
Suasana Ruang tempa guild horizon hari ini menjadi hening untuk beberapa saat, udara segar yang dihembuskan angin pagi menghiasi tempat itu dan membawa pergi hawa panas dari tungku penempaan walau hanya sebentar.
Hari ini adam yang baru saja diterima di Guild Horizon sebagai bagian dari petualang, dihari ini jugalah kemudian adam diakui oleh Kepala Divisi Penempa di sana yaitu Alvian Bay, apalagi dia juga rencananya akan diangkat menjadi Penempa Senior, jelas bukan pencapaian yang biasa bagi orang seumuran nya atau bahkan orang yang lebih tua darinya sekalipun.
Membuat suatu senjata atau armor yang memiliki atribut tambahan bukan lah hal yang biasa di zaman itu, seorang penempa harus menciptakan cara mereka sendiri untuk menghasilkan item sihir atau dengan gulungan desain cetak yang didapat dari monster dungeon.
Anggap saja ada seratus orang penempa yang berkompetisi, mereka disuruh membuat sebuah pedang biasa tapi memiliki ketahanan tinggi dan ketajaman tinggi dengan panjang sama dan bentuk yang sama.
Setiap orang akan membuat pedang tersebut berdasarkan pengalaman mereka masing-masing dan teknik mereka masing-masing, setelah benda itu jadi maka akan dilakukan test ketahanan, test efisiensi, test ketajaman, dan test lainnya.
Jika seorang penempa memenangi semua test orang itu dapat dikatakan berbakat, maka dia dapat membuat desain tempa miliknya sendiri, cara dan teknik nya sendiri terkait bagaimana membuat pedang tadi sesuai pengalaman dan pengetahuan miliknya sendiri.
Seiring berjalannya waktu teknik tadi diturunkan dari master ke muridnya dari murid ke muridnya lagi sampai beberapa generasi, saat muridnya membuat pedang serupa dia dapat menggunakan cara yang dipakai oleh gurunya atau menambahkan cara menempa miliknya sendiri.
Terkadang seorang akan membuat teknik baru buatannya dari pengembangan teknik yang sudah ada dengan menyempurnakan karya itu menjadikan pedang yang lebih bagus atau malah sebaliknya, menghancurkan karya original tadi.
Akan tetapi untuk kasus adam jelas beda karena adam membuat sebuah mahakarya, mahakarya itu tidak bisa digantikan cara membuat dan menyempurnakannya, orang hanya dapat menikmatinya dan hanya meniru teknik membuatnya saja.
Itulah sebabnya Kepala Penempa Guild Horizon sangat menghargai yang dibuat adam, Merasa mantap akan jalannya ke depan adam meminta kepada ketua guild agar dapat disiapkan beberapa asisten dalam membantu menempa.
Mendengar permintaan itu ketua guild Horizon Eiko langsung menyetujui permintaan adam dan segera mempersiapkan diri untuk membawa beberapa calon tenaga kerja bagi adam.
Biasanya para pekerja ini sering dicari di bagian selatan kota air mata. alasan mereka memakai pekerja dari sana adalah karena upah yang dikeluarkan cukup murah.
Adam jelas tidak menuntut pekerja ahli karena bagi adam asalkan ada pekerja, yang lain bisa diajarkan sedikit demi sedikit, untuk kesetiaan adam tidak memerlukan itu, karena di Eden ada kontrak darah, kontrak suci ini dapat mengikat satu orang dengan orang lainnya dengan sesuatu yang mereka sepakati dalam sebuah kontrak.
Hal serupa juga terjadi dengan penjaga kota, waktu adam dengan near mencoba masuk tanpa identitas, dia jelas dikontrak untuk tidak memperbolehkan siapa saja masuk ke kota jika tidak memiliki identitas, namun dia masih bisa membantu orang itu mendapatkan identitas, perbedaan dan celah dalam kontrak harus juga dipahami oleh yang membuatnya.
Adam saat itu juga ingin menemani Eiko, karena menurutnya sekalian jalan-jalan kebagian kota lain di Kota Air Mata, dia juga ingin menggali informasi tentang masalah terkait Klan Bay atau masalah lain tentang perkembangan Eden kepada Ketua Guild nya itu, walaupun sekarang dia memiliki sumber informasi seperti Paman Bay.
“Oh kamu juga ingin ikut?” ucap Eiko dengan semangat.
Eiko jelas akan memastikan sendiri kualitas pekerja yang ingin mereka cari dan karakter pekerja itu makanya dia sendiri turun tangan mencari nya karena bagi Eiko sekarang, Adam adalah aset paling berharga bagi Guild nya. tanpa dia sadari dirinya dan adam ada hubungan darah.
