Reinkarnasi Dewa Pengetahuan

Reinkarnasi Dewa Pengetahuan
Utusan Dewa


__ADS_3

Pagi hari di Kota Air Mata sungguh damai terasa walaupun lonjakan para petualang tidak juga surut, kegiatan ekonomi dan lain sebagai nya masih terus berlangsung, Kota yang sibuk ditandai dengan banyak nya para pedagang dadakan serta orang-orang yang padat mengisi jalanan, selain para Petualang jelas para pedagang juga hadir di sana ribuan malah banyak nya.


Di sebuah lorong yang sempit dan gelap pada bagian kumuh Kota Air Mata, terlihat seorang pedagang dengan perut buncit nya sedang menyelinap masuk ke Lorong ini, disana ternyata ada seseorang dengan jubah hitam dan sebuah topeng sudah menunggu pedagang tersebut.


“Apakah kamu memiliki yang ku minta.” ucap orang dibalik jubah tersebut.


“Tenang saja tuan, aku membawa nya.” ujar pedagang tersebut membalas sosok pria berjubah hitam itu dengan senyum khas nya.


Nampak nya kedua orang itu sedang bertransaksi beberapa item magic dan juga equipment yang sudah dipersiapkan di dalam sebuah cincin dimensi, sang pedagang jelas tahu uang yang dia keluarkan nanti nya akan berjumlah berkali-kali lipat lagi dengan equipment-equipment yang sekarang berada di tangan nya itu, jadi dia tidak memusingkan mengeluarkan ribuan gold untuk benda-benda tersebut.


**


Pagi ini Adam sedang berada di dalam ruangan tempa khusus bagi para apprentice magang yang sebelum nya telah mereka rekrut.


keinginan nya hari ini adalah mengajarkan mereka semua dan melihat beberapa bakat yang ada disana, hal pertama yang dia lakukan adalah membagikan beberapa gulungan sihir resep dasar menempa, selain resep-resep dasar tersebut dia juga mempraktekkan beberapa teknik tempa sederhana bagi mereka semua.


Suara logam beradu pun mulai terdengar dari ruang tersebut, disana ada sekitar lima puluh orang magang baru yang lulus seleksi sedang memperhatikan Adam sekarang.


Pemuda berambut merah didepan mereka tersebut bahkan lebih muda dari mereka semua yang sedang memperhatikan nya sekarang, tapi tidak ada satupun pandangan yang meremehkan keluar dari mereka, bahkan tatapan mereka kepada Adam sudah berubah sekarang, sebelum nya mereka meragukan pemuda tersebut yang diangkat sebagai master tempa Guild Horizon.


Adam pun sadar yang terjadi selama ini karena diri nya lebih banyak menutup diri dan lebih banyak memberikan tugas membimbing kepada Paman Bay dan Jun, sedangkan orang-orang yang menjadi magang dan para penempa pemula tidak terlalu mengenal diri nya, mereka hanya mengenal sosok Black Stalker itupun akibat tanda tangan nya di setiap item luar biasa yang dijual oleh Guild.


Jadi sosok Master dan Kepala Penempa di Guild Horizon sendiri tidak mereka ketahui keahlian dan kemampuan nya, untuk Black Stalker walau mereka tidak pernah melihat nya menempa tidak ada seorang pun yang berani meragukan kemampuan nya, sebab hanya ada satu orang di seluruh Eden ini yang dapat membuat Alat Terbang dan Gelang yang dapat membangkitkan orang dari kematian.


Peng..!!


Peng..!!


Suara logam beradu dengan alunan suara indah dan teknik memukul yang luar biasa baru saja mereka lihat, Adam terkadang berhenti dan memberi gambaran cara memukul palu di tangan nya, juga cara menggunakan kekuatan dan memaksimalkan sudut tempa dengan baik.


Jika saja ada seseorang amatir yang memperhatikan yang diajarkan Adam mungkin orang tersebut juga dapat memahami dasar-dasar menjadi penempa dengan baik, sebab selain mengajarkan cara menempa material, dia juga mengajarkan cara memilih arang, mempersiapkan Api, juga teknik mendorong puputan agar menghasilkan warna api dan suhu panas yang sesuai.


