
Kota Air Mata,
Dari jauh terlihat benteng kokoh berdiri menghadap ke arah Danau Trenan, Gerbangnya saja sudah setinggi 5 meter dan dijaga oleh puluhan pengawal berlevel 50 dengan Kapten Pengawal berlevel 60, kota itu sendiri adalah kota bernuansa abad pertengahan jadi bukan kota yang modern dengan bangunan-bangunan bernuansa asia.
Suasana didepan gerbang kota ini sangat ramai, sekarang di kota ini selain bangsa mermaid terlihat banyak juga bangsa manusia dan bestial berkumpul untuk masuk ke kota ini.
Seberkas cahaya biru muncul di pinggiran hutan jauh dari kota, adam dan near dikirim langsung dari dungeon menuju ke sini, terlihat wajah near berseri-seri melihat Kota Air Mata, sebab selain kota ini adalah kota kecil nan indah, di sini juga lah dia bertemu dengan seseorang yang dulu pernah menyelamatkannya.
Adam dan Near perlahan mendatangi kota itu, wajah mereka sebelumnya ditutupi oleh topeng seribu wajah, topeng itu memiliki tiga fungsi bawaan, pertama karena adam menempa nya dari 1000 lembaran tipis logam mythril yang se tipis kertas membentuk bentuk 1000 wajah pria dewasa kemudian menyatukan semuanya dengan sihir jelas kegunaannya adalah sebagai penyamaran.
fungsi keduanya adalah sebagai pengubah status informasi, fungsi ini dapat menyembunyikan informasi asli pemakainya atau merubah nya sesuai yang mereka mau termasuk level, element, job dan Status point atribut.
Sedangkan fungsi ketiganya adalah sebagai alat memperkuat jarak pandang, visual dalam kegelapan, pendeteksi musuh, komunikasi (telepati).
“Banyak sekali orang yang mengantri di sini, dan juga sepertinya banyak bangsa berbeda jenis sudah bisa memasuki tempat ini, apakah ada sesuatu yang terjadi dalam 10 tahun ini?” ucap near kepada adam.
“Mungkin ada sesuatu yang besar telah terjadi selama ini, kita harus mendapatkan informasi terlebih dahulu.”
Segera saja sebelum mendekati antrian panjang tersebut mereka berdua mengganti tampilan nya, untuk Adam dia menggunakan wujud seperti manusianya tetapi dengan job utama sebagai warrior, sedangkan untuk near dia menggunakan wujud manusia dengan job utama sebagai AS.
“Paman mohon maaf apakah yang terjadi, mengapa banyak sekali orang yang mengantri masuk ke kota air mata?” ujar near bertanya kepada seorang manusia yang menggunakan pakaian sederhana seperti petani.
“owh kamu orang baru juga ya, apakah kamu tidak mendengar semalam pemberitahuan dari sistem dewa utama menggelegar diatas semua kota dan semua benua, katanya ada seseorang yang berhasil menaklukan dungeon didekat kota ini.” ucap pria tua tersebut.
“Maaf paman kami tidak mendengarnya karena kami sedang berada jauh di dalam hutan untuk berburu.” ucap near lagi agar tidak dicurigai.
“Hey kak near sebaiknya jangan kamu tanyakan mengapa banyak manusia yang mengantri di sini, karena aku bisa melihat sebagian besar dari penjaga-penjaga itu juga manusia, kemungkinan kota ini sudah ditaklukan manusia.”
ujar adam memperingatkan near melalui komunikasi alat sihir mereka karena menimbang situasinya mungkin mereka akan dicurigai sebagai penyusup.
“Ya baiklah, aku juga sependapat dengan mu naoki.” jawab near.
Beberapa lama menunggu mereka berdua memasang telinga mereka dengan teliti, karena selain pendengaran mereka juga baik akibat energi Qi dan Sihir, mereka juga memiliki topeng seribu wajah yang dapat meningkatkan frekuensi gelombang suara masuk dan memblok suara masuk.
dari informasi sementara yang mereka berdua dapatkan bahwa kota ini sudah dikuasai kerajaan Nihon selama sembilan tahun terakhir ini, dan juga masih ada beberapa orang yang berbicara tentang pengaruh perang besar di seluruh benua yang mengakibatkan terjadinya perubahan susunan kekaisaran di eden.
dari informasi itu mereka berdua sadar bahwa memang banyak informasi yang sangat penting yang tidak mereka ketahui selama di dalam dungeon, sehingga adam memutuskan akan melakukan pencarian informasi saat berada di dalam kota nanti.
