
Prilly mengutuki dirinya sendiri. Ia duduk di atap rumahnya memandang bintang malam.
Kenapa sih gue nggak bisa tegas sama Ryota. Aaaargh sumpah, demi apa gue penasaran banget. Tiba-tiba dalam perengungannya yang tak jelas unjung pangkalnya itu ia melihat sesosok bayangan berjalan didepan rumahnya. Prilly memicingkan mata tak yakin dengan penglihatannya. Hantu kali? Prilly bergegas mendekati tangga gantung yang ada disamping rumah dan menapak turun menuju pintu pagar.
“Alian!” Prilly memanggil pemuda yang sedang naik sketboard.
“ngapain lo malem-malem keluar?” tanya Alian dari luar pagar.
“lagi suntuk.” Dengan setelan baju tidur lengkap Prilly keluar pagar.
“Kenapa?”
“Eh, gue mau tanya-tanya boleh nggak?”
“Apaan?” Alian bertanya cuek.
“Soal Ryota.”
“Lo berantem lagi?
“Kagak.”
“Terus?”
“Lo udah lama kenal sama Ryota?”
“Iya, dari kecil udah kenal. Tp nggak deket-deket amat sih. Apa lagi dia pernah SMP di Amrik.” Alian menimpali. Keduanya berjalan santai diterotoar kompleks rumah Prilly. Kompleks itu memang berada tak jauh dari apatemen Alian dan Alian sudah sering lewat sana kalau mau pulang.
“Ryota orangnya gimana sih?”
__ADS_1
“Lu naksir sama dia? Jangan deh.”
“Naksir? lo tau nggak, gue heran deh, kalo ada cewek yang nanya soal kepribadian cowok, pasti dikira naksir. Parah.” Alian cuma senyum menanggapi gerutuan Prilly. Ia kemudian sadar, disekolah ia sempat berprasangka demikian pada Hana. Sama saja.
“Jadi gimana Mas Bos? Belum dijawab nih.”
“Baik.”
“Itu doang?”
“Dia hebat, anggota Jigoku yang cukup ditakuti. Jago bela diri dan senjata api.”
“Disekolahnya?”
“Kurang tau sih. Kenapa nggak tanya sama orangnnya langsung.”
“Udah, tapi nggak dijawab. Malah dipeluk.” Cerocos Prilly. Tanpa sadar wajahnya memerah karena ucapannya sendiri. Ups! ketahuan deh.
“Hah?” Prilly terheran.
“Gua nggak ada hak buat ngomong siapa Ryota atau gimana dia. Gue nggak mau menilai seseorang hanya dari apa yang gue lihat. Yang jelas gue cuma mau bilang kalo mungkin ada rasa sama lo. Tapi ya dia udah punya cewek.”
“Siapa?” Prilly penasaran.
“nggak tau, yang jelas cewek, cantik, putih, rambutnya panjang dan beda sama lo yang cerewek, ceroboh, jelek dan suka ngerepotin.”
“Ih Alian, emang gue separah itu?”
“Emang kayak gitu kok. Lo itu sama kayak Ryota, sama-sama freak.”
__ADS_1
“Dasar Alien. Rese’. ” umpat Prilly.“lagian bisa-bisanya lo bilang Ryota suka sama gua, dia aja punya cewek.”
“Abisnya sejak kenal lu, dia rada-rada berubah.”
“Berubah?”
“Aneh kayak lo.”
“Ih Alian nyebelin banget sih.” Prilly mencubit lengan Alian. Entah mengapa ia merasa nyaman sekali dekat dengan Alian. Tawanya, suaranya, wajahnya, rambutnya dan candanya benar-benar berbeda dengan Alian yang ia kenal dua bulan lalu. Prilly tak bisa menahan diri melihat pemandangan charming didepannya. Dibawah temaram lampu jalan, Alian terlihat sangat tenang memandang bintang sambil menenteng papan sketboard-nya.
Kenapa ya makhluk yang satu ini ganteng banget sih. Sumpah gue mimpi sedap deh malam ini.
“Eh lo pulang sono.” Usir Alian mengoyangkan telapak tangan didepan wajah Prilly yang melongo.
“Iya-iya, gue pulang.” Prilly membalikkan badan berjalan menjauhi Alian dengan senyum lebar.
“Lu nggak takut?” teriak Alian.
Prilly mengentikan langkah dan berbalik menatap Alian dengan senyumnya. Entah mengapa darahnya berdesir hangat, membuat ia agak berkeringat padahal malam itu cukup dingin. “Nggak.”
“kalo ada Mr. Pochy nongol gimana? Loncat-loncat putih gitu.”
“Gua gigit kayak nasi bakar.” Prilly mendengus kesal ditakuti. Nggak tau apa, gue tiap hari juga ngeliat mondar-mandir. Udah biasa kali Mas bos. gue udah kaga takut.
“Oh yaudah sono gih.” Ucap Alian cuek dan berjalan meninggalkan Prilly.
“Aneh.” Ejek Prilly menjulurkan lidah. Ia berjalan santai menyusuri jalanan komleks yang sepi, sesekali bunyi jangrik dan gonggongan anjing membahana membuat Prilly bergidik, langkahnya yang tadi santai, mulai dipercepat hingga ia benar-benar berlari kencang seperti orang kesurupan memanjat tangga. Masuk ke jendela dan menutup tubuhnya dengan selimut. Adrenalinnya terpacu.
Hosh...hosh..hosh.. capek.
__ADS_1
****