Reinkarnasi Kedunia Novel Hunter

Reinkarnasi Kedunia Novel Hunter
Eps 17. Bermain petak umpet


__ADS_3

Nava membalikan badannya dan melihat kearah adiknya yang sudah bangun, tanpa pikir panjang Nava langsung pergi kearah adiknya dengan begitu senang.


Es yang tadi mengelilingi adiknya perlahan turun kebawah dan saat sudah berada dibawah, es itu langsung hancur yang membuat Ava langsung berlari kearah kakaknya.


Saat mereka akan bertemu, warna rambut dan mata Nava kembali seperti semula. Tapi saat pertemuan mereka sudah dekat Nava merasa pusing, darah keluar dari mulutnya dan pada akhirnya dia pingsan dilantai.


“Kak!!” Teriak Ava


“Kenapa denganku?” Pikir Nava yang sudah terjatuh. Dia meliht adiknya menangis dan terkihat seperti sedang berteriak, mata Nava menjadi begitu buram dan dia sudah tidak bisa mendengar dengan jelas.


“Kakak sadarlah ka hiks” Ava menangis tersedu-sedu karna dia melihat kakaknya yang sudah terkapar pingsan dilantai.


“Kenapa lagi ini, disana berisik disini juga berisik” kata seorang pria tinggi berotot dengan rambut berwarna hitam yang perlahan masuk kedalam ruangan sambil mencongkel-congkel telinganya untuk mengeluarkan kotoran telinganya.


“Apa-apaan ini semua?, kenapa kalian sudah tidak punya tangan dan kaki” ucap pria itu yang hanya sedikit kaget. Dia merasa bahwa kejadian mengerikan yang terjadi disana seperti hal yang biasa sekaligus dia juga memang tidak peduli dengan orang-orang nya.


“K-kapten” panggil seorang pria yang sudah sekarat karna Nava yang sudah memotong kaki dan tangannya.


Ava yang melihat pria itu masuk membuat dirinya menjadi takut tapi dia tetap bersama kakaknya untuk melindungi kakaknya itu. Ava tau bahwa dia hanyalah beban bagi kakaknya dan dia juga hanyalah anak kecil yang belum memiliki kekuatan apapun untuk melindungi seseorang tapi dia tetap ingin melindungi kakanya itu bagaimana pun caranya.


“Kalian semua memang gk berguna, ngurusin dua orang anak aja gk bisa. Cuaca juga lagi buruk bikin emosi naik aja” kata pria itu yang tidak lain adalah kapten dari kapal tersebut tapi dia bukanlah orang yang mengedalikan kapal dan hanya memimpin mereka saja.


Setelah mengucapkan perkataannya tadi, dia langsung melirik kearah Nava dan Ava menggunakan sudut matanya. Seketika dia langsung berjalan kearah mereka sambil memasukan kedua tangannya disaku celananya itu. Sikapnya terlihat sangat angkuh seperti dia lah yang paling hebat ditempat itu.


Ava yang melihat pria itu mendekat kearah nya pun langsung menghalangi pria itu sambil merentangkan tangannya agar bisa melindungi kakaknya. Badan Ava bergetar karna merasa takut tapi dia tidak ingin meninggalkan kakaknya itu.


“Anak-anak ini kenapa masih hidup walaupun sudah ditangani oleh 7 orang dewasa?” Pikirnya yang masih ragu tapi dia tetap mendekat kearah mereka.

__ADS_1


Waktu terus berjalan, pria itu pun sudah berada didepan Ava. Dia melihat Ava kebawah karna Ava yang begitu pendek.


Ava pun masih membentangkan kedua tangannya, tatapan mereka bertemu, pria itu melihat kearah Ava dengan tatapan meremehkan Ava, tapi yang lebih membuat pria itu tertarik yaitu Nava yang tengah pingsan dilantai.


Pria itu mencoba mengambil Nava yang sedang pingsan tapi Ava menatap pria itu dengan tajam kemudian langsung mendorong lengan pria itu dengan kedua tangannya yang kecil.


“ brani braninya kau menyentuhku, dasar anak kecil tidak berguna”


Braakkk


Pria itu langsung marah karna disentuh oleh Ava kemudian langsung menebas Ava dengan lengan besarnya itu yang membuat Ava terlempar jauh dan menabrak dinding kapal.


Sekali lagi kepala Ava berdarah tapi kali ini tidak terlalu parah dan hanya mengeluarkan darah yang tidak sebanyak tadi.


