Reinkarnasi Kedunia Novel Hunter

Reinkarnasi Kedunia Novel Hunter
Eps 25. Pertarungan jalanan.


__ADS_3

Tapi sayangnya semua orang yang berada disana hanya terdiam karna orang yang tadi telah mendaftar adalah orang terkuat yang tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkannya dipertarungan jalanan itu.


“Ti-tidak ada?”. Tanya wasit itu dangan wajah yang sudah berkeringat dingin


Karna sudah tidak ada yang ingin mendaftar, terpaksa wasit itu menerima Nava untuk bertarung. Sebab hari itu seorang yang penting datang disana.


“Kalau begitu yang akan menjadi lawan tanding dari Perez adalah...” ucap wasit yang tiba-tiba terhenti karna tidak tau nama Nava. “Siapa nama mu nak?”. Bisik wasit sambil melihat kearah Nava.


“Nama ku Nava”. Jawabnya


“Nava...” sehabis menjawab namanya, Nava dituntun oleh seseorang untuk masuk kedalam ring.


Sebelum masuk kedalam ring, Nava menempatkam Ava didekat meja wasit.


Nava melihat lawannya yang wajahnya bisa tergolong masih muda sekitar umur 16-17 tahun. Anak itu pun tidak menggunakan baju sehingga otot-otot pada tubuhnya terlihat berlipat-lipat seperti roti.


“Hei kau ingin bertaruh untuk siapa?” Tanya seorang pria diluar ring kepada teman disebelahnya.


“Tentu saja Perez, aku tidak mau rugi”. Jawabnya.


Semua orang yang berada disana langsung bertaruh pada Perez karna mereka berpikir Perez lah yang akan menang.


Seluruh uang sudah terkumpul didua kotak atas meja.


Wasit yang melihat semua uang sudah terkumpul pun langsung memulai pertatungan itu.


“Baiklah pertarungan kita mulai”.


Nava langsung mengambil posisi bertarung dan dalam sekejap dua pisau es kecil sudah berada dikedua tangannya. Tapi sebelum pisau es itu dibentuk, Nava sudah mencampurkan racun kedalam air miliknya.


Racun itu adalah racun yang digunakan Nava saat dia bertarung dikapal, tapi saat ini dia hanya menggunkam dosis kecil agar tidak berakibat fatal pada lawannya.


Nava dan Perez mulai berjalan memutar seperti mencari kesempatan untuk menyerang. Perez pun tidak pernah meremehkan lawannya karna dia tau mungkin saja orang yang dia lawab adalah orang yang sangat kuat.


Tiba-tiba Perez mulai menyerang Nava, dia melayangkan pukulannya tepat diwajah Nava, tapi Nava langsung melompat kearah sisi lain dari ring itu untuk menghindari serangan dari Perez tapi sayangnya dipipi Nava terkena luka goresan kecil yang membuat darah keluar dari luka tersebut.


Seluruh penonton bersorak begitu kencang.


“Kau hebat, tapi kau masih kalah dari temanku”. Ujar Nava kepada Perez sambil menyeka lukanya dengan ibu jarinya. Karna Perez menggunakan tinju saat pertama menyerang, hal itu membuat Nava teringat tentang temannya Gin.

__ADS_1


Perkataan itu membuat Perez marah, karna termakan emosi, Perez pun langsung menyerang Nava dengan penuh amarah.


Nava pun mereasa diuntungkan dengan perilaku Perez.


Perez berlari kearah Nava dengan sangat cepat, tapi mata Nava masih bisa melihat arah gerakan yang akan dilakukan oleh Perez.


Saat Perez sudah berada didepan Nava, Nava pun langsung melompat kebelakang Perez kemudian langsung menggores pisau itu kepergelangan tangan kanan Perez.


Perez merasa sangat dipermain kan dengan tingakah laku Nava seperti mempermainkannya, hingga dia tidak sadar bahwa tangannya sudah tergores.


Tapi yang anehnya walaupun wajah Perez terlihat marah, dia tidak mengeluarkan sepata katapun dari mulutnya itu.


Perasaan Perez menjadi tidak stabil karna marah dan hanya terus mencoba menyerang Nava tanpa mempersiapkan rencana.


Beberapa kali tinju dari Perez mengenai lantai yang membuat lantai langsung rusak.


