
Nava melirik kearah ibunya yang tergantung disana tanpa ekspresi apapun, kemudian dia pergi ketempat Ava berada.
Setibanya Nava diruang tamu, ia langsung memeluk adiknya yang sedang duduk dilantai yang dingin dengan tatapan kosong. Terang bulan malam dari jendela membuat mata mereka berdua yang berwarna hitam terlihat sangat pucat seakan akan dalam tubuh mereka sudah tidak ada jiwa yang hidup didalamnya.
Nava mengangkat adiknya untuk pergi ke kamar. Lalu Nava membaringkan adiknya ditempat tidur, sedangkan dirinya hanya duduk di sisi tempat tidur untuk menjaga adiknya.
Saat ini pikiran Nava benar - benar sangat kacau, amarah menguasai dirinya tapi dia juga ingin menyerah dengan semua yang telah terjadi. Dia tidak lagi memiliki alasan untuk terus maju ke depan karna dia pun tau jika dia terus maju, maka hal yang menunggu didepannya hanyalah kematian saja.
Nava melirik adiknya yang sedang terbaring di tempat tidur, dia melihat adiknya yang masih membuka mata dengan tatapan kosong dan dalam tatapan kosong itu perlahan air mata jatuh setetes demi tetes.
Nava yang melihat adiknya itu langsung mengeluarkan ekspresi terkejut dan ekspresi sedih yang membuat dirinya seketika tersadar dari pikirannya. Kemudian tanpa sadar langsung memeluk adiknya.
“Ava, maafkan kakakmu yang sangat tidak berguna ini.. hiks” Nava menangis karena merasa begitu bersalah, air matanya jatuh membasahi baju adiknya yang sedang terbaring itu. Dia merasa buruk karna sempat berpikir untuk menyerah dan meninggalkan adiknya.
“Kalau saja.. kalau saja kakak tidak.. hiks meninggalkan ibu sendiri dirumah hiks.. semua ini takkan terjadi.. hiks” tangis Nava yang belum kunjung berhenti.
Ava yang melihat kakaknya menangis itu langsung tersadar dan ikut menangis kencang bersama kakaknya sambil memeluk erat kaus kakaknya.
Mereka menangis begitu lama sampai mereka tertidur, dan tanpa sadar matahari telah terbit.
Ketika mereka bangun, Nava berniat mengganti bajunya dan baju adiknya dengan pakaian berwarna hitam yang menandakan duka cita.
Perlahan Nava mencari baju untuk dirinya di dalam lemari, tapi didalam lemari hanya berisikan baju yang begitu sedikit dan hanya ada baju berlengan panjang didalamnya.
Nava kemudian menyadari bahwa Nava yang berasal dari tubuh ini sebelumnya selalu menggunakan pakaian lengan panjang agar bekas luka yang ada di tubuhnya tidak akan kelihatan orang lain, sebab Nava yang sebelumnya tidak ingin menunjukkan bahwa dirinya terluka dan juga tidak ingin di kasihani oleh orang lain.
.....
__ADS_1
Saat ini mata Nava dan Ava masih bengkak karna menangis semalam, begitu pula dengan wajah mereka, wajah mereka masih memancarkan kesedihan yang begitu dalam.
Mulut mereka yang biasanya selalu bercakap - cakap dengan penuh sukacita, kini menjadi bisu karna dukacita.
...
Setelah mengganti baju, mereka kemudian memberanikan diri untuk keluar dari kamar. Dengan perlahan mereka terus maju hingga tanpa sadar pintu dapur telah berada didepan mereka.
Nava perlahan menarik napas yang dalam untuk membuka pintu itu, lalu Ava berada di samping Nava sambil memegang erat baju Nava.
Kriieeeett
Perlahan Nava membuka pintu dapur hingga pintu itu mengeluarkan bunyi decit, sebab pintu itu sudah sangat tua.
Saat pintu telah terbuka sepenuhnya, Nava dan Ava kembali menjadi sangat takut karna pemandangan itu, LAGI. Napas mereka mulai bergetar dan tak teratur.
....
Nava mulai mendekat kearah mayat ibunya dan naik ke atas kursi yang cukup tinggi agar bisa melepaskan tali yang masih terikat dileher ibunya.
Setelah Nava berhasil melepaskan ikatan itu, mayat ibunya langsung terjatuh. Tapi Nava yang reflek langsung menggunakan kekuatan anginnya untuk menerbangkan jasad ibunya agar tidak jatuh ke lantai.
Kemudian Nava perlahan meletakkan jasad ibunya ke lantai yang telah beralaskan kain, lalu membungkus jasad ibunya dengan kain itu. Saat itu Nava tidak mampu untuk membeli peti yang layak untuk ibunya.
Nava telah membungkus jasad ibunya, perlahan mereka menuju keluar rumah, Nava dan Ava kemudian mengambil sekop yang terletak disamping rumah mereka untuk menggali tanah untuk mengubur jasad ibu mereka.
Mereka menggali tanah yang berada tidak jauh dari rumah. Setelah mereka selesai menggali lubang, mereka pun langsung meletakkan jasad ibu mereka disitu dan berdoa agar ibu mereka bisa tenang disana.
__ADS_1
....
Kembali ke saat malam ketika ayah mereka melarikan diri.
“Sakit ughh, apa apaan ini? Padahal anak itu tidak sekuat ini.” pikir ayahnya yang tengah lari ke dalam hutan.
Dia melihat darah bercucuran sangat banyak dari tangan kanannya itu, lalu dengan sekuat tenaga dia menggunakan kekuatan angin miliknya untuk membuat dirinya terbang agar dia bisa sampai ke desa untuk mendapatkan pertolongan.
“Lihat saja nanti, aku pasti akan membunuh kalian anak-anak b*gs*t! Berani - beraninya kalian membuat aku jadi seperti ini, kalian akan membayarnya nanti, dasar anak-anak si*lan” pikirannya penuh dengan amarah dan ingin membalas dendam.
Ketika dia sedang melayang di udara, dia melihat ada desa yang bermandikan cahaya lampu yang begitu indah, tapi penglihatannya mulai buran akibat kekurangan darah.
Tapi sayangnya saat dia sudah sangat dekat dengan desa, diapun terjatuh di suatu tempat karna sudah tidak mampu mengeluarkan kekuatan lagi, lalu perlahan dia mulai pingsan tapi samar samar dia melihat seorang wanita yang menggunakan baju berwana hitam mendekat kearahnya.
Pria itu langsung pingsan ditempat. Lalu wanita yang melihatnya itu merasa iba, wanita itu pun menyembuhkan luka pria itu dan langsung membawanya ke rumah sakit terdekat.
Karna desa itu memiliki distrik hiburan yang sangat banyak dan menjadi tempat yang paling banyak didatangi oleh turis, maka pemerintah membuatkan rumah sakit, tapi rumah sakit itu tak sebesar rumah sakit yang biasa ada di kota.
....
Malam terus berjalan hingga fajar pun tiba. Pria itu akhirnya terbangun dari tidurnya lalu kaget.
“Dimana ini?!” gumam pria itu sambil melihat ke sekelilingnya dengan panik.
“Tenanglah, kau sekarang berada di rumah sakit” tiba-tiba suara terdengar dari arah pintu, terlihat seorang wanita yang nampak garang, dia menggunakan tanktop hitam dengan celana jins panjang.
Perlahan wanita itu mendekat ke arahnya, kemudian dia itu langsung mengulurkan telapak tangannya kearah pria itu. “Berikan aku uangmu” katanya.
__ADS_1