
Sementara mereka semua berkumpul dikediaman Bet untuk membahas rencana di pertemuan pembukaan besok, dikediaman Azeroth terlihat seseorang menggunakan jubah hitam keluar diam-diam..
Orang berjubah itu keluar dari kediaman Klan Bay, diluar sudah disiapkan Kuda Reptil untuknya yang terikat di sebuah pohon dengan dijaga 2 orang ninja Rank A, orang itu bahkan tidak repot-repot untuk berterima kasih kepada kedua ninja itu, dia langsung melepas ikatan Kuda Reptil tersebut yang ada disebuah pohon dan segera menuju kota.
Kediaman Klan Ija, Kota Uji
“Gin, apakah kamu sudah memastikan bahwa kamu benar sudah menghubungi mereka di Akademi?”
Seorang laki-laki sepuh bertelinga Duyung berwajah dan berperawakan seperti manusia biasa bertanya.
“Ayah.. Maaf, Ayah aku sudah menghubungi mereka di Akademi dan mereka berjanji akan bertemu kita sebelum acara pemilihan Ketua Klan Bay”
Ucap Gin Ija anak tertua Ketua Klan Ija, dan seorang yang berbicara dengannya ternyata adalah ayahnya sendiri Ketua Klan Ija Kentori Ija.
“Tapi mengapa sampai sekarang mereka belum menemui kita, Lusa adalah acara pemilihan.” Ucap Kentori kepada anaknya.
“aku...” Gen tidak bisa melanjutkan ucapannya, dia juga tidak mengetahui sebabnya, karena dirinya juga sudah seminggu ini menunggu kabar tersebut.
“Ketua Klan, mungkin mereka tidak mendapatkan celah untuk dapat kemari, Mohon ketua bersabar.” Seorang Tetua yang berada diruangan itu meyakinkan Kentori agar dapat bersabar.
Belum lama mereka berbincang seorang pengawal masuk keruangan mereka.
“Hormat kepada Ketua Klan dan Para Tetua, Tuan Muda Gin..”
Ujarnya sopan.
“Ada apa? cepat katakan” ujar Kentori kepada bawahannya itu.
“Ketua ada Perwakilan dari Tetua Azeroth dari Klan Bay datang kemari.” Ujarnya..
“Hah, Klan bay? apa yang ingin mereka bicarakan ke kita?”
“Suruh dia masuk..” ucap Kentori
“Baik Ketua, Hamba mohon diri..” ujar sang pengawal.
Setelah menunggu seseorang hadir dihadapan mereka, berjubah hitam dan memakai baju Shinobi serba hitam, dia segera berlutut di depan Ketua Klan Ija dan para tetua itu sebelum akhirnya menjelaskan maksud kedatangannya.
Orang itu menyatakan dirinya adalah sebagai pengikut Tetua Klan Bay Tetua Azeroth, dan dia ingin mengajak kerjasama Klan Ija agar dapat membantu mereka dengan beberapa imbalan tentunya.
“Huh Azeroth, aku tau kadal tua itu sudah merencanakan sesuatu, Tapi apa untungnya bagiku dan Klan ku membantunya?” ucap Kentori..
Kentori menatap utusan tersebut yang sebelumnya sudah membuka tudung kepalanya, dibalik tudung kepala itu terlihat sosok wanita muda berambut biru, penampilannya sederhana tapi memiliki kecantikan yang dapat menutupi penampilan sederhananya itu.
__ADS_1
“Ketua Ken, ini adalah uang muka yang akan diberikan sebagai niat baik kami kepada anda..” ujar wanita muda itu menjawab Kentori sambil mengeluarkan sesuatu dari Kantong Kulit dipinggangnya.
Wuuzhh..!!
Didepan mereka terlihat Puluhan ribu koin emas, jumlahnya adalah sekitar 50.000 Gold, dan wanita muda itu menjelaskan bahwa itu semua hanya sebagai uang muka.
Para tetua Klan Ija menjadi rakus dan mata mereka berkilauan melihat Gold-gold tersebut, tetapi Kentori menertawakan itu, dia menjelaskan bahwa uang seperti itu tidak bisa membuat Klan Ija memihak mereka.
