Reinkarnasi Kedunia Novel Hunter

Reinkarnasi Kedunia Novel Hunter
Eps 15. kapal bagian II, perubahan.


__ADS_3

Nava mulai berpikir jika dia sudah menemukan Ava, dia akan bersembunyi terlebih dahulu agar tidak ada yang akan mencurigai mereka dan jika kapal sudah sampai dipelabuhan, Nava akan langsung turun dan menyelamatkan dirinya bersama Ava.


Nava perlahan berjalan kearah pintu, dia mebuka pelan pelan pintu itu dan mengintip sidikit agar mengetahui kalau ada orang disana atau tidak.


Nava yang tidak melihat seorangpun disana kemudian langsung keluar dari ruangan itu dengan hati-hati.


Nava mulai berkonsentrasi dan mencoba mendengarkan dengan seksama agar bisa menemukan Ava melalui suara, karna mungkin saja Ava pun sudah bagung. Sekaligus agar Nava bisa mengetahui jika ada seseorang yang mendekat kearahnya atau tidak.


Nava melihat didepannya terlihat sebuah ruangan, dia pun langsung pergi ke arah sana dan mencoba mengintip. Tapi yang terlihat olehnya hanya seorang pria parubaya yang sedang tertidur pulas diatas kursi.


Karna tidak mendapat petunjuk satu pun tentang adiknya, dia pun beranjak dari situ dan mulai mencari ketempat yang lain.


Nava mengamati sekitar nya, dia melihat kapal kayu sederhana seperti kapal pengangkut ikan biasa. Walaupun Nava sudah membaca keseluruhan Novel tapi dia masih agak bingung untuk menentukan zaman yang dia tempati saat ini.


Karna sekilas nampak seperti suasana jaman dahulu tapi beberapa perlatan sudah cannggi seperti zaman modern.


Saat Nava melihat kearah sekeliling, tiba tiba suara adiknya terdengar oleh nya. Suara itu terdengar samar-samar sehingga dia harus lebih berkonsentrasi lagi.


Nava mulai memejamkan matanya dan menaru kedua telapak tangannya dibelakang telinganya itu sambil menggerakan kepalanya kekiri dan kekanan agar bisa mendengarkan suara adiknya lebih jelas. “Ava kau dimana sebenarnya?” Pikir Nava yang membuatnya begitu takut jika terjadi sesuatu pada adiknya itu.


Nava mulai mendengarkan suara adiknya, tapi saat Nava ingin merasa senang ternyata suara yang didengarkan adalah suara yang begitu ia takuti akan terjadi pada adiknya itu, tangisan dan ratapan adinya yang begitu tersiksa mulai masuk ketelinga Nava.


Nava yang mendengar itu langsung merasa panik, tampa pikir panjang dia langsung berlari sangat kencang sampai sampai suara hentakan kaki kecilnya itu terdengar begitu kencang. “Bertahanlah Ava kakak akan segera datang” Detak jantung Nava mulai mengencang seperti ingin meledak, pernapasannya pun sudah sangat kacau karna perasaannya itu


Tap tap tap tap


Suara hentakan kaki Nava yang begitu terdengar jelas membuat orang orang dikapal merasa terganggu hingga mereka pun keluar dari tempat mereka untuk mengecek apa yang terjadi.


“Suara dari mana lagi ini? Bikin pusing aja” ujar seorang pria yabg memiliki rambut hijau tua, sambil menggaruk kelapanya karna terganggu dari tidurnya. Pria itu berdiri dari tempat tidur dan langsung membuka pintu kamarnya. Tapi saat dia keluar dari kamar Nava menabrak orang itu.

__ADS_1


Nava yang menabrak orang itu alih alih meminta maaf dia hanya bertatapan sebentar dan langsung meninggalkan tempat itu dan hanya melewati pria tersebut tanpa ragu ragu.


“Apa ini?” Gumam pria itu sambil melihat kearah Nava yang hanya melewatinya begitu saja“ hooiiii ada satu anak yang lepas” teriak pria itu sehingga orang orang dari kapal mulai berdatangan.


“Dimana anak itu?” Tanya seorang pria.


“Dia kesana, dia pergi keruangan Seto” kata pria berambut hijau tua itu sambil memonyongkan bibirnya kearah Nava pergi.