“Hey tunjukan identitas kalian berdua.” ucap salah seorang penjaga kepada adam.
“Maaf tuan kami berdua habis dirampok saat berburu jadi semua barang bawaan kami termasuk identitas kami hilang, adakah solusi yang tuan berikan agar kami bisa memasuki kota, karena kami sangat perlu pekerjaan sekarang.”
ucap adam kepada penjaga tersebut.
“Tidak boleh masih banyak yang mengantri, jika tidak memiliki identitas dilarang masuk kedalam kota, kalian berdua pergi sana.”
ucap penjaga itu lagi dengan nada merendahkan.
“Tuan tolonglah bantu aku dan adik ku, kami harus mencari pekerjaan secepatnya di kota agar dapat kembali ke desa kami.” ujar near yang langsung maju untuk memotong pembicaraan adam dan penjaga tersebut.
Penjaga tersebut melihat wajah oval near yang cantik dengan mata yang sebening kaca juga memiliki tubuh yang benar-benar menawan, apalagi dia melihat kulit near yang putih dan sangat mulus. walaupun ingin berlagak menjadi pahlawan dia tetap saja tidak bisa membiarkan mereka berdua masuk jika tidak memiliki identitas.
“Aku tetap tidak bisa membiarkan kalian masuk, walaupun di sana ada tempat membuat identitas baru bagi mereka yang kehilangan identitas, tapi kalian berdua baru saja dirampok tidak memiliki biaya untuk membayarnya.” ujar penjaga itu lagi.
mendengar itu adam berpura-pura merogoh kantongnya dan mengeluarkan 3 buah kristal eden berukuran kecil, dan menanyakan apakah dengan kristal ini bisa membayar biaya mereka untuk membuat identitas.
Jelas setelah melihat kristal eden yang dikeluarkan adam penjaga itu langsung membawa mereka ke ruangan pembuat identitas sekaligus untuk dilakukan pengecekan apakah mereka buronan atau tidak.
mereka berdua dibawa keruangan yang masih merupakan bagian dari dinding kota, memang ruangan seperti ini banyak di setiap kota untuk memeriksa pendatang yang tidak memiliki identitas dan yang dianggap mencurigakan.
“Selamat datang, namaku Ian aku yang akan membantu kalian membuat identitas, untuk pembuatan identitas akan diterapkan tarif beberapa tembaga per orangnya.” ujar ian petugas registrasi yang menerima adam.
“Kami tidak memiliki uang karena kami beberapa hari lalu dirampok oleh beberapa orang, tapi dalam perjalanan ke kota kami berhasil membunuh beberapa hewan siluman dan hanya ini yang kami punya.” ucap adam.
Dengan segera dia menyerahkan tiga buat kristal eden yang ditunjukkan nya sebelum itu kepada petugas tersebut, melihat kristal eden di depannya petugas itu langsung tersenyum, dia mengambil sebuah alat hitung mirip dengan sempoa dan mengotak-atik alat itu.
“tiga buah kristal eden berukuran kecil akan dihargai sebesar 3 gold 18 perak dan 70 tembaga, jika dikurangi dengan biaya pembuatan identitas dan biaya masuk maka kalian akan menerima 3 gold 16 perak dan 20 tembaga, apakah kalian ingin menukarnya?” ujar ian petugas registrasi itu.
“Baik lah tuan, tolong proses kan untuk kami berdua.” ucap adam
Mereka berdua diminta untuk memasukan tangannya keatas plat besi yang tersedia diatas meja registrasi dan tidak beberapa lama dari bawah plat besi itu muncul sebuah kartu, adam yang melihat itu jelas melakukan analisis kepada alat tersebut, dia juga melakukan observasi mendalam.
Setelah diberikan kartu identitas mereka juga dipersilahkan untuk memasuki kota, selama perjalanan mencari penginapan adam terus memandang kartu plat besi tersebut bentuknya mirip seperti sebuah deck kartu biasa tapi benar-benar seperti sebuah kartu identitas ,ada terdapat visual adam dalam wujudnya sekarang dan itu memiliki gambar kepala adam yang berputar perlahan.
