Release My Soul : Story of Shinigami

Release My Soul : Story of Shinigami
Alian


__ADS_3

“Prilly?” Sapa Alian dengan nada datar dan wajah tegas tanpa ekspresi. “Lo udah tau soal klan Jigoku kan?” tanya Alian membuka percakapan.


“Ya.. itu.. malaikat kematian kan?” Prilly polos menjawab.


“Mmmhahahaha” Alian tertawa renyah mendengar jawaban Prilly. Matanya tak lepas memandang gulungan awan yang berarak liar diatas langit.


“Kurang lebih begitulah. Yang jelasnya setiap Shinigami memiliki kemampuan spesial. Sekarang adalah melatihmu agar kekuatanmu bisa keluar dengan sempurna. Segala sesuatu itu butuh proses termasuk kamu yang sekarang menjadi salah satu dari kami. Dan peraturan pertama dari Jigoku adalah, merahasiakan segala semuatu tentang Jigoku. Jangan pernah mengatakan apapun tentang Jigoku dan tugasmu sebagai Shinigami kepada siapapun. Keluarga, orang tua, sahabat bahkan pacar. Tidak ada yang boleh tahu soal Jigoku selain klan Jigoku sendiri.”


“Bagaimana bisa gue menjadi bagian dari klan Jigoku? Aku belum mengerti.”


“Setiap manusia, yang dilahirkan ke bumi, mereka lahir dengan segala kemampuan yang diberikan oleh pencipta. Semua bisa menjadi Shinigami. Tapi bakat dan kekuatan itu ada yang lemah dan ada yang kuat. Semuanya tumbuh seiring dengan pertumbuhan fisik dan mental seseorang. Kekuatan itu akan muncul sendiri dan akan jelas terlihat saat seseorang berusia 17 tahun. Kekuatan klan Jigoku adalah untuk melindungi dunia. Nyata dan ghaib.”


“Sejak kapan kalian ada?”

__ADS_1


“Sejak manusia dilahirkan. tidak banyak klan Jigoku yang tersisa. tapi kita semua kuat. Kita punya kekuatan untuk menyeimbangkan alam. Kita punya musuh. Raja iblis begitu klan Jigoku menyebutnya. Ia adalah raja dari segala iblis, setan dan roh jahat. Tapi ia tidak ada. Setidaknya ia belum bangkit. Selama klan kita bisa meredam dan menggiring roh jahat kedalam neraka dan memenjarakan mereka disana, kita bisa mencegah kehacuran dunia. Apa lagi raja iblis mempunyai anak-anak dan pengikut yang tak terhitung jumlahnya, mereka semua adalah musuh kita, musuh para Shinigami. Manusia itu juga tidak tahu jika penghancur dunia itu adalah diri mereka sendiri.


“Boleh gue tanya sesuatu?”


“Apa?”


“Kenapa harus gue?”


“Jangan tanyakan sesuatu yang tidak ingin kau ketahui jawabannya.” Tandas Alian.


“Nanti lo juga bakal tau sendiri.”


“Yaaaah…”Prilly mendesah tak puas.

__ADS_1


“Ohya nggak usah pake embel-embel kakak, panggil aja Alian.”


“Eh?”



“Ohya, kalau lo di SMS sama seseorang, harusnya tuh lo balas.”



“di SMS? Kapan lo sms gue?” Prilly heran dan berpikir sejenak mencoba mengingat sesuatu, sementara Alian cuek. “Eh??? Tungu\-tunggu\-tunggu!! EHHHHH!!!” Prilly kehabisan kata\-kata.


*

__ADS_1


Alian memang pendiam dan tetap cool. Dengan tatapan matanya yang tegas memancarkan aura maskulin yang jelas. Alian selalu jadi pusat perhatian disekolah. Setiap pagi, ia berjalan santai melewati koridor sekolah dan menghipnotis setiap siswi yang melihatnya melintas tak terkecuali Prilly. Gadis itu melirik jam tangannya dan memang tepat pada detik itu Alian melintas didepan kelasnya tetap dengan langkahnya yang angkuh tapi keren. Namun kali ini pemuda itu lain, ia sempat menoleh sekilah kearah Prilly yang memandangnya. Kontan gadis itu terkesiap kaget tak menyangka Alian akan mendapatinya tengah memperhatikan dirinya. Tak terbayangkan malunya ia jika Alian sampai tau tingkah polanya yang selalu memperhatikan pemuda itu. Prilly cepat-cepat mengalihkan pandangan seolah ia tak melihat pemuda itu.


***


__ADS_2