Reinkarnasi Kedunia Novel Hunter

Reinkarnasi Kedunia Novel Hunter
Eps 18. Kau sangat bodoh


__ADS_3

Nava mengeluarkan cairan berwarna hijau didalam botol kecil dari sakunya kemudian mencampurkanya kedalam air yang akan dia gunakan untuk menjadi pedang. Tapi pertama-tama dia harus meredakan hujan dan badai yang ada disana agar dia bisa lebih baik dalam melawan pria itu.


....


Tap tap tap tap


Nava berlari, mencari ruangan yang besar agar dia bisa bertarung dengan bebas.


“Aku sudah menunggu mu” ujar Nava yang berdiri ditengah ruangan itu sambil melihat kearah pria itu yang baru saja masuk kesana.


“Ho” pria itu hanya tersenyum meremekan Nava. “Aku ingin bertanya kepada mu sebelum kau mati, kau sebenarnya bukan anak kecil kan” tanya pria dengan sombongnya karna dia sudah merasa bahwa dirinya lah yang akan menang. Karna walaupun pria itu mengetahui Nava sangat kuat, tapi saat ini Nava sudah hampir mencapai batasnya.


“Bukan aku yang akan mati tapi kau dan aku akan memberikan mu A+ karna kau bisa menyadari kalau aku bukan lah anak kecil, memang tubuhku terlihat kecil tapi jiwa ku sudah berumur 24 tahun. Aku memberitau kan ini sebagai bonus karna kau yang akan mati.” Jawab Nava yang terlihat begitu percaya diri tapi dia sangat mengetahui perbedaan kekuatan yang dia rasakan antara dirinya dan pria itu.


Nava pun sangat mengetahui kalau dia tidak bisa mengalahkan pria itu dengan cara bertarung yang biasa saja.


“Pria itu merasa sedikit terkejut dengan perkataan Nava tapi dia tidak terlalu memedulikannya.”


“ terlebih dahulu aku harus mengetahui kekuatan apa yang dia gunakan.Pikir Nava


“ tak perlu berlama-lama, ayo kita mulai” ucap Nava.


“Baiklah bocah kuat” ejek pria itu, dan dengan santainya dia hanya berdiri seakan-akan dia lah yang akan menang. Dia berpikir dia akan tetap menang walaupun hanya diam ditempat saja.


Nava yang melihat itu merasa sangat kesal tapi dia tetap menahan emosinya.


Kemudian Nava langsung mengeluarkan dua pisau es kecil, tapi pisau es itu tampak sedikit berwarnah hijau tua.


“ jadi kekuatan mu es? Baiklah” ujar pria itu.

__ADS_1


Nava memulainya dengan langsung menyerang tapi menghemat kekuatannya dengan berlari dengan sedikit didorong kekuatan angin agar kecepatannya semakin meningkat.


Kecepatan Nava meningkat tapi tidak seperti saat rambut dan matanya berubah.


Nava berjalan zik zak agar bisa mengecoh pria itu tapi saat Nava sedang berlari untuk ke tempat pria itu, ternyata pria itu sudah berada dibelakangnya dan berlari bersamanya.


“Jadi hanya ini kekuatan mu? Sangat mengecewakan pftt” tawa pria itu kemudian langsung menendangnya dengan sangat kuat hingga terlempar kearah dinding.


Saat Nava akan diterlempar, Nava melihat titik buta yang membuatnya bisa menggores tangan pria itu hingga mengeluarkan darah, tapi sayangnya luka itu tidak berpengaruh apa-apa bagi pria itu.


“Kau pikir hanya kau yang bisa menggunakan kekuatan angin?”kata pria itu yang kemudian langsung mengambil sebatang besi yang tergelatak tidak jauh dari sana.


Nava terkejut karna bisa mendengarkan perkataan ini langsung dari orangnya. Nava pikir akan lama untuk mengetahui kemampuan dan cara bertarung pria itu tapi pria itulah yang memberitau kan nya sendiri.


Nava menunjukan ekspresi pura-pura terkejut tapi didalam hatinya dia merasa senang karna bisa mengetahui itu dengan cepat. “Jadi apa yang akan kau banggakan hanya karna satu kekuatan yang jelek?” Nava memprovokasi pria itu agar bisa memberitahukan kekuatannya dengan lebih detail.


“Bagus, dia terprovokasi.”pikir Nava merasa senang. “Kalau begitu ini akan menjadi pertarungan antar pedang” ucap Nava sambil berlari kearah pria itu untuk menyerang.


