Reinkarnasi Kedunia Novel Hunter

Reinkarnasi Kedunia Novel Hunter
Eps 19. Masih ada yang peduli


__ADS_3

Saat Nava berjalan, dia melirik kearah jendela, dia melihat ada beberapa kapal yang menuju kearah sana. Nava berpikir mungkin saja disana adalah pulau yang Nava ingin datangi yaitu pulau Yang menjadi salah satu 5 negara terbesar di dunia yaitu negara Valcke.


Walaupun itu hanya prasangka Nava, tapi dia tetap bergegas pergi ketempat Ava adiknya lalu pergi ketempat orang yang mengendalikan tempat itu.


Nava bergegas dengan keadaan yang begitu mengenaskan tapi tetap memaksakan diri untuk pergi ke tempat itu.


Nava kemudian menggendong adiknya untuk pergi ketempat yang ia ingin tujui.


Saat sampai disana, Nava mengintip sedikit dari balik pintu. Dia melihat seorang pria gendut sedang memegang kendali kapal tapi dia terlihat begitu cemas, wajahnya menampilkan wajah yang ingin lari dari tempat itu tapi seperti ditahan oleh sesuatu agar dia tidak bisa pergi dari sana.


Nava kemudian membuka pintu dan langsung mengancungkan pisau es yang tadi dia gunakan untuk melawan kapten kapal itu tadi.


Orang mengandalikan kapal itu mendengar suara pintu yang dibuka, saat itu dia langsung melihat kebelakang, dia melihat dua anak kecil yang terlihat sudah babak belur. Tapi walaupun dia tau kalau anak itu sudah kelelahan untuk bertarung tapi dia masih saja ketakutan.


Karna jika orang lain yang masuk ketempatnya berarti kaptennya sudah dikalahkan lalu mati.


“A-apa yang kalian inginkan?” Tanya pria itu dengan gemetar.


Nava perlahan mendekat kearah pria itu tapi masih mengancungkan pisau itu kearahnya.


“Bawa kami kepulau dekat sini” jawab Nava dengan wajah tegas seperti tidak terkena luka sedikit pun.


Pria itu menjadi lebih takut karna ekspresi Nava yang terlihat seperti akan membununya. karna pria itu hanyalah orang yang tidak bisa bertarung jadi dia merasa begitu takut.


“A-aku akan membawa mu ta-tapi jangan bunuh aku” ucap pria itu sambil memohon kepada Nava dilantai.


“Baiklah”Nava menghela Nafas karna merasa lega tapi pisaunya tetap diancungkan kearah pria itu.


“Trimakasi trimakasi.” Pria itu pun langsung berdiri dengan wajah yang bersyukur. Kemudian langsung berbalik badan dan mengemudikan kapal itu agar bisa langsung sampai kesana dengan cepat.


Karna semua orang yang ada dikapal itu sudah dikalahkan Nava jadi pria itu sangat kesulitan mengendalikan kapal tapi dia tetap berusaha sekuat tenaga.

__ADS_1


Karna pulau itu tidak terlalu jauh dari pandangan Nava, jadi mereka sampai kesana hanya dalam waktu 15 menit.


......


Pria itu menyandarkan kapalnya kepelabuhan.


“K-kita sudah sampai, ka-kau akan melepaskan ku bukan?” Tanya pria itu dengan gugup.


“Karna kau sudah melakukan perintahku jadi kau akan ku lepaskan.”


Pria yang mendengar hal itu langsung menampakan wajah yang begitu senang.


Kemudian Nava berjalan perlahan keluar dari sana, tapi saat dia berjalan dia mengingat anak anak yang masih berada di kurungan. “Ohh ia, kau jangan dulu pergi dari sini karna aku akan memanggil orang untuk mengangkut anak-anak yang masih berada di dalam” ujar Nava dengan polosnya.


Pria yang mendengar perkataan Nava pun hanya memperlihatkan senyumanya tapi saat Nava berbalik badan dia menggigit bibirnya.


Nava perlahan berjalan keluar dari sana, dia merasa begitu senang karna bisa meninggalkam semua bebannya.


“Kenapa mereka menatapku seperti itu?” Pikir Nava yang masih berjalan untuk meminta bantuan keorang lain.


“HEII!!! Apa yang kalian pikirkan, ayo cepat tolong anak itu.”ujar seorang pria dipelabuhan itu sambil berteriak kecang. Wajahnya menampilkan ekspresi ketakutan sekaligus cemas.


