RENCANA(JODOH)

RENCANA(JODOH)
PART 29


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


Sudah satu bulan mereka tinggal dirumah baru. Malam minggu seperti biasa mereka akan keluar dan mengelilingi kota Bandung tepat ba’da isya’ dilanjutkan menikmati makanan pinggir jalan yang tentu saja menggugah selera.


Dan seperti biasa terkadang menggunakan motor spot suaminya kadang motor scoopynya. Kali ini mereka berhenti tepat di makanan pinggir jalan di kedai soto Madura atas keingin Indah cuaca dingin mendukung sekali menikmati kuah santan kental dengan segarnya perasan jeruk nipis sedikit pedas pasti sangat nikmat.


“mau pesan soto ayam kampung atau ayam kota?” Tanya parmusaji.


“ayam kampung saja mas” jawab Zain


“yang special atau yang biasa?” tanyanya lagi


“yang special dua ya mas, terus teh hangat dengan sedikit gula dua-duanya” jawab Zain keduanya memang sama-sama tidak suka manis.


“eum.. Ji.. Uja ketoilet dulu boleh?”


“boleh, mau Uji anterin gak?” tawarnya ia kawatir takut istrinya tersesat, warung makan soto ini terkenal ramai dan tempat makannya luas walau terkesan sederhana.


“gak lah.. emang anak kecil apa” Zain hanya nyengir, Hingga Indah tak ada disana lagi.

__ADS_1


“tunggu kamu Malikkan?” Tanya seseorang tiba-tiba mengalihkan perhatian Zain dari ponsel istrinya yang ia jelajahi. Mata Zain membulat saat melihat seorang gadis cantik yang memanggilnya tadi dengan balutan gamis menjuntai menutupi seluruh tubuhnya dengan warna soft Peach dengan bunga-bunga kecil menghiasi gamisnya, tak lupa khimar syar’I polos berwarna senada sungguh cantik dan anggun sangat pas dengan warna kulitnya yang putih pucat.


“masyaallah Nasila ya” tebaknya senang, ia bangun dan menakupkan kedua tangan didada diikuti Nasila, teman kuliah saat di Harvard dulu.


“masyallah tabarakallah A’ Malik.. seneng kita ketemu lagi ya” ujarnya tak kalah senang, Zain mempersilahkan duduk wanita berwajah Indonesia banget itu khas Jakarta.


“heum.. ia apakabar?”


“Alhamdulillah baik A’” jawabnya kini keduanya duduk saling berhadap-hadapan “Aa’ sendiri bagaimana kabaranya?”


“Alhamdulillah baik juga”, saat di Hardvard Nasila memang berkeurudung namun modis dan gaul tapi kali ini lebih syar’i.


“kamu beda ya..”


“eh sayang udah selesai ternyata” Indah hanya tersenyum kikuk


“siapa kamu A’?” tanyanya lembut


“kenalin istri aku”

__ADS_1


“masyaallah aku pikir adik kamu A’ ternyata Aa’ udah nikah ya” entah hanya perasaan Indah atau tidak tapi ia melihat gurat kecewa diwajah ayu nan cantik didepannya ini. Salah didepan suaminya.


“ia.. kenalin Indah..”


“Indah kak” perkenal Indah seraya mengulurkan tangan


“oh ya saya Nasila.. sahabat suamimu waktu di Havard dulu” jawabnya dan jabat tangan itu saling melepas, Indah tersenyum dalam diam dan memuji dalam hati ‘ cantik.. bahkan sekali’.


Dan Indah tak menyangka kalau dia akan terasingkan ditengah-tengah dua insan berbeda gender yang sedang nostalgia terlihat sekali jika suaminya ini sedang bahagia, Indah tersenyum miris jika dibanding dia memang jauh sekali dari gadis cantik didepannya ini.


“JI?” panggil Indah lirih dan lagi sudah tiga kali ia memanggil hanya untuk meminta ponselnya yang ada disisi kanan lengan suaminya, tapi sudah tiga kali juga ia terlupakan.


Ia tersenyum miris Indah beranjak dari sana, hatinya berdenyut perih apalagi matanya yang kini sudah mulai berair dan mendesak keluar. Beruntunglah kontak motornya Indah yang pegang jadi ia pulang dengan hati yang terluka dan wajah bersimbah air mata.


“astagfirullah.. astagfirullah” istigfar terus Indah ucapkan walau air mata dan sakit hatinya tak tertahankan, Hingga ia masuk kerumah benar suaminya bahkan tidak menyadari jika dia sudah pergi dari sana. Dengan cepat ia menuju kamar mandi menumpahkan tangisnya disana disela-sela ia wudhu’ menekan dadanya kuat-kuat seakan ada yang menghimpitnya disana.


Selesai berwudu’ biasnya ia akan mengerjakan sholat witir kini berbaring dan menangis disana dengan tubuh berbalut selimut dan tidur memunggungi pintu.


“yaallah.. aku terluka” lirihnya hingga entah berapa lama ia menangis sampai terlelap dengan sesenggukan yang masih tersisa.

__ADS_1


Terimakasih....😊😊


Part baper...😢😥


__ADS_2