Reinkarnasi Kedunia Novel Hunter

Reinkarnasi Kedunia Novel Hunter
Eps 21.


__ADS_3

“Yahh, panggil saja aku Yami dan emm karna kita berdua tersesat jadi ayo kita cari jalan keluar bersama-sama”. Ucapnya dengan senyum yang terlihat begitu tulus sembari mengulurkan tangannya kearah Nava yang membuat wajah Nava langsung memerah.


Nava yang telah menggapai tangan Yami pun langsung berjalan bersama sambil berpegangan tangan.


Mereka terlihat seperti seorang ayah yang tengah memegang tangan anaknya.


“Ehh tunggu... Yami?!”. Tiba-tiba terlintas sesuatu dipikiran Nava yang membuat dia tersadar akan sesuatu. Kemudian Nava langsung menatap tajam ke arah Yami.


“Nak, kenapa?”. Tanya Yami pada Nava yang tiba-tiba berhenti.


“Ohh astaga!, dia adalah kapten Yami dari pasukan pedang hitam. Bagai mana ini?”. Kata Nava dalam hatinya yang membutnya berpaling dari Yami dan langsung menggigit bajunnya sambil mengeluarkan air mata penyesan.


“Nak kamu benar-benar tidak apa-apa kan?”. Kata Yami sambil memegang kepala Nava.


Nava yang dipegang dikepalanya membuat dirinya merasa senang, malu, tapi tercampur perasaan cemas.


“E-ehh? Emm aku gk apa-apa”. Jawab Nava gugup. “Yah gpp lah, gk akan terjadi sesuatu jika bertemu lebih cepat kan”. Pikir Nava agar bisa menenangkan hatinya.


....


“Naaahh itu ada orang”. Ucap Yami sambil menunjuk seorang wanita yang menggunakan baju serba putih. “Permisi nona, tolong carikan orang tua dari anak ini”. Ujar Yami yang mengira kalau Nava pasti sedang dicari oleh orang tuanya.


“Baiklah” jawab wanita itu yang tidak lain adalah seorang suster yang bekerja disana.


“Maaf, tapi aku ingin mencari adik ku”. Nava yang mendengar perkataan Yami pun, langsung cepat-cepat memberi tau suster itu tetang apa yang sebenarnya ia cari.


“Baiklah dik, jadi siapa nama mu adik kecil?”. Tanya suster itu tersenyum manis kemudian merendahkan tubuh nya agar bisa berbicara dengan Nava.


“Nama ku Nava, dan adiku Ava, aku sedang mencarinya”. jawab Nava.


“Kalau begitu, dek Nava suster antar sampai ruangan resepsionis agar bisa mengecek ruangan adiknya Nava yah”. Kata suster itu langsung mengantar mereka ketempat itu.


....


Nava dan Yami masih berpegangan tangan sampai akhirnya mereka sampai ketempat yang mereka tujuh.


“Ada yang bisa saya bantu pak?”. Tanya seorang suster kepada Yami.

__ADS_1


“Bukan aku tapi tanya ke anak ini”. Jawabnya.


“Aku ingin mencari adik ku, nama nya Ava.”


Nava mencoba meraih meja resepsionis untuk menanyakan keberadaan adiknya tapi sayangnya hanya dahi Nava lah yang terlihat.


“Imutnya” gumam semua orang yang ada disitu yang melihat tingakah laku Nava yang terlihat imut.


Nava dari tadi mencoba untuk meninggikan badannya dengan cara menjinjitkan kakinya agar dia bisa melihat dengan jelas suster yang berbicara dengannya saat itu. Hal itu membuat Yami merasa sangat frustasi hingga akhirnya dia mengangkat Baju Nava yang membuat Nava melayang-layabg seperti seokor kucing yang tertangkap basah saat ingin mencuri makanan.


“Hei?! Apa yang kau lakukan?”. Tanya Nava menggeliat agar bisa dilepaskan dari Yami. “Lepaskan aku”.


“Kau terlalu pendek”. Katanya dengan wajah datar.


Kata-kata itu membuat Nava geram. “Ini karna aku masih umur 7 tahun!”. Ujar Nava yang tak mau kalah.


“Yah karna kau masih kecil jadi kau pendek”.


Yami dan Nava terus beradu mulut yang membuat suster yang berada didepannya bingung harus melakukan apa.


“Kenapa disini ribut sekali?”. Ujar dokter itu.


