RENCANA(JODOH)

RENCANA(JODOH)
PART 23


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


Zain berbalik menatap gadis didepannya yang kini terperangah tak urung Zain juga setelah memasang wajah marah kini dia juga terkejut.


“Zain..”


“Dona”


“Zain.. ini beran kamu Zain.. aku kangen Zain.. banget” ucapnya dengan seulas senyum bahagia ia mendekat dan hendak memeluk Zain, namun wajah Zain tak menunjukkan yang sama ia memuram marah dan mundur kini mendekap Indah dari samping, membuat Dona menghentikan niatnya dan menatap keduanya.


“kamu ngapain sama cewek kampungan seperti dia.. dan kamu tau lihat gaun mahal aku dia rusakin dengan sengaja tumpahin minuman di gaun aku” adunya dengan suara manja, Indah hanya menampilkan wajah datar.


“heh.. drama lo.. denger ya mbk.. Indah gak ngejatuhin tapi mbk sendiri yang numpahin jangan fitnah” sanggah Bulan tak terima.


“Zain..” rengeknya


“aku lebih percaya sama istri aku.. karna gak mungkin dia ngelakuin itu apalagi sama orang yang gak sama sekali ia kenal.. dan kamu jangan sok akrab sama aku.”


“istri.. yakin Zain.. dia lebih pantas jadi asisten kamu dari pada jadi istri”


“yap dia memang asisten aku.. asisten halal dihidup aku yang akan menemaniku hingga nanti, asisten cantik yang aku cintai.. jadi minta maaf sama istri aku” tegasnya dengan nada datar dan dingin.


“Zain.. aku”


“minta maaf atau aku balik mempermalukan kamu” sentaknya dan mau tak mau Dona meminta maaf.


“ngapain masih disini pergi sana.. merusak pandangan aja” sentak Bulan dan dengan bersungut Dona pergi.


“tunggu kamu Bulan Purnama kan?” tebak Zain


“masyaallah Zain.. jadi kamu suaminya Indah?”


“yes.. my beautiful Wife” jawbanya bangga dengan tangan tetap merangkul pundak istrinya.


“wah.. serasi banget dah.. kok jahat gak ngundang”


“aku dengar dari Fatah kamu masih di KL jadi gak maulah ganggu kamu.. ngomong-ngomong katanya kamu udah tunangan”


“wits.. ia dong.. ganteng pula”


“ialah.. kalo cantik barulah jadi tanda Tanya” jawabnya dan kedua tertawa beda dengan Indah yang hanya tersenyum tipis, Zain sadar bahkan sangat sadar tapi nanti dia akan bertanya nanti setelah pulang.


“sayang..” panggil seorang lelaki yang kini menghampiri ketiganya, mereka menoleh dan saling terkejut


“mas Faris”

__ADS_1


“Faris” ucap Zain dan Indah barengen


“he.. kalo gak barengan memang gak sah ya.. ya ini aku Faris kenapa?” jawabnya seraya terkekeh.


“jangan bilang Bul?”


“yap tunangan aku.. gantengkan” jawabnya bangga


“ya.. ya.. ganteng serasi malah.. euh kalo gitu kami pamit dulu ya.. lain kali kita lunch atau dinner bareng gimana?”


“boleh juga double date gitu ya” jawab Faris


“heum.. kamu simpen no. ponsel akukan Bul”


“ia.. eh Ndah.. aku boleh minta no.mu” Indah yang semula hanya diam kini menatap Bulan dan mengangguk. Ia mengotak atik ponselnya lalu memperlihatkannya pada Bulan..


“oke makasih Ndah.”


“sama-sama.. kapan halalnya?” Tanya Indah


“gampang undangannya masih dicetak.. tunggu aja oke” jawab Bulan dan Indat tersenyum manis


“oalah.. pantesan si jomblo akut kepincut senyum kamu ndah bikin meleleh” goda Bulan


“yap kalah sama senyum kamu yang menawan” canda Indah yang memang kenyataan.


+++++


Kok diem.. yank.” Kata Zain yang sedari tadi dimobil sunyi senyap. Indah menghela nafas berat


“kenapa sih kok sampek hela nafas berat gitu?” Tanya Zain yang kini sudah menepikan mobil. Indah menatap Zain yang kini menatapnya.


“aku merasa gak enak sama kamu, aku ngerasa udah permaluin kamu dan lihat baju kamu kotor gini.. aku cuman lagi mikir.. kalo gak sama aku mungkin kamu pulang tetep ganteng dan baju kamu gak kotor gitu dan terlebihnya lagi.. kamu gak aku per..” Zain menakup wajah mungil itu, istrinya ini bikin gemas karna suka sekali merendahkan diri padahal itu tidak sama sekali.