Pria itu pun ikut berlari ke arah Nava untuk menyerang Nava juga. Mereka beradu pedang dengan sangat sengit, bunyi gesekan pedang aura dari kekuatan mereka mengeluarkan bunyi yang sangat tidak sedap untuk didengar.


Walaupun Nava hanya menggunakan pisau kecil tapi dia menyeimbangkannya dengan kedua pisau yang ada dikedua tanganya.


Sring sringg sring


Suara mereka begitu kencang, hentakan kaki mereka berdua pun begitu kuat dan aura yang mereka berdua keluarkan begitu terasa sangat menekan tubuh dan jiwa.


Pria itu terlihat seperti hanya bermain santai dengan Nava, senyumnya yang congkak membuat Nava kesal karna dia begitu sangat terdesak dengan keadaan saat itu sebab dia sudah sangat di ambang batasanya.


Walaupun begitu, perlahan-lahan Nava dapat melukai pria itu walaupun hanya goresan saja.

__ADS_1


Tsuukk


Karna sudah mulai melemah Nava terkena tusukan diperut nya, Nava yang melihat perutnya berdarah pun langsung mengambil jarak dari pria itu. Nava melompat sekitar dua meter jauhnya dari pria tersebut.


Tanpa berlama-lama Nava langsung menyembuhkan lukanya tapi luka itu tidak sembuh sepenuhnya dan hanya menutup asal karna Nava memang sudah tidak memiliki kekuatan yang cukup.


Pandangan Nava mulai memburam karna darah yang keluar sudah terlalu banyak hingga membuat bajunya mermandikan darah.


“Jadi hanya sampai disini?” Ucap pria itu yang tiba-tiba sudah berada dibelakang Nava.


Nava sangat terkejut dan langsung menghindar kearah yang lain.


“Ha ha ha ha, mana yang tadi kau sebutkan bahwa aku yang akan mati bha ha ha , tapi aku sangat senang hari ini karna kau bisa menghiburku walaupun hanya sebentar.”


Napas Nava tinggal satu-satu, tangannya yang satu memegang perutnya yang ditusukan tadi. Dia sangat menderita karna kesakitan yang amat sangat. Tapi Nava mengangkat suaranya sambil tersenyum sinis seperti dia lah yang telah menang. “ hee, aku memang bermulut besar karna aku lah yang akan menang. Coba kau lihat tubuh mu saat ini” Ucap Nava dengan keringat yang bercucuran sangat banyak kebawah.


Pria itu kemudian melirik tubuhnya yang sebagian telah berubah warna menjadi hijau.” K-kenapa ini?” Pria itu langsung panik karna baru menyadari akan hal itu, sebab sedari tadi dia hanya fokus untuk mengejek Nava yang sebentar lagi akan kalah.


“Kau sangat bodoh. Alasan ku hanya menggoresmu adalah untuk membuat mu mati karna racun. Racun itu memang tidak akan terasa sama sekali saat diawal tapi hanya dalam waktu 3 menit saja maka racun itu akan meraja lelah keseluruh tubuhmu dan akan membuatmu mati” ucap Nava dengan wajahnya yang sudah sangat lemah tapi masih menertawakan pria itu.


Sebenarnya racun itu berasal dari seokor ular yang Nava tangkap untuk memburuh hewan, tapi racun itu hanya bersifat melumpuhkan dan tidak membunuh.


“Sial*n kau!!! “ pria itu menjadi sangat marah dan langsung menyerang Nava, tapi saat dia sudah berada didekat Nava, ternyata racunnya sudah menyebar luas ketubuhnya yang membuat dia langsung jatuh kelantai dengan kaku.


Huaaa hua


Nava merasa sangat lega tapi pernapasanya masih satu satu. Mungkin racun itu akan membuat pria itu tidak bisa bergerak selama 5 jam. Nava mulai berjalan sambil menyeret-nyeret kakinya dengan tangan kanan yang memegang perutnya yang ditusuk tadi.


Saat Nava berjalan, dia melirik kearah jendela, dia melihat ada beberapa kapal yang menuju kearah sebaliknya dari arah mereka. Nava pun berpikir mungkin saja disana adalah pulau yang Nava ingin datangi yaitu pulau Yang menjadi salah satu 5 negara terbesar di dunia yaitu negara Valcke.

__ADS_1


__ADS_2