
Eps ini mengandung kekerasan didalamnya, jadi bagi pembaca yang membaca cerita ini dimohon untuk bijaksana dalam membaca.
Happy reading
Seto berpegangan dimeja yang berada dibelakangnya kemudian melirik kearah Nava yang telah berubah. Dia terpukau dengan penampilan Nava saat itu tapi juga merasa takut. Seto menyadari bahwa semua yang terjadi dengan situasi mereka saat itu memiliki sangkutan dengan perubahan Nava.
Nava perlahan mengangkat wajahnya, matanya yang berwarna biru masih mengeluarkan air mata. Aura yang dipancarkan nya pun begitu kuat hingga membuat orang-orang yang tadinya masih teralihkan oleh situasi langsung saja memperhatikan Nava karna aura yang dikeluarkannya itu.
“Apa-apaan ini? Anak itu, kenapa anak itu sangat kuat?”pikir seorang pria yang datang keruangan itu untuk menangkap Nava tadi. Tapi tiba-tiba dia mengingat hal yang dikatakan bosnya “kalian harus berhati-hati, karna didalam kapal ada anak yang memiliki kekuatan yang luar biasa kuat”. Kata bosnya untuk membuat mereka waspada, karna biasanya mereka sangat tidak waspada dengan apa yang mereka bawa kecuali jika salah satu anak terbangun lebih dulu.
Setelah menyadarinya, pria itu langsung merasakan ketakutan yang luar biasa.
....
“Kami hanya ingin hidup dengan damai, kenapa kalian melakukan ini pada kami?” Tanya Nava kepada meraka yang berada disana. Perlahan Nava melangkahkan kakinya kearah mereka.
Semua orang menjadi takut hingga mereka langsung mengeluarkan kekuatan dan alat mereka kemudian memasang kuda-kuda mereka masih-masing untuk bersiap siaga terhadap Nava.
“Kenapa tidak ada yang menjawab, apa kah ini salah kami sampai-sampai kami harus diperlakukan seperti ini? Padahal kami juga tidak ingin dilahirkan seperti ini.” Nava mengentikan langkahnya karna begitu merasa sangat depresi. Nava menekan salah satu matanya dengan tangan kanannya karna tidak ingin mengeluarkan air matanya itu, bibirnya pun mengalirkan darah karna digigit begitu kuat.
Perlahan sebuah pedang es sebesar badan Nava mulai terbentuk.
“Jangan bercanda, kau dan adikmu yang lemah itu hanyalah anak kecil yang bodoh yang bahkan tidak tau apapun tentang dunia ini” ujar seorang pria dengan gugup karna ketakutan. Dia merasa tidak trima dengan tekanan yang dia dapatkan dari seorang anak kecil sebab dia merasa sudah paling hebat karna bisa berhasil masuk kedalam salah satu kumpulan penjahat terhebat didunia.
“Jadi ini yang kau maksud anak yang bodoh?.” Tanpa dia sadari Nava sudah berada dibelakangnya. Semua orang langsung mengalihkan pandangan mereka kearah Nava yang sudah dibelakang mereka.
__ADS_1
“Bagai mana dia bisa..” pikir pria itu yang kemudia sadar bahwa kedua tanganya sudah hilang.
Byuuuurr
Darah keluar begitu deras dari tangan pria itu. “ aaaarrrrgggghhhh” terikanya dengan penuh ketakutan yang membuat semua orang disekitarnya langsung menjauh dari mereka.
Pria itu tersungkur dilantai, dia melihat semua orang pergi menjauh darinya dan meninggalkan dia bersama Nava “kenapa kalian pergi? Bantu aku dan lakukan sesuatu” pria itu berisyarat kepada teman temannya tapi mereka tidak ada yang berani membantunya “Sial*n kalian” umpat pria itu. Karna merasa ketakuatn pria itu menyeret dirinya sendiri kepojok ruangan.
Nava mula mendekat kearahnya sambil menyeret pedang nya itu.
Tret tret tret
Bunyi seretan pedang itu membuat semua orang disana merasa ketakutan hingga merinding, keringat mereka menetes perlahan-lahan. Mereka ingin sekali keluar dari ruangan itu tapi kaki mereka seperti tidak mau mengikuti perintah mereka.