Setelah selesai membuat sebuah Lempengan bilah tombak yang terlihat aneh itu, Adam pun mempersilahkan mereka menuju ke tungku bakaran mereka masing-masing dan mempraktekkan semua yang telah dia lakukan.


Masing-masing orang terlihat bersemangat hari ini, sebab sebelum memulai kegiatan mereka, mereka secara ajaib bisa mempelajari teknik dasar menempa yang luar biasa, jika saja mereka berhenti dari Guild Horizon mereka dapat dengan mudah membuat armor-armor dan senjata-senjata biasa dari teknik tempa ini, tapi tak ada yang cukup bodoh untuk berhenti dari sana.


Sebab selain keuntungan-keuntungan dan penghasilan stabil juga banyak manfaat yang mereka terima dari Guild Horizon, mereka juga mendapatkan gelang DOD dan beberapa akses khusus bagi para penempa.


Para Penempa berbeda dari para petualang, karena mereka tidak mendapatkan Alat Terbang seperti anggota guild lain nya, mereka yang berhasil melakukan kontrak dengan Guild di tingkat Penempa Pemula maka akan diberikan fasilitas lain berupa, Rumah tinggal pribadi, Peralatan Penempa grade B yang luar biasa, karena bisa menambahkan efek sihir unik seperti Ketenangan, Pemahaman dan Keberuntungan.


Untuk mereka para penghasil kebutuhan hidup sehari-hari seperti aksesoris, Kain dan Pakaian juga obat-obatan mendapat perlakuan sama seperti itu, mereka yang berada di divisi Penjahit dipimpin oleh Near, sedangkan mereka yang berada di divisi pengrajin dipimpin oleh Eiko dan untuk mereka yang berada di divisi Alchemist atau obat-obatan dan potion dipimpin oleh Adam sendiri.


Suara logam beradu sekarang terdengar diruang tempat Guild Horizon, sebelum nya Adam juga memberikan sekitar 1,5jt gold dari seluruh uang yang dimiliki nya kepada guild ini untuk dilakukan renovasi beberapa bangunan dan keperluan lain, misalnya membeli material-material tempa seperti logam Vanium, Platinum, Orichalcum, dan Fragment Kristal-kristal sihir juga kristal element dari pasar.


Dalam beberapa minggu saat mulai terjadi nya perang dagang dengan Guild Zone of God, memang Guild Horizon juga mendapat tekanan yang tidak sedikit untuk memenuhi kebutuhan material-material tempat dan produksi tersebut. Asosiasi pedagang saja memblokir akses mereka untuk membeli beberapa material yang sangat mereka perlukan, belum lagi Rumah Lelang Daun Merah tidak ingin menjual produk-produk hasil produksi dari Guild Horizon.


Hal inilah yang membuat Eiko sebelum nya menjadi sangat marah, gadis manusia yang sekarang terlihat berevolusi sempurna menjadi Fox lady tersebut akibat job yang diambil nya, sangat pusing karena dampak tersebut, berkat Adam yang mengeluarkan dua benda terakhir saja lah kondisi guild ini berhasil naik lagi, dan mendapatkan perhatian orang-orang sekarang.


Saat ini bahkan dalam beberapa hari saja, Adam sudah menolak perwakilan-perwakilan dari Asosiasi Pedagang di Kota Air Mata dan juga Perwakilan dari Rumah Lelang Daun Merah, dia tidak menghargai lagi kedua organisasi tersebut yang hanya gara-gara tekanan dari Guild Zone of God mengesampingkan profesionalisme mereka dan menganak tiri kan Guild Horizon dalam beberapa minggu ini.


Karena bagi Adam kesetiaan adalah yang utama, dan ketulusan adalah jalan nya.