Adam tidak banyak bicara dan dia hanya mengangguk saja menjawab pertanyaan Eiko, sebelum pergi kesana Eiko membawa adam berbelanja beberapa persiapan dulu, termasuk ingin mengganti Pakaian adam, agar lebih terlihat terpandang karena dirinya akan menjadi seorang Penempa Senior Guild Horizon.
**
Funo Eiko perempuan ini seumuran near kurang lebih berusia 25 tahun, tentunya merupakan seorang gadis cantik berkulit Putih dan halus, rambutnya berwarna putih keperakan tapi bukan seperti sebuah uban, entah karena di warnai atau karena memang dari lahirnya.
Rambutnya pendek sebahu tapi di bagian belakangnya agak memanjang hingga punggung, tubuh nya tidak terlalu tinggi tapi tubuhnya benar-benar dapat memuaskan setiap mata pria yang memandangnya apalagi ditambah dengan mata almond nya yang memikat. dengan job sebagai Fox Lady sehingga dirinya berevolusi memiliki telinga seperti rubah putih.
Saat ini dia berlevel 65, orang-orang sering memanggilnya Dewi Kagura karena keahliannya memanggil beberapa hewan siluman yang dapat membantunya bertarung.
Di sepanjang jalan orang banyak jelas mengenalnya karena dia merupakan Ketua Guild Horizon, selain itu hari ini dia memakai pakaian khas jepang terbuat dari sutra dengan lengan baju berwarna putih dan bagian baju di tubuhnya berwarna ungu dia memakai rok yang sedikit pendek bergaya pakaian jepang modern.
__ADS_1
“Lihat siapa yang berjalan dengan Dewi Kagura.”
“Apakah itu kekasihnya? apakah dia akan berjalan dibawah payung yang sama dengan laki-laki itu?”
“Tidak mungkin, dia masih sangat muda, pasti bukan kekasihnya.”
“Oh lihat payung Dewi Kagura hari ini lebih indah sesuai dengan warna bajunya.”
“Dewi Kagura memang idola ku. hari ini dia sangat cantik, aku rela bahkan menjadi pesuruhnya”
“Bahkan pemuda gagah seperti itu saja bisa ditaklukan Dewi Kagura.”
“Kyaaa.. Seandainya Dewi Kagura sudah bosan dengannya, aku yang akan menampungnya nanti.”
“Mereka seperti pasangan yang serasi.”
Banyak dari orang yang berada di area pertokoan hari ini memperhatikan mereka berdua dan mulai bergosip, adam yang merasa semakin canggung karena banyak orang yang membicarakan mereka kini tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain mempercepat langkah nya.
“Eh, adam apakah kamu malu.?” ucap Eiko menggoda adam.
“Sebaiknya kita cepat meninggalkan tempat ini, dan juga mengapa anda memakai payung, hari tidak sedang hujan?” ucap adam menjawab.
“Aku tidak ingin kulit putih ku terbakar sinar matahari ini.” ujar Eiko menggoda adam dengan sedikit genit.
“Hey kak near bukan kah itu adam, baru kamu tinggal sebentar dia sudah membawa perempuan cantik berjalan-jalan di kota ini.” ucap Keiko memanas-manasi near.
“Aku tidak tahu siapa itu, tapi sebaiknya kita ikuti mereka aku tidak ingin adam melakukan kesalahan dia masih sangat muda, lagi pula bisa kalian lihat penampilan perempuan itu rok nya terlalu pendek.”
ujar near yang merasa sedang kesal, karena adam tadi berkata dia ingin mendaftar di guild dan mencari informasi tetapi malah bertemu mereka bertiga di pusat kota sedang bersama perempuan muda.
Tiba di sebuah toko yang jelas dikenal oleh adam, Eiko mengajaknya masuk, tanpa menjawab dan menunggu lama adam memasuki toko tersebut, toko itu adalah toko milik jun yang kemarin malam didatangi adam.
“Hey.. halo Ran apa kabar? apa ayah mu ada?” ucap Eiko kepada Ran Putri dari jun.
“Oh halo bibi Eiko, apa kabar.”
“Hey, aku sudah bilang padamu beberapa kali, aku masih muda dan belum menikah jadi jangan memanggil ku bibi, panggil aku Kakak.” ucap Eiko kepada ran yang malu didepan adam.
Gadis remaja itu hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Eiko, Ran pun membawa Eiko kedalam menelusuri kedalam bagian rumahnya diikuti oleh adam mereka tiba ke halaman belakang toko, di sana bisa terlihat sebuah workshop tempa yang sedikit lebih kecil dari tempat tempa di guild horizon, tetapi workshop tempa itu terlihat sangat bersih.
