
بسم الله الر حمن الز حيم
“loh calon suaminya buguru.. mari-mari duduk” sambut Mbk Sinta
“ maaf”
“oh gak papa mbk lanjutin saja”
“mbk calon suami apa sih”
“aaminn, terimakasih doanya ya mbk” sela Zain yang mendapat pelototan dari Indah dan Zain hanya mengangkat bahu acuh.
“bentar om saya ambilkan piring dulu” Zain mengangguk, sekepergian Indah Mbk sin tersenyum senang.
“buguru cantik ya mas?” goda mbk Sin melihat Zain mengikuti langkah Indah yang masuk kedapur, ada yang berbeda dari gadis itu, jika berseragam memang terlihat mungil namun beda ia baru pertama kali melihat Indah mengenakan gamis rumahan dengan kerudung lebar tanpa pet dengan ditali kebelakang terlihat lebih imut dan tinggi.
“eh…”
“alah mas.. mbk mah paham mas.. buguru memang terkenal ramah, cantik dan rendah hati mas.. jika bukan mbk Indah saya dan putri saya gak akan bisa bertahan hidup mas” cerita mbk Sin membuat Zain ingin mendengarkan kelanjutannya.
“saya seorang single perents, mencari pekerjaan yang susah akhirnya mulung sampai anak saya gak sekolah karna gak ada sangu jajan akhirnya saat 1 minggu mbk Indah ngajar disini, maksud saya pindah kesini kami bertemu dan menawarkan pekerajaan pada saya serta membantu putri saya sekolah lagi jadi saya bertahan hidup berkat dia”
“eum.. dia berbeda mbk”
“mas benar.. lagian kalian cocok loh, tapi saat saya bilang kalian cocok tadi sama buguru, buguru bilangnya ‘ kita berbeda mbk, dia terlalu tampan buat saya yang hanya orang biasa, dia kalangan atas saya hanya kalangan bawah, kita bagaikan langit dan bumi dia langitnya saya buminya’ gitu mas” Zain tercengang mendengar hal itu ‘ kenapa dia berfikir begitu sih’ pikirnya tak terima.
__ADS_1
“maaf ya om lama.. tunggu mbk pasti cerita yang nggak-nggak ya” selidik Indah pada mbk Sin yang hanya nyengir.
“gak kok buguru, malahan buguru diceritain yang ia-ia sama bue” jawab putri yang membuat Zain dan mbk Sin tertawa sedangkan Indah mendengus, meletakkan piring didepan Zain.
“yah ambilin toh neng.. nasinya kan jauh dari si calon suami sekalian belajar jadi istri toh” Zain menatap harap Indah yang menganga akan ucapan tiba-tiba Mbk Sin
“is mbk Sin apa-apaan sih mbk.. diakan sudah besar bisalah ambil sendiri”
“yah gak sopan toh.. tamu itu adalah raja jadi layani toh” Zain mengangguk setuju ia meberikan piringnya pada Indah agar diambilkan, dan mau tak mau Indah mengambilnya.
“segini om?”
“tambah sedikit”
“ia cukup”
“loh lauknya neng” tegur mbk Sin lagi yang sedang tertawa menang dalam hati ‘ besok tak ceritaken ke mbk Aina pasti heboh lah tu’ batinnya.
“mau lauk apa om?”,
tahu penyet sama tumis kangkung itu nanti kalo kurang aku bakalan nambah lagi”, jawabnya Indah memberikan piring yang sudah terisi itu.
“eum enak.. mbk Sin yang masak?”
“mana pernah saya masak kalo makan disini mas.. ya bugurulah yang masak.. enakkan mas.. masakan saya aja kalah enak mas.. lihat putri bahkan lebih lahap makan disini dari pada dirumah” jelas Mbk Sin panjang lebar walau tak diminta, Indah tak menggubris dia sibuk menyuapkan makannya yang tadi sempat tertunda, melihat Indah dari dekat dan makan dengan lahap membuat Zain tersenyum bahagia ia meletakkan sendok mencuci tangan, melihat Indah yang lahap makan dengan tangan membuatnya ingin merasakan kenikmatan makan dengan tangan. Mbk sin yang menjadi pengamat berdoa dalam hati meminta pada allah agar mereka dijodohkan.
__ADS_1
“mbk pindahlah kemari ya” pinta Indah setelah selesai dengan makan dan minumnya
“gaklah buguru”
“tapikan capek mbk bolak balik”
“gak papa cuman 10 langkah aja mana capek”
“yaudah deh Indah ngalah, put si pupus kok gak diajak?”
“dia lagi maen mbk jadi pagi tadi dah ngilang” Indah mengangguk
“eh sini om piring kotornya” pinta Indah melihat Zain sudah selesai juga dengan makannya.
“om mau nambah lagi?”
“gak, sudah 3 kali aku nambah gak muatlah perutku” jawab Zain, Indah mengangguk ia menyerahkan air putih kepada Zain, Zain menerimanya dengan senang hati.
“mbk biar Indah yang cuci piringnya mbk temenin tamunya aja”
“tapi neng”
“gak papa mbk..” Mbk sin mengerti Indah menjaga maruahnya dia tidak ingin berdua-duan walau sebenarnya ada Putri diantara mereka.
Terimakasih....😊
__ADS_1