Orang orang yang mendengar jawaban itupun langsung bergegas kearah Nava, tapi mereka pergi kesana bukan hanya satu dua orang saja melainkan lima orang laki-laki bertubuh kekar.


Karna mereka tau bahwa anak anak yang berada dikapal ini banyak yang berbahaya dan bisa sampai membunuh mereka.


....


Nava tetap berlari hingga dia menemukan asal suata tangisan adiknya itu. Tanpa menunggu waktu lama Nava membuka pintu itu dengan sangat kuat.


Dia melihat adiknya yang tergeletak dilantai dengan keadaan yang mengenaskan, adinya Ava yang biasanya terlihat imut dan ceria kini matanya mengeluarkan air mata dengan tubuh penuh memar hingga kepalanya mulai mengeluarkan darah yang perlahan mengalir dilantai kapal.


Nava yang melihat itu langsung shok, matanya mulai membesar, wajahnya mulai gemetar hingga pernapasan yang tinggal satu satu.


“Aaaggghhhhhhh” Karna perasaan terkejut, suara Nava menjadi bergetar.


Nava langsung berlari memeluak adinya itu, tanpa memedulikan orang orang disekitar nya sambil mengeluarkan air mata.


“Bagaimana dia bisa masuk kesini?” Tanya seorang remaja laki laki berambut putih dengan mata bewarna kuning bernama Seto sambil memegang kayu yang besarnya bisa seperti tangannya.


“Aku juga tidak tau” jawab seorang pria yang berada disebelah Seto dengan santai sambil mengangkat bahunya.


“Kak, apa itu kakak?” Tanya Ava yang berada dipangkuan Nava.

__ADS_1


“Iya ini kakak, bertahanlah kakak akan menyembuhkan mu” kata Nava sambil mengeluarkan kekuatan airnya untuk menyembuhkan adiknya itu.


“Kakak menangis?” Ava yang melihat kakaknya menangis pun langsung mengangkat tangan nya untuk menyeka air mata kakaknya itu.


“Tidak kaka tidak menangis” Nava mencoba menahan tangisanya tapi tetap tidak bisa, seluruh air matanya mengalir begitu deras.


“Kak, aku mau tidur”


“Tidur lah, kakak akan menjaga mu disni”


Ava mulai merasa tenang karna kakaknya sudah berada disamping nya.


Nava yang melihat adiknya sudah mulai tertidur pun langsung menerbangkan adiknya dengan kekuatan angin kemudian mengelilingi adiknya dengan air penyembuhan dan dilapisi oleh es yang begitu kokoh agar tidak ada yang bisa menyentuh adiknya itu.


“ ohh jadi kamu kakak nya yah, tadi kamu dan adik mu berada di satu kurungan tapi karna dia sangat ribut jadi kami mengambil bos pun mengizinkannya dan ternyata dia hanya anak kecil yang tidak memiliki kekuatan ha ha “ujar Seto meprofokasi Nava.


Nava yang mendengar hal itu langsung ikut terprovikasi.


“Sangat mudah memprovokasi anak anak he” pikir seto meremehkan Nava. Seto sangat suka menganiaya anak-anak karna menurutnya itu sangat menyebangkan.


Nava telah dikuasai oleh amarah nya hingga matanya yang berwarna hitam berubah menjadi warna biru laut yang begitu pekat dan rambutnya yang panjang berwarna hitam kini terangkat keatas dan perlahan berubah menjadi warna putih.


Dan tiba tiba langit cerah berubah menjadi mendung, angin berhembus begitu kencang, ombak menjadi tidak menentu.


Hal itu membuat orang orang yang berada dikapal itu merasa takut dengan hal yang terjadi saat itu, karna tadi tampak dengan jelas bahwa hari ini begitu cerah tapi tiba tiba berubah menjadi seperti ini.


Orang orang yang tadi mengejar Nava telah tiba diruangan itu, mereka melihat Nava yang sudah berubah total tapi hal yang membuat mereka sangat takut yaitu cuaca yang begitu ekstrim yang mereka alami saat ini.


Seto berpegangan dimeja yang berada dibelakangnya kemudian melirik kearah Nava yang telah berubah. Dia terpukau dengan penampilan Nava saat itu tapi juga merasa takut. Seto menyadari bahwa semua yang terjadi dengan situasi mereka saat itu memiliki sangkutan dengan perubahan Nava.

__ADS_1


__ADS_2