Reinkarnasi Kedunia Novel Hunter

Reinkarnasi Kedunia Novel Hunter
Chap 7


__ADS_3

Chapter 7


Keesokan harinya, Nava bangun dengan sangat gembira dan langsung membuatkan sarapan untuk ibunya dan adiknya, Ava.


“Kak, kenapa kakak hari ini begitu senang?” Tanya Ava yang bingung melihat perilaku kakaknya, karna baru pertama kali melihat kakaknya yang begitu senang.


Nava kemudian tersenyum mendengar pertanyaan dari Ava, lalu Nava menjawab:“Ada deh, anak kecil gak perlu tau” Nava sedikit mengejek adiknya itu dan sambil memasak.


“Kakak kan juga anak kecil, kakak dan aku kan cuman beda 3 tahun” balas Ava karna kesal.


Ibu yang mendengar percakapan kedua anaknya itu malah tertawa. “Sudah sudah, kalian gak usah bertengkar” kata ibu mereka yang sedang duduk di meja makan.


Nava mulai mengatur makanan di meja, lalu mereka mulai makan dengan santai.


“Enyak” kata Ava dengan mulut yang masih penuh.


“Ava, kalo makan jangan bicara” kata Nava menegur adiknya.


“Oh iya, hari ini Nava mau pergi latihan kan?” tanya ibunya.


“Iya, hari ini aku mau latihan di hutan, bu” kata Nava setelah menelan makanan yang ada dimulutnya.


“Kalau begitu, kau ajak Ava juga, sekalian pergi bermain” kata ibu mereka.


“Benarkah? Aku boleh ikut dengan kakak? Lalu ibu bagaimana? kalau aku ikut sama kakak, nanti yang jagain ibu siapa?” tanya Ava, tapi sebenarnya dalam hatinya ia ingin melihat kakaknya latihan dan bermain bersama kakaknya.


“Ibu gak apa apa nak, ibu bisa jaga diri ibu sendiri, Ava ingin sekali pergi main diluar kan”


Ava yang mendengar perkataan ibu langsung memeluk ibunya karna merasa sangat senang bisa bermain keluar rumah. Nava pun ikut senang.


“Karna kalau Nava yang menjaganya pasti tidak akan terjadi sesuatu yang buruk” kata ibu mereka lagi.


Setelah selesai makan, Ava langsung membantu kakaknya membereskan dapur supaya bisa cepat - cepat pergi bermain bersama.


...


“Kalau begitu kami pergi dulu, Ibu!” kata mereka serentak berpamitan pada ibu mereka.


“Hati hati yahh, jangan sampai pulang kemaleman" ucap ibu mereka yang bersandar didepan pintu.

__ADS_1


“Baik bu!” teriak Ava sambil berjalan bersama kakaknya.


Perlahan Nava dan Ava berjalan masuk ke hutan, hingga rumah yang mereka tinggali sudah tidak kelihatan.


“Ava, kakak akan tunjukkan padamu tempat yang sangat bagus” ujar Nava menarik tangan Ava sambil berlari.


“Kita mau kemana, kak?” tanya Ava bingung.


Nava hanya menunjukkan senyum lebarnya pada Ava.


Saat mereka berlari, Nava langsung menggendong Ava dan melompat dari tebing yang tidak begitu tinggi. Hingga sebuah cahaya muncul dan menyilaukan mata Ava.


Ava merasa sedikit takut ketika kakaknya menggendongnya dan melompat dari tebing, tapi dia tidak mau menunjukan rasa takutnya kepada kakaknya hanya karna melompat dari tempat yang tidak begitu tinggi.


“Kamu bisa membuka mata mu sekarang Ava” kata Nava yang masih menggendong Ava.


Perlahan Ava membuka matanya dan dalam sekejap dia langsung takjub dengan apa yang dia lihat saat itu.


“Waaahh” mata Ava langsung berbinar-binar ketika melihat pemandangan yang ada di depannya. Dia pun perlahan turun dari gendongan kakaknya.


“Bagus bukan?” kata Nava merasa keren sendiri, padahal tempat itu bukan tempat yang ia temukan, melainkan tempat yang Gin tunjukan kepadanya kemarin.


“Sebenarnya.. kakak mengetahui tempat ini dari teman kakak hehe” jawab Nava.


“kakak punya teman?!!” Ava terkejut mendengar kakaknya memiliki teman.


“Ya, sebentar lagi dia akan datang. Nanti kakak kenalin ke Ava deh” ujar Nava


“Kenapa kakak gak pernah bilang padaku kalau kakak punya teman?” kata Ava sambil memonyongkan bibirnya ke atas karna kesal. Nava yang melihat itu merasa sangat gemas dengan tingkah laku adik laki-lakinya yang imut, sampai-sampai Nava langsung mencubit pipi adiknya itu.


