RENCANA(JODOH)

RENCANA(JODOH)
PART 40


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


Syifa yang melihat kedatangan Nasila dari jauh berbisik mengajak kompromi Putri yang diangguki setuju oleh bocah 10 tahun itu.


“buguru cantik.. halo dedek twins” pekik Putri dengan memeluk antusias Indah mendaratkan ciuman disana membuat Indah dan Zain terkekeh, dan Syifa datang seraya merangkul mesra tangan kakaknya tepat ditengah-tengah antara Sila dan Zain yang sedari tadi mepet-mepet pada Zain membuat Syifa gemas dibuatnya.


“halo abang sayang.. udah belinya?” Tanya Syifa seraya mengerling genit, Zain yang awalnya heran kini tersenyum lebar yang jarang sekali ditunjukkan pada siapapun kecuali orang terdekat dan orang yang Zain sayang. Indah hanya menatap heran kakak beradik itu Nasila melihat hal itu penuh Tanya.


“siapa kamu A’?”


“eleh.. pakek panggil A’ dia suami saya.. saya itu pecemburu berat panggil Zain aja seumurankan” tukas Syifa tajam, dan Indah yang mulai mengerti terkekeh kecil.


“suami.. kamu nikah lagi A’?” Tanya Nasila yang entah ekspresinya sulit diartikan tapi sepertinya ia cukup senang.


“udah dibilangin saya pecemburu mbknya kok ngeyel sih.. panggil suami saya Zain aja” tekannya dikata suami seraya melirik sekilas Indah.


“ekhem.. ia..”

__ADS_1


“oh ya kenalin sama madu saya yang lagi bunting itu ya.. cantikkan dia itu madu yang paling aku sayang.. yah walau suami aku ini cuek bebek sama istri keduanya ini. Lebih tepatnya menaruh perhatian lebih sama teteh Indah” ceritanya yang membuat Zain dan Indah beradu pandang terkejut dengan ocehan adiknya itu.


“oh ya kenalin itu anak kami, putri anak aku dan Zain walau bukan anak kandung sih” jelasnya lagi. Nasila tersenyum tenang


“menikah lebih bagi lelaki itu sunnah Zain bahkan boleh.. hanya saja adillah kepada setiap istri-istrimu walau istri pertamamu hamil bukan berarti kita di bolehkan untuk mengabaikan istri kedua bagaimanapun dia punya hati yang harus dijaga perasaannya” nasehat Sila, Zain tersenyum miring.


“bagaimana lagi aku cintanya sama istri pertama aku, aku nikahin dia cuman solidaritas aja” jelasnya mengurai rangkulan Syifa di lengannya kini berubah merangkul Indah dimana Syifa cemberut.


“sabar ya mbk” ucap Sila pada Syifa, yang menepuk bahunya. Syifa tersenyum miring lalu balas menepuk bahu Sila.


“ia mbk saya memang selalu sabar kok, makanya mbk selagi mbknya belum nikah jangan berani-beraninya deh deketin atau caper sama suami orang, nanti jatuhnya sakit hati kayak saya ini, lebih baik cari yang lain yang masih lajang ting-ting” ujar Syifa seraya mengerling lalu mendekati Indah dan merangkul lengannya.


++++++


Dirumah tepatnya diruang keluarga mbk Sin dan Mbok Sarmi terkekeh mendengar cerita Syifa, Indah juga ikut terkekeh.


“sayang.. kemari” panggil Zain yang datang dari lantai dua. Indah dibantu bangun oleh Syifa karna perutnya yang besar sedikit membuatnya kesulitan.

__ADS_1


“madumu ini gak diajak abang heum..” canda Syifa dan mendapat getokan kepala dari abangnya itu karna gemas.


“bisa aja.. kamu nih saya bawa istri saya ya..” ucapnya lalu pergi dari sana bersama Indah menuju kamar mereka. Karna saatnya membacakan sirah nabawaiyah pada janin diperut.


++++


Adzan magrib berkumandang, tak terasa besok sudah tidak puasa digantikan dengan hari yang fitrah kemenanagn bagi ummat muslim yang berpuasa sebulan penuh yaitu idul Fitri. Dan Indah menjalani idul fitri tanpa kendala hanya saja waktu mengidam selalu pertengahan malam jadi sebagai abi yang baik dan sayang sama anak istri Zain menuruti kemauan istrinya walau yang diminta wajar hanay saja waktunya tidak wajar.


Tapi Zain tidak pernah mengeluh untuk menuruti keingin istri dan twinsnya itu. Ba’da isya Zain duduk disamping istrinya lebih tepatnya tiduran di pangkuan istrinya dengan kepala dicondongkan pada perut ia berbisik disana dengan menggemakan takbir lebaran diikuti tangannya yang mengusap perut yang ditendang antusias dari dalam.


“allahu akbar.. allahu akbar.. allahu akbar.. lailahaillah.. huallah huakbar.. allahu akbar walillah ilham…” terus Zain lantunkan diikuti Indah yang tak kuasa menahan tangis.


“hei kenapa menangis sayang?” Tanya Zain dengan posisi sama dan tangannya terulura mengusap pipi basah itu.


“terharu Ji.. kita ngerayain lebaran sama baby twin yang diperut, dan tak terasa juga udah mau 8 bulan mereka disini.” Indah mengusap sayang perutnya yang didalam babynya tak tenang sepertinya menikmati takbir yang menggema di seluruh penjuru dunia.


“sabar ya sayang.. tahun depan kita bakalan ngerayain bareng.. hu gak sabar deh By twins ikut takbiran sama anak-anak kompleks bawa obor pakek gamis duh lucu-lucu pasti” ujar Indah yang senyum tak hilang dari bibirnya yang kini tertular pada Zain.

__ADS_1


“eum tentu sayang.. makanya twins disana harus sehat ya..” pesan Zain pada bayinya dan mencium perut yang piyama istrinya ia buka kancingnya katanya itu membuat Zain lebih berasa mencium baby masih didalam perut. Dan bibir Zain tersenyum mengembang saat ia merasakan dua tendangan bergantian tepat dibibirnya. Hingga keduanya tergelak gemas dan bahagia akan tingkah twins diperut. Ummah abah, Sofia, suami dan anak-anaknya datang 1 minggu terakhir ramadan kemarin sedangkan ayah,ibu dan bayu datang 2 hari setelah keluarga Zain datang jadilah rumah Zain dan Indah ramai.


Terimakasih....😊😊😊


__ADS_2