
Novel hunter adalah novel bergenre action fantasi yang dibaca Nava saat sebelum dia meninggal dirumah sakit. Novel tersebut menceritan perjuangan seorang anak laki-laki yang ingin menjadi hunter seperti orang tuanya.
Cerita ini berawal dari kekaguman seorang anak bernama Gin kepada kedua orang tuanya yang seorang hunter. Tetapi ketika Gin beranjak usia 7 tahun, orang tuanya meninggal karna melakukan misi untuk membasmi monster.
Di saat itu Gin merasa sangat sedih, tapi dia tetap ingin melanjutkan jejak orang tuanya untuk menjadi seorang hunter yang ingin melindungi orang-orang agar tidak ada yang akan mengalami hal yang sama seperti yang dia rasakan.
Kemudian ketika dia berusia 10 tahun, dia keluar dari pulau itu untuk menjadi seorang hunter. Saat Gin mengikuti tes menjadi hunter, dia berhasil masuk kedalam pasukan yang paling kuat, yang biasanya hanya seorang bangsawan lah yang dapat masuk kesana.
Pasukan itu diberi nama “pasukan penjara duri”. Pemimpin dari pasukan itu pun sangat berpotensi menjadi raja pemburu atau bisa disebut 'king of hunter'. Tapi sebutan itu hanya berlaku di negara itu, karna disetiap negara memiliki raja yang berbeda beda dan tingkatan kekuatan masing-masing.
Ketika mereka sedang sibuk melawan monster, para hunter tidak sadar bahwa para iblis perlahan berhasil keluar dari dunia bawah dan akan bersiap menyerang manusia untuk menguasai bumi sepenuhnya.
Beberpa iblis dapat keluar seutuhnya dengan wujud mereka tapi ada juga iblis yang keluar dengan mengambil alih tubuh manusia yang hampir mati.
Hal tersebut terjadi karna kekuatan mereka tak sanggup untuk mengeluarkan tubuh mereka seutuhnya dari alam bawah. Saat itulah seluruh dunia mulai mengalami masa kegelapan hingga memakan begitu banyak korban.
Dan disaat itulah pemeran utama menjadi sangat bercahaya, bersama kawan - kawannya, dia mengalahkan raja iblis, kemudiam mereka mengembalikan seluruh iblis menggunakan mantra sihir terlarang sehingga para iblis yang masih ada dibumi dikembalikan kedunia bawah.
Walaupun sekilas terdengar sangat biasa dan ceritanya yang dapat ditebak, tetapi cerita ini sangat menarik bagi Nava dan berkesan didalam pikirannya.
Namun, dia tidak pernah menyangka bahwa dia telah masuk kedalam novel yang ia baca itu.
Untuk saat ini, pikirannya masih bingung dan terus bertanya-tanya siapa Nava? Padahal didalam novel ini tidak ada seorang gadis yang bernama Nava.
.....
“Aku pulang” ucap Nava dengan suara yang tak bertenaga.
“Kakak!” teriak adiknya, Ava, yang senang sambil berlari kearah Nava. “Waahh, padahal kakak baru pertama kali berburu, tapi kakak sudah mendapat buruan sebanyak ini?! Nanti aku juga ingin menjadi kuat seperti kakak!" ucapnya lagi dengan mata yang berbinar binar yang sangat mengidolakan kakaknya itu.
Nava mengusap kepala Ava, tapi diwajahnya terpancar suatu kegelisahan yang amat sangat, sehingga membuat sudut matanya menurun dan nampak kantong mata berwarna hitam.
“Dimana ibu?” tanya Nava.
“Ibu sedang tidur”
“Kalau begitu kita berdua buat kejutan
untuk ibu”
“Oke hehe”
__ADS_1
Nava dan adiknya mulai memasak makan malam mereka sekaligus membuat kejuatan untuk ibunya. Karna disekolah Nava mengikuti ekstrakurikuler memasak jadi dia bisa memasak makanan yang lumayan enak.
Karna melihat masih banyak daging yang tersisa, Nava pun mulai menaburi daging daging itu dengan garam kemudian diasapkan hingga cairan yang ada didalam daging keluar, kemudian Nava menyimpannya ditempat yang sejuk agar bisa tahan lama.
“Kak, kenapa daging sisanya diasapin?” Tanya Ava penasaran.
“Supaya nanti dagingnya gak busuk, lalu kita juga bisa punya simpanan makanan yang banyak”
“Ohh gitu”
Nava melihat kearah kulit beruang yang dia ambil kemudian dia langsung mencuci dan membekukannya dengan kekuatannya agar kulit itu tidak busuk dan bisa dijemur besok untuk dijadikan mantel untuk ibunya.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, matahari tampak mulai tenggelam dan makanan yang Nava dan Ava siapkan telah selesai.
“Ava, bisa kau bangunkan ibu?”
“Baik kak” kata Ava
Ava memanggil ibunya, lalu ibu mereka sangat terkejut melihat makanan yang sangat banyak dan tampak enak diatas meja.
“Kejutan!” kata mereka serentak memberikan kejutan untuk ibunya.
“Hehe” tawa mereka senang karna dipuji.
“Ibu, ibu tahu, kakak menangkap beruang” kata Ava pada ibunya.
“Padahal Nava belum lama mempelajari kekuatan magis tapi Nava sudah pandai menggunakannya, ya” kata ibunya yang bangga melihat perkembangan Nava.
”emm makanan nya juga enak” tambah
ibunya lagi memuji makanan yang disediakan Nava dan Ava.
