
Di Sebelah Tenggara Ibu Kota Daisen, Kelompok Shiro sekarang sedang memasuki sebuah bangunan yang sedikit unik, Bangunan itu bergaya Jepang.
Bangunan itu dikelilingi sungai selebar empat meter dengan air yang jernih dan banyak terlihat ikan koi warna-warni, Sehingga jika ingin melalui nya pun orang-orang harus dipaksa menikmati keindahan jembatan batu berukiran bunga-bunga sakura, di pinggiran sungai yang berbatas langsung dengan pagar tembok bangunan besar tersebut, terlihat pohon bunga sakura abadi berwarna merah muda juga berbaris rapi mengelilingi sungai buatan tersebut. Pada bagian pintu gerbang nya terlihat sebuah kaligrafi Jepang bertuliskan Rumah Penjinakan.
Memasuki bangunan tersebut Shiro dan kawan-kawan juga dipaksa kembali menikmati keindahan arsitektur asia yang kental, banyak terdapat tanaman hias dan bunga-bunga di dalam sana dengan berbagai hewan-hewan berbentuk aneh beterbangan dan berlarian kesana kemari dengan bebas.
Dari kejauhan seorang penerima tamu menyapa party Shiro, seorang gadis berpakaian Kimono terbuat dari kain halus yang indah, walau bukan dari bahan sutra dapat dilihat kain yang dia pakai adalah dari bahan terbaik.
“Selamat Datang di Rumah Penjinakan Hewan Buas Great Phoenix.” ucap perempuan tersebut menyambut Shiro dan Party nya.
“Apakah ada yang bisa ku bantu untuk kalian semua?.” ucap nya lagi.
“Kami kemari untuk menetaskan Telur hewan buas yang kami temukan, mungkin kah itu dapat dilakukan?.” ujar Shiro langsung menjawab.
“Itu merupakan salah satu layanan yang kami berikan di Rumah Penjinakan Hewan Buas Great Phoenix, Jika boleh aku melihat telur yang Tuan maksud?” ucap nya menjawab Shiro.
“Seperti ini..”
Dari ruang hampa shiro langsung mengeluarkan sebuah telur sebesar kepala manusia yang bentuk nya sedikit aneh tidak seperti telur-telur yang biasanya dilihat perempuan tersebut.
“Ini Telur Griffin, Tuan anda memiliki telur grade Epic, mari ikuti saya Tuan kita bisa membahas hal ini di dalam.” ucap perempuan tersebut.
Dia langsung membawa Shiro dan keempat teman nya tersebut ke suatu ruangan yang terlihat mewah dan mempersilahkan Shiro beserta party nya menunggu sebentar, sementara dia akan memanggil seorang petugas yang bertanggung jawab.
“Tidak ku sangka telur itu adalah telur grade Epic, bahkan hewan Epic saja kita tidak pernah melihat nya selain monster-monster di Dungeon Tambang Nce.” ujar Leon kagum.
“Aku juga tidak sabar ingin melihat kualitas telur beast yang ku miliki.” ucap Stevan memotong pembicaraan Leon seperti biasa nya.
Kedua orang itu memang terlihat seperti rival dengan tubuh yang sama-sama tinggi besar, belum lagi wajah mereka yang tampak sangar dari pandangan pertama saja orang dapat menciut nyali nya melihat mereka berdua.
Tapi sebenarnya mereka berdua adalah sahabat karib, selain karena berbagi nasib bersama dalam beberapa tahun ini, mereka berdua juga memiliki sifat yang sama periang dan sama-sama suka dengan makanan, hanya saja jika mereka sudah marah, bahkan Shiro saja tidak bisa menghentikan amarah kedua orang ini.
Belum sempat Leon menjawab Stevan, pintu ruangan mereka pun terbuka dari sana terlihat seorang Perempuan cantik dengan baju berwarna keemasan, setelah menyapa mereka semua perempuan itu pun mulai membuka pembicaraan.
“Boleh kah aku melihat telur yang dimaksud sebelumnya oleh karyawan ku.?" ucap perempuan itu.
Shiro hanya terdiam sejenak menilai perempuan itu, karena ucapan nya yang menyatakan gadis awal yang membawa mereka ke sini hanyalah karyawan dari perempuan didepan nya, walaupun gadis itu pun berpenampilan mewah.
