RENCANA(JODOH)

RENCANA(JODOH)
PART 19


__ADS_3


Keduanya kini tengah berbaring di ranjang yang sama, bahkan Zain tak teralihkan dan terus menatap istrinya kini tidak berjilbab dan menggunakan piyama tidur, keduanya berada dibawah selimut yang sama.


“kamu tau.. aku berasa mimpi tidur disebelah kamu sekarang, dulu nama kamu berada disetiap bait doa aku, kini kamu benar-benar menjadi makmumku dan mengaminkan doa-doaku” ucapnya seraya mengelus lembut pipi Indah, Indah grogi sendiri pipinya sudah merah menahan malu.


“kenapa? Diam saja seperti bukan Indah yang aku kenal”


“malulah” jawabnya dan Zain terkekeh


“kamu cantik.. gak nyangka ternyata rambut kamu pendek”


“gak suka?”


“apapun kamu, aku suka”


“gak mau jelasinkah?”


“mau jelasin dari mana dulu sayang?”


“ter.. se.. rah” jawabnya kikuk saat Zain kembali memanggilnya sayang.


“saat kejadian dimana kamu melihat kejadian yang tidak seperti kamu pikirkan, dia sebenarnya kakak kandung aku, dia lakukan itu karna aku susah makan, dan saat itu aku dintrogasi dan dinasehatin abis-abisan sama kakak iparku yang sudah menyalahi aturan agama dengan selalu datang kerumah kamu” jelasnya Indah menatap Zain yang kini menatapnya teduh.


Zain membuka kedua tangannya meminta Indah mendekat dan berada dalam dekapannya. Dengan sedikit ragu akhirnya Indah mendekat dan kini berada dalam dekapan Zain. Indah mendengar detakan jantung Zain yang seirama dengan jantungnya yang memompa tak karuan membuat bibir tipis ke merahan itu mengulas senyum tanpa Zain sadari.


“dan keesokan paginya abah ummah dan adikku datang, walau nadanya tidak meninggi ataupun wajahnya marah, namun kalimat abah yang tegas sudah bikin kicep yank, merinding kalo udah nadanya berubah dingin dan tegas” ceritanya dan Indah terkekeh


“heum.. walau wajah abah terkesan ramah namun dibalik itu ada ketegasan tersembunyi” ucap Indah


“kok tau”


“yah kan tadi ketemu sama mertua sungkeman juga”


“oh… bagus kalo gitu, abah ganteng gak”

__ADS_1


“heum ganteng kearaban gitu ummah juga cantik secantik gadis khas aceh, suaranya lembut terkesan sangat penyayang sekali”


“yap kamu benar.. tapi sekali ummah kecewa dia bukannya marah nadanya persis abah bikin merinding” jelasnya.


“terus”


“yah aku dintrogasi sama abah, dia bilang ‘gimana hasil kamu belajar dikairo kalo kelakukan kamu tak bisa ngendaliin nafsu, terus ummah juga berkata tegas ‘ kalo memang suka sama menantu ummah halalin lah.. sampaikapan juga kamu mau melajang sudah tuapun” dan Indah tergelak renyah sekali.


“yaallah jadi beneran aku nikah sama orang tua”


“eits.. suamimu ini masih muda lah.. tak tua amat”


“memang berapa?” Tanya Indah seraya mendongak


“kalo kamu?” bukannya menjawab malah bertanya balik.


“aku Tanya dululah Ji”


“ji?”


“I like it.. Zaujati like Uja” keduanya tertawa


“umur uji masih 29 tahunlah”


“masih mudaan aku kalo begitu, aku masih 26” jawab Indah bangga


“alah cuman 3 tahun aja”


“heum.. lanjut ceritanya Ji”


“okey.. nah setelah itu kamipun berunding, ummah udah cair karna aku setuju aja buat khitbah kamu secara akukan cinta” dan pukulan pelan menderat didadanya yang dilakukan oleh tangan mungil yang pemiliknya ia dekap.


“he.. kan beneran sayang.. terus aku cari alamat kamu diidentitas guru disekolah kamu ngajar membawa profil itu aku kasih kekeluarga aku, mereka setuju bahkan adik aku yang gak kenal kamu semangat ingin tau, ummah dan kakak juga, udah kenal dengan adik aku?”


“heum.. dia sangat cantik namanya Syifa lalu kakak kamu namanya Sofia dia sudah nikahkan sama orang turki., dan punya baby perempuan beurmur 7 bulan yakan keluarga kamu orang yang hangat dan sangat kekeluargaan”

__ADS_1


“ya bener, aku bersyukur jadi bagian keluarga mereka dan kamu” jawabnya sungguh-sungguh.


