
Happy reading guys
“Tak perlu banyak bicara, aku akan langsung bertarung”.
Karna isyarat dari Queen, wasit yang berdiri disana langsung memulai pertandingan itu.
“Mulai”. Ucap wasit itu.
Arena yang berada didalam ruangan yang begitu besar dengan para penonton yang duduk ditempat duduk yang naik seperti tangga dan erena pertarungan yang berada dibawah penonton tiba-tiba menjadi sunyi karna kehadiran Nava.
Bagaimana tidak, seorang anak kecil menggunakan topeng aneh langsung masuk karena bertarung tanpa adanya informasi.
“Hai kau keluar dari sana. Ini bukan tempat mu”. Teriak seorang penonton.
Semua orang disana tiba-tiba menjadi ribut dan ingin agar Nava cepat turun dari arena itu agar mereka bisa menonton pertandingan selanjutnya.
Tapi Nava tidak mendengarkan perkataan mereka semua. kemudian Nava langsung membuka bajunya dan hanya menyisakan kaus dalam.
Hal itu selalu dilakukan Nava agar dia merasa lebih leluasa menggerakan badannya sebab dia harus terus menggunakan baju lengan panjang agar luka ditubuhnya tidak kelihatan.
“Pfft”. Tawa lawan Nava. “ aku akan memberikan mu kesempatan untuk memukul ku sekali”. Lanjut lelaki itu yang hampir kelepasan tertawa karna melihat lawannya yang begitu kecil.
Nava yang sudah tidak bisa menahan amarah dari semua yang terus teringan dipikirannya kini hampir kehilangan kendali.
Mata hitam Nava tiba-tiba berubah menjadi warna biru laut, hal itu membuat lawannya terkejut.
Tanpa menunggu lama, Nava langsung melompat keudara yang membuat seluruh penonton terkejut.
Bukk
Tinju Nava telak mengenai wajah lawannya hingga membuat hidung lawannya patah sehingga lawannya langsung pingsan.
Hal itu disebabkan karna Nava yang membungkus seluruh tangannya dengan es agar pukulannya menjadi lebih menyakitkan.
Semua orang disana menjadi terdiam kaget.
Nava yang masih merasa kesal langsung pergi kearah lawannya yang sudah kehilangan kesadaran.
Buk, buk, buk.
Walaupun lawannya sudah pingsan, Nava masih terus memukulnya. Orang-orang disana mulai merasa terkejut karna seperti sedang melihat hewan buas.
Karna Nava yang tak kunjung puas juga, Nava langsung melempar lawannya keluar arena pertarungan.
“Panggil lawan selajutnya”. Ujar Nava melihat kearah wasit yang tengah terdiam.
__ADS_1
...
Sudah 10 orang yang Nava lawan hanya dalam setengah jam, dan semua lawannya mengalami luka yang serius. Padahal Nava hampir tidak menggunakan kekuatan sihirnya.
Walaupun sudah mengalahkan 10 orang, wajah ayahnya yang telah menyiksan dia dan ibunya masih terus tergambar dalam pikirannya.
Ruangan yang tadinya sunyi langsung menjadi sangat heboh dengan kehebatan Nava. Banyak orang juga bertaruh sampai ratusan koin emas untuk Nava.
Karna Nava yang sudah merasa cukup untuk hari ini, Nava langsung memgambil baju yang tadi dia lepaskan dan langsung memakainnya kemabali.
“Aku akan kembali kesini seminggu sekali”. Ucap Nava kepada Queen.
“Oke”. Ucap Queen yang bersandar didinding kemudian langsung melemparkan tas yang berisikan 100 koin emas kearah Nava.
Nava pun hanya menangkapnya dengan santai.
Dengan amarah yang masih ada didalam dirinya, Nava pulang kepenginapan yang ia tinggali.
Perlahan Nava membuka pintu kamar nampak adiknya yang masih terlelap ditempat tidur.
Nava pun masuk kedalam kamarnya lalu mencoba untuk menenangkan dirinya sambil berbaring ditempat tidur.
....
Besoknya Nava sudah menunggu kedatangan Yami untuk menjemput mereka ketempat pengadilan.
datang kearah Nava menggunkan kereta kuda berwarna putih.
“Nava dan Ava?”. Tanya orang yang tadi menggunkan baju hunter.
“Ya”. Jawab Nava.
