Release My Soul : Story of Shinigami

Release My Soul : Story of Shinigami
SMS Aneh


__ADS_3

“Kita pulang yuk. Ngeri disini.” Ucap Hana menarik lengan Prilly dan Kevin. Dengan setengah terpaksa dan tertegun Prilly mengikuti langkah Hana pulang kerumah dengan sebuah pertanyaan yang masih tersirat dibenaknya. Sekali-kali ia menoleh kebelakang dan masih melihat sosok itu.


Siapa cowok itu?


Sebuah taksi berhenti didepan rumah. Prilly membayar ongkos taksi dan segera berlari masuk kedalam rumah. Begitu melangkahkan kaki ia langsung disambut Alice.


“Kakak sudah pulang Mam.” Teriak gadis kecil itu memeluk kaki Prilly.


“Syukurlah, tadi Mama lihat di tivi ada kecelakaan dan Mama melihat wajah kamu.”


“Hah, Prilly masuk tivi mah?” Mama Prilly mengangguk.


Sebelum menabrak mobil sedan naas itu, bus trans Jakarta juga sempat menabrak dua orang pengendara motor. Satu pengendara luka berat dan yang satunya tewas ditempat.


Seorang reporter nampak muncul di tivi dan menyiarkan kecelakaan maut itu. Prilly menatap layar televisi dengan tatapan terkejut. Matanya melotot dan nafasnya tersengal kaget. Sosok pemuda berjas hitam kembali muncul ditengah keriuhan kecelakaan. Ia berdiri santai dengan sepucuk payung hitam tanda kedukaan.


“Cowok itu siapa sih?” keluh Prilly penasaran.


“Cowok? Temen kamu Prill?” tanya Mama Prilly yang turut menonton televisi.


“Itu loh yang pake payung. Dari tadi berdiri disitu, terus pake payung segala, aneh banget kan?”


“Payung? Yang mana Prill? Nggak ada tuh.”


“Mama nggak liat?” Prilly menatap mamanya bingung.


“Udah ah, kamu nggak usah ngaco. Gimana pesta ulang tahun kamu ntar malem? Nggak mau dirayain lagi?”

__ADS_1


“Nggak usahlah mah. Aku nggak suka inget-inget itu. Pesta ulang tahun itu nggak penting-penting amat.” Ucap Prilly sedikit murung. Prilly tidak menyukai hari ulang tahunnya.


“Maaf Ya Prill.”


“Nggak apa-apa ma, sebagai gantinya, Prilly boleh minta hadiah nggak?”


“Apa tuh?”


“Minta jam malamnya diundur. Prilly mau lewatin hari ulang tahun ini diatap rumah lagi sampe jam 12.”


“Sampai jam 10 ajakan udah cukup sayang.”


“Please mah. Terus snacknya dobel ya.” Prilly mengerjapkan matanya nakal.


“Iya-iya tapi ijin papa dulu ya.” Ucap Mama mengusap kepala Prilly. Prilly termenung sejenak. “Ngelamunin apa sih? Udah ganti baju sana.” Mama mendorong tubuh Prilly agar bangkit dari sofa.


***


Diatas atap rumah, Prilly tengah duduk sendirian menikmati bintang malam yang bertabur bagai berlian. Ia menikmati setiap detik dari hari ulang tahunnya yang ke 17 karena beberapa jam lagi,hari menyebalkan ini akan segera berakhir. Prilly memilih duduk menikmati popcorn sebagai teman malamnya. Ia selalu benci hari ini. Hari ulang tahun yang selalu gloomy. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Pesan dari Hana dan Kevin.


From: Kevin


11:45 pm


+628564598XXX


Happy b’day pendek. Smoga makin lebih baik lagi kedepannya. “ψ(`∇´)ψ

__ADS_1


From: Hana Hanako


11:48 pm


+6285896758XXX


Selamat ulang tahun Prilly-Prilly (ノ*゚ー゚)ノ


kpn2 kita pesta yuk. I love you my friend. Mmuach ♥ ヽ(*≧ω≦)ノ Jangan lupa traktiran ya ヽ(^。^)丿


Prilly tersenyum-senyum sendiri membaca pesan dari kedua sahabat dekatnya itu. Mereka berdua memang selalu mengerti Prilly. Prilly membayangkan persahabatannya yang terjalin sejak mereka kecil. Tak lama Prilly tersentak, ada pesan masuk. Ia agak heran, seumur-umur setiap ia ulang tahun hanya Kevin dan Hana yang mengucapkan. Sebuah nomor asing yang tak dikenal.


From: unknown


12:00 pm


+628534589XXX


Selamat ulang tahun.


Alian.


“Hah? Mimpi apa nyata nih?” Prilly menepuk pipi dan mengucek matanya. Alian mengucapkan selamat ulang tahun padanya tepat jam 12 pula. Tanpa sadar Prilly melompat-lompat kegirangan.


“Astagaaa, mimpi apa gue. Omegat-omegat. Tapi emang ini nomornya kak Alian?” ada keraguan dalam hati Prilly. “Palingan ini kerjaannya Kevin sama Hana. Mana mungkin kak Ali ngucapin selamat ulang tahun, kenal aja kagak. Woi kalo mau ngerjain tuh yang pinter dikit napa.” Keluh Prilly.


***

__ADS_1


__ADS_2