Reinkarnasi Kedunia Novel Hunter

Reinkarnasi Kedunia Novel Hunter
Eps 34. Meresahkan


__ADS_3

Dia melihat langit-langit berwarna abu-abu yang terlihat asing “dimana aku?!”. Nava yang merasa ada yang aneh dengan tempat itu, kemudian langsung bangun dari posisi berbaringnya.


Dia melihat Ava yang tertidur dikursi samping tempat tidurnya.


Nava kemudian turun dari tempat tidurnya lalu mengangkat Ava naik keatas tempat tidur lalu mengusap dahi Ava dengan lembut.


Nava kemudian berjalan kearah jendela lalu menghirup udara segar dari luar sambil memejamkan matanya.


Nava pun langsung menyadari bahwa dia berada dirumah sakit yang sama saat dia dirawat akibat pertarungan dikapal tapi yang berbeda adalah Nava yang berada dilantai satu rumah sakit dengan pemandangan pepohonan dari balik jendela.


Tapi Saat Nava membuka matanya, tiba-tiba terdengar suara “Apa kau sudah baikan?”. Tanya Perez yang tiba-tiba saja muncul didepan Nava.


“Aahhhhh!”. Nava berteriak kaget saat mendengar perkataan itu.


“Aku dengar kau pingsan waktu ditempat pengadilan”. Ucap Perez mengkhwatirkan Nava.


Navapun langsung membalikan badannya sambil berpikir kenapa anak satu ini bisa berada disini. Tapi saat Nava membalikan badannya dia menabrak seseorang.


“Jadi kau sudah bangun?”.


“Aaahhh?!!”. Nava terkejut lagi saat mendengar suara itu dan yang lebih mengejutkannya lagi orang itu adalah Soka.


“Apa yang kalian lakukan dikamarku?”. Bisik Nava pelan dengan ekspresi kesal. Hal itu dilakukan Nava agar adiknya tidak terbangun.


“Tapi aku tidak didalam kamarmu”. Kata Perez dari balik jendela yang membuat Nava menjadi lebih kesal.


“Yah lagi pula ini bukan kamarmu tapi kamar milik rumah sakit”. Ucap Soka ketus sambil melipat kedua tanannya.


BRAAAKK


Tiba-tiba saja Yami masuk kedalam kamar itu sambil membuka pintu dengan kasar, sampai-sampai membuat mereka yang ada didalam menjadi terkejut.


“Nak kau sudah bangun....”. Ucap Yami yang langsung terhenti saat melihat Perez dan Soka.


“Kakak...”. Karna kedatangan Yami, Ava langsung terbangun dari tidurnya.


“Siapa kalian? Dan apa yang kalian lakukan disini”. Ucap Yami.


“Siapa bapak-bapak tak terurus ini?”. Kata Soka sinis.


“Hei apa yang barusan kau katakan?!”. Yami menjadi kesal saat mendengar perkataan dari Soka. Yami pun langsung pergi kearah Soka dengan perasaan kesal.

__ADS_1


“Kakak aku masih mau tidur”. Ava yang masih mengantuk meminta Nava agar Nava tidur bersama-sama dengnya.


Sementara Soka dan Yami beradu mulut. Sedangkan Perez mencoba menghentikan mereka berdua tapi bukannya membantu, malahan Perez membuat suasana menjadi lebih kacau.


Nava menjadi kebingungan dengan yangsedang terjadi dihadapannya. Padahal Nava hanya ingin menghirup udara segar dan menenangkan hatinya tapi semua itu tak dapat dilakukannya.


“KALIAN HENTIKAANNN!!!”. Teriak Nava yang sudah tidak tahan lagi dengan perilaku mereka yang membuat Nava pusing.


Semua orang yang ada disana langsun terdiam karna terkejut dengan teriakan Nava.


“Kau, apa yang kau inginkan dari ku?”. Tanya Nava kepada Perez yang masih berada diluar jendela sambil menunjuknya dengan kasar.


“A-aku mau kau mengajariku”. Ucap Perez malu-malu.


“Ihhhh amit-amit”. Pikir semua orang yang ada disitu dengan tatapan jijik.


Nava memukul dahinya dan kemudian memalingkan wajahnya kearah Soka.


“Dan kau, apa yang sebenarnya kau inginkan dariku sampai-sampai kau menguntitku”. Ucap Nava lesu.


“Aku ingin melihat perkembangan kekuatanmu”. Jawab Soka dengan senyumnya yang sangat mengerikan.


“Orang gila”. Pikir Semua yang ada disana merinding saat melihat wajah Soka.


Nava kemudian terduduk dilantai lalu menutupi wajahnya dengan salah satu tanganya. “Mereka sudah tidak tertolong”.


Soka yang tidak menyukai keberadaan Avapun langsung menyuruhnya untuk pergi. “Hei kau anak bodoh, kau sangat mengganggu kami”. Kata Soka sambil menunjuk kearah Ava yang masih menarik-narik baju Nava.


Mata Nava yang berwarnah hitam tiba-tiba berubah kembali menjadi warna biru ketika mendengar perkataan Soka yang membuat Nava begitu marah.