Belum lagi sistem Horizon Mall dan teleport epigraph yang akan terpasang sebentar lagi, jelas akan mematikan kedua organisasi ini di seluruh Eden, bagaimana tidak, orang-orang akan langsung berdagang di Horizon Mall secara langsung dan menerima keuntungan-keuntungan luar biasa dari nya jauh bahkan dari rumah lelang daun merah, belum lagi transportasi para pedagang yang menjadi lebih mudah, mereka jelas dapat langsung pergi kemana saja dengan aman dan langsung memasuki sebuah kota, jadi untuk apa menyimpan barang-barang dagang mereka dan membiarkan asosiasi pedagang mengurus nya.


Tapi yang menjadi masalah tersendiri bagi Guild Horizon adalah pasokan material yang sudah menipis di inventory Adam dan stockpile yang berada di Guild, untuk instants duplikat Adam jelas tidak ingin terlalu bergantung pada skill ini, sebab skill ini hanya sub skill jadi dia tidak ingin kualitas material yang dimiliki nya terus menurun karena barang yang dihasilkan tidak 100% memiliki karakteristik barang asli.


Semakin lama Adam membimbing para penempa magang tersebut semakin dekat hubungan mereka, suara logam beradu terus terdengar semakin merdu, tapi pagi ini tiba-tiba semua orang mendengar suara memekakkan telinga terdengar nyaring di Kota Air Mata.


Pengumuman Sistem : Wilayah Kota Air Mata, Utusan Dewa telah di kirim ke delapan Kota Besar dan Dua Puluh Kota di seluruh Kerajaan di Eden.


Pengumuman Sistem : Benua Reptilians, Utusan Dewa telah di kirim ke delapan Kota Besar dan Dua Puluh Kota di seluruh Kerajaan di Eden.


Pengumuman Sistem : Benua Eden, Utusan Dewa telah di kirim ke delapan Kota Besar dan Dua Puluh Kota di seluruh Kerajaan di Eden.


“Apa yang terjadi.” ujar Adam dalam hati nya.


Pemberitahuan sistem terjadi tiga kali berturut-turut, mulai terdengar di setiap Kota Kecil dan Ibu Kota di setiap benua dan sampai kepada seluruh Eden.

__ADS_1


Dengan segera Adam menghentikan aktivitas nya disana dan memanggil seluruh petinggi Guild Horizon untuk membahas masalah ini.


**


Ibu Kota Daisen adalah kota terbesar di seluruh wilayah benua Reptilians, sebab kota ini merupakan Ibu Kota dari Kerajaan Nihon, yang juga merupakan kota perdagangan terbesar di Kerajaan Nihon, populasi nya mencapai miliaran orang, yang membuat nya menjadi terlihat megah dan gagah adalah benteng nya.


Kota ini memiliki benteng lima lapis dengan tinggi paling rendah adalah tembok setinggi dua belas meter, dapat dibayangkan jika sebuah kota yang memiliki miliaran populasi di dalam nya juga memiliki benteng yang mengelilingi nya, jelas memiliki lingkaran puluhan bahkan mungkin mencapai ratusan kilo meter.


Belum lagi lima lapis benteng tersebut mengelilingi Ibu Kota Daisen, membuat keamanan nya hanya setingkat dibawah keamanan Ibu Kota Kekaisaran Sinear yang memiliki Tujuh Lapis benteng pelindung nya.


Jika dibandingkan dengan Kota Toshio yang merupakan Ibu Kota Kekaisaran Funo, keamanan nya bahkan masih jauh lebih kuat di Ibu Kota Daisen, alasan nya sederhana sebab dulu Kota ini menjadi basis utama peperangan melawan bangsa mermaid, sehingga dinding-dinding ini di buat berlapis-lapis agar bangsa mermaid yang memiliki kemampuan yang dapat menghilang tersebut tidak bisa menembus dengan mudah ke Istana Kerajaan.


Di sebuah Bar daerah kumuh di Ibu Kota Daisen, pagi ini terlihat beberapa orang dengan jubah hitam mereka dan topeng setengah wajah sedang terlihat menikmati beberapa makanan dan minuman yang tersedia disana.