“Ibu harus makan yang banyak ya, biar bisa cepat sembuh” kata Nava menaruh banyak daging dipiring ibunya.
Ibunya tersenyum. Lalu ia melihat ke wajah anaknya, Nava yang terlihat tidak baik. “Tapi Nava, kenapa wajahmu kelihatan pucat? Kamu sakit?” Tanya ibunya.
“Ah- Gak kok bu, mungkin cuman lelah aja” kata Nava sedikit lesu. Sebenarnya Nava ingin mengatakan semua yang sudah ia alami, mulai dari dirinya yang bukan Nava yang sesungguhnya dan dunia yang mereka tinggali sekarang yang hanyalah khayalan seseorang saja.
Tapi ia takut untuk mengatakannya.
Ibu dan anak-anaknya itu berbincang-bincang hingga pukul 8 malam, yang berarti Nava dan Ava harus pergi tidur.
__ADS_1
Ibu mereka menceritakan suatu dongeng untuk mereka sebelum tidur. “Ibu akan menceritakan kalian sebuah dongeng tentang seorang putri laut yang kabur dari istananya untuk mengejar cintanya kepada seorang manusia”. Kata ibu mereka.
Nava dan Ava sudah siap untuk mendengarkan sedangkan ibu mereka duduk di samping mereka untuk menceritakan dongeng itu.
“Dahulu kala, ada seorang gadis bernama Isabella” kata ibu mereka yang mulai bercerita.
“Namanya seperti nama ibu, nama yang sangat indah” kata Ava yang membuat ibunya tersenyum.
“Isabella adalah seorang putri dari laut. Saat itu dia sedang berjalan-jalan di pantai, gemuru laut dan angin sepoy-sepoy di pantai membuat Isabella merasa sangat senang.
Suatu hari dia melihat seorang pemuda tampan yang sedang mempersiapkan jala-nya untuk memancing ikan. Isabella memandangi pemuda itu, lalu tatapan mereka bertemu, pemuda itu memberikan senyum yang sangat manis kepada isabella, hingga membuat wajah Isabella memerah karna senyuman pemuda itu.
Setiap hari isabella sering datang kepantai itu untuk melihat pemuda tersebut. Lalu waktu berjalan begitu cepat, mereka berakhir menjadi sepasang kekasih yang begitu mesra.
Pada saat itu, pemuda tersebut tidak mengetahui bahwa Isabella adalah seorang putri laut. Masa-masa paling sulit pun menghampiri pemuda itu, keuangan dalam keluarga pemuda itu mulai menjadi sangat rumit hingga membuat pemuda itu sangat frustasi.
Isabella tidak tega melihat kekasihnya yang seperti itu, kemudian dia memberitahukan kebenaran bahwa dia adalah seorang putri laut kepada kekasihnya itu tapi kekasihnya tidak percaya dengan apa yang dikatakan wanita itu.
Isabella pun langsung mengiris tangannya hingga mengeluarkan darah. Darah itu pun berubah menjadi kristal merah yang sangat langkah dan hanya bisa ditemukan didalam laut yang dalam.
Pemuda itu terkejut dengan apa yang dia liahat tapi akhirnya dia percaya kepada Isabella, lalu dia merasa sangat senang hingga langsung melamar Isabella.
Isabella yang begitu polos mempercayai pemuda itu, tidak mencurigai apapun dan langsung menerimanya. Pemuda itu dan Isabella saling berciuman, karna merasa senang Isabella langsung pergi ke dalam laut untuk memberitahukan kepada ayahnya bahwa dia mencintai seorang manusia tapi seketika ayahnya menolak.
Isabella pun mengatakan bahwa dia telah berciuman dengan pria itu, tapi ayahnya malah sangat marah mendengar perkatan Isabella karena bagi mahkluk laut seperti mereka ciuman adalah janji yang tidak bisa diingkari lagi.
Ayahnya pun langsung mengutuk Isabella bahwa dia tidak akan bisa lepas dari pria itu apapun yang terjadi hingga ia mati. Kisah Isabella belum berakhir hingga dia mati”.
“Ibu, apakah itu cerita tentang ibu?” Tanya Nava.
“Ternyata Nava masih bangun yah, kalau begitu Ava sudah tidur” kata ibunya dengan suara lembut. “Ya, itu cerita tentang ibu yang sangat bodoh” katanya lagi sambil mengerut keningnya hingga tampak wajah penyesalan.
Cahaya bulan yang begitu terang membuat wajah ibunya itu terlihat sangat jelas. Wajahnya yang sangat cantik bagaikan langit senja dengan warna kulit yang putih dengan rambut putih yang terlihat seperti bulan yang begitu terang. Saat itu membuatnya tampak seperti seorang bidadari.
“Nava, kamu tidak boleh jadi seperti ibumu ini. Ibu yang sangat bodoh dan mudah dipermainkan oleh orang lain. Nava harus jadi wanita yang kuat dan harus mengajarkan Ava bagaimana caranya memperlakukan orang lain dengan benar” kata ibunya sambil melihat kearah jendela.
Nava hanya bisa mengangguk karna tidak bisa menyangkal tentang apa yang dikatakan ibunya.
Nava pun melemparkan sebuah pertanyaan pada ibunya. “Ibu, bagaimana jika kita hanyalah karakter dari sebuah buku dongeng?”
Jangan lupa di like, berlangganan, vote nya karan semua tinggal di klik tampa perlu tenaga berlebih🙂
__ADS_1