Reinkarnasi Dewa Pengetahuan

Reinkarnasi Dewa Pengetahuan
Pasukan Gabungan


__ADS_3

Angin malam memang sedikit dingin saat itu, tapi akibat terpaan angin malam itu aroma dari pohon sakura yang banyak tumbuh disekitar bukit diluar Kota Uji, membawa sensasi yang menenangkan bagi binatang-binatang disana, masih banyak disekitar pegunungan itu terlihat hewan-hewan malam sedang mencari makan.


Dari kejauhan dapat dirasakan angin cukup kencang menerpa pepohonan disana sehingga hewan-hewan malam itu menjadi siaga, tidak sedikit dari mereka yang lari untuk bersembunyi karena mencium bau amis darah datang mendekat.


Terlihat dengan samar-samar beberapa orang sedang berlari kencang menuju arah utara, akibat pantulan sinar biru dari bulan Donum dan rembulan putih dari bulan Ro’wut yang bersinar terang malam ini.


Membuat cahaya malam itu menjadi terang dengan cahaya biru muda yang khas, beberapa orang yang berlari sebelumnya itupun menghentikan langkah mereka.


“Kenapa berhenti? bukan kah tujuan kita masih sekitar 2 bukit lagi kearah utara.” ucap salah satu orang dari kelompok itu.


“Sepertinya ada sesuatu yang janggal, tampaknya mereka tidak mengejar kita.” ujar seseorang lagi menjawab.


“hahah ketua, tidak usah dipikirkan, melihat semua orang yang mati disana adalah Ranker Elite Klan mereka pasti mereka juga sudah sadar bahwa tidak akan mungkin menang melawan kita.”


Seorang bestial bertubuh 2 meter dengan badan kekar, menjawab dengan sombong terhadap situasi mereka sekarang, seakan tidak ada yang bisa melawan mereka didunia ini.


“Sampah, apakah kamu tidak tahu yang dimaksudkan ketua.? jika mereka tidak mengejar berarti kita tidak akan bisa meninggalkan jejak untuk mereka endus nanti.”


ujar seorang perempuan dengan mata yang terlihat cantik dibalik topeng peraknya menjawab, memang wajahnya tidak terlihat tapi dari pancaran matanya dan lekuk tubuhnya saja seseorang bisa menilai dibalik topeng perak itu pasti tersimpan kecantikan yang bisa menggetarkan hati setiap pria.


“Mohon jangan dipikirkan ketua, kita tetap harus menjalankan rencana semula.” ujar seorang lagi menjawab mereka semua.


Keenam orang itupun kembali melangkah menjauh kearah utara, mereka meninggalkan hewan-hewan malam itu yang ketakutan terhadap aura pembunuh ditubuh mereka.


**


Malam itu memang agak dingin dari sebelumnya, tapi tampaknya setelah melakukan persiapan sekitar 100 orang lebih keluar dengan terburu-buru dari arah kediaman Klan Bay, dan hanya menyisakan sedikit saja para prajurit dan beberapa tetua untuk berjaga dikediaman Klan Bay.


Dari sebuah bangunan tinggi diluar kediaman Klan Bay, beberapa orang ninja yang ditempatkan Klan Ija untuk mengawasi Klan itu tampaknya sedang menyusun rencana.


Kali ini tidak ada satupun rencana baik yang akan mereka susun terharap Klan itu, karena melihat raut wajah mereka yang sudah haus darah menatap kediaman tersebut setelah melihat pasukan utama Klan itu meninggalkan sarangnya.


Shiro dan Leon memang cukup khawatir meninggalkan Klan itu tanpa sedikit penjagaan yang berarti, jadi mereka hanya membawa sekitar 85 orang Prajurit saja pergi bersama mereka, dan sudah menyiapkan jebakan untuk menanti serigala-serigala lapar yang kemungkinan menyerang kediaman itu lagi.


Setelah berkuda sekitar 10 menit mereka akhirnya tiba di pusat kota, seorang prajurit keluar dari barisan iring-iringan tersebut dan segera menuju kearah kediaman Raja Kota Akhisino untuk melaporkan keadaan dan meminta bantuan kepada raja kota.


“Lapor Raja Kota, ada utusan dari Klan Bay datang kemari membawa pesan penting.”


Suara penjaga yang berada dari luar kamar Raja Kota, memberikan laporan dengan suara lantang tersebut membangunkan Akhisino.