Mereka sekarang memang bukan lagi terlihat seperti dulu lagi, sudah sekitar sebulan lebih kelompok orang-orang ini terlihat mondar-mandir di kota ini secara rahasia dan melakukan beberapa aktivitas kecil mereka.


“Shiro bagaimana menurut mu?.”


“Apa yang sebenarnya sudah terjadi.?” tanya Leon sedikit Khawatir.


“Mungkin karena sudah dua buah Dungeon yang ditaklukan pemberitahuan sistem ini muncul.” ucap Stevan membalas leon.


Archer itu terlihat dengan santai nya menyantap makanan yang ada didepan nya, tubuh nya yang tinggi besar dengan gaya rambut berpotongan buzz cut dan berwarna hitam, serta pembawaan yang periang membuat nya tidak seperti seseorang yang membahayakan walaupun tubuh nya ditutupi jubah hitam dan wajah yang juga ditutupi oleh topeng.


“Sebaik nya kita cepat menyelidiki masalah ini segera sebelum pergi ke Kota Air Mata malam ini.” ucap Shiro memberi perintah.


“Baiklah aku yang akan pergi ke Kuil Dewa Cahaya, aku yakin utusan itu juga akan dikirim ke sini.” ucap Michelia.


Semua orang di party Shiro sekarang bahkan tidak memikirkan kehidupan lama mereka dan yang pasti mereka sekarang bagaikan sebuah keluarga kecil yang pergi kesana kemari bersama-sama.


Dari Kota Uji mereka mencari jejak musuh-musuh mereka tersebut sampai ke Ibu Kota Daisen, memang karena terlambat nya kabar yang mereka terima, sehingga bahkan Shiro saja memutuskan pergi ke Ibu Kota Daisen, kota ini merupakan pilihan terbaik bagi nya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.


Setelah beberapa bulan berada di sini mereka baru mendapatkan beberapa petunjuk saja tapi masih samar, sedangkan setelah berada di sini mereka baru mendengar kabar bahwa Guild Horizon sekarang semakin tenar dengan Pimpinan baru mereka, menggantikan Funo Eiko yang sebelum nya menjabat.


Merasa sedikit khawatir dengan adik nya tersebut Shiro memutuskan menunda pencarian mereka di Ibu Kota Daisen dan memutuskan untuk pergi ke Kota Air Mata, walaupun jarak nya berbulan-bulan sampai tiba disana dengan menggunakan Kuda Ornithomimus sekalipun tapi mereka tidak ada cara lain lagi.


Sedangkan untuk kabar alat terbang dan gelang DOD mereka bahkan belum mengetahui hal tersebut karena baru beberapa hari saja diluncurkan oleh Guild Horizon.


Michelia segera terlihat memisahkan diri dari mereka dan menuju ke Kuil Dewa Cahaya yang berada di Ibu Kota Kerajaan tersebut, diluar dia terlihat antusias saat keluar pun diri nya mengubah penampilan asli nya menjadi seorang gadis muda berusia sekitar delapan belas tahunan dibalik topeng setelah wajah milik nya.


“Jika saja teman-teman ku dulu mempunyai item seperti mantel of purgatory seperti ku mereka akan terkejut dan iri.” Pikir nya dalam hati.


Dia dengan senang nya meluncur menggunakan kuda orni milik nya.


Suasana Ibu Kota Daisen memang terlihat ramai seperti biasa, tidak sedikit kuda orni terlihat berpacu di jalanan utama kota, memang untuk transportasi ada beberapa jalan yang dilarang untuk menggunakan kuda-kuda reptil ini tapi dijalan utama kota masih diperbolehkan.


Karena jarak yang cukup jauh dari daerah kumuh menuju pusat kota tempat Kuil Dewa Cahaya kali ini dia memacu kuda nya sedikit lebih dari biasanya.


Bahkan tidak sedikit juga orang yang terlihat bepergian kesana setelah mendengar kabar tersebut, tanpa memperdulikan keindahan kota bernuansa jepang yang kental dan indah tersebut Michelia terus memacu kuda nya di tengah jalanan utama kota.


