RENCANA(JODOH)

RENCANA(JODOH)
PART 11


__ADS_3


Sore hari setelah sholat ashar Indah membuatkan Zain bubur sayur, dengan aroma yang tidak menyengat mengingat kata dokter Zain demam dan teh mint. Setelah masak Indah meletakkan di nampann dan membawanya kekamar Zain yang disana ada mbk Sin dan putri.


“neng, untung neng udah kembali mas Zainnya sudah bangun” beritahu mbk Sin lalu menyingkir dari sana agar Indah melihatnya sendiri.


“Alhamdulillah, apa masih pusing?” Tanya Indah seraya meletakkan nampan di atas nakas samping tempat tidur Zain.


“engh… aku lagi mimpi ya.. kalo ya jangan pergi dari mimpiku dulu” linglungnya dengan suara parau, Mbk Sin dan Putri terkikik sedangkan Indah melongo.


“ini gak mimpi om”


“nah bener aku lagi mimpi.. sorry aku tak bermaksud buat menuduhmu macam-macam.. maaf menjadi pengecut karna tidak datang meminta maaf padamu secara langsung walau hanya dalam mimpi”


“om ini gak mimpi” sela Indah kesal


“diam dulu.. aku malu untuk menemuimu, karna dengan mulutku ini kata-kata yang menyakiti hatimu membuatmu menangis.. maafkan aku”


“Indah sudah maafkan om.. sekarang om sadar ya.. ini gak mimpi om”


“ia om Zain.. ini gak mimpi, ini kenyataan buguru, putri dan ibu datang kesini karna om nelfon buguru” jelas putri setelah kembung tertawa sedangkan Zain terperanjat ia kaget.


“ eh benarkah?” putri yang gemas masuk kebalik selimut lalu menarik bulu di betis Zain membuat Zain mengerang sakit.


“gimana om masih ngerasa mimpi”


“gak.. kok bisa aku nelfon kamu?” tanyanya bingung.


“memang kenyataannya begitu, om lembur kerja ya.. kata dokter om kurang istirahat stress banyak pikiran makanya jadi demam” jelas Indah seraya bersedakap.

__ADS_1


Zain menatap sebentar lalu mengalihkan pandangannya pada langit-langit ‘ aku kepikiran kamu , karna aku udah buat kamu menangis’ ucap batinnya.


“yaudah om makan dulu ya.. kata dokter juga dari kemarin om gak makan.. Indah gak ngelerang om kerja bagus malah kalo rajin tapi kalo terlampau rajin sampai tidak menjaga kesehatan itu namanya mendzolimi diri sendiri om” cerocos Indah lagi, dan Zain tersenyum mendengar omelan Indah.


“om kok jadi senyum-senyum,,, dengerin Indah gak?”


“ia In aku dengerin kok” jawab Zain sambil mencoba untuk bangun setelah setengah berbaring “sini buburnya aku makan.. kamu yang buat?” Indah mengangguk lalu menyerahkan air putih bukan bubur membuat Zain mengernyit heran.


“minum dulu, setelah itu baru makan” Zain mengangguk patuh layaknya bocah yang sedang sakit dan dirawat oleh sang ibu. Setelah minum Indah memberikan semangkok berukuran sedang pada Zain.


Indah duduk disofa yang ada dikamar itu dimana disana juga ada mbk Sin dan putri yang memperhatikan orang sakit yang cukup nikmat dengan buburnya.


“om kita pulang dulu ya” pamit Indah


“kok pulang akukan masih sakit In”


“sakit apanya lah makan bubur aja lahap gitu” sindir Indah.


“ya tapi ini sudah mau magrib om kami harus pulang”


“ia tapikan….”


“assalamu’alaikum yallah Zain.. ente kok gak ngabarin gue sih.. kalo ente sakit tau gitu gue nginep kemarin kalo gini siapa yang ngerawat lo” cerecos seseorang yang main masuk dan memeriksa badan Zain dengan tangannya.


“hei santai Ril” bisik Zain “ ada tamu” lanjutnya. Aril menghentikan kegiatannya dan menoleh kesamping kiri dan benar ada 3 perempuan berbeda generasi.


“oh maaf” ucapnya tak enak hati, ketiga perempuan itu mengangguk maklum, pandangan Aril beralih pada Indah yang sedikit menundukkan kepalanya lalu beralih pada Zain yang menjeling tajam tak terima Aril memandangi Indah padahal cuman melihat sekilas, lalu Aril mengangguk-angguk dan tersenyum penuh arti.


“siapa yang nelfon lo kesini?” Tanya Zain

__ADS_1


“gak tau tadi yang nelfon suaranya kayak bocah gitu suaranya imut-imut , pakek telfon kamu” Zain langsung menoleh kearah Indah yang dimana wajahnya sudah memerah sepertinya dia malu.


“oh ya naik apa lo kemari” Tanya Zain mengganti topic.


“om.. kami pamit pulang dulu assalamu’alaikum” sela Indah, dan hendak pergi keluar kamar Zain.


“waalaikumsalam warahmah, terimakahsih ya In, Mbk sin dan Putri”


“ia mas sama-sama, semoga cepet sembuh ya mas” jawab mbk Sin dan pergi dari sana.


“tunggu kalian naik apa pulangnya?” Tanya Zain saat mereka hendak keluar.


“gocar” jawab Indah


“yasudah hati-hati” pesannya dan diangguki patuh oleh Indah. Sekepergian Indah Zain menatap tajam sahabatnya yang hanya menatapnya heran.


“kenapa lo liatain gue kayak yang mau nerkam gue aja”


“terimakasih gue udah kenyang.. dan lo tau siapa yang nelfon lo tadi itu adalah gadis yang lo tatapin tadi”


“hah” ucapnya tak percaya “yakin lo.. wajahnya juga masih imut-imut sih”


“dasar lo.. katanya jaga pandangan”


“ia bro.. kan liatnya mek sekali juga tadi.. jadi gadis itu yang buat lo sampek sakit begini” ledeknya.


“diem lo.. gue mau istirahat dah lelah gue ada lo jadi neg” ujarnya membuat Aril menoyor kepalanya pelan


“hey gue lagi sakit”

__ADS_1


“apanya sakit. Mulut lo dah tajem gitu pasti sembuhlah. Apalagi tadi langsung dijengukin sama bidadarinya” godanya dan Zain tak menggubrisnya lagi ia jadi ngantuk.


Terimakasih 😊😊


__ADS_2