Release My Soul : Story of Shinigami

Release My Soul : Story of Shinigami
Hidup atau Mati


__ADS_3

pemuda itu membuka mata. Entah dari mana sebuah gelombang angin menerpa keduanya. Prilly terpelanting membentur pohon sedangkan Ryota terseret tak jauh dari gadis itu. Prilly mencoba bangkit, tubuhnya serasa remuk membentur sebuah pohon besar. Lutut dan sikutnya lecet.


Ia berjalan kerah Ryota sementara black devil mengincarnya. Melayang rendah pelan tapi pasti dengan aroma kematian mendekati Prilly.


Sebuah cahaya jingga menyilaukan matanya. Alian mengeluarkan pedang api dari tangan kanannya. Donny, seorang pria berusia 28 tahun dengan rambut putih dan mata biru mucul, ia adalah salah satu senior terkuat di Jigoku itu membentangkan tangan memunculkan sebongkah besar labu diatas tanah lembap. Labu itu berdiameter 50 cm dengan ukiran mata dan mulut yang menyeringai lapar. Sebuah cahaya oranye menyembul membuat labu itu seperti lentera dalam perayaan halloween. Dari dalam lubang mulutnya, keluarlah asap pekat yang pelahan membentuk lubang hitam. Seperti lubang cacing, lubang hitam itu menyedot apa yang ada didekatnya, pohon, semak, batang kayu, termasuk black devil yang sudah terbakar pedang api Alian. Sosok hitam itu perlahan masuk kedalam pusaran panas yang mengerikan.


Alian membentuk perisai bola melindungi mereka agar tak ikut terseret. Black devil hilang kedalam lubang neraka. Mendekam bersama seluruh roh jahat yang ikut terpenjara. Suara jeritan menyeramkan terdengar memecah suasana. Lalu setelahnya semua kembali tenang, angin kembali normal, hujan sudah reda, menyisakan genangan air, lumpur dan membasahi rerumputan.


*


 


“Dasar bego. Kamu mau mati hah?” Donny memarahi Ryota.


“Maaf.” Desis Ryota seolah tak terdengar. Tubuhnya dipenuhi perban dan luka. Seorang gadis dari klan jigoku tengah mengobati lukanya. Ia tidak begitu peduli pada omelan Donny. Ia masih terus menatap Prilly yang berbaring lemah belum juga siuman.


 


Ia menyesal mengapa tak mendengarkan Prilly. Harusnya ia memanggil anggota Jigoku yang lain. Yang lebih ia sesalkan karena Prilly jadi terluka karenanya. Ia sendiri memang sudah sering seperti ini. Bertarung habis-habisan sendirian. Tapi kemarin ia gagal. Mungkin karena ia telalu sombong dan bangga memperlihatkan kehebatannya hingga ia lengah dan nyaris tewas.

__ADS_1


 


“Istirahat. Kalo sudah sembuh baru boleh tugas lagi. Dan lain kali jangan gegabah.” Perintah Donny menepuk pundak Ryota. Ryota adalah salah satu aset Jigoku yang berharga. Sepeninggal Donny, Alian berjalan mendekat. Ryota tahu Alian pasti marah besar padanya. Kemungkianan apapun pasti ia terima. Alian berjalan medekat dan menarik kerah bajunya. Ryota mengeluh merasa tulangnya seperti remuk.


“Kamu tau apa yang kamu lakuin? Hah? Kamu hampir bunuh dia. Dasar bodoh.” Teriak Alian kesal.


“Aku tau. Aku udah coba lindungi dia semampu aku.”


“Kalo kemarin aku sama Mas Donny terlambat sedikit, kalian berdua bisa mati.”


 


 


“Tapi kami baik sajakan?” Ryota tersenyum enteng.


“Kubunuh kau!!!” Alian mengarahkan tinju kewajah Ryota namun mendadak berhenti saat mendengar suara Prilly mengeluh. Alian mendadak menjauh mendekati gadis berambut pendek itu.


“Aduh, ini dimana?” tanyanya bingung.

__ADS_1


“Kamu nggak apa\-apa?” tanya Alian cemas.


“Nggak cuma rasanya kayak abis lari keliling lapangan 20 kali. Ryota mana?” Prilly mencoba bangkit. Ia melihat Ryota tersenyum diranjang didepannya.


“Sorry ya Prilly\-chan.” Ucapnya merasa bersalah.


“Udah sekarang kamu istirahat. Kata mbak Noni kamu cuma lecet aja. Untung nggak sampe mati.” Ujar Alian melirik Ryota yang tersenyum senewen menatap Prilly.


“Nggak kok. Aku nggak apa\-apa. Tapi jadi klan Jigoku itu bahaya juga yah.” Celetuk Prilly.


“Makanya harus rajin berlatih biar kuat,” Sahut Ryota. “Lagian kan aku aku yang bakal jaga kamu.” Ryota tersenyum nakal. Ia tak tahu Prilly termenung mendengar ucapannya.


 


Wajah gadis itu mendadak memanas dan darahnya berdesir. Kata-kata itu benar-benar berarti untuknya. Prilly tersenyum senang. Ia bersyukur menjadi klan Jigoku karena bisa mengenal orang sebaik Ryota dan juga Alian.


Rasanya seperti punya keluarga.


***

__ADS_1


__ADS_2