“sayang.. berapa kali aku bilang bahwa aku gak suka kamu yang merendahkan diri begitu.. dengar aku sudah bahkan beberapa kali bilang kalo kamu itu sudah lebih dari segalanya buat aku.. tak perduli apakata orang diluaran sana yang bilang kamu apapun tapi yang lebih tau kamu adalah aku, keluarga kamu, keluarga aku bahkan si Syifa malah suka sekali monopoli kamu, suka manja sama kamu, kenapa karna kamu selalu bisa bikin orang lain nyaman disisi kamu begitu juga aku” jelasnya.


“heum… aku selalu tersanjung dengerin kata-kata manis yang kamu ucapin Ji, manisnya Gulali mungkin kalah.. pasti banyak yang udah kamu kadalin ya” candanya dan Zain lebih suka istrinya yang begini dari pada ngerendahin diri sendiri.


“ha..ha.. tau aja sih” ucapnya gemas seraya menguselkan hidungnya dengan hidung Indah, membuat Indah terkekeh.


“aku yakin Uji banyak mantannya nih”


“kok bisa nyambung kesana”


“yah karna omonganya selalu bikin hati adek luber bang” jawabnya yang membuat Zain tertawa. Tangannya mengusap lembut pipi Indah.

__ADS_1


“aku melakukan itu cuman kekamu yank.. dan kamu perempuan kedua setelah ummah yang dengerin kata-kata manis aku,, cuman kalo keummahkan sayang… kalo kekamu cinta+ sayang” Indah tertawa, kini tanganya juga terulur mengusap pipi suaminya.


“aku bangga dijadiin yang kedua setelah ummah kamu.. semoga selalu begitu aamiin” harapnya.


“pasti sayang… karna menyakitimu sama halnya dengan menyakiti ummah.. kok aku jadi penasaran juga ya yang sama satu hal?”


“apa memang?”


“kamu gak pernah pacaran yank”


“mau jawaban jujur atau boong?”


“yah jujurlah” jawabnya dan kini Zain menatapnya serius tangannya yang semuala mengusap lembut kini beralih menggenggam tangan Indah.


“eum.. pernah.. saat SMP dan SMA, itu karna gengsi dan gak tau kalo pacaran itu haram.. dan setelah tau dan dikhianati baru aku memutuskan untuk gak pacaran” jelasnya membuat Zain terperangah, dia tak menampik jika dia juga pernah, bahkan dia playboy insaf setelah SMA.


“aku tau Ji.. aku tau mantan kamu bertebaran disana, ummah dah cerita bahkan kak Sofia juga cerita kalo adek gantengnya ini mantan playboy yang kini sudah insaf” ucapnya dan tertawa membuat Zain gemas, awalnya kawatir tapi ternyaat gak.


“kamu gak kecewa?”


“kenapa harus.. setiap orangkan punya masa lalu masing-masing, lalu aku kecewa buat apa, toh masa depan kamu sama aku.. yakan” jawbanya seraya mengerling dan sungguh Zain bersyukur dan betapa ia sangat mencintai Indah. Ia mencium seluruh wajah istrinya dengan gemas.


“kamu ya.. bikin Uji gemes.. kamu gak lapar Hun?”


“lapar By.. tadi sih main pergi aja.. kan bisa makan bareng sama mas Faris dan Bulan” rajuknya


“gak mending makan berdua sama suamikan lebih romantic, ayo mau makan apa?”


“ck.. masih aja cemburu sama mas Faris heum?”


“tauk ah” sekarang berganti Zain yang merajuk, lihat suaminya ini menggemaskan sekali, Indah mendekatkan wajahnya dia berbisik ditelinga suaminya.


“hubbyku.. aku udah sama kamu.. hingga nanti kamu bawa aku kesurga buat jadi bidadari kamu,, dan aku cinta kamu kok jadi tenang aja okey.. love you..” ungkapnya seraya mencium sekilas pipi Zain dan untuk pertama kali istrinya ini menciumnya lebih dulu, Zain memegang pipinya takjub dan bahagia.


“masyaallah ini kali pertama istri aku cium aku.. yaallah selalu buat dia begitu khilafpun tak apa” godanya yang mampu membuat Indah malu kini wajahnya bersemu merah, walau doanya sungguh-sungguh.


“ada aja sih.. katanya mau makan By?”


“ia Hun.. makan dimana?”


“eum.. itu disana.. mie ayam sama bakso By mau”


“maulah sama kamu ya pasti mau..” jawabnya sarkasme dan mobil dilajukan menuju stand bakso pinggir jalan yang sepertinya rame. Kedua duduk dipojok yang sepertinya hanya tersisa disana.


Seorang pramusaji menghampiri mereka bertanya pesanan mereka setelah menyebutkan pesanan pamusaji itu pergi dari sana meninggal dua pasangan yang berbincang hangat romantic itu. Hinggap pesanan mereka datang.

__ADS_1


Zain yang keliwat manja memang pada istrinya itu kini minta disuapi dengan lagak mencicipi mie ayam milik istrinya. Namun tak urung Zain juga menyuapi Indah yang juga sangat senang memanjakan sang istri. Hingga mereka pulang dengan hati senang dan perut kenyang.


Terimakasih...😊😊


__ADS_2