Dari dalam dapat terdengar suara besi beradu yang sudah sejak tadi pagi tidak berhenti, sedangkan adam mata nya memandang sebuah ruangan di samping tempat tempa itu, di samping pintu ruangan workshop lainnya itu bertuliskan “Aku Sibuk, Jangan Ganggu.”
Adam jelas tahu apa maksudnya itu, lokasi tempat tempa yang sekarang mereka datangi itu bentuknya mirip lokasi tempat adam bermain saat masih kecil dulu dan ruangan yang ditatap adam tadi benar-benar mirip ruangan penempaan tempat dia sering bereksperimen dulu.
Bahkan tulisan di papan kayu yang berada samping pintu masuk itu pun adam yang membuatnya dulu, bertuliskan seperti itu karena dia dulu tidak ingin diganggu siapa pun saat sedang bekerja.
__ADS_1
“Oh halo jun-san, apa kabar?” ujar Eiko menyapa.
“Nona Eiko, apa kabar? sudah lama tidak kemari, bagaimana kabar anda?” ucap Jun.
“Aku baik-baik saja, aku mampir kemari hanya ingin memperkenalkan kamu dengan Penempa Senior di Guild kita yang baru diangkat hari ini oleh Paman Bay, ayo perkenalkan dirimu, beliau adalah Penempa Senior juga di guild kita, kuharap kalian berdua bisa akur.” ucap Eiko
“Halo apa kabar, nama ku adama.” ucap adam santai.
Jun hanya diam saja mencerna perkataan Eiko sebelumnya kemudian dia memperhatikan adam, dia melihat adam dari bawah sampai ke atas, dari atas sampai ke bawah, penampilan adam memang berbeda dari penampilan asli nya yang tampan tapi rambutnya yang berwarna merah tetap dia sesuaikan.
Setelah melihat beberapa saat Jun kemudian menyapa adam dia tidak ingin terlihat aneh kepada sesama rekan kerja.
Eiko bercerita di guild horizon memang hanya tersisa Paman Bay dan Jun saja yang masih bekerja di sana dan tetap setia. dia juga tidak menyembunyikan rahasia terkait keberadaan mereka berdua.
Dulu mereka berdua sangat berterima kasih kepada Eiko yang saat itu berada di usia remaja seorang diri mendatangi Klan Bay yang telah hancur untuk mencari kakaknya, dia juga mengajak beberapa orang Klan Bay yang masih hidup untuk bekerja bersamanya, selain itu dia juga merawat luka mereka, dan memberi tempat tinggal baru bagi mereka.
“Apakah nama mu diambil dari nama pegunungan adama?” ucap jun dengan santai sambil melanjutkan kerjanya.
“Benar ayah ku menyukai nya jadi memberi ku nama itu.” ucap adam tegas.
Sekali lagi jun menghentikan pekerjaannya, dia kali ini menaruh palu besi yang dia pakai dan mendekat ke Eiko, menanyakan apakah anak ini sudah di test oleh Paman Bay, Eiko jelas memberitahukan apa yang dibuat oleh adam sehingga paman bay menerimanya malah merekomendasikan nya.
“Bahkan paman bay sendiri terkagum-kagum pada bakat anak ini, yang bisa membuat artefak.” ucap Eiko.
Jun sekali lagi melihat adam dari dekat, kali ini dia mengendus nya tubuhnya bergetar hebat kali ini, setelah melihat adam dari dekat dalam diri jun muncul seperti sebuah ikatan emosional kepada anak ini, tapi pikirannya tetap menyangkal itu karena adam tidak mirip seperti orang yang dicari-cari nya.
“Apakah kamu mengenal ku.?” ucapnya lagi kepada adam.
Adam tidak langsung menjawab, kali ini tapi dia hanya terdiam sebentar sebelum menyangkal bahwa dia mengenal jun, alasan adam mudah, hanya karena dia mengenalnya sebelum itu belum tentu orang ini tidak terlibat pengkhianatan pada Klan nya.
Walaupun adam sudah mendengar kisah dibalik pekerjaan mereka berdua dengan Guild Horizon, mendengar itu jun berbalik dan sempat terdiam sejenak dia hanya menghela nafas panjang bagaikan ada penyesalan mendalam di setiap helaan nafas nya.
Jun kemudian menjelaskan bahwa untuk dapat diterima sebagai penempa memang hanya memerlukan pengakuan dari Kepala Penempa di Guild, tapi lain ceritanya jika diangkat menjadi penempa senior.
“Apakah kamu tahu maksud nona Eiko membawa mu kemari?” ujar Jun.
Adam hanya menggelengkan kepala nya, dia tidak tahu maksud Ketua Guild nya membawa dia kemari, di lain sisi Eiko mengembungkan pipinya dan menatap Jun dengan tatapan memelas.
***
Halo Pembaca,
Like, Vote dan Komentar ya.
Thanks XL
__ADS_1