RENCANA(JODOH)

RENCANA(JODOH)
PART 26


__ADS_3


Ciuman itu terhanti dan dua nafas insan itu memburu, Indah terkejut saat sumianya menangis namun Zain lekas mengesatnya.


“kenapa By.. aku ada salah., ya salah ngomong atau apa.. aku kena gigit bibirnya ya.. By” cerocos Indah membuat Zain terkekeh, Zain mengusap pipi itu lembut.


“heum… ya kamu salah ngomong, tadi aja ngebaperin terus bikin kesel bicara masalah madu eh langsung jleb ngomong madu asalkan setelah meninggal, Uji harus tau ya.. Insyaallah hati ini dan raga ini tidak akan pernah terbagi pada perempuan manapun, kecuali pada ummah, dan putri-putri kita nanti” jelasnya, Indah tersenyum mengembang.


“dan Uji harus tau ya.. nasehat terbaik adalah kematian, kenapa agar kita tidak menjadi manusia yang lalai..”


“ya sayang.. ia..” putus Zain sedikit jengkel


“he.. tapi tunggu putri-putri mau punya anak berapa Ji?” Tanya Indah penasaran.


“3 dong yang.. punya 3 putri itu banyak pahalanya yank"


( Siapa yang diuji dengan kehadiran anak perempuan, maka anak itu akan menjadi tameng baginya di neraka. (HR. Ahmad 24055, Bukhari 1418, Turmudzi 1915, dan yang lainnya). 'hadis dari A’isyah radhiyallahu ‘anha.'


( Siapa yang menanggung nafkah dua anak perempuan sampai baligh, maka pada hari kiamat, antara saya dan dia seperti ini. Beliau menggabungkan jari-jarinya. (Muslim 2631, dan Ibnu Abi Syaibah 25439). 'hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu.'

__ADS_1


( Siapa yang memiliki 3 anak perempuan, lalu dia bersabar, memberinya makan, minum, dan pakaian dari hasil usahanya, maka semuanya akan menjadi tameng dari neraka pada hari kiamat.


(HR. Ahmad 17403, Ibnu Majah 3669, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth). 'dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu.'


Indah mengangguk takjub. akan hadis hadis yang di beritahu suaminya yang baru ia ketahui.


“terus kalo 3 putri gak ada baby cowok dong”


“yah ada dong sayangku..”


“yaampun mau punya berapa anak Ji?” Tanya Indha heran


Keduanya kini duduk lesehan di karpet dengan makanan yang sudh tersaji dihadapan mereka, makanan yang Indha bawa dan masak dari rumah, pintu terbuka dan menampak Aril dengan menegus salivanya saat melihat makanan menggugah selera didepannya.


“masyaallah makan besar ane gabung ya” ucapnya tiba-tiba.


“ia…”


“no.. sana lo makan dikantin” potong Zain cepat.

__ADS_1


“uji.. jangan pelit ah.. masak suami ganteng nan solihnya aku pelit sih” nah kan istrinya ini sungguh pandai membuat detak jantungnya marathon, sedangkan Aril mencibiri melihat gelagat sahabatnya yang terbang karna dipuji. Ia duduk bersila dihadapan dua pengantin baru yang masih berumur 3 minggu itu.


“ ia sayang.. gak pelit kok.. eh kita sepiring berdua aja”


“ck.. lo gak sadar ada jomblo ini”


“yasudah kalo keberatan…”


“uji..” tegur Indah dan Zain diam.. walau hatinya jengkel ingin getok kepala si jomblo akut yang udah terkekeh didepannya ini.


“pokoknya sepiring berdua , titik” ucapnya tak ada bantahan, Indha juga gak nolak kok tanpa harus begitu.


“ini kak piringnya, kakak pilih dan ambil sesuka kakak ya”


“wuts.. tentu adik ipar”


“jangan lupa baca doa ya kak” peringat Indah dan Aril mengangguk mantap.


Hingga suasana hening saat perut kosong yang sudah setengah hari diajak bekerja diisi dengan masakan rumah yang memang selalu lezat dan tidak bisa ditandingi dengan harga masakan lestoran walau berkelas.

__ADS_1


Terimakasih...😊😊


__ADS_2