“Alat itu benar-benar hebat, aku ingin membuatnya untuk ku.” ucap adam senang, near yang melihat kelakuannya hanya diam sambil tersenyum.
[ADAMA]
Umur : 15 Tahun
Level : 28
Job : Warrior
Status : Petualang.
Kejahatan : Tidak tercatat.
Terdaftar : Kota Air Mata
Kerajaan : Nihon
Kekaisaran : Funo
Setelah dia puas memandang identitas palsu miliknya itu, mereka akhirnya mencari penginapan yang berada dekat di pusat kota.
Terlihat penginapan itu sederhana tapi sangat rapi, walaupun kecil penginapan itu menawarkan pemandian air panas yang dinanti-nanti near, sebelumnya mereka sempat berkeliling kota sebentar mencari penginapan yang memiliki pemandian air panas, tapi tidak menemukan satu pun selain penginapan itu dan karena hari sudah hampir malam mereka memutuskan memilih penginapan itu.
Nama penginapan itu adalah Penginapan Naga Hitam, lantai pertama penginapan itu adalah meja registrasi yang dapat langsung terlihat ketika seseorang memasuki penginapan, dan ada sebuah pintu selebar 2 meter menuju ruangan makan dan minum yang berada disebelah kiri penginapan berada didepan meja registrasi tamu.
“Selamat datang, apakah ada yang bisa ku bantu.” ucap seorang resepsionis dengan ramah.
“Permisi bisakah kami menyewa dua kamar?” ujar near bertanya kepada resepsionis.
“Baik lah sebentar aku akan melihat jumlah kamar yang tersedia dahulu.” ujar nya menjawab near.
“Memang ada dua kamar saja yang tersisa tapi kamar ini merupakan kamar untuk Tamu VIP, apakah kalian ingin menyewanya.?” ujar resepsionis itu lagi.
Resepsionis itu adalah resepsionis dari bangsa bestial, wajahnya cantik dan tubuhnya sedikit kecil tapi memiliki dada dan tubuh yang menggoda, telinganya adalah telinga kucing berwarna hitam.
“Hey.. Liza apa yang kamu lakukan, kamu tidak melihat penampilan mereka berdua? mereka hanya petualang miskin mana bisa menyewa kamar untuk tamu VIP.” ucap seorang pria muda berusia 20 tahunan yang tiba-tiba muncul dari belakang, dia menegur karyawan nya itu.
Sontak saja resepsionis itu terkejut dan langsung menunduk ketakutan karena teguran itu.
“Apakah kamu masih ingin bekerja di sini? dasar kamu tidak bisa bekerja.” ujar orang tersebut.
Melihat kelakuannya itu near merasa marah karena sudah membentak seorang yang ramah seperti liza.
__ADS_1
“Kami akan ambil kamar itu selama 3 bulan penuh apakah ini cukup.?” ujar near yang langsung mengeluarkan 1 kantor kulit berisi 100 kristal eden berukuran kecil.
Pria muda tadi langsung membuka kantong itu dan mengeluarkan isinya diatas meja resepsionis sontak dia dan liza terkejut melihat 100 buah kristal eden didepan mereka.
“Oh ini lebih dari cukup nona, mohon maaf atas kelakuan kasar saya tadi, kuharap nona tidak memasukannya kedalam hati kami sedang dalam masa sulit sekarang karena banyak para petualang dan orang-orang yang berbondong-bondong datang ke Kota Air mata.”
dia menjelaskan alasannya tadi karena takut akan dimarahi oleh manajer penginapan karena menghabiskan kamar berharga hanya untuk disewa oleh orang biasa dalam 1-2 hari saja sedangkan banyak target petualang yang lebih potensial.
“Permisi kamu tidak menjelaskan kepada kami berapa lama kami bisa tinggal dengan 100 kristal tersebut? apakah kamu ingin menipu kami?” ujar adam yang merasa curiga kelakuan pria itu yang segera memasukan kantong kristal tadi di dalam kantongnya.