Memang dalam pikirannya uang itu sangat banyak tapi dia tidak ingin diremehkan Klan Bay..
Sebab di Eden untuk membeli 1 porsi makanan saja hanya diperlukan 3 – 5 Copper, artinya dalam 1 hari seseorang memerlukan sekitar 15 Copper untuk makan, dan jika seseorang keluarga kecil dengan anak 4 memerlukan uang sekitar 30 Copper saja sehari untuk hidup, sedangkan nilai 1 Gold sama dengan 100 Silver dan 1 Silver sama dengan 100 Copper, jadi 1 Gold adalah 1.000 copper/uang tembaga. dan itu artinya 1 Gold saja bisa memberi makan 1 keluarga dengan 4 orang anak selama 1 bulan penuh, 12 Gold dapat memberi sebuah keluarga kecil makan selama setahun penuh, 50.000 Gold jelas bagi keluarga kecil mereka tidak memikirkan lagi makanan selama mereka hidup.
Perempuan itu menjelaskan lagi bahwa 50.000 gold tersebut hanya sebagai bayaran awal sebagai niat baik mereka saja, sisanya 50.000 Gold akan diserahkan lagi setelah misi selesai, dan Wanita Muda itu menjelaskan lagi.
“Tuan Azeroth akan membalas anda dengan memberikan setengah saham dari pertambangan di Kota Uji ini jika mereka berhasil membantunya..” ujar utusan tadi.
Kentori berpura-pura berpikir sejenak, jelas tawaran itu membuat Kentori tergiur tapi dia tidak ingin terlihat seperti pihak yang ditarik-tarik dengan mudah kesana kemari.
“Jika ada pihak yang dapat memberikan Klan kami kesejahteraan untuk waktu lama, jelas kami ingin bekerja sama dengan Pihak itu..” ujar Kentori yang pura-pura memikirkan nasib Klannya.
“Lalu, apakah aku dapat mendengar dulu rencana kalian lalu mempertimbangkannya..” Ujar Kentori lagi agar tidak terlihat lemah.
Kemudian utusan itu menjelaskan kepada mereka apa yang harus mereka lakukan dan jawabannya harus besok pagi, juga dengan secepatnya karena lusa adalah pemilihan.
**
Keesokan paginya, Semua Tetua dan Para Calon ketua juga para undangan berkumpul, ada 3 Calon Ketua Klan yang mencalonkan diri mereka, mereka bertiga memang Tetua yang memenuhi syarat dan cukup dikenal. namun, dalam acara kali ini tugas mereka semua adalah memberikan gambaran kepada Tetua lain apa yang akan mereka lakukan agar Klan mereka berkembang lebih besar lagi kedepannya.
Saat semua orang sudah berkumpul, Bet sebagai pengganti Kedudukan Ketua Klan mereka membuka acara dan berterima kasih atas kedatangan para Tetua kali ini.
Walaupun Bet bukanlah orang dari bangsa Marmaid, tetapi selama suaminya menjabat sepak terjangnya sudah benar-benar menjadi standar bagi pengelolaan keuangan Klan mereka termasuk juga seluruh cabang, sehingga beberapa cabang yang mengalami kesulitan dulu, sekarang mereka sudah menjadi mandiri dan makmur berkat standar pengelolaan cabang yang diajarkan Bet, jadi merek semua tidak keberatan dengan Bet yang menjabat Ketua Klan Bay sementara waktu.
Setelah membuka acara itu, bet kemudian menjelaskan kepada mereka bahwa sebelum memulai dia harus memperkenalkan lagi para calon Ketua Klan yang mengajukan diri dan sudah memenuhi syarat menjadi ketua Klan.
“Aku tahu tetua sekalian sudah mengenal para calon Ketua Klan tapi karena ini adalah peraturan dan kuyakin kalian tidak keberatan jika aku memperkenalkan mereka kembali..”
Setelah berbicara seperti itu Bet kemudia memperkenalkan calon Ketua Klan Mereka.
