Release My Soul : Story of Shinigami

Release My Soul : Story of Shinigami
Memburu Black Devil


__ADS_3

Mata Ryota berkilat kebiruan. Rambutnya mendadak berdiri tegak disertai keluarnya cahaya kebiruan dari telapak tangannya. Cahaya itu semakin jelas seperti petir yang menyambar. Prilly mendadak mundur menjauhi Ryota. Wajah pemuda itu serius memandang asap hitam yang mendadak berkumpul membentuk sebuah sosok hitam besar dengan kilauan mata merah menyala.


Roh Mbah Jorobo sudah berubah bentuk menjadi back devil. Untuk mengurungya di neraka, makhluk itu harus dikalahkan. Ryota dengan tubuh seringan dedaunan melompat melayang mendekati sosok hitam besar itu. Kedua tangannya maju kedepan mengarahkan kekuatan petirnya ketubuh black devil. Tubuh itu tercerai menjadi potongan kaku sebelum kembali utuh. Ryota melengos kesal, tapi ia sudah biasa.


Untuk masuk ke divisi seperti Ryota, tentu dibutuhkan energi spiritual yang besar. Tugas divisi itu tentu saja berpusat pada pertarungan Ryota adalah salah satu anggota Jigoku dengan kekuatan besar dan ia lah yang selalu mengantar roh jahat ke neraka.


Sayangnya kata mengantar terlalu halus untuknya. Lebih tepatnya Ryota menyeret roh itu dengan tangan petirnya. Tapi back devil tampaknya tidak mudah dikalahkan. Jelas terlihat dari aliran angin dan rintik hujan yang perlahan turun diatara pertempuran kedua makluk itu. Entah sudah berapa kali Ryota menyerangnya dengan tangan petir dan pusaran angin dingin tapi black devil selalu bisa utuh meski perlahan sosoknya mengecil akibat dihancurkan dan terhisap oleh tangan Ryota. Ryota kembali memajukan tangannya, tangan kanan dengan kekuatan petir biru yang menyambar liar dan tangan kiri dengan pusaran angin topan yang bergerak tak terkendali.


Ketika keduanya digabungkan, muncullah sinar putih mengarah ke black devil dengan kecepatan super menghapus seluruh jejak roh itu hingga membatu dan jatuh ketanah. Ryota tersenyum senang dan berbalik kerah Prilly yang menatapnya dengan cemas.


“Beginilah tugasku.” Ucapnya bangga. Prilly menunjuk Ryota, bayangan hitam perlahan bangkit dan menyergap Ryota dari belakang.

__ADS_1


“Ryota!!!” Prilly menjerit ngeri saat black devil menyergap dan menecekik Ryota. Pemuda itu lengah dan lengah sedikit saja, bagi klan jigoku, itu adalah kematian. Ryota berusaha melepaskan diri tapi energi spiritualnya diserap oleh makhluk itu, hingga tubuh Ryota seolah kesemutan dan lumpuh.


“Aduh Ryota!!!” Prilly kelimpungan panik dan tak tahu harus berbuat apa. Prilly mecoba berkonsentrasi menatap tangannya. Percikan hijau seperti kembang api keluar dari telapaknya. Ia tak tahu menggunakan kemampuannya tapi Ryota sudah nyaris putus nyawanya.


Dengan begitu konyol Prilly melempar sebatang cabang pohon kearah black devil. Makhluk itu mengerang marah melepaskan cekikannya. Tubuh Ryota terhempas ketanah. Ia masih bisa menggeliat sementara Prilly mulai ketakutan. Gadis itu berlari kearah hutan bambu. Sementara Black devil dengan jubah hitam pekatnya yang rombeng terus menyembul menembus padatnya pohon bambu untuk mencari Prilly.


 


 


Prilly mengomeli dirinya hingga tak melihat batang kayu yang rebah tertiup angin. kaki gadis itu tersandung dan tubuhnya mencium mesra tahan lembap yang kotor. Rumput dan pasir mengotori wajahnya. Prilly berbalik menyaksikan black devil yang mendekatinya dengan mata berkilat marah kearah Prilly.

__ADS_1


Prilly menutup wajahnya yang pucat pasi ia menyadari betapa berbahaya makluk ini. Ia sudah pernah membacanya di ensiklopedia milik Alian yang tembalnya minta ampun. Black devil adalah roh jahat yang bermetamorfosis menjadi makluk bayangan dengan kemampuannya kembali utuh setelah diserang sehingga sulit dikalahkan.


 


“Prilly awas!!!” Ryota sudah berdiri didepan Prilly membuat perisai petir hingga black devil seolah disengat listrik dan sosoknya terpental membentur batang bambu. Prilly segera bangkit, tak dipedulikan rambut dan wajahnya yang belepotan pasir. Ia lebih cemas pada Ryota. pemuda itu nampak lemah, wajahnya pucat seperti mayat. Dari bibir dan hidungnya mengalir darah kental. Tubuh Ryota oleng dan jatuh menimpa Prilly. Gadis itu segera bangkit mencoba menepuk pipi Ryota.


“Ryota, bangun! Bangun Ryota!” Prilly menguncang tubuh Ryota.


 


***

__ADS_1


__ADS_2