengan Perisai miliknya.
Dang..!!
Kali ini mereka semua terkejut melihat gaya pertarungan ubur, dia layaknya seorang Warrior tombak dengan gaya khas karena bentuk Busur yang terbuat dari Kaki Phoenix tersebut. Pertukaran terjadi antara dia dan Bos monster itu. awalnya memang masih seimbang tetapi makin lama menjadi berat sebelah. Dark Knight tertekan karena kecepatan gerak dan Hindaran ubur sangat tinggi. Membuat Dark Knight tidak bisa menghindari semua serangan yang dia berikan.
Hanya dalam 10 menit dia berhasil membuat HP Dark Knight menjadi 0. tidak terlintas dalam benak Adam melihat orang lain bertarung dari sejak di Lantai 3 sebelumnya bisa menambahkan pemahaman yang dia miliki terhadap seni bertarung.
Layaknya Ubur dia tidak menggunakan skill sama sekali, hanya jurus-jurus ampuh yang dia keluarkan. Sejak itu Adam bahkan sering memperhatikan gaya bertarung orang-orang kuat yang ada di depannya lebih detail lagi.
“Dropan kali ini cukup bagus,” ucap Ubur yang langsung menyerahkan Chromatic Shield Level 150 kepada Amam. Tanked mereka.
Sebuah perisai berbentuk seperti Bulan Sabit dengan 7 warna dari Element menghiasi sisi dalam perisai itu, sedangkan sisi luarnya berwarna Putih. Perisai ini sedikit unik dapat mengeluarkan kekuatan 7 element, jika sang pemilik menggunakan kekuatan element kegelapan maka bagian luar perisai akan terlihat berwarna Hitam Pekat, Skill yang dikeluarkan pun akan menggunakan element yang ada.
“Serahkan Pada ku biar ku lihat terlebih dahulu agar bisa di Produksi massal,” Adam terlihat langsung merebut perisai itu dari tangan Amam dan memasukkan perisai Chromatic itu kedalam inventory Space miliknya dan melakukan instan Duplicate. Hasil Duplicate itu dia keluarkan kembali ke Amam setelah berpura-pura menggosok-gosokan dagu tanda dia memahami sesuatu.
“Apakah kamu benar-benar bisa membuatnya?” ubur langsung menatap Adam segera tanda dia tertarik akan sesuatu.
“Tidak juga aku hanya menelitinya sebentar tadi, nanti aku bisa berdiskusi dengan guru, dia pasti lebih hebat lagi dalam memalsukan barang-barang,” Kepala yang tidak gatal itu dia garuk agar ubur tidak terlalu curiga.
Melanjutkan perjalanan mereka yang sudah memakan waktu selama 2 bulan itu. Akhirnya mereka tiba juga ke Lantai terakhir di Dungeon Pulau Permata. Memang mudah membersihkan penjaga lantai sebenarnya tetapi karena mereka perlu menaikan level, membuat perjalanan itu terasa lama.
Mereka harus membunuh ratusan ribu bahkan jutaan monster yang ada disetiap lantai, yang menyumbang exp sangat besar untuk mereka sekarang, membuat waktu yang dibutuhkan juga sedikit lebih lama sampai akhirnya mereka tiba di lantai 10 ini.
Yang kali ini ternyata berbeda. Walaupun mereka semua masih dibawah Tier 2 tetapi, karena itulah level yang mereka terima menjadi sama satu dengan yang lainnya. Lantai Last Boss tidak dijaga sama sekali jelas Adam yang tidak pernah berada di situasi seperti ini membuat dia meminta semua orang agar waspada...
Mereka semua yang berada dilevel 130 itu menegguk liur karena peringatan Adam, sedangkan anggota Ubur juga terlihat waspada.
————
__ADS_1
Thanks XL