“Apa kalian tau hidup tanpa tangan dan kaki itu sangat menyiksa dari pada langsung mati?.”Semua orang disana tidak ada yang menjawab karna hanya ada ketakutan didalam diri mereka.
Nava kemudian langsung mengayunkan pedanb besarnya itu dengan satu tangan kemudia langsunb memotong kaki pria yang berada didepannya dengan sekali tebas. “ argggggrhhhh, aku mohon aku mohon hentikan” ujar pria yang berada didepan Nava sambil menangis tanpa kaki dan tangan.
“ SIIIAAALLL*N” teriak seseorang yang sudah tidak tahan dengan perilaku Nava kemudian langsung berlari kearah Nava untuk menyerangnya.
Orang-orang yang berada disana pun ikut menyerang Nava dan mengesampingkan perasaan takut mereka. Mereka berpikir kalau pria yang diserang Nava tadilah yang lemah hingga dia menjadi seperti itu.
Nava yang melihat mereka datang kearahnya untuk menyerang dia pun kemudian langsung menjentikan kedua jarinya.
Tak
__ADS_1
Jentikan jari itu membuat air yang berada didalam tong persedian air munum mereka yang berada diruangan itu pun langsung terbang menuju kearah para pria itu, air tersebut kemudian terbagi menjadi 6 dan langsung mengurung kepala para pria itu yang membuat mereka tidak bisa bernapas.
Agar mereka tidak banyak bergerak, Nava langsung membekukan kaki mereka mulai dari kaki bagian bawah sampai keatas.
Es yang membekukan kaki mereka menempel dilantai sehingga mereka tidam bisa bergerak.
Para pria itu merasa sangat kesakitan karna tidak bisa bernapas. Segala macam cara telah dilakukan oleh mereka, menebas air dengan kekuatan angin mereka, mencoba memukul mukul air dimuka mereka agar jatuh dan hasilnya sia sia saja.
“Apa kalian tahu, mati tenggelam di air tawar lebih menyiksa dari peda mati diair laut?” Ujar Nava langsung membalikan badanya lagi kearah pria yang sudah dipotong tangan dan kakinya.
Nava melihat pria itu sudah sekarat karna kehabisan darah. Nava pun langsung mengenyembuhkan luka pria itu agar tidak mengeluarkan dari lagi. “Tenanglah, aku takkan membuat kalian mati, aku hanya akan membuat kalian menderita seumur hidup kalian.” Kata Nava dengan wajah datarnya.
Setelah Nava menyembuhkan orang itu, dia langsung menyingkirkan semua air dari wajah para pria itu. Semua pria itu menjadi sangat lemas, tapi tanpa menunggu lama, Nava langsung melalukan hal yang sama dengan apa yang dilakukannya tadi, yaitu memotong kaki dam tangan mereka.
Pergerakan Nava menjadi begitu cepat seperti hembusan angin. Setelah memotongnya Nava pun menyembukannya lagi dan lagi tapi semua penyembuhan itu tidak sempurna karna Nava ingin melihat mereka semua tersiksa.
Ombak menerpa kapal mereka dengan sangat kencang hingga membuat Nava hampir hilang keseimbangan.
Tapi saat Nava ingin menyeimbangkan dirinya, dia melihat kearah Seto yang tadi terlihat memegang kayu yang telah memukul adiknya.
Nava mendekat kearah Seto yang sudah dipotong kaki dan tangannya, tanpa pikir panjang Nava langsung menendang pria. Karna merasa belum cukup Nava pun membuat kakinya dilapisi oleh es yang membuat tendangannya lebih menyakitkan. Tapi anehnya saat Nava menendang dan merendahkan seseorang dia merasa begitu senang hingga kedua sisi bibirnya naik keatas.
Saat Nava sedang merasa senang, tiba-tiba seseorang memanggilnya.
“KAKAK!!” Teriak Ava yang berada didalam kurungan air dan es yang Nava buat.
__ADS_1
Nava membalikan badannya dan melihat adiknya yang sudah sadar dari tidurnya.