Calon pertama yang diperkenalkan Bet adalah Azeroth, Tetua Azeroth merupakan Tetua Klan Bay yang memimpin 100 cabang toko dan organisasi mereka di Kekaisaran Funo, Azeroth sendiri adalah pimpinan cabang di Ibukota Kekaisaran Funo.
Calon Kedua adalah Leon Bay, dia memimpin Cabang di Ibukota Kerajaan Nihon, dibawahnya ada 100 Cabang juga yang dia kelola, terkecuali yang berada di Kota Uji sebab kota ini dikenal Suci bagi Klan Bay dan menjadi Markas utama seluruh Klan Bay. walaupun Kerajaan Nihon ada dibawah kekaisaran Funo besarnya pendapat mereka dapat menyaingi penghasilan Azeroth itu sendiri. karena pencapaian itu dia dianggap layak menjadi calon ketua Klan.
Calon Ketiga adalah Orka, Tetua Orka adalah Tetua dari Pimpinan cabang di Kekaisaran Elazar, dia mengelola sekitar 50 Cabang, dan bermarkas di Ibukota Kekaisaran Elazar, Kekaisaran paling utara di Benua Manusia, dan paling dekat dengan perbatasan dengan Benua Nar’aka.
__ADS_1
Ketiga tetua itupun dipersilahkan untuk menyakinkan tetua lain agar dapat memilih mereka, dengan cara memberikan solusi kepada setiap permasalahan yang terjadi di Klan Bay.
Tetua Orka adalah tetua yang paling pertama mereka tunjuk, bagi orka jika dia menjadi ketua dia akan membeberkan dan mendirikan pabrik-pabrik kertas serupa di 8 Kekaisaran dan 20 Kerajaan diseluruh Eden, agar dirinya yang paling jauh diutara tidak menjadi paling terakhir sebagai penerima supply kertas, karena mereka yang berada jauh dari Benua Reptilianz menjadi sangat terpuruk dalam bisnisnya, sebab setelah Kertas-Kertas mereka datang dari Kota Uji dalam waktu berbulan-bulan tapi kemudian kertas-kertas itu akan habis hanya dalam hitungan minggu.
Memang jarak yang ada dari benua Reptilianz itu memerlukan waktu paling cepat adalah 3 bulan untuk ditempuh itupun jika menggunakan Reptil terbang seperti yang dia dan tetua lain gunakan.
Semua tetua yang ada diruangan itu menjadi ricuh karena itu, memang benar yang dikatakan Orka, sehingga mereka semua seperti mempertimbangkan lagi pemikiran mereka terhadap Leon, karena menurut mereka jika Markas Besar yang memegang selamanya proses produksi kerta tersebut mereka yang berada dicabang-cabang terjauh seperti diujung benua atau yang berada dibenua Elvan dan Bestial akan menjadi kesulitan jika kertas-kertas yang mereka andalkan menjadi komudistas utama itu datang terlambat dan malah dalam beberapa kasus terjadi perampokan dan iring-iringan pendistribusi kertas diserang monster.
Terlihat senyum Licik diwajah Tetua Azeroth melihat itu, karena memang isu itu adalah yang dia angkat saat kunjungannya ke Elazar beberapa bulan lalu, dia memancing Orka yang sebenarnya adalah orang yang selalu menghargai orang lain yang dapat bertindak cepat dan cerdas dalam menyelesaikan masalah, ini tepat seperti yang diinginkan Azeroth.
Azeroth yakin bahwa kedudukannya dengan Leon dalam pemilihan ketua bisa berimbang jika tetua orka mendukungnya jadi dia memprovokasi tetua orka agar mencalonkan diri dan akan memanfaatkan itu nantinya sebagai keuntungannya.
