Reinkarnasi Kedunia Novel Hunter

Reinkarnasi Kedunia Novel Hunter
Eps 20. Yami


__ADS_3

Nava membuka matanya sedikit kemudian menyipitkannya agar bisa melihat jelas orang yang menggendongnya tapi sayangnya penglihatanha masih buram dan hanya melihat samar-samar penampilan orang tersebut. Nava merasa seperti pernah membaca ciri-ciri penampilan yang ia lohat sekarang tapi dia tidak mampu untuk memikirkannya untul sekarang.


.....


“Cepat bawah dia”. Kata seorang dokter yang dengan begitu tergesah-gesah menyuruh beberapa suster untuk membawa Nava dan Ava kedalam ruangan operasi


“Baik dok”. Tanpa pikir panjang para suster itu langsung membawa kedua kakak beradik itu kedalam ruang operasi.


Walaupun dengan keadaan yang sudah begitu mengenaskan Nava masih sempat membuka matanya dan masih dapat mendengar perkataan para dokter dan suster yang ada disekitarnya.


“Astaga?! Apa ini benar-benar tubuh seorang anak kecil?”. Ucap seorang suster yang tengah membuka baju Nava.


Para suster dan dokter yang ada diruangan itu juga begitu terkejut dengan tubuh Anak kecil yang penuh dengan luka cambukan dan sayatan.


“Pokoknya kita fokus dulu untuk menutup luka dari anak ini”. Ujar seorang dokter


...


Seorang dokter mulai melihat luka yang ada di tubuh Nava, dia melihat adanya pembengkakan dari satu bekas luka seperti ada sesuatu yang menyangkut didalamnya dan hanya disembuhkan begitu saja tanpa penanganan yang benar. “Apa sebenarnya yang telah dilalui oleh anak-anak ini”. Pikir dokter sambil mengerutkan dahinya.


Dokter itu pun mulai merasa gelisah, dia harus membelah lagi beberapa luka dan mengeluarkan benda yang menyangkut didalam tubuh Nava lalu menyembuhkannya.


Tanpa menunda banyak waktu dokter itu pun mulai untuk mengoperasi Nava, dia mengeluarkan pisau dari ujung jari telunjuknya agar bisa membelah luka Nava. Kekuatan dokter tersebut yaitu mengeluarkan benda-benda tajam dari dalam tubuhnya seperti pisau dan semacamnya.


Dengan sangat ahli dokter itu membela dan mengeluarkan benda yang berada dalam tubuh Nava. “Benda nya sudah dikeluarkan dan telah dijahit. Suster, cek tekanan darah pasien saat ini”.


“Baik dokter”. Jawab seorang suster kemudian langsung mengecek tekanan darah Nava disebuah alat seperti monitor tapi alat itu menggunakan tenaga sihir.


“Tekanan darahnya stabil dokter”.


“Baik, kalau begitu sisanya saya serahkan pada dokter Hans”. Ucap dokter yang tadi mengoperasi Nava ke seorang dokter yang membantunya untuk mengeluarkan benda asing dari tubuh Nava.

__ADS_1


“Baiklah” ucap dokter Hans yang langsung mengeluarkan kekuatan air miliknya untuk menyembuhkan luka Nava yang tadi telah di operasi.


Cara penyembuhan dari dokter Hans terlihat begitu lihai dan teliti tapi sayangnya kekuatan air hanya bisa menyembuhkan luka tapi bekas lukanya tetap ada dan akan terus membekas.


Bekas luka itu bisa hilang jika menggunakan kekuatan regenerasi atau tubuh orang yang terluka memiliki kecepatan regenerasi yang bagus.


Beda hal nya dengan kekuatan air yanb dimiliki oleh Nava. Kekuatannya dapat mengendalikan air dan bisa juga menyembuhkan sekaligus menghilangkan bekas luka, tapi karna kekuatan Nava belum stabil jadi kekuatannya belum bisa untuk menghilangkas bekas luka. Dan rahasia dari kekuatan itu hanya diketahui oleh Nava, Ava, ibu mereka dan manusia laut yang tidak lain adalah para manusia yang hidup dilaut yang hanya diceritakan sebagai manusia legenda.


Cerita tentang manusia laut pun tidak pernah muncul dalam karya asli dari Novel hunter, hal ini pun baru diketahui oleh Nava yang bereinkarnasi kedalam dunia Novel ini.


“Operasi nya berjalan lancar”. Ujar dokter yang telah menyembuhkan Nava yang membuat orang-orang yang berada dalam ruang operasi itu begitu senang.


....


Setelah operasi Nava tertidur selama dua hari.


“Ughhh, apa yang terjadi?”. Nava membuka matanya dengan perlahan sambil memegang kepalanya yang sakit. Nava melihat langit-langit berwarna abu-abu.