“Begini dok..” saat suster itu mau bicara, tiba-tiba dokter tersebut melirik kearah Nava.


“Nak, kenapa kau bisa ada disini”. Katanya dengan begitu terkejut karna setahu mereka ruangan yang Nava tempati adalah ruangan yang terkunci rapat dan sangat kokoh sampai-sampai dua orang dewasa yang memiliki kekuatan tingkat C saja merasa kesulitan untuk membuka pintu itu, apa lagi seorang anak kecil yang kekuatannya hanya sedikit.


Mereka mengurung Nava ditempat itu karna itu adalah perintah dari pasukan hunter pusat agar tidak ada yang dapat mengincar Nava. Sebab orang yang dikalahkan Nava saat dikapal adalah orang-orang buruan internasiol yang bisa dibilang sangat sulit ditangkap karna strategi yang mereka buat sangat lah hebat sampai-sampai membuat pasukan hunter menjadi sulit untuk mencari mereka. Hal itu lah yang membuat tempat Nava sangt kokoh karna mungkin saja mereka akan mengincar Nava.


Nava yang mendengar pertanyaan dokter itu pun langsung menutup mulut Yami dengan tangannya agar bisa berbicara dengan dokter itu.


Yami yang diperlakukan seperti itu oleh Nava pun, hanya pasrah begitu saja.


“Dokter, apa dokter tahu dimana adik ku berada?”. Tanya Nava dengan begitu antusias karna bisa bertemu dengan adiknya.


Dokter itu langsung menundukan wajah nya kebawah, seperti ingin menyembunyikam sesuatu, tapi karna dia soerang dokter jadi dia tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari seorang pasien. “Saya akan mengantarkan kalian”. Ucap dokter itu yang kemudian langsung membawa Nava dan Yami ketempat Ava.


Yami mengikuti langkah kaki dari dokter itu sambil menggendong Nava dipundaknya.

__ADS_1


Yang anehnya mereka berjalan menujuh kearah dimana tidak ada orang berlalu lalang disana.


Lorong itu terasa begitu sunyi, seperti tidak ada orang disana padahal disetiap langkah mereka terlihat banyak ruangan-ruangan pasien yang berderet seperti sebuah lorong yang tidak memiliki ujung.


Nava sudah merasa aneh dengan tempat itu kemudian dia langsung melompat turun dari pundak Yami.


“Hei nak, apa yang kau lakukan” ujar Yami yang mencoba meraih Nava tapi sayangnya Nava sudah berlari begitu kencang.


Nava mencium bauh adiknya yang terasa tidak jauh dari sana. Nava pun langsung berlari kencang kearah tempat dimana bau Ava berasal.


Nava berhenti disuatu ruangan, yang tidak memiliki jendela dan didepannya terpampang pintu besi yang terlihat begitu kokoh melebihi pintu yang mengurung Nava tadi.


“A-Ava ada didalam ruangan ini!”. Nava mulai panik karna mendengar suara diruangan saat itu hingga jantungnya berdegub sangat kuat.


Nava mencoba membuka pintu itu tapi tidak bisa terbuka. Dia pun melirik kearah dokter yang nampak begitu cemas seperti tidak ingin melihat Nava.


Karna Nava merasa jika pun dia menanyakan bagaimana cara membuka pintu ini kepada dokter itu, pasti dokter tersebut tidak akan menjawabnya.


Tanpa pikir panjang Nava mencoba mendobrak pintu itu dengan tubuh kecilnya tapi hal itu tidak membuahkan hasil.


“Aku akan memban...”.


Braakk


“Tumu...”. Ujar Yami yang ingin mencoba menolong Nava tapi saat dia menawarkan bantuan pada Nava, ternyata Nava telah membuka pintu itu sendiri dengan kekuatannya.


Yami dan dokter yang melihat kekuatan Nava pun langsung ternganga oleh kekuatan Nava yang begitu kuat.


....


Tapi tiba-tiba, pintu yang didorong oleh kekuatan Nava hingga rusak dan jatuh kedalam ruangan langsung berbalik kearah Nava seakan-akan ada seseorang yang mendorong kembali kekuatan itu.


Bersambung.....


Jangan lupa like nya karna semua itu tinggal di klik.


Dan jangan lupa berikan komentar agar author bisa lebih semangat buat cerita.🤣

__ADS_1


__ADS_2