RENCANA(JODOH)

RENCANA(JODOH)
PART 34


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


Tak terasa waktu bergulir begitu cepatnya, hingga semua yang termakan oleh waktu berubah sedemikian rupa, ada yang tertinggal, dan ada juga yang diam ditempat kala perubahan yang dibawa waktu karna tingkah dan pola pikir manusia membuat berbagai macam yang terjadi seiring berjalannya waktu.


2 tahun sudah praha pernikahan Indah Zain mereka jalani. Walau allah belum menitipkan calon mujahid kecil pada mereka, mereka tak ambil pusing dan menjadikannya beban. Karna mereka percaya kuasa allah itu diluar nalar manusia bahkan menusia yang menurutnya terpintar sekalipun.


Apalagi para orang tua juga tidak ambil pusing yang mereka pikirkan dan doakan agar kedua pasangan itu selalu bahagia dan diberkahi allah dan mampu menjalani rintangan kehidupan bersama-sama tanpa saling meninggalkan dan saling menyalahkan. Namun dihadapi bersama-sama hingga rintangan itu sirna. Banyak berubah tentu saja Aril sudah menikah 1 tahun yang lalu dan kini dikarunia seorang putra yang bernama Azril, dengan Humairoh sigadis bercadar.


Kak Sofia sudah memiliki 3 anak 2 putri 1 putra sibungsu. Aina jangan Tanya ia sudah 2 anak dan tidak berniat menambah lagi ikut program pemerintah 2 anak cukup laki-laki semua jadi hanya dia yang cantik. Sedangkan Sila, Zain ataupun Indah tidak tau dan tak mau tau tentang kabar gadis itu setelah trgadei 19 kata suaminya, karna pas prahara itu tepat ditanggal 19.


“hari ini kamu ikut kantorkan sayang?” Tanya Zain, suaminya itu kini berubah diumurnya yang sudah matang 31 dagunya yang semula mulus kini ditumbuhi jambang tipis dan terawat Indah suka, karna sunnah nabi.


“ia By.. diam dulu nanti dasinya gak selesai-selesai sayang” pinta Indah dimana suaminya ini tak mau diam menciumi wajah istrinya.


“abisnya kamu tambah cantik sih.. ck..” gemasnya lihat tangannya sudah apik sekali menarik gemas pipinya yang cubby “ ini lagi pengen aku makan, tambah embem aja, nanti kalo kita punya anak perempuan aku ingin dia mirip kamu biar cantik dan seimut ibunya huh ngebayangin aja bikin aku gemes Hun” gemasnya membuat Indah terkekeh.


“aamiin yarab” doanya penuh harap. Saat periksa kedokter keduanya sehat Alhamdulillah, hanya saja allah masih memberi mereka kesempatan untuk pacaran dulu.


+++++++

__ADS_1


“ kamu duduk dulu gih, mau ku pesenin sesuatu sayang.. sebelum aku larut sama computer menjengkelkan itu” sungutnya.


“hubby menunduk sikit” pinta Indah dan tanpa pikir panjang Zain menunduk hingga wajahnya sejajar dengan istrinya.


Dan tanpa diduga Indah mencium kedua pipinya tak cukup disitu Indah juga menakupnya.


“jangan mengeluh hubby sayang.. selagi allah kasih kesempatan buat Uji bekerja menafkahi keluarga dengan halal harus disyukuri karna apa, diluaran sana masih ada yang menganggur bahkan tidak sebaik pekerjaan Uji, yang fasilitasnya sudah sangat memuaskan, jika lelah bagi dengan aku, yah walau tak bisa membantu” Indah menunjukkan kedua tangannya tepat didepan suaminya yang ikut mengamati dengan takdzim “ kedua tangan istrimu ini akan mengurangi rasa lelahmu dengan menyiapkan apa yang kamu minta dan memijat badanmu yang lelah, selagi istrimu ini mampu, dan bahu ini” menepuk bagian dada dan bahu “ walau ta se able bahu dada uji, tapi insyaallah mampu memberikan kenyamanan untuk suamiku ini melepas lelah, jadi bagilah denganku heum” jelas Indah dengan tersenyum begitu manis, senyum yang mungkin jika gula sudah membuat dia diabetes mungkin sudah tahap kompilasi, Zain merengkuh istrinya itu dan mencium pucuk kepala istrinya.


“inilah kenapa, rencana allah memang selalu yang terbaik, buktinya renacanya menjodohkan aku denganmu ini sangat membuat aku bahagia, dan kamu tau sayang, seharusnya aku yang bilang begitu sama kamu, karna pekerjaan yang amat melelahkan adalah pekerjaan seorang istri” Indah menggeleng tak setuju.


“nope.. tidak ada pekerjaan yang melelahkan jika karna lillahita’ala. Udah sana kerja,, ini cari kesampatan pasti” sindirnya, dan itu memang benar, Zain ingin bermalas-malasan huh istrinya ini terlanjur peka sekali.


Jam makan siang, Aril dan istri datang keruangan Indah dan Zain yang kini duduk lesehan dengan hidangan tersaji didepan mata.


“wis.. bagus nih bisa makan bareng.. istriku juga bawa, sekalian aku ajak kesini biar rame” Ujar Aril yang disambut senang oleh dua pasangan itu.


“ia.. bener ente”


“hai Indah” sapa Humairah

__ADS_1


“hai ibu muda.. si kecil kemana kok gak dibawa?” Tanya Indah.


“biasa dimonopoli appu dan ammunya, biasa cucu pertama dari anak tunggal sibapak” jawabnya, Aril anak tunggal jadi anak mereka sering dimonopoli appu dan ammunya.


“tapi tunggu.. wajah kamu pucat In.. sayu gitu sakitkah?” tanyanya kawatir dan Zain langsung menakup pipinya hingga menatap Zain yang kini rautnya sudah cemas.


“ia sayang.. kamu sakit hurm.. tapi gak anget kok.. oke kita kedokter nanti” ck suaminya kumat.


“gak papa Ji.. mungkin hanya kelelahan biasalah” jelas Indah.


“eum.. kamu merasa mual setiap pagi?” Tanya Humairah, Indah menggeleng


“gak juga, hanya sekali itu bukan pagi tapi siang, apalagi saat enak-enaknya ngajar mataku gak mau dikompromi ngajak aku bobok terus” ceritanya, dan Humaira mengangguk dan tersenyum penuh arti membuat Indah heran.


“kamu ketawain aku Ra.. gara-gara suka bobok” cebiknya


“nah.. ininih. Pertan…” perkataan Humairah terpotong saat ada seseorang yang mengetuk pintu, Zain bangun menelfon sekertrisnya namun ternyata tamunya adalah sahabat Zain jadi Zain mempersilahkan tamunya masuk. Ternyata tamu Zain adalah….


Terimakasih....😊😊

__ADS_1


__ADS_2