
Selamat membaca guyss
Dibawah laut.
“Yang mulia maafkan saya karna saya terlambat untuk memberikan informasi”. Ucap seorang pria yang pernah memata-matai Nava tapi dihentikan oleh Soka yang membuat dia harus berubah menjadi air.
Dan perubahan itupun membutuhkan waktu selama tiga hari agar bisa kembali seperti semula.
“Baiklah kali ini akan kumaafkan. Jadi, bagaimana dengan kondisi Isabella”. Ucap Raja laut yang tengah duduk ditahta yang sedang bermurah hati kepada bawahannya.
Orang itupun berdiri dari posisi berlututnya lalu menceritakan kepada rajanya bahwa Isabella telah meninggal dunia dan aura yang waktu itu mereka resakan bukanlah kekuatan dari putri Isabella melainkan dari anak dari putri Isabella.
Raja merasa sangat sedih dengan kematian putrinya yang merupakan satu-satunya keturunannya.
Semua yang disanapun turut berduka cita.
“Ini semua kesalahanku”. Kata raja laut menangis sambil menutupi wajahnya dengan salah satu tangannya.”Maafkan ayahmu ini Isabella”. Katanya lagi.
Setelah menangisi anaknya dan perbuatannya, raja menarik napasnya agar dapat menenangkan dirinya kemudian raja laut menanyakan anak dari Isabella. “Lalu bagaimana dengan kondisi dari anak Isabella”.
“Putri Isabella memiliki dua anak, satunya perempuan yang berumur tujuh tahun dan satunya anak laki-laki berumur empat tahun.
Semuai informasi yang saya kumpulkan dari para penyelidik dipulau tetesan hujan mengatakan kalau ayah mereka menjual mereka berdua ke kelompok Tato snake”.
“Kelompok Tato snake kau bilang?”. Saat itu raja langsung kaget dengan apa yang dikatakan oleh bawahannya, sebab kelompok Tato snake adalah kelompok ter*ris yang berbahaya sekaligus mereka satu-satunya kelompok yang mengetahui pasti tentang manusia laut.
Bagi manusia didaratan, manusia laut hanyalah legenda yang tidak pasti sama halnya dengan manusia ikan atau bisa disebut duyung.
Duyung juga adalah salah satu dari manusia laut yang kini telah banyak berevolusi menjadi setengah ikan dan manusia.
“Iya yang mulia, kelompok Tato snake. Tapi anak perempuan dari putri Isabella memiliki kekuatan air dan untungnya dapat mengalahkan beberapa anggota dari kelompok Tato snake”.
“Gawat, aku perintahkan kalian untuk membawa kedua anak itu kemari. Jika ketua dari kelompok itu mengetahui bahwa ada keturunan bangsawan manusia laut ada diluar, maka dia akan mencoba menangkap mereka”. Ucap raja laut yang kemudian berdiri dari takhtanya sambil menyuruh mereka agar Nava dan Ava dibawah kesana.
“Baik baginda”.
.....
Disisi lain dirumah sakit tempat Nava dirawat.
__ADS_1
Nava kemudian melihat kearah wajah yang tadi sedang berbicara” Kakek Adolf Brown sang Raja Hunter”.
Raja Adolf tersenyum ramah kepada Nava yang sedang memeluk adiknya yang tengah pingsan. Kemudian mengangkat Nava dan Ava menggunkan kekuatannya dan mendudukan mereka disalah satu sofa didalam ruangan tersebut.
Raja Adolfpun menoleh kearah Yami, Soka dan Perez yang tadi terpental. lalu ia berteriak “ heii kalian yang disana, apa kalian itu lolicon sampai-sampai kalian mengejar anak kecil umur tujuh tahun yang POLOOOOOS”. Dikata terakhirnya Raja Adolf sengaja mengatakan itu sambil melirik kearah Nava.
Seperti ingin mengatakan jangan percaya pada penampilan anak kecil ini, umurnya memang masih tujuh tahun tapi didalam dirinya mungkin sudah lebih dari itu.
“Haaaaa?!!!”. Mereka yang terpental tadipun langsung bereaksi aneh karna mereka memiliki tujuan masing-masih untuk mendekati Nava. Yahhh kecuali Yami yang mungkin saja dia merasa iba dengan situasi Nava jadi dia seperti selalu ingin melindungi Nava.