“Oh maaf tuan saya melupakannya, untuk semalam tuan akan dikenakan tarif 20 silver di kamar mewah kami, sedangkan untuk nilai tukar 1 kristal eden berukuran kecil adalah 3 gold. dan biaya makan pagi dan malam adalah gratis untuk tamu kamar VIP” ujarnya lagi.
“Jika begitu dua kamar hanya akan dikenakan tarif 40 Silver sedangkan 1 gold sama dengan 100 silver jadi 100 kristal eden itu senilai 30.000 silver, kalau hanya 3 bulan biaya hanya 3.600 silver seharusnya kamu mengembalikan sisanya kepada kami sebanyak 26.400 silver atau 264 gold dengan kristal sebanyak itu.” ucap adam sedikit kesal karena merasa ingin ditipu.
Jelas pria muda itu terkejut mendengar penjelasan adam yang rinci, dia sebelumnya sempat melakukan trik serupa kepada 2 orang gadis muda yang mencari kamar dan dia mendapat banyak kristal di kantongnya sekarang, tapi karena adam memperingatkan nya akhirnya dia mengembalikan 264 gold itu.
Mereka berdua pun diantarkan Liza menuju kamarnya, gadis kucing itu pun meminta maaf atas kelakuan atasannya itu, dan meminta agar adam tidak melaporkan nya kepada manager penginapan.
Tapi adam yang merasa sudah kesal tetap bersih keras akan melaporkan kelakuan pria itu, walaupun dia tidak tahu bahwa orang itu juga sudah menipu petualang lain, memang banyak dari petualang yang tidak mau repot-repot masalah seperti ini karena mereka tidak ingin dibilang tidak bisa berhitung.
Pada kenyataannya kelakuan seperti ini sudah merugikan para petualang-petualang itu sendiri.
“Tolong lah tuan muda jangan melaporkannya, aku bisa terkena imbasnya nanti, aku tidak ingin kehilangan pekerjaan ku.” ucap gadis kucing tersebut.
Mendengar itu adam menjadi sedikit kasihan terhadap gadis kucing itu, tapi dia memperingatkan jangan ada lagi kejadian serupa karena sangat merugikan orang lain. gadis itu pun mengiyakan keinginan adam dan segera undur diri.
Di kamarnya adam langsung membersihkan diri, memang berbeda kamar mewah dan kamar biasa, di kamar ini memiliki kamar mandiri sendiri dengan bak terbuat dari susunan batu alam.
Sedangkan near yang sudah lama ingin mandi air panas, setelah berganti pakaian dan membersihkan dirinya segera keluar dan menuju pemandian air panas.
Adam yang sedang berendam dalam kamar mandinya juga sedikit kesal mengingat kelakuan para prajurit penjaga gerbang yang menipu mereka juga tadi, sambil membersihkan dirinya dia sekarang menikmati suasana berendam di bak air itu.
**
Near yang sudah berada di area pemandian itu pun mempersiapkan dirinya di ruang ganti, dia sekarang memakai handuk tipis yang menutupi tubuh nya, mulai berendam di sana near melepas semua penat yang dia rasakan selama 10 tahun ini.
tidak lama dia berendam di pemandian khusus wanita itu datang dua orang gadis muda satu adalah ras manusia dan yang satunya merupakan ras mermaid.
Near yang seorang perempuan saja dapat melihat kecantikan alami dari gadis manusia itu, tubuhnya tinggi tapi dalam usia mudanya buah surga nya itu sudah berkembang begitu besar, dan lagi wajahnya seperti sebuah mahakarya dari para pemahat sejati, berwajah oval, alis tipis dan tatapan dingin menghiasi wajah itu, dengan rambut panjang mengkilap berwarna hitam, menambah kecantikannya.
Sedangkan teman nya, adalah kebalikan dari kecantikan yang dingin tadi, dapat dikatakan teman nya adalah seorang yang memiliki tubuh panas menggoda, walaupun sedikit lebih pendek dari gadis pertama tapi kesempurnaannya tubuhnya jelas akan menggoda setiap pria yang melihatnya, dengan rambut pendek berwarna cokelat dan telinga mermaid yang kecil tidak seperti telinga mermaid pada umumnya membuat kecantikannya juga tak terucapkan.
