Release My Soul : Story of Shinigami

Release My Soul : Story of Shinigami
Gadis Misterius


__ADS_3

“Dasar setan.” Ryota berlari menendang kepala gendaruwock. Membuat sebuah lapisan membran tipis makluk itu jatuh ketanah. Alian tak tinggal diam. Ia membabat habis kaki gendaruwock itu. Kedua pasang kaki itu tebakar habis. Beberapa cahaya putih keluar dari sana dan menyebar kelangit. Prilly melihat cahaya itu adalah roh yang dicuri, pasti roh itu akan kembali ketubuh aslinya. Makluk itu bangkit tanpa kaki dan kedua lengannya. Mulutnya membuka mengeluarkan jarum hitam kecil. Jarum itu terpental kearah langit, seperti bumerang jarum berbahaya itu menukik tajan kearah Prilly yang berjongkok kedinginan. Alian yang jaraknya dekat dengan Prilly segera menyongsong dengan mengibaskan pedang apinya. Jarum-jarum itu terbakar dan jatuh ketanah dengan bara kemerahan. Jarum itu meleleh karena panas. Tapi sebagian lainnya berhasil lolos dan menusuk bahu dan perut Alian. Membuat pemuda itu mengeluh panjang dan perih.


“Alian!” Prilly berseru kaget.


“Nggak apa-apa.” Alian tercekat dan sakit tapi ia masih berdiri. Ia memegang erat pedangnya dan melemparnya kearah gendaruwock itu. Ryota tak tinggal diam. Ia mengeluarkan bola petirnya dan menghujam kepala gendaruwock itu dengan keras. Terdengar bunyi mendentum keras disertai cahaya dan asap putih menyilaukan.


“sayang sekali, peliharaan gue jadi begini.” Terdengar suara seorang gadis berdiri dibalik asap itu. Setelah asap perlahan memudar, berdirilah disana seosok gadis bertubuh ramping dan tinggi seperti model. Rambutnya panjang, hitam legam dan kulitnya pun putih pucat dengan lipstik merah menyala. Ia berdiri memegang rantai yang entah kapan telah merantai gendaruwock itu. Matanya yang tajam menatap Ryota, Prilly dan Alian bergantian.

__ADS_1


“Elu bakal mati. Mati. Hihihihi.” gadis itu tertawa dengan lengkingan yang menyeramkan mirip kuntilanak. Hantu wanita berambut panjang dengan baju hitam yang lusuh. Beberapa detik kemudian dia melayang melompati atap sekolah. Ryota tidak tinggal diam. Tangannya mengepal kuat memegang pedang petirnya yang berkilat kebiruan. Ia mengejar gadis misterius itu.


“Ada yang luka?” Alian berpaling kearah Prilly. Prilly menggeleng melihat sekitar sepuluh jarum hitam menancap dilengan, bahu dan pinggang Alian. Dibawah cahaya lampu sekolah, ia samar-samar melihat darah segar menetes dari sana. Ia sendiri sebenarnya masih shock ditambah rasa dingin karena tersiram. Tubuh gadis itu mengigil dan bibirnya bergetar pucat. Entah karena dingin atau takut atau keduanya. Dengan pelan Alian menarik jarum-jarum dari tubuhnya dengan sedikit meringis menahan rasa sakit dan perih yang luar biasa. Alian melepas jaket sekolahnya dan menutupi tubuh Prilly.


“Maaf ya, gara-gara aku, kamu jadi kayak gini.” Mata Prilly berkaca-kaca.


“Tapi gue takut. Mereka mau gue mati Al.” Prilly mentupi wajahnya yang berurai air mata dengan kedua belah tangannya yang sudah bergetar kedinginan. Alian jadi tidak tega. Ia meraih kepala Prilly dan merengkuhnya kedalam pelukannya.

__ADS_1


“Kan ada gue sama Ryota. Lo nggak usah takut.” Alian menepuk punggung Prilly. Tangannya terasa panas. Ia melihat darah segar mengucur dari sana. Tangannya pasti terluka saat diserang gendaruwock tadi.


Sementara itu Ryota mengejar gadis misterius itu sampai keperumahan padat penduduk, namun kelamnya malam nampaknya menjadi penghalang baginya. Dengan sisa tenaga yang ada ia kembali kesekolah.


Ia berlari mendekat lalu berhenti melihat Alian yang memeluk Prilly dengan erat. Entah apa yang ada dihatinya, tiba-tiba ia merasa panas dan sesak. Ryota peduli pada Prilly, karena Prilly gadis yang manis dan menyenangkan, tapi bukan berarti ia punya perasaan lebih. Hanya saja kali ini ia merasa sesak saja. Ada rasa tak suka melihat adegan menyebalkan yang ada dihadapannya. Tapi ia tak jua mau beranjak dari tempatnya. Dibiarkannya malam berlalu seolah mencibir, angin mendesah seolah mengejek dan bintang berkelip seolah meremehkan. Ryota diam, ia bergeming seolah tak peduli.


Ia hanya bingung mengartikan rasa dihatinya, cinta, cemburu, ia tak mengerti, ia tak pernah mengalami itu sebelumnya. Rasanya aneh, sedikit sakit tapi menyenangkan.

__ADS_1


****


__ADS_2