Tanpa menunggu-nunggu lagi dia segera bangkit dari tempat tidurnya, karena menurutnya tidak ada kabar yang bagus akan datang ketelinganya jika seorang penjaga membangunkan dia pada malam hari.


“Apa yang terjadi?”


Raja Kota Uji Akhisino, segera bertanya kepada pengawalnya tersebut setelah membuka pintu kamarnya.


“Maaf Tuan ini keadaan mendesak.”


Setelah menjawab pertanyaan Akhisino pengawalnya tadi memberikan sepucuk surat kepada raja kota itu, dan dengan cepat tangannya mengambil surat tersebut dan membacanya.


“Tampaknya ada serangan yang terjadi dikediaman Klan Bay, Segera kumpulkan Prajurit Rank B dan Rank A, kita akan membantu berjaga.” ucap Akhisino kepada pengawalnya tersebut.


**


Pegunungan Adama, Bagian Timur


Karena kondisi Pegunungan Adama yang mengelilingi Kota Uji dan udara yang selalu dingin setiap malam juga akibat dari kandungan kristal api bawah tanah yang cukup banyak terkandung diarea pengunungan itu menyebabkan udara menjadi lembab.


Akibatnya kabut tebal selalu menyelimuti area pegunungan tersebut mulai dari tengah malam, dan hanya dibeberapa tempat saja konsentrasi cahaya sinar dari dua rembulan malam itu dapat terpapar diatas tanahnya.

__ADS_1


Suara kuda reptil yang dipakai oleh para Pasukan Gabungan memecah keangkeran gunung tersebut malam ini.


Shiro masih melakukan komunikasi dengan Bet dari Ruang Kendali, dan semua Pasukan Gabungan yang bersama mereka malam itu dipakaikan sejenis anting disetiap telinga mereka untuk dapat berkomunikasi langsung antara mereka.


Biasanya saat melakukan serangan waktu berburu, tugas seorang mage lah yang membuka jaringan komunikasi ini melalui skill Telepati mereka tapi karena jumlah pasukan gabungan tersebut akan lebih banyak mage yang harus mereka bawa untuk memberi perintah secara efisien kepada setiap kelompok.


Namun berkat adam masalah seperti ini dapat teratasi, memang karena sulitnya membuat sebuah item sihir dengan level tinggi jadi membuat adam sering melakukan beberapa percobaan ulang dalam membuat item sihir hingga dia mendapatkan yang dia inginkan. akibatnya dia menciptakan ratusan anting sejenis yang sekarang sedang mereka pakai.


“Radius Komunikasi kita adalah 1 Km, jadi selalu ingat jarak jangan memencar terlalu jauh.” Ujar Shiro yang memperingatkan semua orang malam itu.


Setelah mendapat sinyal komunikasi tersebut semua orang dalam iring-iringan kembali memperbaiki jalur lintasan kuda mereka, dan kuda-kuda itupun terus bergerak maju hingga sekitar2 jam menuju kearah timur.


Setelah melewati beberapa perbukitan Kecil, didepan mereka sekarang terbentang sebuah pegunungan besar adama, memang diwilayah Kota Uji ada terdapat bersebelahan dua gunung yang berderet seperti punggung naga, terbagi menjadi 2 jalur punggung naga sebelah barat dan sebelah timur.


Area tambang dahulunya banyak terdapat dipegunungan sebelah timur ini, sedangkan pegunungan sebelah barat berbatas dengan pegunungan adama sebelah barat yang juga sebagai perbatasan dengan bangsa marmaid.


Alasan lain Shiro yang memimpin pasukan ini dengan sedikit orang adalah karena setelah melihat rekaman yang ada pasukan musuh tampaknya pergi kearah pegunungan besar di sebelah timur, sehingga kecil kemungkinan mereka akan bertemu dengan pasukan bangsa marmaid.


Tiba dikawasan pegunungan itu Shiro mengeluarkan sebuah skill yang dapat mendeteksi keberadaan musuh, memang skill yang dia punya masih terbatas jauhnya hanya saja tidak lah terlalu kecil juga jangkauan yang dimiliki.


“Scout bagaimana, apakah kamu menemukan jejak mereka?” ujar Leon menghubungi seorang ninja dari anting komunikasinya.


“Tuan mereka membagi jejak yang ada menjadi 3, kami akan membagi pasukan pengintai mengikuti ketiga jalur ini.” ujar Kapten regu pengintai melaporkan kepada Leon.