Perlahan-lahan Nava menggoreskan pisaunya ketubuh Perez. “Apa-apaan anak ini, kekuatannya saja yang kuat tapi dia gampang terbawah emosi dan sangat ceroboh”. Pikir Nava yang masih terus menghindari pukulan Perez.


Suara para penonton sedikkit demi sedikit mulai menghilang dan hanya terdengar bisikan yang terdengar begitu gelisa karna Perez blm juga menang melawan Nava.


“Oii Perez, cepat kalahkan anak itu”. Teriak seorang pria yang merasa kesal dengan dengan Perez yang belum juga mengelahkan Nava.


Perez yang marahpun langsung menatap tajam kearah pria yang mengatakan hal tadi.


Perez mencoba bangun tapi sayangnya dia sudah tidak bisa bergerak akibat racun yang diberikan oleh Nava.


Semua orang tercengang melihat Perez yanh terpental hanya karna satu anak kecil.


Navapun langsung keluar dari ring. Dia melihat Ava yang bertepuk tangan gembira karna kakaknya menang.


Saat itu Ava melihat kakaknya itu seperti seorang super hero yang telah berhasil mengalahkan musuh.


“Woaaa kakak, kakak hebat sekali”. Ava langsung berlari kearah kakaknya dan memeluknya.


“Kamu juga mau coba bertarung?”. Tanya Nava.


Ava menggelengkan kepalanya dan berkata. “Aku tidak suka bertarung”. Kata Ava sambil memonyongkan bibirnya.


“Oke baikalah, kalau gitu ayo kita cari makan”. Ucap Nava yang langsung mengambil dua kotak yang berisikan uang.

__ADS_1


“Emm, ayo”. Jawab Ava.


Semua orang disana hanya terdiam dan melihat mereka berdua pergi begitu saja.


“Apa yang baru saja terjadi?”. Tanya seseorang kepada temanya.


“Aku pun tak tau”. Jawabnya sambil menggelengkan kepala.


Saat Nava ingin pergi untuk mencari makan dengan topeng yang masih terpasang diwajah mereka. Tiba-tiba seseorang menghadangnya. “Nak apa kau mau mendapatkan uang?”. Tanya seorang wanita seksi dengan rambut dan baju serba merah.


Nava merasa curiga dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu kemudian langsung pergi meninggalkan wanita tersebut tanpa mengatakan sepatah katapun.


Wanita itupun hanya tersenyum saat melihat Nava dan Ava pergi.


Tapi saat Nava berjalan meninggalkan wanita itu, tiba-tiba sebuah kartu berputar melayang kearah Nava.


Nava pun sontak langsung menangkap kartu itu. Lalu terdengar suara “jika kau berubah pikiran, datanglah ketempat itu”. Ucap wanita yang tadi yang membuat Nava menoleh kebelakang. Dia melihat wanita itu masih tersenyum seperti itu dari tadi.


Disaat yang sama, ada seseorang yang sedang memata matai Nava sejak Nava keluar dari kapal saat insiden penculikannya.


“Tidak salah lagi, mereka berdua adalah anak dari putri Isabella”. Ucap seorang pria yang menggunakan jubah putih panjang yang menutupi seluruh tubuh dan wajahnya. Yang terlihat hanyalah rambut putih panjang dan mata biru yang bersinar, seperti rambut dan mata yang sama dengan ibu Nava dan Ava yang bernama Isabella yaitu anak dari raja laut.( eps 4. Isabella).


....


Kembali saat insiden kapal saat dimana Nava bertarung dengan kapten kapal ditengah lautan.


Saat itu angin bertiup kencang, ombak laut menjadi tidak menentu, awan hitam menyelimuti langit saat itu hingga menurunkan hujan yang begitu deras sehingga kapal terombang-ambing ditengah lautan.


Saat Nava bertarung dengan kapten kapal itu, terjadi sesuatu dibawah laut.


Semua orang yang tinggal dibawah laut dikejutkan dengan aura yang dipancarkan oleh Nava yang terasa seperti aura yang digunakan oleh ibu Nava Isabella.


“Yang mulia, anda tidak boleh bergerak terlalu banyak”. Kata seseorang berbaju putih panjang seperti baju orang romawi jaman dulu.


“A-anak ku, dia telah kembali”. Ucap seorang raja laut yang mencoba untuk duduk ditempat tidurnya sambil mengeluarkan air mata.


Terimakasih sudah membaca


Janga lupa like

__ADS_1


Comment


Vote and gift nya yhh 😘


__ADS_2