Release My Soul : Story of Shinigami

Release My Soul : Story of Shinigami
Gadis Istimewa


__ADS_3

“Mereka akan mengubah jiwa itu menjadi monster dan mengacaukan kota kan? Mereka tahu jika seluruh kekuatan itu ditransformasikan, maka akan menimbulkan bencana.” Ryota berjalan cepat. Seragam merah tuanya nampak berantakan. Entah berapa kali ia bertabrakan dengan agen yang berkeliaran. Prilly berjalan terseok dibelakangnya.


“Kita belum tahu. Tapi yang jelas, jiwa yang dicuri itu akan berakibat fatal pada tubuh. Ada batas waktu sebuah jiwa terlepas dari tubuh. Jika terlambat, mereka bisa mati. Sekarang kerahkan semua kemampuan kalian, cari siapa saja yang mungkin bertanggung jawab. Donny menghela nafas panjang pada barisan angen Jigoku. Perlahan mereka membubarkan diri.


“Kalian berdua,” Donny menatap Alian dan Ryota yang berdiri mengapit Prilly. “Jaga dia baik-baik, mereka mungkin mengincar sinarnya. Meski sinarnya baru muncul satu, mereka pasti akan mengumpulkan dan mencurinya. Jika sinar-sinar itu hilang, celakalah kita. Dan dia, akan mati.” Donny menatap mata Prilly dalam-dalam. Prilly bergidik ngeri menelan ludah yang mendadak pekat dan pahit.


“Tenang saja, aku akan melindungimu.” Ucap Ryota mengacak poni Prilly yang tak seberapa banyak.


“Mas Donny, aku boleh bicara?” tanya Prilly mencegat pria itu.


“Tentu, kita turun ke taman.” Ajaknya santai. Penampilannya sebagai petinggi Jigoku biasa saja. Rambut gondrong, janggut dan kumis tipis membayangi wajahnya yang tergolong tampan. Baju kaus lengan panjang putih nampak kontras dengan kulitnya yang sawo matang. Keduanya berjalan menuju sebuah bangku taman di lapangan Medan Merdeka. Monas bertahta indah dan terlihat jelas dari sini. Tak ada satu orangpun yang menyadari kehadiran Jigoku sepanjang lapangan Indonesia merdeka. Toh pemerintah tak punya urusan didunia roh. Mereka hanya mengurusi dunia nyata. Lagi pula tak mungkin ada yang percaya tentang klan Jigoku. Setiap hari selalu mengunjungi Monas tanpa tahu ada ruangan rahasia disepanjang batang betonnya yang kokoh. Mereka tak sadar apa fungsi dari emas yang bertahta dipuncak monas. Emas, warna elegan yang sebenarnya berfungsi menjadi radar bagi Jigoku. Radar itu begitu disamarkan hingga tak ada yang menyadarinya. Semua mengaguminya hanya sebatas estetika saja. Lidah-lidah api keemasan itu terus membisu dalam segala ketakjuban yang ditujukan padanya.

__ADS_1


“Kamu pasti bingung dengan semua ini kan?” Prilly mengangguk. Donny seolah mampu membaca pikirannya.


“Kenapa aku?”


“kenapa? Karena kau istimewa. Kekuatan itu memang diturunkan, tapi sinar itu memilih pemiliknya. Alian dengan sinar merah api, dan Ryota dengan petir birunya. Sinar-sinar itu memilih siapa yang pantas menggunakan mereka. Kamu lahir disaat yang tak biasa. Disaat seluruh planet saling berhadapan mengelilingi matahari dalam satu garis lurus. Kelahiranmu adalah sebuah kelangkaan. Sinar pelangi itu memilihmu dan ada dalam aliran darahmu. Menjelang usia 17 tahun, sinar itu akan keluar perlahan dan berpendar disekelilingmu. Kamu dan apa yang kamu memiliki saat ini adalah sebuah takdir. Kau tidak bisa memilih karena ini bukan pilihan, tapi ini adalah tanggung jawab.”


“Sinar pelangi? Aneh sekali karena sejak kecil aku sangat suka melihat pelangi. Tapi sinarku hanya berwarna hijau.”


“Hijau adalah warna untuk kehidupan. Daun, pepohonan, rerumputan. Semuanya hijau dan kamu akan bisa mengendalikannya.”


“Ya, dan sinar lain akan keluar dengan sendirinya. Tak menentu warnanya. Mungkin kuning atau ungu. Kita tidak tahu. Yang jelas segala sesuatu butuh proses. Sinar itu akan muncul seiring berjalannya waktu dan proses yang kau tempuh.”

__ADS_1


“Kenapa aku harus melakukan semua ini?”


“Untuk dunia ini. Raja iblis dan kau tumbuh seiring waktu, kekuatan setan dan roh jahat akan semakin kuat dari waktu kewaktu. Dengan seluruh roh jahat dan setan, kiamat bisa terjadi kapan saja. Sinar pelangi itu adalah sebuah kekuatan yang mampu menyegel raja iblis.”


“Apakah jika hari penyegelan itu tiba, seluruh kejahatan akan hilang dari muka bumi?”


“Dunia memerlukan keseimbangan. Cinta, benci, kebaikan dan kejahatan. Semuanya berputar seperti ying dan yang. Saling bersama seiring perputaran bumi. Tak ada dunia yang murni tanpa kejahatan karena memang lebih mudah melakukan kejahatan dari pada kebaikan. Kekuatan jahat tidak bisa dihapus tapi bisa ditahan. setidaknya, umat manusia tidak kehilangan hati nuraninya. Ketika manusia kehilangan hati nuraninya, maka tak pantas menyebut diri sebagai manusia.”


“Aku akan berusaha.”


“Ya, kita tak tahu kapan hari itu tiba tapi yang jelas kami membutuhkanmu.”

__ADS_1


“Aku mengerti.” Prilly mengangguk mantap meski terbesit ketakutan didalam dirinya.


***


__ADS_2