“Apa yang kau katakan”. Yami merasa marah ketika mendengar perkataan Soka kepada Ava.


Tiba-tiba saat Yami mengatakan itu, Nava sudah berada dibelakang Soka sambil memegang pecahan es tajam yang ditancapkan keleber sebelah kanan Soka.


Semua yang ada disana menjadi terkejut. “Kau terlalu meremehkanku”. Ucap Nava dengan tatapan tajamnya yang begitu menusuk.


“Nak tenanglah”. Yami mencoba menenangkan Nava karna Yami tau betul bahwa Nava sangat benci kepada orang yang menyakiti ataupun memcemooh adiknya Ava.


Perlahan darah keluar dari leher Soka yang sedang ditusuk oleh Nava. “Kau masih terlalu lemah untuk mengatakan itu”. Ucap Soka yang tiba-tiba saja langsung menghilang dari hadapan Nova Kemudian langsung saja muncul disamping Nava lalu menendang perut Nava dengan begitu kencang, hingga membuat Nava terpental jauh dan menebrak dinding hingga dinding yang Nava tabrak langsung retak.


Ava, Perez, dan Yami melihat dengan jelas saat Soka menendang Nava dengan begitu kuat hingga menabrak dinding.

__ADS_1


Yami dan Perez yang melihat itu merasa sangat marah, mereka langsung mengeluarkan aura mereka dalam keadaan marah.


“Apa yang kau lakukan pada guru”. Ucap Perez marah sambil mengeluarkan auranya yang begitu kuat.


Begitu pula dengan Yami “kau sudah terlalu berlebihan kepada anak kecil”. Yami menggigit rokoknya yang sedari tadi ada dimulutnya sambil mengeluarkan pedang hitamnya yang tampak sangat berbahaya.


Tapi saat mereka sudah siap akan bertarung, Nava hanya melihat mereka dengan santai sambil duduk menikmati pertengakaran mereka. Ava pun berada disana karna meresa khawathir akan kakaknya.


“Kakak hiks hiks, kakak apa kakak tidak apa-apa?”. Ava menangis sambil memeluk kakaknya tapi saat Ava melepaskan pelukannya dia melihat darah mengalir dari bahu kakaknya.


“Ia-ia kakak gk apa-apa”. Ucap Nava mengelus-elus kepala Ava.


“tapi kakak berdarah!!!”. Suara Ava tiba-tiba berubah, lantai mulai bergetar disertai dengan terangkatnya barang-barang disana. Aura yang begitu kuat keluar dari tubuh Ava yang membuat perhatian mereka tertuju pada Ava.


Semua orang yang berada dirumah sakit itu juga sedang panik akibat goncangan yang tak tau berasal dari mana.


“A-Ava apa yang...”. Nava bergegas memegang tangan Ava saat merasakan kekuatan Ava yang keluar.


“Kakak berdarah”. Ava menjadi hilang kendali, semua kekuatannya keluar begitu banyak. Hingga membuat ruangan disana terasa begitu sesak.


Ava berdiri melihat kearah Soka yang terlihat santai bersandar didinding. “Kau, kau membuat kakak terluka”. Kata Ava menatap tajam kearah Soka.


“Gawat, ini semua karna aku yang menganggap semuanya terlalu sepele”. Nava kumudian berdiri didepan Ava sambil menahan tekanan yang begitu kuat dari aurah Ava.


Nava kemudian memegang kedua pundak milik Ava “ tenanglah Ava, lihat kakak sudah tidak terluka lagi”. Nava menunjukan pundaknya kepada Ava. Terlihat dipundak Nava sudah tidak ada luka lagi karna Nava telah menyembumbuhkannya sebelum Nava nenjukannya pada Ava.


Tapi sayangnya semua itu sia-sia saja karna saat itu Ava sudah tidak bisa mendengarkan perkataan Nava sebab Ava telah hilang kendali.


Ava kemudian mengangkat tangannya lalu mengarahkannya kepada Soka, Yami, dan Perez yang berada disatu tempat yang sama.


Pussss


Angin yang begitu kuat keluar dari Ava hingga mementalkan mereka bertiga kearah dinding. Soka tersenyum seperti telah menemukan mangsa baru.


Karna dinding yang tidak mampu menahan kekuatan Ava, dinding tersebut langsung hancur dan roboh yang membuat mereka bertiga terpental jauh.


Nava sudah mencoba untuk menenangkan adiknya tapi tidak bisa.


“Kalian disini terlihat sangat bersenang senang yah ho ho”. Ucap seseorang yang kemudian langsung memukul Ava dari belakang hingga Ava pingsan.


“Suara ini?”. Kata Nava dalam hatinya yang kemudian langsung menangkap Ava yang jatuh pingsan. Nava kemudian melihat kearah wajah yang tadi sedang berbicara” Kakek Adolf Brown sang Raja Hunter”.

__ADS_1


Jangan lupa likenya


*And sorry krna gk bisa update sering-sering karna lagi persiapan UTBK. Rasanya mau tewas**☺️*


__ADS_2