Jika Azeroth kalkulasikan dia sekarang setidaknya karena pengaruh Guild no 3 terbesar diseluruh Eden yaitu Guild Dandles mendapatkan 500 Dukungan suara dari berbagai Tetua Klan Bay, sedangkan yang setia pada Klan Bay dan menganggap Peor adalah penyelamat mereka dan ingin membalas budi ada sekitar 350 orang termasuk Bet yang menginginkan Leon sebagai Ketua Klan, kesetian seperti itu jelas tidak bisa dinegosiasikan lagi.
dan menurut kabar yang dia dapatkan malam tadi Tetua Riot yang berlokasi berada ditengah jantung benua manusia, sudah membulatkan tekadnya mendukung Leon juga bersama Guild Horizon milik Shiro karenanya dia dengan 100 orang suaranya itu memperkuat posisi Leon sebanyak 450, memang dalam batin Azeroth dia menyesal mengajak ribut tetua Riot dalam beberapa tahun ini karena mengincar posisinya yang di Ibukota Kekaisaran Siner, karena itu jugalah tidak akan ada jalur Negosiasi dengan Riot yang bisa dia dapatkan, tapi..
Melihat Tetua lain dikubu Riot yang mulai terpengaruh karena pemikiran tetua Orka dia mulai tersenyum, andaikan saja mereka tidak memberikan suaranya 1 atau 2 orang saja jelas bisa menjadi angin segar baginya dalam pemilihan Ketua ini.
Setelah tetua orka menjelaskan alasannya mencalonkan diri dan karena tidak ada pertanyaan yang datang kedirinya dari tetua lain, sekarang Bet mempersilahkan Leon yang akan memberikan pernyataannya.
Dengan gagahnya Leon saat itu dengan memakai cincin Kualitas Rank S yang baru dibuat adam untuknya dengan fitur baru, cincin Rank S keatas akan mendapatkan beberapa Fitur baru yaitu dapat merubah pakaian seseorang menjadi yang dia inginkan yang berada dibagian Inventory cincin itu.
Leon berdiri ditengah ruangan itu awalnya dia hanya menggunakan baju tradisional Jepang saja dan setelah berdiri disana dia seperti melakukan sihir merubah tiba-tiba penampilannya dengan Full Body armor yaitu Warsoul Armor Lv 70 lengkap dengan 1 Set, berwarna Perak kebiruan yang memancarkan Aura-aura seperti Aura magic berwarna keemasan keluar memancar dari armor itu..
“Ituuu... Harta Karun Tingkat Nasional,..”
Semua orang yang berada diruangan aula pertemuan yang berbentuk bulat melengkung itu melihat seorang Pria Bangsa Marmaid pertama yang menggunakan Full Body Armor Harta Karun Nasional berdiri dengan gagah, jelas itu menjadi kebanggan bagi mereka karena selama ini yang menggunakan Item Sihir Kategori Harta Karun Nasional hanyalah Bangsa Manusia, Elf dan Bestial saja..
Bahkan perwakilan dari Guild Dandles miss Michelia pun tercengang karena melihat itu, karena yang dia lihat dimukanya itu adalah seorang dengan armor set lengkap dengan 1 senjata juga 1 perisai untuk seseorang berlevel 70, Ketua Guild nya saja Rique, yang sebagai Assasin No 1 di Dunia hanya menggunakan Armor set kelas Harta Karun Nasional tapi hanya untuk seseorang yang Level 65, dia jelas tau betul susah nya mencari armor seperti itu mereka harus keluar masuk reruntuhan kuil atau kerajaan kuno untuk menemukan armor tersebut. bahkan jika ada pun item sihir itu hanya menjadi Fragment atau pecahan saja karena hancur.
“Harap tenang.. harap tenang..” Ujar Bet yang akhirnya dapat membuat semua orang diruangan itu menjadi terdiam kembali.
Azeroth saja sempat mengumpat dalam hatinya melihat itu, sekarang jelas rencananya tadi akan semakin sulit, jika dia tidak bisa mendapatkan suara tetua orka dan pengikutnya dia jelas ingin agar tetua dan pengikutnya itu hanya menjadi netral dan tidak memihak atau tidak memberikan suara sama sekali.
Kemudian Leon menjelaskan rencananya, untuk masalah tetua orka aku memiliki solusinya, dia kemudian mengeluarkan cincin Ring of Dimensi, cincin ini berfungsi..
***
Halo Pembaca,
Jangan lupa jempolnya ya.
Maaf jika ada "Typo" yang salah..
__ADS_1
Thanks XL