“ dan kamu tau,.. aku yang merasa malu dan gak pentes buat ada ditengah-…” Zain memotongnya dengan menempelkan jari telunjuknya dibibir mungil itu


“ssst.. sekarang masih waktunya aku yang bicara sayang” dan Indah mengangguk


“saat aku pamit itu aku bukan benar-benar pergi menjauh dari kamu tapi sebelum itu aku kerumah keluarga kamu bareng keluarga besar buat khitbah kamu. Dan ayah kamu nerima hanya saja masih mau didiskusikan dengan kamu katanya. Dan bertepatan aku pergi haji dengan keluarga besar dan qodarullah, allah pertemukan kita disini, bukankah rencananya begitu indah” Indah mengangguk takjub.


“dan sebelum paginya akad nikah, saat ayahmu mengatakan hal itu dia menelfon keluarga kami, makanya akad nikahnya langsung pagi” jelasnya dan kini Indah mulai mengerti. Indah melonggarkan pelukan ia menatap lekat wajah tampan didepannya ini dan jika dibanding dengannya dia tak ada apa-apanya.


“kamu tau.. aku berasa mimpi kamu jadikan aku makmum kamu. Jika dibanding dengan kamu secara visual justru gak serasai, kayak kamu tuan aku si upik abu, terus jika disandingkan dengan jabatan kamu aku dibawah kamu kamu yang mungkin udah S2 bahkan mungkin pengusaha kaya juga, sedangkan aku hanya gadis kampung yang merantau kenegeri orang, seorang guru sd pula” Zain menatap tajam Indah yang kini menatapnya sayu, tangannya mencengkram lengan itu sedikit kuat.


“kamu kok ngomong gitu” ucapnya tak terima saat Indah merendahkan diri


“tapi beneran ji, aku dapatin kamu itu berasa mimpi, mimpi yang indah yang jika aku boleh egois gak akan mau bangun.. aku merasa tidak pantas berada ditengah-tengah keharmonisan keluarga kalian. Bahkan banyak diluaran sana bahkan mungkin jutaan ribu perempuan cantik, yang berhijab dan berilmu lebih dari pada aku.. dan pastinya juga sepa…” tiba-tiba Indah tak mampu melanjutkan perkataannya saat sesuatu menyentuh bibirnya dengan lembut dan lama, hingga ciuman itu berakhir dan nafas mereka saling memburu.


“Uja.. Uji gak suka kamu rendahin diri kamu sendiri, bahkan diluaran sana ada bunga yang mekar lebih indah, aku akan tetap milih kamu, 3 bulan kita gak ketemu apakah aku pindah dan nikah sama yang lain.. gak kan nyatanya sekarang kamu ada didepan aku jadi istri aku. Dengar bahkan keluarga aku gak memandang kamu seperti apa, mereka malah semangat untuk ngekhitbah kamu kenapa karna saat bersama kamu aku merasa bahagia, begitupun mereka, karna aku bahagia merekapun ikut bahagia” jelasnya tegas, air mata lolos dipelupuk mata Indah.


“heum.. allah maha baik.. mentakdirkan kamu menjadi imamku yang mungkin kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari aku..”


“kamu beneran mau aku cium lagi ya.. heum”ucapnya sarkasme.


“ji.. aku beneran ini loh.. heum.. tapi jangan salah loh Ji.. gini-gini aku imut dan manis kok walau tak cantik” candanya dan Zain suka itu dari pada yang tadi ia mencium kening dan kedua pipi Indah kini tanpa sadar Zain sudah mengukung Indah dibawahnya.


“maka dari itu aku lebih suka yang imut dan manis dari pada yang cantik. Setiap lelaki punya padangan tersendiri menilai orang cantik. Karna cantik itu relative dan tergantung kita, menurut aku kamu sudah yang paling cantik, bukan hanya wajah namun hati, dan kamu tau pemilik hati yang baik tak menampik dia juga cantik. I love you”


“I love you to” balas Indah seraya tersenyum begitu manis dan kali pertama Zain melihatnya.


“yang..” panggilnya dengan nada serak, dan kini Indah sadar bagaimana keadaan keduanya Indah meneguk ludah kasar.


“heum” jawabnya gugup


“bolehkah, jika aku meminta hakku padamu, dan menjalakan kewajibanku sebagai seorang suami”


“aku istrimu, dan semua yang ada padaku adalah milikmu. Bagaimana bisa aku menolak yang bahkan allah halalkan semua ini bahkan ia selipkan pahala dan hadiah untuk kita” jawabnya dan Zain tersenyum ia membacakan doa lalu mencim kening istrinya lama. Keduanya saling memadu kebahagian dan berbagi cinta diibadah yang pertama kali seumur hidup mereka rasakan.

__ADS_1


Terimakasih 😊😊


__ADS_2