“Dimana aku?!”. Tiba-tiba Nava langsung terduduk, dia melihat kearah sekelilingnya yang nampak seperti ruangan rumah sakit di diera kerajaan-kerajaan barat jaman dahulu persis seperti novel yang ia baca.


“Di-di mana Ava?!”. Ucap Nava sambil mengedarkan pandangannya kesetiap sudut tuangan dengan begitu tergesah-gesah.


Nava yang tidak melihat adiknya pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan berlari dengan tergesah-gesah kearah pintu keluar, tapi sayangnya pintu satu-satu yang dapat mengeluarkan dia dari ruangan itu terkunci rapat yang membuat tidak bisa keluar.


Karna Nava sudah sangat panik, dia langsung mendorong pintu itu dengan kekuatan angin miliknya.


Brakk.


Pintu itu langsung patah dan terhempas keluar hingga menabrak dinding ruangan didepan pintu itu dan untunglah pintu itu tidak mengenai orang-orang yang berlalu lalang disana karna ditempat itu terdapat banyak ruangan pasien yang lainnya.


Semua orang yang melihat pemandangan itu pun langsung kaget dan yang lebih mengejutkannya mereka melihat seorang anak kecil berlari dengan begitu tergesah-gesah dari ruangan itu seperti mencari sesuatu.

__ADS_1


“Aku harus menemukan Ava”. Kata Nava dalam hatinya dengan perasaan cemas.


Nava berlari begitu kencang tanpa menggunakan alas kaki, dia mencoba mendengarkan suara adiknya tapi tidak terdengar suara apapun. Lorong demi lorong telah dilalui oleh Nava hingga membuatnya tersesat. Orang-orang yang ada disana pun merasa bingung tapi setiap kali ingin menegur Nava, Nava hanya terus berlari tanpa memikirkan apa pun.


Nava yang sudah kelelahan pun langsung terduduk dilantai sambil bersandar didinding suatu ruangan. Disana tidak terlihat seorang pun yang lewat.


Nava yang sudah begitu lelah langsung menangis, tapi dia menyembunyikan tangisannya itu dengan lengannya agar tidak ada seorang pun yang dapat melihatnya.


“Hiks hiks, Ava dimana kamu? Kakak takut sendirian”. Gumam Nava yang membuat air matanya menetes satu persatu kelantai begitu banyak. “Aku takut, jangan biarkan aku sendirian hisk, ibu aku ingin bersama ibu.”


“Hoiii, sedang apa kau disini menangis seperti itu?” Tanya seorang pria yang tengah berjalan mendekat kearah Nava. Sambil memegang pedang seperti samurai tapi berwarna hitam pekat yang dipegang ditangan kanannya sambil memasang korek api untuk menyalakan rokok yang diselipkan dikedua bibirnya itu.


Nava yang mendengar seseorang datang langsung cepat-cepat menghapus air matanya. Kemudian dia melihat kedepannya yang sudah berdiri seorang pria yang tadi datang menghampirinya.


“Kenapa kau bisa ada disini?” Tanya pria itu.


Nava tidak ingin menjawabnya.


“Kau..” kata pria itu sambil melihat Nava dari bawah sampai keatas, yang membuatnya bisa menebak apa yang terjadi pada Nava saat itu. “Ppffftt ha ha ha, ternyata kau tersesat ditempat ini”. Tawa pria itu yang membuat Nava malu.


Nava yang merasa malu tapi tidak ingin kalah pun langsung angkat bicara.” Kalau begitu bagaimana dengan paman?” Tanya Nava dengan malu-malu karna ditertawai tadi.


“Yahh aku juga tersesat sihh ha ha ha” pria itu begitu percaya diri dengan apa yang dia katakan walaupun dia sendiri juga tersesat. “Dan jangan panggil aku paman, umur ku masih 20 tahun jadi panggil saja aku dengan nama ku”


Nava yang mendengarkan itu langsung menganggukan kepalanya. “Kalau begitu siapa nama mu?”. Tanya Nava yang sedikit penasaran.


“Yahh, panggil saja aku Yami dan emm karna kita berdua tersesat jadi ayo kita cari jalan keluar bersama-sama”. Ucapnya dengan senyum yang terlihat begitu tulus sembari mengulurkan tangannya kearah Nava yang membuat wajah Nava langsung memerah.


Bersambung...


Jangan lupa like nya yah😉karna semuanya tinggal di klik. Gampang kan?

__ADS_1


Dan nantikan karya ku terus walaupun banyak typo nya😭🤧 karna biasanya author kelelahan pas bikin novel jadi udah gk fokus ngetiknya.


Jangan lupa juga kasih aku komen he he, untuk penyemangat aku tiap hari mwauh😘


__ADS_2