“Syukurlah masih ada yang ingin membantu kami” Nava merasa begitu senang, tapi saat dia sedang berjalan, dia mendengar suara dari belakang seperti ada seseorang yang akan mencelakai nya dan benar saja, orang yang tadi mengemudikan kapal berlari kearah Nava sambil memegang pisau untuk menusuk Nava.


“Dari pada aku masuk penjara begitu saja, lebih baik aku membunuh mu dulu” teriak pria itu sambil berlari kearah Nava.


“Nak awas!!!” Teriak pria yang lainnya yang tadi ingin menolong Nava.


Nava langsung refleks dengan kehadiran pria itu. Nava pun langsung menghindar kesamping tapi sayangnya pisau itu masih terkena lengannya yang sedari tadi menggendong Nava.


Nava pun langsung mengancungkam tanganya yang berdarah itu kearah pria yang menyerangnya.

__ADS_1


“Tidak, tidak. To-tolong jangan bunuh aku” pria yang menyerang Nava langsung takut karan tidak bisa menusuk Nava. Dia merasa begitu takut karna menyadari bahwa dia lah yang akan mati jika dia tidak bisa membun*h Nava.


“Aku telah memberi mu kesempatan tadi” ucap Nava dengan napas yang sudah tinggal satu-satu.


Pussss


Nava langsung menghempaskan pria itu dengan kekuatan anginnya yang tinggal sisa-sisa.


Pria itu pun langsung terhempas dan menabrak tiang besi dipinggir pelabuhan dengan sangat kuat hingga bunyi tulang pria itu terdengar begitu jelas saat patah. Saat dia telah menabrak tiang besi disana, dia pun langsung jatuh kedalam air.


Nava telah menggunakan tenaganya yang terkhir, dia melihat kearah luka tusukan diperutnya yang sudah terbuka hingga mengeluarkan darah yang begitu banyak, begitu pula dengan lenganya yang robek.


Nava kemudian melirik kearah orang-orang yang berada disana. Mereka berlari kearah Nava dengan sangat cepat tapi perlahan penglihatan Nava menjadi buram dan seperti berputar putar, telinganya berdengung hingga pada akhirnya Nava jatuh ketahan tapi dia sengaja jatuh dengan posisi miring agar tidak menindih adiknya yang dia gendong didepannya saat itu.


“Cepat bawa dia kerumah sakit” ujar seorang pria yang ingin menggendong Nava.


“Anak perempuan ini tidak mau melepaskan pelukanya dari anak kecil itu” ujar seorang pria yang lainnya yang memcoba memisahkan Nava dan Ava tapi Nava tidak mau melepaskan pelukannya dari Ava.


Samar-samar Nava bisa melihat dan mendengar perkataan mereka. “Anak a-anak” ucap Nava dengan suara yang terdengar begitu pelan karna kesakitan.


“Kalian diam, anak ini ingin mengatakan sesuatu” ucap seorang pria yang mau menggendong Nava, kemudian dia mendekatkan telinganya dimulut Nava.


“Masih ada anak-anak didalam” ucap Nava lagi.


“MASIH ADA ANAK-ANAK DIDALAM KAPAL!! CEPAT PERIKSA, KEMUDIAN PANGGIL PARA HUNTER!!.”teriak pria itu dan langsung menyuruh seseorang untuk mengecek isi kapal.


“Ayo angkat anak ini” ujarnya sambil mengankat Nava tapi dia kesusahan karna Nava yang tidak ingin melepaskan adiknya.


Tiba-tiba seorang pemuda sekitar umur 17 tahun dengan rambut merah pekat datang mendekat kearah Nava kemudian dia langsung mengangkat Nava “ biar aku yang membawanya” ujarnya melihat kearah Nava sambil menunjukan senyuman licik seperti menginginkan sesuatu dari Nava


Mereka yang disana hanya mengiyakannya saja karna meraka juga sedikit kesulitan dengan situasi disana.

__ADS_1


Nava membuka matanya sedikit kemudian menyipitkannya matanya agar bisa melihat jelas orang yang menggendongnya tapi sayangnya penglihatannya masih buram dan hanya melihat samar-samar penampilan orang tersebut. Nava merasa seperti pernah membaca ciri-ciri penampilan yang ia lihat sekarang ini, tapi dia tidak mampu untuk memikirkannya untuk sekarang. Karna Nava sudah tidak memiliki kekuatan, dia pun langsung pingsan.


__ADS_2