.....


Disaat yang sama Nava bermimpi tentang dirinya yang hidup dengan bahagia bersama ibu dan adiknya Ava. Tapi ketika dia begitu senang tiba-tiba mimpinya berubah menjadi hitam pekat dan seperti ternodai oleh darah.


“Lihat lah kearah adik mu” balas ibunya yang membuat Nava mengalihkan pandangannya kebelakang.


“Kak, jangan tinggal kan aku sendiri, aku takut. Aku ingin bersama kakak, aku mohon” ucap Ava yang terlihat penuh luka disekujur tubuhnya sambil bermandikan darah segar yang mengalir dari semua sisi tubuhnya itu.


Nava yang melihat itu langsung berlari kearah adiknya dan meninggalkan ibunya begitu saja.


“Ibu mohon, jagalah adikmu dengan baik, karna kalian hanya memiliki satu sama lain”


Brakkk

__ADS_1


Tiba tiba Nava terbangun, Nava mendengar suara yang begitu kencang. Saat Nava melihat kearah sekelilingnya dia melihat adiknya yang sudah terjatuh dilantai sambil mengeluarkan darah dari kepala.


“A-Ava” ucap Nava dengan suara yang bergetar karna kesakitan. Walaupun tubuh Nava begitu sakit tapi dia langsung bangun dan berlari kearah adiknya, karna yang paling utama baginya yaitu adiknya sendiri.


Nava langsung mengeluarkan kekuatan air tapi tiba-tiba dia langsung memuntahkan darah yang amat banyak tapi dia tetap melanjutkan pengobatan itu.


Belum saja beberapa detik Nava mengeluarkan kekuatannya tiba-tiba pria itu sudah berada dibelakangnya kemudian langsung menarik rambut Nava yang membuat Nava terangkat keatas.


Sakit rabut yang ditarik itu membuat Nava hampir gila. “Lepaskan aku” Nava langsung memberontak, bergerak-gerak agar bisa melepaskan diri tapi tidak bisa karna pria itu sangat kuat dan Nava juga mencoba meraih lantai dengan kakinya agar rasa sakit itu bisa berkurang.


Tapi karna tenagga Nava juga sudah tinggal sedik membuatnya menjadi lemah.


“Emm boleh juga kau, seberapa hebat dirimu sampai-sampai bisa memotong kaki dan tangan anak buah ku dengan begitu gampangnya”


“Lepas kan aku!” Karna sudah merasa tidak tahan Nava langsung mengeluarkan pisau es kecil dan memangkas rambut panjangnya begitu saja.


Saat telah memangkas rambunya sendiri, otomatis dia terjatuh kelantai. Tanpa melakukan gerakan yang sia-sia, Nava langsung memeluk adiknya dan membawanya pergi dari ruangan itu.


Pria itu langsung tertawa karna merasa lucu dengan tingkah Nava. “Ha ha ha, jadi kalian ingin bermain petak umpet yahh? Baiklah aku akan bermain bersama kalian para anak-anak manis” pria itu berjalan dengan perlahan untuk mengikuti mereka karna dia tau kalau Nava dan Ava tidak bisa keluar kemanapun karna mereka berada di tengah lautan.


Pria itu barjalan perlahan sambil tersenyum sinis meremehkan Nava.


....


“Aku harus menyembuhkan diriku dan Ava. “ Nava mencoba menyembuhkan dirnya dan adiknya sambil berlari tapi dia merasa bahwa disituasi saat ini dia tidak bisa menggunakan kekuatan terlalu banyak karna harus menyimpannya untuk pertarungan denga pria itu.


Jadi Nava hanya menyembuhkan luka terbuka saja. Setelah Nava menyembuhkan luka adiknya, dia melihat tempat yang bagus untuk menyembunyikan adiknya itu. “ kalau disini mungkin dia akan aman” gumam Nava sambil meletakan perlahan adiknya di tempat itu.

__ADS_1


“Aku tidak punya cara lain selain cara itu” Nava berpikir keras untuk melawan pria itu kemudian dia mengingat sesuatu yang mungkin bisa ampuh untuk pria itu.


Nava mengeluarkan cairan berwarna hijau didalam botol kecil dari sakunya kemudian mencampurkanya kedalam air yang akan dia gunakan untuk menjadi pedang. Tapi pertama-tama dia harus meredakan hujan dan badai yang ada disana agar dia bisa lebih baik dalam melawan pria itu.


__ADS_2