Setengah Jam berselang dia sudah memasuki Pusat Ibu Kota, gerbang di pusat Ibu Kota Daisen terlihat ditutup dan banyak prajurit berjaga-jaga, terlihat juga ribuan orang mengantri disana.


“Bagaimana ini, aku tidak memiliki waktu seharian untuk menyelidiki masalah ini.” pikir nya dalam hati.


Akhir nya secara terpaksa dia juga ikut mengantri, sekitar tiga puluh menit sudah diri nya mengantri diantara ribuan orang disana dan terus memikirkan cara untuk melewati antrian tersebut.


Di kejauhan terlihat sebuah kereta Kuda mewah milik seorang bangsawan dan di iringi oleh beberapa pengawal hendak memasuki pusat kota, sebuah kilatan cahaya terlihat di mata Michelia dia mengenali kereta tersebut.


Michelia segera saja mengarah kan tunggangan nya dan pergi mengiringi kereta kuda mewah tadi, saat berada disebelah kereta kuda tersebut dia membuka topeng milik nya dan segera memanggil orang yang berada disana.


“Tuan Gato, Tuan Gato.” suara merdu nya memanggil orang di dalam kereta tersebut.


“Berhenti.!”


Teriakan dari dalam kereta tersebut membuat iring-iringan tersebut pun menghentikan laju nya.


Dari sana terlihat seorang Warrior berlevel 76 terlihat keluar dari Kereta itu, sosok tersebut adalah Gato Miura Ketua Guild Sphinx yang setelah kejadian di Kota Air Mata kembali langsung ke Ibu Kota Daisen untuk merombak Guild milik nya tersebut, sebab banyak pencerahan yang telah dia dapatkan dari sosok Adam.

__ADS_1


Sekitar beberapa minggu lalu dirinya sudah tiba di Ibu Kota Daisen dan secara tidak sengaja bertemu dengan Michelia, yang saat itu sedang menghadiri acara pelelangan sama seperti diri nya.


Karena memperhatikan sosok Michelia yang sangat muda dan berlevel tinggi membuat ketertarikan di diri nya untuk merekrut Mage tersebut, dia sekarang juga menganggap sosok gadis muda itu sama seperti Adam, sosok misterius yang dalam nya tidak bisa terukur.


Mantel of Purgatory memang tidak sama dengan Topeng Seribu Wajah sebab mantel ini walau dapat merubah penampilan dan wajah seseorang, juga menyembunyikan beberapa status, tetapi tidak dengan nilai kekuatan manna, aura manna dapat terus terpancar dengan kuat jika saja tidak ditutup dengan sebuah skill, jelas karena melihat hal itu Gato menilai gadis cantik didepan nya ini adalah sosok misterius.


Seiring dengan keakraban mereka, Michelia juga sudah mendapatkan beberapa informasi berharga tentang Guild Horizon dari Gato, yang akhir nya membuat Shiro memutuskan untuk segera pergi ke Kota Air Mata untuk mendatangi Eiko.


“Ah nona Michelia, apa kabar mu.?” ucap gato sopan.


“Aku baik-baik saja Tuan Gato.”


“Apakah anda ingin juga memeriksa utusan dewa yang dimaksud?.” ujar michelia lagi.


“Benar, aku akan kesana, jangan bilang kamu tidak bisa masuk dan malah disuruh mengantri di sini.” ucap nya lagi.


Michelia, gadis itu hanya dapat tersenyum kecut mendengar ucapan Gato, dia tidak ingin berbohong dan jelas sangat ingin segera memasuki pusat kota.


“Yah seperti itulah yang terjadi, aku tidak bisa berbuat banyak.” ujar nya pahit.


“Ikutlah dengan ku, karena tujuan kita sama tidak salah kita bepergian bersama.” ujar nya lagi.


Dengan anggukan kecil Michelia, Gato pun segera menangkap sinyal tersebut dan segera menyuruh pengawal nya yang ada disana juga membawa kuda orni milik Michelia, sedangkan diri nya dipersilahkan masuk menemani Gato.


Di dalam Kereta tersebut terlihat dua sosok misterius berjubah hitam dan juga memakai topeng menemani Gato.


