Release My Soul : Story of Shinigami

Release My Soul : Story of Shinigami
Kepercayaan


__ADS_3

“Kita serius Prill. lo kenal Joko kan? Tetangga gue?” Sela Kevin.


“Iya, yang ingusnya suka meler.” Celetuk Prilly.


“Dia anak SMU 45 jadi tau kelakuan Ryota yang kayak preman sekolah. Lagian nih, lo nggak liat dia suka pake tindikan hitam di telinga kanannya? Kan keliatan banget kalo Ryota itu nggak bener.”


“Jangan ngaco deh. Alian pake tindikan aja keren kok.”


“Bedalah Prill, Alian itu meski cuek kayak bebek tapi orangnya baik. Nggak ada tampang preman. Coba lo liat lagi wajahnya Ryota deh. Preman banget. Sekedar info aja ya, Ryota itu diumur 10 tahun udah nguasain karate dengan sabuk hitam, umur 13 tahun juara 1 takewondo dan panahan. Dia juga ahli anggar. Kebayang tuh orang-orang pada takut sama dia. Jagoan sih.” Ucap Hana lagi.


Prilly menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Gua jadi pusing. gue tau lo berdua nggak mungkin bohong tapi asal lo berdua tau ya, Ryota itu nggak seperti yang lo ceritain. Serius. Wajahnya cakep, putih, nggak ada tampang preman deh. Kalo senyum juga manis terus nggak pernah kasar sama gua.”


“Pril, gue nggak maksud buat lo bingung cuma gue wanti-wanti aja kalo dia sampe ngapa-ngapain lu. Dia pernah bunuh orang.” Kevin menyeringai ngeri.


“Wah makin ngaco deh. gue kagak percaya ah.”


“Ya lo tanya aja sama Ryota. lagian nih, lo jangan bikin dia marah deh, soalnya kalo marah sifat aslinya yang killer itu bisa keluar. Haaaaummmm!!!” Hana memperagakan gaya harimau yang siap menerkam.


Percakapan itu membuat Prilly benar-benar kepikiran. Tak habis pikir dari mana pula kedua sahabatnya itu mendapatkan fakta aneh seperti itu. Hal itu tak urung membuat Prilly jadi galau segalau-galaunya. Belum lagi masalah Alian. Tadi siang Alian berjalan dikoridor sekolah bersama Jessie. Ya Jessie. Pastinya Jessie berhasil mengancam Alian agar mau menuruti maunya. Alian sendiri merasa tidak enak pada Prilly. Sejujurnya ia tidak suka pada gadis macam Jessie tapi sudah menjadi kewajibannya agar rahasia Prilly juga Jigoku harus dilindungi.


From : Alian


14:05 am


+628534589XXX


Latihan dtunda y.


Prilly membalas : sory gara2 gw, lo jd brkorban gini. Pasti gak nyaman ya sm Jessie?

__ADS_1


*From : Alian


14:09 am


+628534589XXX


Santai aj. Demi lo & Jigoku, gw bakal brusaha ambil video itu.


Prilly : makasih y.


From : Alian


14:15 am


+628534589XXX


Prilly: siap Boss*.


Tak ada lagi balasan dari Alian. Prilly kembali menarik nafas pelan dan berat. Matanya memandang hamparan rumput hijau yang berdiri lembut dibawah kakinya. Ia menjulurkan kakinya dan mencoba berbaring menatap langit. SMS dari Ryota tak ia balas, telpon pun tak mau dia angkat.


“Kok lo nggak ngabarin gue?” Ucap sebuah suara berat membuat Prilly tersentak dan duduk. Ryota berjalan mendekat dengan wajah kusut.


“Ryota? kok lo tau gue disini?”


“Kan gue tau lo suka tempat ini.” Ryota duduk didekat Prilly. “hape lo ilang?”


“Nggak. Nih.” Prilly mengangkat ponselnya.


“Terus kenapa lo nggak jawab telpon gue? SMS juga dicuekin.”

__ADS_1


“Males aja.” Celetuk Prilly asal.


“Apa?”


“Kepercayaan itu seperti kertas yang halus. Sekali aja di remuk, nggak bakal kembali sempurna seperti semula. Selama ini gue percaya sama lo.”


“Maksud lo apa sih?” Ryota bingung namun entah mengapa jantungnya berdetak lebih cepat.


“Lu pernah bunuh orang?” DEG!!! Ryota terperanjat. Raut terkejut nampak jelas membayangi wajah manisnya. Ekspresi panik tercetak jelas dari seraut tampan itu.


“Kenapa lo tanya ini ke gue?”


“Cuma pengen tau aja. Bener gak gosip yang gue denger?”


“Gosip?”


“Katanya lo preman sekolah, pernah bunuh orang, bla-bla-bla gosip nggak enak lainnya.”


“Lu percaya?” Ryota menatap mata Prilly, dalam sekali membuat Prilly bergidik melihat mata yang seperti marah mengujamnya.


“Gue mau tau dari lo. gue mau percaya sama lu. lo baik sama gue, sopan, lucu, care,dan gue suka lo yang gue kenal sekarang ini.”


“Kalo emang lo suka sama gue yang sekarang, ngapain lo tanya-tanya? Itu nggak penting kok. Itu gosip lupain aja,” Ryota tersenyum manis sekali. “.


“Tapi Ryota,...” belum sempat Prilly menyambung, Ryota sudah merengkuhnya dan memeluknya erat.


“Jangan tanya ini lagi. gue nggak suka. Asal lo tau, gue bakal ngelindungin lo. Apapun yang terjadi, gue bakal selalu ada buat lu. Jangan takut, dan jangan ragu. Okey?” bisik Ryota ditelinga Prilly. Prilly diam saja tak menyahut, tapi yang jelas ia mengangguk paham. Hatinya penasaran sekali tapi ia tidak bisa berbuat banyak, ia tak mau memaksa Ryota.


***

__ADS_1


__ADS_2