“Oh maafkan ketidaksopanan ku, Aku Mika Ikeda pemilik tempat ini.” ucap nya sopan.
“Aku Shiro Takahashi, mereka adalah sahabat-sahabatku Leon, Lafa, Laila, dan Stevan.” ucap shiro yang juga memperkenalkan teman-teman nya.
Mika juga sempat terdiam melihat sosok mereka semua, karena bagi nya yang berlevel diatas seratus dia bahkan masih tidak bisa melakukan observasi dan appraisal kepada mereka semua yang memiliki kekuatan manna yang meluap-luap.
“Oh salam kenal untuk kalian semua.”
“Baiklah mari kita kembali ke bisnis aku sangat tidak sabar melihat telur yang memiliki grade Epic.” ucap nya dengan mata berbinar-binar.
“ini kah yang anda maksudkan.”
Shiro langsung mengeluarkan sebuah telur yang terlihat bersisik seperti sisik ular, telur itu selain memancarkan kekuatan manna yang besar, telur itu juga memberikan semacam aura kehadiran yang akan membuat orang yang melihat nya dengan tatapan kepuasan.
“Luar biasa ini benar-benar telur Griffin, mahluk legenda.”
“Aku bahkan hanya pernah melihat gambar nya dari catatan reruntuhan kuno, boleh kah aku memegang dan menilainya?.” ucap Mika.
“Silahkan Nona.?” ucap Shiro.
“Nona? haha aku sangat senang hari ini dan kamu menambah kesenangan ku, aku tidak semuda itu Tuan Shiro.” ucap nya lagi.
Shiro bahkan tidak bisa menjawab perkataan Mika dia hanya terdiam dan memperhatikan Mika yang mengeluarkan sebuah kacamata dari cincin dimensi milik nya untuk menilai telur tersebut.
__ADS_1
“Itu Kacamata Appraisal milik adam.” Shiro terkejut dan berbicara dalam hati nya.
“Umm.. menarik kualitas telur ini sangat murni dan tidak rusak oleh waktu, ini seharus nya dapat ditetaskan.” ucap Mika.
Bahkan Shiro sekarang tidak lagi memperhatikan telur yang dimaksud Mika dia hanya terfokus pada kacamata appraisal yang perempuan itu pegang.
“Tampilkan status.” ucap Mika
[Griffin Eggs]
Kekuatan hidup : 9/10
Manna diperlukan untuk menetas : 9/10
Telur dari Griffin mahluk Primordial yang terkenal sangat setia, dapat dijadikan Pet.
“Bagaimana apakah Tuan ini menetaskan telur ini?”
Ucapan Mika menyadarkan Shiro dari pemikiran nya, dia yang tersadar langsung saja mengangguk dan mempersilahkan Mika melakukan inkubasi kepada telur tersebut. Sebelum mereka menandatangani Kontrak Suci tanda perjanjian, Leon tiba-tiba bersuara.
“Aku juga ingin kamu menilai telur ini.”
Langsung saja sebuah telur berwarna hitam pekat dengan permukaan mulus tapi mengkilap muncul didepan Mika, perempuan itu kembali terkejut didepan nya muncul lagi telur grade Epic yang sama kuat nya seperti telur Griffin milik Shiro.
“Ini, ini adalah Telur Thalasdota.”
“ini juga adalah telur grade Epic sama seperti telur Griffin, bahkan tampilan nya pun mirip hanya saja ini lebih mirip reptil berkaki empat bersayap, kalian ternyata memiliki banyak hadiah menarik hari ini, dengan ini skill penjinak ku bisa naik ke tingkat SSS.” ujar Mika.
Mika terlihat bahagia hari ini dia juga menerima telur-telur tersisa dari mereka semua termasuk telur Phoenix api milik Michelia, merasa sangat senang dia bahkan tidak memungut biaya untuk mereka semua dan segera pergi ke ruang inkubasi untuk melakukan upacara penetasan telur-telur tersebut.
Melalui Item komunikasi Michelia sempat mengirimkan sinyal kepada Shiro memberitahukan hasil penyelidikan nya, dengan kabar yang diterima nya Shiro membuat semua teman-teman nya juga terkejut saat itu, sehingga mereka segera menyusun rencana sambil menunggu proses inkubasi dilakukan Mika.
“Oh Mich, mari nikmati hidangan ini.” ucap Stevan yang menyapa Michelia sambil menyantap makanan didepan nya.