Navapun langsung mengalihkan pandangannya. “hari ini sangat cerah yah”. Tak hanya mengalihkan pandanganya, Nava juga mengalihkan topik pembicaraan agar tidak terlalu dicurigai tapi yang dia lakukan saat itu lebih membuat orang mencurigai dia.
“Pokoknya hari ini aku mau pulang kepenginapan”. Ujar Nava dengan wajah sedikit memerah sambil mengenggendong Ava keluar dari sana.
Tiba-tiba saja saat Nava ingin membuka pintu seorang dokter sudah berada didepannya sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya dengan ekspresi marah.
Nava kemudian mundur beberapa langkah saat melihat ekspresi dokter itu.
“Bagaimana kalian bisa menjelaskan ini semua. Rumah sakitku yang telah kubangun dari masih bayi kini sudah rusak huuuu”. Dokter itu tiba-tiba saja menangis.
Nava merasa bersalah dengan apa yang terjadi.
“Hiiiii!!”. Semua yang ada disana langsung terkejut.
“Ho ho kau bisa menanyakan semua biayanya pada mereka berlima”. Ucap Raja Adolf.
“Haaa?!! Tapi yang tertua yang seharusnya membayar ini. Karna semua ini tidak akan terjadi kalau bukan karna kecerobohan kakek yang membawaku kepengadilan”. Nava mencoba mencari-cari alasan agar dia tidak perlu membayar semua kerugian itu.
Karna Nava dan Raja Adolf tidak ingin membayar itu, mata mereka bersamaan menatap kearah Yami sambil tersenyum jahat. “Pak dokter, orang yang disana yang akan membayar ini semua. Yang berambut hitam dengan mata merah”. Kata Nava pada dokter dengan wajah polos sambil menunjuk kearah Yami.
“Aku?!”. Yami yang bingung hanya bisa bertanya untuk memastikan apakah dia yang ditunjuk oleh Nava.
“Maaf dok tapi bukan saya yang melakukan ini, tapi mereka yang lain”. Ucap Yami yang kemudian menunjuk kearah belakangnya tapi disana sudah tidak ada orang.
“Siapa?”. Tanya dokter itu menatap tajam kearah Yami.
Yami menjadi bingung saat melihat kebelakang sudah tidak ada orang, dengan cepat Yami langsung melihat kearah Nava dan Raja Adolf tapi mereka juga sudah tidak ada.
“He?”.
__ADS_1
“Jadi totalnya bla bla bla bla”. Sementara dokter memberitahukan jumla uang yang akan Yami bayar, Yami memproses semua yang terjadi disana.
“Ti-tiiiidaaaaaakkkk!! Agkansndjq”. Tapi saat Yami ingin berteriak sebuah kertas mendarat tepat diwajahnya.
Didalam kertas itu tertulis “selamat membayar. Salam hangat kakek tua ini”
“Agajsksbsjaunshdksba”. Teriak Yami yang pada akhirnya semua uang yang dia simpan langsung hangus diambil dokter.
“Hari sialku”.
....
“Nak apa kau baik-baik saja? Aku dengar kau pingsan saat dipengadilan kemarin dan adikmu, kenapa dia seperti ini”. Tanya kakek pemilik penginapan dengan sangat khawatir saat melihat Nava yang pulang sambil menggendong Ava.
“Maafkan aku kek, padahal aku sudah bilang akan bekerja tapi aku malah tidak bisa bekerja kemarin”.
“Itu tidak penting, yang penting sekarang adalah kesehatan kalian”. Ucap kakek itu yang kemudian langsung mengantar Nava dan Ava kedalam kamar milik mereka.
“Aku akan mengambilkan kalian makanan”.
“Maaf merepotkan”. Kata Nava merasa bersalah.
“Tidak apa- apa”.
Nava kemudian berbaring dikasur bersama Ava lalu memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya tapi karna merasa lelah, Nava langsung tertidur pulas”.
Jangan lupa like
Comment
Hadiah
Gift
Dan favorite
*Karna hanya itu penyemangat author ditengah kesibukan belajar.**😘*
See you next episode
__ADS_1