“Aiko, apakah kamu melihat mata pria di resepsionis tadi memandang mu, aku benar-benar jijik melihatnya.” ucap gadis berambut pendek
“Apakah karena itu kamu memberikan kristal yang banyak sehingga tidak ingin menghitungnya? supaya dia tidak menganggap remeh kita?” ujar gadis yang terlihat dingin tadi.
“Hehe aku minta maaf, aku hanya ingin cepat-cepat melangkah pergi dari sana dan tidak ingin dia memperlama proses kita.” ujarnya lagi membalas perkataan gadis dengan kecantikan dingin tadi.
Walaupun sedikit canggung bagi near berendam bersama mereka awalnya sehingga membuat dia ingin pindah ke kolam yang berada disebelah, tapi setelah melihat mereka berdua membuka handuk mereka, dia langsung merasa seperti dilempar dengan meteor batu itu tidak bisa bergerak karena takut di leceh kan.
“Hay kakak boleh kah kami berendam bersama.” ucap gadis berambut pendek.
Near hanya mengangguk merasa minder, mereka pun berendam sambil menikmati suasana malam di pemandian itu, dalam percakapan mereka near dapat mengetahui bahwa gadis yang memiliki kecantikan dingin bak es itu bernama Aiko, dan gadis berambut pendek yang memiliki kecantikan bak Lahar Panas itu bernama Keiko.
**
“Baiklah mari kita lihat apa yang bisa kita dapatkan di kota ini.” ucap adam.
Setelah dia selesai mandi adam sekarang ingin berkeliling kota dan mencari informasi perkembangan selama 10 tahun ini, dia mengenakan pakaian sederhana tapi dengan bahan kain yang bagus, walau tidak sebagus pakaian bangsawan pada umumnya.
Sementara itu adam tampaknya sudah membeli beberapa buah-buahan dan makanan seperti sate tusuk, dia yang sudah lama tidak menyantap makanan itu, karena selama ini hanya bertahan dengan energi Qi saat berada di dalam gua.
Pertama kalinya makan daging dan makanan berbumbu membuat sensasi yang sudah hampir dia lupakan itu muncul kembali, mata nya sampai hampir meneteskan air mata, dan perutnya yang sudah menerima tetesan jus dari daging sate bakar itu segera berbunyi seakan berbicara, hey mulut cepat kunyah itu dan biarkan aku merasakan juga.
Kryuuukk..
“Oh anak muda tampaknya perut mu sudah tidak sabar ya.” ucap wanita tua yang menjual masakan itu.
“Haha tampaknya benar, sepertinya aku akan beli 20 tusuk lagi nek.” ujar adam yang bersemangat.
Setelah selesai makan sambil berjalan mengelilingi area itu sekarang adam berada di area lain yang lebih tertata rapi dan tampak seperti daerah pertokoan.
walaupun tidak sebanyak orang yang berada di pasar adam bisa melihat orang yang berada di area ini memakai pakaian bagus, tampak juga beberapa petualang yang berlalu lalang.
Ada satu toko yang menarik untuk adam saat itu, walau kecil dari toko lainnya dan terlihat biasa saja tapi didepan toko itu bertuliskan Klan Bay Workshop. melihat itu adam segera melangkahkan kakinya kesana.
dia tidak takut diketahui saat itu karena penampilannya sudah berbeda, dan juga waktu itu dia masih kecil mereka juga tidak akan mengenalinya di wujud aslinya jika pergi kesana.
Saat masuk kedalam toko itu adam dapat melihat itu adalah toko penjual alat-alat sihir dan keperluan sehari-hari seperti yang dijual oleh Klan bay dulu.
“Selamat datang di toko kami, apakah ada yang bisa ku bantu.” ucap seorang penjaga perempuan dengan sopan menyapa adam.
“Aku hanya ingin lihat-lihat sebenar bolehkan?”
Adam menjawab perempuan itu, dan dia memperbolehkan adam melihat-lihat toko mereka, di sana adam dapat melihat ada beberapa kertas putih yang masih dijual walau kualitasnya tidak lagi sebaik dulu.
Setelah melihat-lihat sebentar dari dalam ruangan keluar pria berusia 40 tahunan, penampilannya tidak asing bagi adam sehingga dia memperhatikan pria itu dengan serius.
“Ran, ayah akan keluar sebentar menuju pelelangan, tolong tutup toko dan temani ibumu menyiapkan bahan untuk besok.” ucap pria tersebut.
