
بسم الله الرحمن الرحيم
Kini mereka sudah berada dikamar. Zain mengunci pintu agar tidak ada yang menggangu keduanya. Zain duduk disamping istrinya dekat Indah tak berusaha bergesar hanya memalingkan muka.
“maafin aku yang mengabaikan kamu.. maaf., sungguh aku gak bermaksud” Indah terkekeh kecil.
“heum.. yah memang aku akui dia cantik bahkan sangat.. yakan.. hingga membuat kamu tak bermaksud mengabaikan aku” ucapnya sarkasme.
“Uja.. tolong maafin aku.. maaf atas kesalahan aku..” Indah menghela nafas dan menghembuskannya. Mengurangi sesak didadanya.
“Uji… memang aku sadar bahkan sangat amat sadar jika dibanding dia aku tidak ada apa-apanya tidak ada yang bisa Uji banggakan, seorang gadis kampung, pintar juga gak, cantik apalagi itu gak, kaya juga gak.. jika dibanding kamu memang jauh sekali gak ada bandingannya. Tidak ada yang bisa kamu banggain dari aku. Sedangkan dia cantik tinggi pintar pasti sangat dia lulusan yang sama dengan seorang hebat sepertimu”
“Uja.. kenapa ngomong kayak gitu” ujar Zain tak terima kali ini nadanya tegas, ia tak suka jika Indah berkata demikian.
__ADS_1
“memang kenyaatan Uji.. kenyataan jika kamu bersanding dengannya kalian bagaikan seorang putri dan pangeran sedangkan dengan aku. Kamu majikan dan aku si upik abu dan tak ada alasan untuk kamu mempertahankan aku suatu hari nanti karna memang tidak ada alasan yang membuat kamu bangga akan diriku.” Jelasnya.
“Indah” sentaknya, Indah menatap Zain yang kini wajahnya memerah sepertinya marah.
“dengar saat aku memikirkan itu dari semalam saat suami aku sendiri mengabaikan istrinya yang jelas berada disampingnya saat itu demi seorang yang lama, membuat hati ini terluka.. kamu gak tau dan gak merasakan apa yang aku rasakan ji.. aku gak tau apa aku terlalu cinta sama kamu atau aku juga takut kamu meninggalkan aku yang mungkin suatu saat nanti tak ada alasan kamu untuk mempertahankan.. aku membuat hatiku sakit.. aku takut.. takut kamu bakalan ninggalin aku untuk perempuan yang lebih baik dan lebih dari segalanya dari aku” luah Indah semua yang menghimpit kini terluahkan, yap dia mencintai suaminya ia takut Zain akan meninggalkannya kelak.
Zain diam ia menunggu istrinya meluahkan semuanya.
“jika saja hatiku tidak menggunakan perasaan dan tidak menjatuhkannya padamu, mungkin gak akan sesakit ini.. aku terluka saat suamiku lebih bahagia dengan dia.. aku kecewa saat suami aku yang biasanya tertawa dan tersenyum hanya untukku bersamaku, kini ia berikan juga pada perempuan lain.. Uji.. aku tau jika dibanding kamu aku hanyalah upik abu yang gak ada harganya. Tapi Uji harus tau.. aku perempuan yang ingin seperti siti khadijah yang cintanya tidak pernah dibagi oleh suaminya. Dan jika dihati ini” Indah mengusap dada suaminya dan menatap mata Zain yang berubah sendu dan berkabut mendung “ telah terbagi.. tunggu saat aku mati ya.. dan aku akan meminta pada allah agar ia memendekkan um…” belum sempat Indah meneruskan kata-katanya bibirnya dibungkam dengan kasar seakan ia juga merasakan sakit.
“membungkum mulut kamu yang sudah berbicara gak jelas. Dengar aku tau apa yang aku lakukan malam itu salah.. aku sadar makanya aku meminta maaf padamu. Untuk apa karna aku merasa sudah menyakiti hati bidadari yang sangat aku cintai. Dan kamu bilang aku bahagia bersamanya, kata siapa heum.. kata siapa” geramnya.
“karna aku melihat” cicit Indah
__ADS_1
“ya.. hanya sebatas melihat dan tidak merasakan apa yang aku rasakan yang mana aku merasa sangat bahagia saat aku berada disisimu bersamamu bukan dengan siapapun, bahkan dengan keluargaku sendiri aku merasakan kebahagian yang berbeda denganmu, bersama mereka dan denganmu adalah kebahagian dengan tempat dan porsinya masing-masing” Zain menghela nafas dan mengesat lagi air matanya.
“aku tau aku salah udah mengabaikan kamu gitu aja, tapi satu hal yang harus kamu tau.. aku gak akan menduakan cinta ataupun membagi cintaku kepada wanita lain., aku hanya akan membagi cintaku hanya pada ummi dan putri-putri kita kelak. Dan kamu seenaknya merendahkan diri begitu kamu tau.. dengan kamu berkata begitu kamu juga ngerendahin aku sayang.. bahkan aku ngerasa lebih rendah dari kamu.”
“kalo aku cari yang cantik, aku gak bakalan nikahin kamu bahkan aku gak akan nikahin Sila juga kenapa? Aku bakalan cari perempuan tercantik didunia.
Tapi cobacek di google yang keluar pasti 7 wanita tercantik didunia kenapa, karna cantik itu relative. Cantik itu berasal dari sini, dari hati kamu yang begitu cantik dan sabar, memancarkan cantik yang luar biasa yang hanya kamu yang punya dan kini milikku selamanya” tekannya ia mengesat air mata Indah dan membawa Indah kedalam pelukannya “ satu hal yang harus kamu tau bahwa aku mencintaimu karnanya, ingin menjaga dan menghabiskan hari tua bersamamu, membimbing dan sama-sama membangun cinta kepada allah hingga akhir hayat. Hanya bersama kamu yang aku inginkan. Dan satu hal lagi tak ada alasan aku untuk bertahan denganmu karna aku juga tidak memiliki alasan untuk pergi meninggalkanmu, dan alasan aku hanya satu untuk mempertahankamu yaitu….”
Zain menempelkan kening mereka dan hidung mereka saling beradu dan kedua mata itu saling bersitatap kedua mata yang kini saling memancarkan cinta.
“uhibbuki fillah ya Zaujati ever after Insyaallah. Seperti ucapanmu cintai aku karna allah agar cinta kita kelak abadi hingga kesurganya Insyaallah. Dan aku ingin mencintaimu dengan benar bukan dengan cara yang salah yang membutakan, karna cinta itu fitrah, memberi jalan serta memberi warna-warna yang indah, jika cinta itu buta maka bisa dipastikan kita akan terjatuh terluka dan tidak bisa melihat warna cinta itu sendiri. Dan cinta abadi bukan dengan cinta matinya sebuah pasangan tapi saling membangun cinta dan tujuannya hingga bangun cinta berhasil adalah mencintai allah dan mengharap ridhonya, dan kamu yang membukakan mindset aku hingga seperti ini.. jangan lagi rendahin diri oke” pinta Zain lembut dengan posisi sama, Indah mengangguk ia terharu dan terenyuh mendengar perkataan manis suaminya ini.
“semoga allah juga mencintamu yang mencintaiku karnanya”
__ADS_1
“aamiin yarab” ucap Zain dan mencium kening istrinya dalam, betapa ia bersyukur menjadi pendamping gadis ralat wanita didepannya ini.
Terimakasih...😊😊😊