“Aduh aduh, sakit kak!” kata Ava merasa sakit dicubit kakaknya.


Karena tidak puas mencubit pipi adiknya, Nava beralih memeluk adiknya dengan sangat erat. “Ugghh, kenapa adik ku imut banget sih”


“Ng k-k-kak, aku g-gak bisa napas..!”


Nava yang adiknya yang mengeluh langsung melepaskan pelukannya.


“Padahal kakak masih mau peluk” Ujar Nava sedih. “Kamu tau, Ava? Nanti kalau kekuatan angin milik kakak sudah bisa dikendalikan dengan benar, kakak akan membawa kamu dan ibu keluar dari pulau ini. Dan kita, bisa hidup tenang di luar sana” Kata Nava menunjuk ke arah laut.

__ADS_1


Ava kagum melihat kakaknya, Nava, lalu ia bertanya, “bagaimana dengan ayah? kakak akan membawa ayah juga kan?” tanya Ava dengan polosnya.


Nava tersentak kaget mendengar pertanyaan Ava tapi dia tidak bisa menyalahkan Ava atas apa yang ditanyakannya, sebab bagi seorang anak kecil, orang tua adalah dunia mereka.


Walaupun orang tua mereka telah menganiaya mereka, tapi seorang anak tidak bisa melupakan kedua orang tuanya, makanya Ava dengan polosnya memberikan pertanyaan yang tak disangka oleh Nava.


Karna Nava bukan pemilik asli dari tubuh itu, jadi ia tidak dapat merasakan apa yang dirasakan oleh Ava. Dan walaupun Nava bisa merasakan perasaan dari pemilik tubuh yang asli tapi perasaan yang bisa ia rasakan hanya tiga, yaitu perasaan sayang kepada Ava dan ibunya, perasaan berani melakukan sesuatu dan yang terakhir yaitu perasaan marah kepada ayahnya. Tidak lebih dan kurang dari itu.


Nava bingung menjawab pertanyaan Ava dan dia tidak tau apa yang seharusnya dia katakan dalam situasi itu. "Emm.. nanti kalau kakak sudah membawa ibu dan Ava, baru setelah itu kakak akan membawa ayah juga.” Kata Nava sambil mengusap usap kepala Ava.


Nava merasa percakapan mereka menjadi agak aneh, lalu ia langsung mengubah topik pembicaraan.”Kalau begitu kakak akan tunjukkan sesuatu yang menarik padamu” kata Nava sambil menarik tangan adiknya.


Mereka mendekat kearah pantai hingga kaki mereka dapat merasakan sensasi air yang dingin dari laut.


“Kakak mau menunjukan apa?” tanya Ava.


Nava hanya tersenyum melihat adiknya itu.


Tapi pertama tama, sebelum dia menunjukannya dia melihat ke semua arah untuk memastikan bahwa tidak ada orang disekitar mereka. Lalu ketika semua sudah aman, Nava langsung menghadap ke pantai dan mulai berkonsentrasi.


“Aku harus fokus, fokus, fokus” kata Nava dalam hatinya.


Nava mengarahkan tangannya kearah pantai dan seketika air di pantai naik ke atas dan membentuk tulisan yang bertuliskan kata 'AVA'.


“Wuaaahhh” Ava terkagum-kagum melihat apa yang dilihatnya itu.


“Hebat, bukan?” ujar Nava.


“Hebat kak, hebat! Kalau aku juga punya kekuatan, aku mau jadi terlihat keren seperti kakak!” kata Ava hingga matanya terlihat kobaran api yang menyala-nyala.


Nava mengubah-ubah bentuk air menjadi berbagai macam hal dari bentuk bunga hingga bintang.


Ketika Nava melakukan pertunjukan, Ava melirik ke arah kakaknya dan melihat mata kakaknya yang hitam sedikit berganti warna menjadi biru seperti warna mata ibu mereka.


Tapi warna itu hanya terlihat samar-samar sehingga Ava tidak menghiraukannya.


Nava yang melihat adiknya sangat senang langsung menambah bentuk pertunjukan yang dia buat. Nava membekukan air yang berbentuk bintang menjadi es dengan menggabungkan kekuatan angin miliknya, lalu menerbangkan es itu dengan kekuatan sihir dasar dan memberikannya kepada Ava.


Tetapi saat mereka sedang bersenang-senang seseorang memanggil nama Nava.

__ADS_1


“Nava, apa yang-?!” kata seseorang dengan terkejut.


__ADS_2