“Baik ayah, kuharap ayah mendapatkan apa yang ayah cari.” ujar gadis bernama ran itu.
Mendengar itu adam mohon pamit dan segera mengikuti pria tadi, sampai di suatu bangunan besar di pusat kota air mata, dia langsung masuk kedalam, dan adam juga mengikutinya masuk.
“Tunjukan Undangan anda.” ucap salah satu penjaga.
Adam tetap mencoba masuk dan meminta para penjaga itu memberikan kelonggaran padanya, tetapi mereka tidak juga membiarkannya masuk, merasa dia mengenal pria dari toko klan bay tadi dan mungkin masih berkaitan dengan Klan bay adam pun menunggu diluar.
Tidak berapa lama menunggu dia melihat near bersama 2 orang gadis muda ingin memasuki tempat pelelangan itu juga dengan cepat adam mendatangi near.
“Kak near apakah kakak ingin masuk kedalam?” ucap adam bertanya.
“Iya aku akan menemani merek berdua.” ujar near lagi.
“kakak near siapa dia.” ucap gadis berambut pendek.
“Oh dia adik ku.” near menjawab
“Bolehkan aku ikut bersama kalian kedalam, aku juga ingin melihat pelelangan.” ujar adam bertanya dengan sopan kepada gadis berambut pendek.
Gadis itu terlihat cuek dengan adam tapi setelah melihat dari dekat, penampilan adam tidaklah buruk dia bahkan benar-benar mirip seperti near dan terlihat cukup tampan jadi dia membiarkan adam mengikuti mereka.
Memang penampilan adam dan near sudah di seting agar terlihat mirip sehingga semua yang melihat akan berpikir mereka benar-benar keluarga.
“Baiklah demi kak near aku akan memberikan jatah ijin masuk milik ku.” ucap keiko pada adam
Sementara Aiko masih bersikap dingin dia hanya diam dan tanpa memperhatikan adam lebih lanjut, matanya tertuju pada rumah lelang.
__ADS_1
Adam hanya mengangguk dan berterima kasih padanya kemudian mengikuti mereka kedalam tempat lelang, di dalam sana pada lantai pertama dapat terlihat bangunan luas dengan papan nama Rumah Lelang Daun Merah, dilantai pertama juga ada terdapat beberapa tempat lelang kecil.
Tujuan mereka tampaknya tidak ke situ, adam dan near mengikuti kedua gadis itu dari belakang, sesampainya dilantai kedua mereka memasuki sebuah ruang lelang yang cukup besar ada sekitar 2.000 orang yang sudah berkumpul di sana, adam masih melihat sekeliling mencari keberadaan pria tadi.
Tidak beberapa lama muncul seorang gadis half elf yang sangat cantik rambutnya kuning bagai emas, panjang dan bergelombang bagai ombak dipantai, mata nya biru se jernih kristal air orang-orang yang ada di ruangan itu bahkan langsung diam dan berhenti berbicara ketika melihatnya naik ke atas panggung lelang.
“Selamat malam saudara-saudara sekalian, perkenalkan namaku Seniel, aku yang akan menjadi pembawa pelelangan malam ini.”
Setelah gadis itu memperkenalkan dirinya semua orang menatap dengan serius dan tidak lama bertepuk tangan, sedangkan adam masih celingak celinguk, kelakuan adam itu sempat dilihat oleh Aiko.
“Siapakah yang dia cari? bahkan semua orang saja berhenti berbicara melihat gadis elf itu tapi dia seperti tidak peduli.”
Aiko sempat merasakan keanehan pada adam saat mereka bertemu diluar tadi, bahkan orang-orang yang bertemu dia dan keiko pun jelas akan berhenti dan menatapnya sebentar.
Tapi adam berbeda dia selalu menatap kedalam tempat lelang bahkan waktu berbicara dengan keiko tadi dia selalu menatap kedalam sana sehingga Aiko juga menatap kesana mencari apa sebenarnya yang dia cari adam.
Awalnya Aiko mengira adam jelas mencari half elf itu karena kecantikan gadis half elf itu sudah sangat terkenal di seluruh kerajaan Nihon, namun bahkan saat gadis elf itu memperkenalkan diri adam masih celingak celinguk.