“Ah, ku harap kalian semua bisa akrab.” ucap Gato dengan tenang.


Memang dalam perjalanan Gato juga bertemu dua sosok kuat ini sedang dalam perjalanan, mereka juga sebenarnya ingin pergi ke Kuil Dewa Cahaya untuk melihat utusan dewa yang dimaksud.


Saat memasuki kereta tubuh Michelia bergetar karena melihat emblem Guild yang dimiliki kedua orang misterius yang berada di dalam kereta Gato.


Mereka berdua adalah anggota Guild Dandles, tapi karena jubah dan topeng yang juga dapat menyembunyikan identitas tersebut, dia tidak bisa melihat siapa mereka berdua.


Di dalam perjalanan pun Michelia hanya terdiam dia benar-benar ingin mendengar kedua orang tersebut berkata-kata, tapi bahkan saat kereta tiba di Kuil Dewa Cahaya yang berada di pusat kota sekalipun Kedua sosok yang sekarang duduk didepan nya tersebut tidak juga bersuara.


Bahkan hanya Gato saja yang mencoba mencairkan suasana disana dan hanya mendapatkan anggukan saja dari tiga sosok kuat di dalam kereta itu.


“Huh mungkin sebaik nya seperti ini dari pada ada permusuhan.” ucap gato di dalam hati nya.


Memang benar dia adalah seorang bangsawan dan juga Ketua Guild Sphinx yang merupakan Guild tingkat 2 di benua Reptilians, tapi menghadapi ketiga sosok di dalam kereta nya tersebut dia bahkan tidak akan bisa.


Sebab menurut pemahaman nya kekuatan ketiga orang itu sudah mencapai level tier 2 ke atas dari pancaran aura manna yang keluar, jadi dia tidak akan menyinggung mereka.


“Akhir nya kita tiba juga.” ucap Gato yang seperti berbicara sendirian dari tadi.


Saat tiba di pintu Kuil Dewa Cahaya ternyata sudah puluhan ribu orang mengantri dan berada disana juga.


Tapi karena status bangsawan dari Gato yang memiliki garis Klan yang sama dengan Ratu Kerajaan Nihon, sehingga grup kecil nya sekali pun dapat melewati blokir ketat dari para penjaga di Kuil Dewa Cahaya yang berada di Ibu Kota Kerajaan Nihon.


Tidak menganggap hal ini adalah hal yang sepele Kuil Dewa Cahaya di Kota Daisen mengerahkan sekitar 50 Penjaga Tier 3 dan ribuan penjaga Tier 1 untuk memblokir arus orang-orang yang penasaran terhadap Utusan Dewa yang dikirim ke setiap kota tersebut.


Di dalam ruangan megah aula Kuil Dewa Cahaya terlihat seorang sosok Kuat luar biasa yang, keberadaan nya bahkan mampu menekan seluruh kekuatan pendeta-pendeta suci Kuil Dewa Cahaya yang berada di level tier 4 dan tier 5, bahkan sosok tersebut dapat menekan pimpinan Kuil Dewa Cahaya yang merupakan Archer berlevel tier 6.


Gato bersama tiga orang yang tadi ditakuti nya di dalam kereta juga seperti keberadaan kecil di hadapan sosok tersebut, Michelia bahkan membelalakkan mata nya melihat sosok tersebut, dan salah satu dari Dua orang anggota Guild Dandles tadi bahkan mengucapkan sesuatu sekarang.


“Dia.. Dia adalah Naga Langit.”


Angin takdir sekali lagi berubah, dengan mempertemukan Gato dan Michelia secara misterius, juga dengan ada nya bangsa mitologi yang sudah dianggap punah ini, Eden sekali lagi akan diguncang peperangan besar yang nantinya akan membawa semua mahluk mencari kesempurnaan menjadi seorang dewa-dewi.


***


Halo Pembaca,


Terima Kasih sudah support dengan memberikan komentar, jangan lupa ya Like nya karena itu semua Gratis.


Thanks XL

__ADS_1


__ADS_2