Tetapi Leon sudah diperingatkan oleh Shiro untuk menunggu perintah sehingga dia tidak bisa berbuat banyak lagi, tak lama berselang tampaknya yang ditunggu Shiro muncul, pancaran energi kecil dapat dia rasakan dari radius 5 Km didepan mereka.


“Ikuti aku, Kabarkan kepada regu pengintai untuk menelusuri jalur sebelah tenggara” ucap Shiro.


Mereka semua menjadi tegang walaupun terdapat kemarahan disetiap para prajurit itu tetapi yang akan mereka lawan kali ini adalah pasukan yang dapat menghabisi seluruh pengawal ditambang jelas terdapat rasa bimbang dihati mereka.


tidak beberapa lama regu pengintai mendapatkan posisi musuh, dan melaporkan keadaan yang ada kepada mereka.


“Mereka berada di bekas tambang Nce.” ujar Leon mengabarkan kepada Shiro.


Memang karena anting komunikasi yang berbeda-beda dan rank kualitas anting tersebut yang hanya berada di Rank C, tidak bisa membuat mereka berkomunikasi secara sama dengan satu frekuensi saja.


Jadi Shiro membagi 100 orang itu menjadi 10 Grup, setiap pimpinan grup lah yang berada didekat Shiro untuk melaporkan keadaan grup mereka masing-masing.


Mereka tidak gegabah kali ini, bahkan didepan bibir goa tambang saja ada sekitar 20 orang pengintai musuh yang menjaga sehingga pengintai mereka yang ada disana tidak bisa mendekat lebih jauh.


Setelah menggambar kondisi dalam goa dan sekitar goa kepada Shiro, Leon sekarang kembali memerintah pasukan pengintainya untuk menunggu agar tidak terdeteksi oleh musuh.


**


Dikegelapan malam yang tertutup kabut itu pandangan seseorang tidak memiliki jarak pandang yang maksimal tapi bagi mereka para petualangan atau prajurit yang berpengalaman mereka bisa merasakan aura musuh dengan sihir mereka tapi.


beberapa anak panah sepanjang 15 cm malam itu melesat diantara kabut tepat mengenai leher para pengintai musuh yang berada disekitar area depan tambang nce.


Satu persatu mereka lumpuh dan tidak lama mati, tampaknya anak panah tersebut sudah dibubuhi oleh racun paralyzed sehingga mereka mereka bahkan tidak sempat bereaksi.


Didepan tambang tampak sebuah api unggun yang dikelilingi oleh 12 orang penjaga musuh yang berada di Rank A. pihak Shiro sadar bahw kali ini tidak akan semudah menjatuhkan para pengintai tadi, Leon pun bersiap ditempatnya, sedangkan para prajurit sekarang menelan ludah mereka dan memberanikan diri untuk siap bertarung.


Suasana menjadi hening tak ada satupun hewan malam yang berani mendekat seolah mereka tahu bahwa Lokasi ini akan terjadi pertempuran..


Wuuuzzhhh..!!!


Walaupun menggunakan anak panah kecil yang sama namun kali ini tembakan panah itu dapat dibaca oleh 12 orang ranker kelas A yang menjaga dibibir goa, sontak mereka bersiaga dan hendak menangkis serang yang datang, saat seorang dari para penjaga dibibir goa itu hendak berteriak.


Swiiingg..!!

__ADS_1


Ayunan dagger 12 orang assasin yang menghilang dan berdiri didekat mereka kali ini menusuk ke mage tersebut tepat diarah jantung, sedangkan yang lain karena konsentrasi mereka tertuju pada anak panah itu mereka tidak menyadari bahwa ada Assasin yang menyusup dibelakang mereka dan melakukan serangan dadakan.


Walau sempat melawan tapi karena gerakan mereka seperti sudah terencana dan tepat sasaran sehingga melukai 12 Ranker A tersebut dan juga karena dagger yang dibubuhi racun paralyzed mengenai mereka, dalam 1-3 detik mereka tidak akan dapat bersuara lagi. bagi para penyerang yang berada dirank sama dengan para penjaga itu 3 detik adalah waktu yang banyak untuk dapat membunuh musuh mereka.


“Racun yang dibuat adam benar-benar menakutkan..” seorang tetua dari grup penyerang menelan ludah melihat kejadian tadi.


Kini seluruh Pasukan musuh yang berjaga didepan goa sudah dimusnahkan dan sejauh ini mereka yang berada didalam goa pun tidak menyadari akan adanya serangan mendadak dari pasukan gabungan Klan Bay dan para Guild.