Perempuan itu hanya mengangguk kecil sebelum akhir nya bergabung dengan mereka dalam jamuan yang dipersiapkan Rumah Penjinakan Hewan Buas Great Phoenix. memang disana mereka diperlakukan layak nya VIP setelah membuat senang beberapa kali pemilik tempat itu.
“Bagaimana bentuk nya naga langit itu.” ujar Laila bertanya penasaran.
“Ini kalian bisa menilai nya sendiri.”
Michelia segera saja mengirimkan visual gambar dan rekaman terhadap makhluk yang disebut naga langit tersebut.
Dalam rekaman visual yang mereka terima mereka juga terkejut melihat sosok sempurna seperti seorang manusia, memang bentuk nya seperti manusia dan memiliki kulit seperti manusia juga wajah yang sama tapi yang membuat nya berbeda adalah terdapat sedikit sisik tipis kecil di wajah nya seperti sisik ikan dan juga di bagian lengan yang tidak tertutup oleh busana nya.
Selain itu sepasang sayap berselaput yang membuat nya terlihat perkasa bahkan level naga tersebut juga sedikit melebihi Pimpinan Kuil Dewa Cahaya yang bertanggung jawab di Ibu Kota Daisen. Pimpinan Kuil Dewa Cahaya di Ibu Kota Daisen bernama Antonio seorang Archer Tier 6 berlevel 610, sedangkan sosok Naga Langit tersebut bernama Gwelu berada di Tier 6 berlevel 650.
Walaupun hanya berbeda level sekitar 44 level dengan Antonio, tapi sebuah eksistensi kekuatan yang dapat menyamai dewa tingkat rendah bahkan 1 level saja dapat menentukan kemenangan seseorang pada tingkat Tier 6, yang tersisa adalah hanya kemenangan Item-item sihir yang dapat membantu mereka melawan orang kuat lain nya, semakin kuat item sihir yang mereka miliki, maka semakin berpeluang mereka untuk menang atau untuk melarikan diri.
Bahkan dalam visual rekaman yang mereka lihat Utusan Dewa tersebut juga membawa orang-orang yang hadir disitu untuk mencari seseorang.
**
Gato bersama tiga orang yang tadi ditakuti nya di dalam kereta juga seperti keberadaan kecil di hadapan sosok tersebut, Michelia bahkan membelalakkan mata nya melihat sosok tersebut, dan salah satu dari Dua orang anggota Guild Dandles tadi bahkan mengucapkan sesuatu sekarang.
“Dia.. Dia adalah Naga Langit.”
Sempat terdiam sejenak Michelia saja bahkan tidak mampu berbicara saat itu, dia mendengar sosok didepan nya itu juga dapat berbicara bahasa manusia yang sekarang dipakai luas di Eden.
“Saudara-saudara ku sekalian pengikut setia Raja Dewa Seth, kami berjumlah dua puluh delapan orang dikirim langsung oleh Raja Dewa Agung Seth untuk turun ke Eden.”
“Raja Dewa Agung Seth berpesan pada kita semua para pengikut nya, melalui Sistem Dewa Utama yang selama ini kalian kenal telah menurunkan banyak berkat untuk kalian.”
__ADS_1
“Dia meminta kesetiaan kalian untuk dapat membantu nya, mencari dan memusnahkan seorang manusia.”
“Kalian di Dunia ini Mengenal nya dengan Nama Black Stalker.”
“Kami juga akan berperang bersama kalian bahu membahu membantu kalian semua untuk mengalahkan sosok tersebut.”
“Dia adalah Manusia yang merupakan titisan Raja Iblis terjahat yang pernah ada, untuk mencegah terjadi nya kekacauan di Dunia Eden, maka kami dikirim juga untuk melawan nya, sebelum Raja Iblis itu mendapatkan kembali Kekuatan nya.”
“Tentu saja bagi yang ingin mengikuti Raja Dewa Agung Seth, kami akan memberikan berkat dan blessing juga armor-armor tingkat Legendary untuk kita semua yang bergabung dalam pasukan gabungan.”
“Itu semua tergantung kontribusi kalian semua.”
“Apakah kalian semua mau mengikuti perintah Raja Dewa Agung Seth?.” Ucapan Gwelu pun terdengar merasuki orang-orang disana.