Setelah lelang berjalan beberapa kali adam pun akhirnya menyerah mencari pria itu, dia mengira bahwa pria yang dicari mungkin berada di ruangan lain.
“Baik lah sekarang kami akan mengeluarkan beberapa item yang pasti kalian sudah tunggu-tunggu.” ucap seniel yang membawakan acara lelang itu.
Item pertama yang akan kami lelang adalah, Peta untuk lantai pertama di Dungeon Hutan Hiros, beberapa bulan lalu kalian pasti sudah mendengar kabar bahwa para petualang kami berhasil menyelesaikan lantai pertama di dungeon hutan hiros.”
“Untuk harga awal akan dimulai dari 1.000 Gold dan dengan kenaikan 100 gold.” ucap seniel.
“1.100.”
“1.500.”
Semua orang yang hadir merasa antusias saat itu, karena peta lantai pertama di dungeon hutan hiros merupakan jaminan bahwa mereka dapat keluar hidup-hidup dari dalam dungeon.
Setelah selama hampir 10 tahun tidak ada yang memasuki dungeon dan hanya berburu monster diluar dungeon-dungeon, beberapa bulan lalu ada dikirim lagi para petualang kedalam dungeon-dungeon untuk memanen kristal-kristal yang di sana.
Setelah 3 bulan para petualang itu akhirnya berhasil kembali dan kabar pun mulai menyebar ke seluruh eden karena hanya dungeon di Kerajaan Nihon lah yang berhasil ditaklukan walau hanya dilantai pertama, akibatnya banyak para petualangan dan pedagang berkumpul di Hutan Hiros.
Selagi mereka dalam perjalanan beberapa hari lalu malah muncul lagi pemberitahuan dari sistem dewa utama yang memberitahukan bahwa ada dua petualang yang berhasil membersihkan semua lantai dalam first clear, jelas karena inilah Kota Air Mata makin diserang para petualang untuk mendapatkan informasi tersebut.
Yang pastinya dalam beberapa bulan kota ini akan menjadi pusat seluruh Petualang, Guild dan Klan-klan besar bahkan kerajaan nihon juga sudah mengirimkan 100.000 prajurit untuk mengamankan kota ini.
Dapat dibilang kota air mata adalah kota kecil yang hanya dapat menampung sekitar 200.000 orang saja dan dengan adanya prediksi lonjakan populasi di sini maka setiap orang yang sudah sampai lebih dulu jelas harus mengumpulkan informasi sebab nilainya pasti akan jauh naik di kemudian hari.
Tak terasa harga untuk peta lantai 1 itu pun sudah mencapai harga 7.000 gold, namun masih banyak orang yang cukup antusias menawarnya.
“10.000 Gold.” Aiko mengangkat tangannya dan tanpa berkedip menyebutkan itu.
Near yang melihat itu dari samping Aiko menjadi syok, 10.000 gold bukan lah hal biasa bagi near. tapi aiko memperlakukan itu seolah itu bukan lah apa-apa.
“12.000 Gold” Ujar seorang tuan muda yang berusia 20 tahunan mengangkat tangannya.
“13.000 Gold” Aiko tidak ingin kehilangan peta itu karena jauh-jauh dia sudah datang ke kota air mata hanya untuk memasuki dungeon hutan Hiros.
“15.000 Gold” ucap tuan muda tadi lagi menyahut aiko.
“Aiko uang kita hanya 15rb gold kita tidak memiliki lebih lagi, sebaiknya menyerah saja.” ujar Keiko mengingatkan Aiko.
Sekarang seberkas cahaya kilauan mata dari Aiko pun meredup, dirinya mungkin mengira bahwa itu adalah uang terbanyak yang ada di kota ini untuk seorang petualang, tapi ternyata ada orang lain yang memilikinya.
“15.000 ketiga, selamat untuk tuan Wei yang berhasil memenangkan Peta Lantai pertama di dungeon hutan Hiros.”
Beberapa orang pun terlihat mengantarkan gulungan peta itu kepada tuan muda wei dan dia pun menyerahkan koin-koin emas nya, muka nya sungguh bersinar dan sempat melirik ke arah Aiko.
“Sekarang item kedua akan kami lelang kembali, tolong agar dapat tetap tenang.” ujar seniel.