“Saya diminta untuk membawa kalian”. Ucapnya langsung menuntun Nava dan Ava masuk kedalam kereta kuda.
Nava pun langsung masuk kedalam kereta kuda itu bersama adiknya.
Nava menengok kearah jendela yang berada disebelahnya, pemandangan yang indah dengan pepohonan hijau yang ditiup angin terdengar seperti musik yang menenangkan.
Tak berselang waktu lama, Nava melihat dua orang seperti pengawal bertombak berdiri didepan mereka. Ditengah-tengah mereka sebuah pintu besar terpampang, tapi disebelah pintu itu tidak ada dinding dan hanya berdiri dibegitu saja tanpa penyangga.
Tapi saat akan melewati pintu yang ada didepan mereka, kereta diberhentikan dan kusir yang membawa mereka turun dari sana dan menunjukan suatu kertas seperti kartu identitas.
Pengawal itu pun membiarkan Mereka masuk kesana.
Pintu perhalan terbuka dan sinar yang begitu terang muncul dari balik pintu itu. Perlahan kereta kuda itu masuk dan saat mereka membuka mata, Nava melihat pemandangan yang sangat berbeda dari apa yang dia lihat tadi.
__ADS_1
Pemandangan yang tadinya berhiaskan pepohonan sekarang berubah menjadi perkotaan yang ramai penduduk.
“Woaa! Ka, ka coba lihat”. Ucap Ava sambil menunjuk-nunjuk keluar jendela.
Nava yang dari tadi masih menunjukan muka kesal tiba-tiba langsung mengubahnya menjadi muka gembira saat melihat adiknya yang senang.
“Ia sangat hebat”. Ucap Nava yang langsung mendekat kearah jendela didekat Ava.
Nava yang sudah membaca seluruh isi novel dan sudah mengetahui bahwa mereka telah melewati pintu teleportasi yang menghubungkan ketempat-tempat tertentu.
Pintu itu juga mengingatkan Nava pada serial kartun kesukaannya waktu kecil yaitu doraemon yang bisa mengeluarkan pintu kemana saja.
Tapi pintu yang Nava lewati itu hanya digunakan untuk kepentingan negara.
Setibanya Nava disana, Nava langsung turun dari kereta kuda bersama adiknya. Termihat Gedung yang besar dan tampak berbeda dari kedung yang lain.
Nava kemudian dituntun masuk kedalam sana. Disana nampak Yami yang berdiri didepan suatu ruangan sambil merokok seperti sedang menunggu seseorang.
Tatapan Nava dan Yami bertemu, tapi Yami hanya diam ditempatnya dan tetap terus melihat Nava.
“Paman Yami”. Ucap Ava sambil melambaikan tangannya.
Tapi Yami tidak membalas sapaan Ava dan hanya menatap Nava. Hal itu membuat Ava bingung tapi dia tidak terlalu mementingkan itu.
Saat Nava sudah berada didepannya, mereka bertiga langsung masuk kedalam ruangan yang disebelah Yami tadi secara bersamaan.
Didalam ruangan itu hanya ada empat orang yang duduk dibangku penonton yang tidak lain adalah Adolf Brown sang raja hunter, dan tiga orang lainnya tidak dikenali Nava.
Disamping kiri ruangan itu nampak 8 orang yang sudah tidak memiliki kaki dan tangan duduk disana.
Nava pun langsung mengenali wajah-wajah itu dengan sekali lihat.
Beberapa orang yang disana berteriak-teriak seperti orang gila. “Agghhh tidak-tidak jangan mendekat kearah ku, wahai dewi laut jangan sakiti aku”. Ucap seorang yang langsung diikuti dengan teriakan 4 orang lainnya.
Nava hanya menatap mereka sebentar dan langsung ingin menjauh dari tempat mereka.
Tapi saat Nava mau berjalan, dia melihat adiknya yang terpaku pada seseorang yang duduk disana tapi orang itu tidak gila dan hanya duduk diam menatap Ava.
Tatapannya itu membuat Ava mengingat saat-saat dimana dia disiksa diatas kapal oleh orang itu.
“Ava?!”.
Nava merasa kaget saat melihat situasi adiknya itu dan dia pun langsung menggendong adiknya dan membawanya menjauh dari sana.
Yami yang melihat situasi disana langsung menatap tajam kearah orang-orang itu.
__ADS_1
Makasih udah baca.