“Hidup Raja Dewa Agung Seth..”
“Hidup Raja Dewa Agung Seth..”
“Kami semua akan berperang bersama menghancurkan Black Stalker.”
Teriakan dukungan yang sangat meluap-luap terdengar sangat kuat dan bersemangat dimata semua orang dalam ruangan itu, sedangkan Gato dan Michelia yang mengetahui Black Stalker adalah Ketua Guild Horizon kini meneguk liur tidak berani berbicara.
**
Ruangan tempat shiro berada dengan semua teman-teman nya pun sekarang menjadi sunyi bahkan Stevan dan Leon menghentikan aktivitas makan rakus mereka, semua orang dimeja makan itu menatap ke arah Shiro yang sekarang terlihat cemat.
“Eiko dalam bahaya, dia tidak mengetahui Black Stalker adalah titisan reinkarnasi dari Raja Iblis.”
“Kita Harus segera ke Kota Air Mata secepatnya.”
Ucapan Shiro membuat semua orang di meja makan itu sekali lagi meneguk liur mereka, belum hilang dari ingatan mereka monster-monster iblis yang mereka lawan selama sepuluh tahun lebih dipimpin oleh seorang reptil iblis yang sangat kuat dan hampir saja merenggut nyawa mereka semua.
Sekarang mereka harus berhadapan dengan sosok iblis lain bahkan seorang Raja Iblis Black Stalker, jelas saja teman-teman Shiro juga sedikit merinding mendengar perintah Shiro kali ini.
Tanpa mengetahui kebenaran nya bahkan sekarang semua bangsa dari semua negara dan Kekaisaran akan mulai memburu Black Stalker mulai hari ini, Jika adam tahu nasib nya dikehidupan kedua pun hampir sama seperti kehidupan pertama, kembali ditekan dan dijauhi semua orang, Bahkan angin kesedihan dan Amarah pun kembali mengejar nya sampai ke Eden.
Akibat Sinkronisasi Sistem yang hanya mencapai 10%, identitas Black Stalker lah yang sempat terbaca oleh Sistem Dewa Utama, walaupun itu menyelamatkan identitas adam sebenar nya, tapi dia tidak bisa sembunyi dari Mata Elemental Dragon Eye yang sekarang dimiliki semua bangsa Naga tingkat tinggi.
Bahkan tujuan adam sebenarnya membuat sosok Black Stalker adalah selain sebagai pengalih, dia juga masih tertinggal dalam ilmu pedang dan lain nya, modal yang dimiliki nya hanyalah equipment-equipment Legendaris yang tidak dimiliki orang-orang.
Sekarang selain harus meningkatkan dengan segera ilmu berpedang nya dan pemahaman nya terhadap bela diri, dia juga harus mengejar level agar kali ini tidak dibinasakan oleh semua orang di Dunia ini.
Dahulu bahkan diri nya hanya menang karena memiliki level lebih tinggi dari Bla'ak, sedangkan dengan Hansen diri nya menang hanya karena equipment dan memiliki kemampuan element cahaya yang bisa menguasai semua element dan semua skill.
Jadi sebenarnya walaupun dia dapat memakai semua kekuatan tersebut dan bahkan Adam mampu membuat Enam Sosok Orang seperti Black Stalker dengan Job berbeda-beda menggunakan item-item sihir nya, tapi apa guna nya jika bahkan dia tidak memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap job-job itu, belum lagi alasan utama dia tidak melakukan itu adalah Kekuatan nya yang sangat lemah.
Sekarang bahkan dia dengan senang nya kembali mengajar orang-orang yang mungkin saja nanti malah ingin membunuh nya, belum lagi hembusan permusuhan yang segera dia terima dari Asosiasi Pedagang, Rumah Lelang Daun Merah dan ke Empat Guild Aliansi Dadakan yang ditunggangi oleh Zone of God.
Takdir memang sering mempermainkan kita Manusia karena Takdir bukan berdiam diri saja, ia tengah menunggu kita memainkan ceritanya.
***
Halo Pembaca,
Terus Like, Vote dan komentar ya.
Takdir bukan berdiam diri saja, ia tengah menunggu kita memainkan ceritanya - Sefryana Khairil
Terima kasih buat Ucup karena sebelum nya sudah membuat kalkulator point kontribusi untuk Author🙏
Thanks XL
__ADS_1