Shiro tiba di bibir goa dan mengeluarkan lagi tong kayu kecil seukuran guci arak, setelahnya dia mengaktifkan sihir dan membakar sumbu yang ada di tong kayu tersebut, setelah sumbu-sumbu tadi masuk kedalam tong kayu itu terlihat kepulan asap berwarna hijau keluar dari sana.


“Wind Blow;.”


Sekali lagi Shiro mengeluarkan skill nya seketika itu juga angin berhembus dan mendorong masuk asap tadi kearah dalam goa, tidak lama setelahnya terdengar suara teriakan dan batukan keras dari dalam goa tersebut hingga membuat mereka yang berada dipasukan gabungan pun menjadi ketakutan atas perbuatan curang dan tidak terpuji yang dilakukan Shiro.


Sebagian dari mereka pun berpikir bahwa Ketua Guild Horizon itu adalah orang yang kejam, bahkan menggunakan segala cara untuk dapat memenangkan peratarungan. ketakutan mereka pun muncul saat melihat Shiro tersenyum tipis menikmati yang dia lakukan.


“Pakai Mask kalian dan serbu masuk kedalam.”


ujar Shiro memerintah 100 pasukan gabungan yang ada, Michelia dan Leon segera menyerang masuk kesana, didalam goa terbaring sekarat sekitar 100 orang prajurit musuh yang sekarang meminta ampunan mereka tapi Leon dan Michelia juga tidak memberi ampun kepada musuh-musuh mereka tersebut.


Sekitar 5 menit berselang, mereka sudah hampir membantai semua pasukan musuh yang ada didalam goa dan hanya menyisakan 10 orang yang ada termasuk tetua hatori, Kapten Nori dan Kapten pasukan musuh, tidak mereka kira menyerang orang-orang ini akan semudah itu dengan alat-alat dan racun yang diberikan adam.


“Kurang ajar kamu berani berkhianat..” ujar leon kepada hatori setelah itu memukul pria tersebut hingga terpental beberapa meter.


“Aku sudah memberikan kesetiaanku kepada Klan Bay, namun. apa balasannya, Tetua Bet bahkan tidak memberiku muka, dia didepan kepalaku sendiri dan beberapa penjaga memberikan golden card kepada Near yang tidak memiliki hubungan darah dengan Klan ini..” ucap Hatori sambil terbatuk-batuk.


“Kamuuu.. berani menyalahkan adikku” ucap Shiro.


Hendak memukul tetua hatori, namun asap merah darah sudah masuk kedalam goa, dan membuat mereka semua terkejut, kemudian.


Buum.. bumm bumm.. !!!


Jalan Keluar dari goa itu meledak dengan suara ledakan dahsyat dan meruntuhkan goa di tambang nce seketika bersama dengan asap racun darah yang mematikan.


Hari itu pasukan gabungan yang dengan mudahnya menguasai tambang dan pasukan musuh terkubur hidup-hidup bersama dengan perwakilan dari kedua guild besar di Eden.


“hahaha.. bodoh.. sungguh bodoohhh.. kalian pikir siapa yang menghubungi Klan Ija dan para penyerang dikediaman sebelumnya.”


Teriakan tawa dari Tetua Riot bersama dengan 14 orang bawahannya bergema didepan bibir goa.


“Stone barrier;.”


Bumm.. bumm.. bum.. !!!


“Ketua Guild kita tidak bisa menahannya lagi, aku.. uhuk”


seorang dari anggota Guild Shiro sekarang terbatuk-batuk dan mulutnya mengeluarkan darah hitam akibat terkena racun, sedangkan Shiro yang juga menahan jatuhnya batu-batu besar dari atap goa masih mencoba bertarung untuk hidupnya.


Dia melihat sekelilingnya hampir semua tempat sudah tertutup oleh reruntuhan tanah dan batu, kemudian dia menatap kebawah kakinya, dia melihat Michelia yang tidak sadarkan diri akibat pengaruh racun dengan kondisi yang semakin lemah.


“Tidak ku sangka, orang terdekatku sendiri yang menghianatiku.” Pikirnya dalam hati, sebelum akhirnya runtuh dan terjatuh keatas tubuh Michelia dan terkubur bersama disana.


***


Halo Pembaca,


Thanks atas support nya,


Terus kasih jempol untuk Karya ini jika kalian suka.

__ADS_1


Thanks XL


__ADS_2