“Barang kali ini juga tidak kalah menariknya dengan barang pertama, ini adalah Cincin Dimensi memiliki kapasitas ruang 4 meter kubik dengan ini kalian dapat membawa makanan dan peralatan yang kalian inginkan tanpa harus khawatir basi atau berat.”
“Untuk harga awal dibuka pada angka 500 Gold, dengan kelipatan naik mencapai 20 gold.” saniel melanjutkan penjelasan awalnya.
Saat melihat cincin dimensi itu jelas adam tau itu adalah cincin dimensi buatannya dulu dan sekarang masuk kedalam lelang, adam sempat merasakan ada sesuatu yang janggal, dia pun melihat kesana kemari mencari siapa saja yang masih hidup di Klan bay yang dapat menjual cincin tersebut.
Sebab cincin itu ada sekitar ratusan buah yang disebar adam saat terjadi bencana sedangkan sisa nya 1.000 buah ada di dalam inventory space miliknya yang menjadi jarahan tetua burn dulu.
Acara lelang itu pun selesai dan mereka tidak ada membeli satu pun, sedangkan raut wajah Aiko menjadi murung akibat tidak bisa memenangkan pelelangan peta tadi.
Hendak melangkah keluar ruangan mereka dihentikan oleh tuan muda wei, dia bersikap seolah memiliki kekayaan yang tidak bisa habis dan mencoba mendekati aiko.
“Nona muda, apakah kamu menginginkan peta ini?” dia bertanya kepada Aiko.
“Ya, apakah tuan muda wei bisa menjualkan pada ku salinannya.?” ucap Aiko.
“Sebelumnya jika boleh tau siapakah nona muda ini?” ujar tuan muda wei bertanya lagi.
“Maaf kan aku tuan muda wei, aku Aiko salam kenal.”
“Salam kenal jika begitu.” ujar tuan muda wei.
“Untuk peta ini aku minta maaf, jika ada salinan lain dari ini aku jelas akan merugi nanti.” ujar tuan muda wei menjawab aiko.
“Jika maksud tuan muda Wei adalah aku akan membuat salinan lain lagi kalau memiliki satu, akan ku pastikan tidak akan ada yang seperti di pikiran tuan muda wei.” ucap aiko dengan pasti.
“Sebenarnya aku hanya menawarkan kepada nona aiko jika berminat kita bisa bersama-sama pergi ke dungeon itu, untuk membuat salinan peta ini maaf aku tidak bisa.”
“Bagaimana apakah Nona Aiko berminat.?” tanya Tuan Muda Wei.
“Jika tuan muda wei mengizinkan aku membawa ketiga temanku, bolehkan?” ucap aiko.
“Boleh saja, tapi bagaimana kita bisa membawa dia, level nya masih 28.” ujar tuan muda wei menunjuk ke adam dan tidak senang karena adam dikelilingi 3 orang gadis cantik.
Tak lama mereka berbincang, sosok seorang pria muncul dan menyapa kepada aiko, adam yang selama ini mencari pria itu kita melihatnya dengan jelas, dia adalah pengawal pribadi adam dulu yaitu Jun.
“Maaf anda sudah menunggu lama nona Aiko, kalau boleh ku ganggu waktu mu sebentar.” ucap Jun kepada aiko.
“Mohon maaf tuan muda wei tampaknya aku tidak bisa ikut denganmu karena kamu tidak mengizinkan salah satu temanku ikut bersama kita.” ujarnya sopan.
“Dan aku mohon pamit ada sedikit pekerjaan lain yang harus ku urus.”
begitu dia berpamitan dengan tuan muda wei mereka berempat pergi dari sana dan mengikuti Jun menuju suatu ruangan yang berada di Rumah Lelang Daun Merah, sebelumnya jun sudah menyewa ini, dan Aiko mohon pamit kepada near juga adam karena dia akan melakukan pertemuan tertutup dengan jun.
Near juga menyadari kehadiran jun, jadi dia setelah melakukan telepati kepada adam sekarang memutuskan berpura-pura menunggu aiko didepan pintu masuk rumah lelang untuk mengorek lebih jauh tentang Jun dan pertemuan mereka.
***
Halo Pembaca,
Tetap Like dan Vote ya
Thanks XL
__ADS_1